God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 261. Memberikan Segel Keluarga.


__ADS_3

Chapter 261. Memberikan Segel Keluarga.


Melihat Gongsun Ling yang tertidur lelap, Zhang Rouxin dan Chu Yao tidak membangunkan si Gadis Takdir, mereka duduk di sampingnya dan hanya melihat tubuh Gongsun Ling yang penuh perban.


Sedangkan Excel Shimo memanggang ikan dan ayam hutan, dan menaburkan beberapa bubuk bumbu diatas dagingnya. Aroma wangi dan menggoda perut segera menyebar di dalam goa, dan membuat Gongsun Ling mencium aromanya.


"Guru!" panggil Zhang Rouxin yang tampak kuatir, ketika melihat Gongsun Ling terbangun.


"Eh! Kalian ... Bagaimana mungkin aku tidak merasakan kehadiran kalian!" tanya Gongsun Ling yang sedikit heran tidak bisa merasakan aura mereka walaupun sedang tertidur.


"Itu karena pil yang aku berikan sesaat lalu," jawab Excel Shimo dengan segera.


Gongsun Ling kebingungan, sebab katanya pil yang dia konsumsi adalah pereda nyeri. Sebelum Gongsun Ling bertanya lagi, Excel Shimo kembali berbicara.


"Pil yang aku berikan adalah Pil Penyembuh tingkat Peri Langit. Di dalam pil itu aku campur dengan ramuan penenang ... Coba gerakan tubuhmu sekarang, apa masih sakit dan juga buka perban-mu, apa masih ada luka yang masih basah."


"Tingkat Peri Langit!" seru ketiga wanita itu yang terkejut, sebab pil tingkat Peri Langit tidak ada di Benua Jiu Zhou.


Ahli Alkemis di Benua Jiu Zhou hanya berada di tingkat Peri Benua, sebab itu mereka bertiga terkejut, dan memandang Excel Shimo dengan tatapan tak percaya.


Buru-buru Gongsun Ling menggerakkan tangannya dan memang sudah tidak sakit lagi, hanya ada sedikit rasa nyeri. Kemudian, Gongsun Ling bangkit dan duduk, lalu membuka perban yang melilit tubuhnya.


Chu Yao dan Zhang Rouxin segera membantu gurunya. Kini ketiga wanita itu baru percaya setelah melihat lukanya telah kering dan menutup, walaupun masih ada bekas goresan pada kulit putih Gongsun Ling.


"Apa kamu seorang Alkemis?" tanya Gongsun Ling dengan rasa penasaran, Zhang Rouxin dan Chu Yao juga menatap Excel Shimo yang masih memanggang.


"Aku tidak pernah bergabung dengan persatuan alkemis, jadi tidak memiliki bukti. Meramu pil hanya untuk mengisi waktu senggang saja," jawab Excel Shimo dengan santai dan sambil membalik ayam panggang.


Chu Yao dan Zhang Rouxin melongo saat tahu kekasihnya adalah seorang ahli Alchemist, mereka berdua menjadi teringat pernah diberi pil saat terluka waktu itu. Sedangkan Gongsun Ling geleng-geleng kepala, ketika teringat ramalan Bola 12 Bintang.

__ADS_1


'Masih muda sudah menjadi Dewa Langit dan ahli Alchemist, sungguh beruntung menjadi pasangan Dao-nya! Tapi, apa kebahagiaanku hanya sesaat!' batin Gongsun Ling yang ingin mengungkapkan ramalan itu tapi dia urungkan, kuatir menyinggung lagi.


"Ayo kesini, kita makan malam bersama," ajak Excel Shimo kepada ketiga wanitanya.


Gongsun Ling segera mengambil pakaian baru di cincin dimensi dan menyusul Chu Yao dan Zhang Rouxin yang sudah duluan.


Excel Shimo juga mengeluarkan Labu tempat teh hangat dari Daun Ulat Sutra dan empat cangkir.


"Aku akan beri kalian segel keluarga besar Excel, bukti kalian adalah milikku..." kata Excel Shimo sambil menyesap teh setelah makan.


Excel Shimo segera menjelaskan perihal segel keluarga besar Excel. Chu Yao dan Zhang Rouxin jelas senang jika segel itu bisa meningkatkan kekuatan hingga tiga level.


Excel Shimo juga berjanji kepada Gongsun Ling akan mendukungnya dengan ramuan pil untuk membantunya meningkatkan kekuatan, sebab Gongsun Ling tidak mendapatkan kekuatan dari segel keluarga besar Excel, karena kekuatan Excel Shimo masih jauh daripada Gongsun Ling.


"Aku akan bawa kalian kesuatu tempat, setelah aku memberikan kalian segel. Apa kalian sudah siap?" tanya Excel Shimo setelah panjang lebar menjelaskan segel-nya.


"Aku sudah siap," jawab ketiga wanitanya dengan kompak.


Excel Shimo mendekati Gongsun Ling yang masih terkejut dan langsung menggendongnya dengan tiba-tiba.


"Ah! Mm!" Gongsun Ling hampir berteriak keras jika Excel Shimo tidak segera m.e.n.c.i.u.m bibirnya.


Sambil menggendong Gongsun Ling dan b.e.r.c.i.u.m.a.n, Excel Shimo berjalan ketempat dimana Gongsun Ling beristirahat. Dengan memangku Gongsun Ling, Excel Shimo terus b.e.r.c.i.u.m.a.n mesra dan membuat Gongsun Ling kewalahan.


Setelah Gongsun Ling terbiasa, dirinya secara berlahan mampu mengimbangi, malahan kini dirinya yang yang lebih agresif, sebab teringat adegan de.wa.sa suaminya dengan Zhang Rouxin dan Chu Yao.


Sambil b.e.r.c.i.u.m.an, Excel Shimo memegang buah kenyal Gongsun Ling yang sudah tidak terluka dan merasakan sakit. Gongsun Ling yang duduk di pangkuan suaminya, merasakan tongkat suaminya yang besar, secara berlahan dia menggoyangkan pinggul.


Gongsun Ling menahan suara indahnya, kuatir menganggu Chu Yao dan Zhang Rouxin yang sedang menyetabilkan fondasi nya. Excel Shimo segera membaringkan Gongsun Ling diatas batu. Lalu, Excel Shimo melepaskan pakaian Gongsun Ling dan melahap biji buah kenyal yang semakin membesar akibat s.e.n.t.u.h.a.n.

__ADS_1


Gongsun Ling tidak tinggal diam, ia juga melepaskan pakaian suaminya, sambil menahan suaranya saat merasakan sensasi enak dengan permainan li.dah Excel Shimo.


Mereka berdua sudah tanpa ada kain di tubuhnya, dengan Excel Shimo m.e.n.i.n.d.i.h tubuh Gongsun Ling.


"Mm!" e.r.a.n.g.a.n pelan Gongsun Ling saat merasakan tongkat Excel Shimo menyentuh lembah surganya yang telah basah.


Kuatir Gongsun Ling tidak bisa menahan suaranya, buru-buru Excel m.e.n.c.i.u.m bibir istrinya, sambil menempatkan tongkatnya pada bibir lembah surga milik Gongsun Ling.


"Mm!" e.r.a.n.g.a.n Gongsun Ling ketika kepala tongkat suaminya merusak k.e.s.u.c.i.a.n.nya.


Excel Shimo m.e.n.c.i.u.m lebih intens bibir istrinya agar meredakan rasa sakit. Namun, Gongsun Ling menekan p.a.n.t.a.t suaminya, agar terus memasukkan tongkatnya lebih dalam.


"Oh!" e.r.a.n.g.a.n teredam ketika rahim penuh dengan tongkat suaminya, tidak seperti Zhang Rouxin dan Chu Yao yang langsung mencapai puncak, dirinya masih mampu menahannya.


Excel Shimo sangat senang ketika menyerap energi Yin murni milik Gongsun Ling, apalagi Gongsun Ling mampu mengimbanginya membuat Excel Shimo semakin bersemangat, dengan menarik tongkat dan membenamkan lagi membuat Gongsun Ling m.e.n.g-g.e.l.i.a.t ke.enakan dan suara indah selalu mengiringi.


"Ah!" d.e.s.a.h.a.n Gongsun Ling saat dirinya mencapai puncak, setelah tongkat Excel Shimo beberapa kali menghajar lembah surganya yang sudah sangat basah.


Energi Yin Gongsun Ling makin melimpah dan Excel Shimo menyerapnya dengan lahap. Gongsun Ling merasa otot-otot lembah surganya ber.kon.tra.ksi ketika tongkat itu selalu bergerak masuk dan keluar.


Lembah surganya semakin men.ceng.kram tongkat suaminya yang masih belum keluar.


Zhang Rouxin dan Chu Yao yang telah selesai menyetabilkan fondasi nya, jelas melihat aktifitas Gongsun Ling dan Excel Shimo. Mereka berdua saling bertukar pandangan, dan kembali memejamkan mata. Sengaja Zhang Rouxin dan Chu Yao memberikan Gongsun Ling memberikan kebebasan untuk memonopoli suaminya, sebab Gongsun Ling masih dianggap sebagai senior.


"Ah!" Gongsun Ling semakin m.e.n-g.e.r.a.n.g lebih keras ketika Excel Shimo meng.hen.tak.kan pinggulnya lebih kencang dan cepat.


Excel Shimo tersenyum melihat wajah cantik istrinya yang sangat bahagia dan juga mampu mengimbanginya, walaupun Excel Shimo masih belum mencapai puncak. Setelah Gongsun Ling menikmati sensasi mencapai puncak untuk ketiga kalinya, Excel Shimo meminta Gongsun Ling untuk membalik badan dengan punggung mengarah ke langit-langit.


(Author ; paragraf saya hilangkan ...)

__ADS_1


Suara benturan kedua daging dan juga suara indah Gongsun Ling, membuat Zhang Rouxin dan Chu Yao tidak bisa lagi menahan diri. Mereka berdua berdiri dan berjalan mendekati suaminya, jelas mereka ingin bergabung.


(Author : Halo, sobat. Maaf, bab kali ini beberapa kali gagal lolos review dari pihak platform, jadi saya banyak beri tanda 'titik' dan menghilang beberapa paragraf. Karena sangat ketatnya hal yang berbau vu.lg.ar, maka kedepannya saat akan memikirkan cara yang lain. Oh iya, saya banyak lihat 'pembaca bayangan' penyuka novel gratisan yang jarinya bisulan, kesakitan dan susah untuk menekan like, apalagi vote, komentar dan ... jika 'pembaca bayangan' membaca karya saya di platform yang ber-prabayar ... Pasti akan mengerti ... bagaimana penulis susah membuat karya yang bisa dinikmati. Saya hanya minta dukungan di platform ini, disini tidak perlu membayar koin untuk membuka setiap bab. Jika kalian ini mampir di karya saya yang bebas sensor, bisa komentar ... Di platform tempat lain setiap bab cuma membayar beberapa koin, kok. setiap koin seharga Rp 1.500,- setiap bab bisa mencapai 5 sampai 10 koin lebih, disana juga tidak ada sensor alias bebas. Saya ucapkan terima kasih buat sobat yang selalu mendukung, dan juga untuk Novel Toon yang masih mau menampung saya si penulis pengembara. Sehat selalu, banyak rejekinya dan bahagia. Salam)


__ADS_2