
Chapter 123 Ketua Pelukis, Qin Bo.
Suasana didalam goa sangat hening, udara pengap dan desiran angin yang mampu membuat orang mengigil ketakutan. Suasana itu semakin mencekam, manakala tujuan Excel Shimo terhalang seseorang yang kuat.
Saat Excel Shimo bertanya, Lotus Bao dan Xi He terdiam, mereka bertiga sedang berpikir, 'kenapa jika orang sudah mati masih mampu mengeluarkan basis kultivasinya?'
"Mungkin tingkat Celestial Supreme yang dikatakan abadi masih meninggalkan fisik dan energi nya walau orang itu sudah meninggal," ujar Lotus Bao.
"Bisa jadi!!" serempak Excel Shimo dan Xi He menyetujui dengan analisa Lotus Bao.
Wajar jika mereka bertiga tidak tahu, sebab di antara mereka belum pernah berkultivasi hingga tingkat Celestial Supreme. Apa lagi Xi He yang tidak bisa berkultivasi, sebab dia bukan unsur alam seperti Lotus Bao.
Xi He bisa dikatakan benda yang dilahirkan oleh alam semesta, melalui keinginan terakhir jiwa-jiwa yang ambisius dan penuh sifat serakah.
"Kita akan tahu setelah dekat dengannya." kata Excel Shimo yang tidak ingin pikiran kacau karena ketidaktahuan.
Excel Shimo menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara berlahan, untuk menghilang rasa takut, kuatir dan cemas, Excel Shimo berjalan berlahan mendekati orang yang bernama Qin Bo.
Saat berjalan semakin dekat, Excel Shimo merasakan tekanan orang tua itu semakin kuat, hingga seluruh tubuh basah kuyup karena keringat.
Jika Excel Shimo tidak berlatih kekuatan fisik hingga tingkat Suci, sudah dipastikan ia akan tersungkur sejak memasuki goa yang menyeramkan ini.
Deg, deg, deg
Jantung berpacu saat Excel Shimo semakin dekat dengan orang itu. Ketakutan, jelas. Cemas, sudah pasti. Kuatir, sangat dirasakan. Takut mati, tidak perlu ditanya lagi, apalagi Excel Shimo memiliki cita-cita tersembunyi, yaitu, memuaskan semua istri pria lain.
Saat jarak terpaut sepuluh meter, rambut halus sekujur tubuh berdiri, apalagi rambut di tongkatnya yang sudah mengangkat tangan tanda menyerah.
"Hmmm...,"
__ADS_1
"Kamprett, dia masih hiduppp....!!" umpat Excel Shimo saat mendengar suara geraman dari orang itu. Segera Excel Shimo membalikkan tubuhnya secara spontan saat dirinya benar-benar ketakutan setengah mati.
Honggg....
Sinar keluar dari dahi orang itu, dan menyelimuti seluruh tubuh Excel Shimo.
"Brukkk... Aduhhh...!"
Excel Shimo terjatuh saat dirinya gagal melarikan diri dengan skill teleportasinya, dan ambruk setelah menabrak dinding energi. Dinding energi itu adalah domain yang dibuat oleh orang itu.
Dengan pikiran yang sudah sangat ketakutan, Excel Shimo buru-buru memasuki cincin dimensi.
"Brukkk...! Sialan!!" sekali lagi Excel Shimo terjatuh karena gagal bersembunyi didalam cincin dimensi.
"Tuan, jangan takut, Qin Bo adalah orang yang sabar walaupun sifatnya dingin," kata Xi He kepada Tuannya agar tidak ketakutan dan panik.
"Benar yang dikatakan Xin He. Jika orang itu berniat membunuh, sudah dia lakukan sejak awal, Tuan." sahut Lotus Bao yang melihat Excel Shimo masih ketakutan.
"Percuma kamu kabur. Selama berada didalam domain pribadiku, kamu tidak akan bisa keluar, walaupun kamu memiliki teknik berpindah tempat dalam sekejap,"
Tiba-tiba pria itu berbicara kepada Excel Shimo, dengan nada suara yang membuat Excel Shimo gemetaran. Apalagi tekanan basis kultivasinya semakin kuat.
Bisa dibayangkan jarak kekuatan Excel Shimo yang berada di tingkat Peri Alam level 7, dan terpaut 12 tingkat dengan orang itu. Siapa saja pasti ketakutan, mungkin dengan aura kekuatannya saja orang lain bisa mati seketika.
"Luar biasa, aku tidak menyangka kamu bisa berhasil melewati Hutan Terlarang yang aku ciptakan dengan tekanan aura kekuatan ku. Bahkan mampu meningkatkan kekuatan fisik hingga ke tingkat Suci. Pemuda yang berbakat usia 12 tahun tingkat Peri Alam. Seandainya Ratu kita berada disini, Beliau pasti akan menerimamu sebagai murid-Nya." lanjutnya saat Excel Shimo mulai pasrah.
Dengan membalikkan badan berlahan, Excel Shimo menguatkan pikiran, hati dan jiwanya agar mampu menghadapi situasi saat ini.
"Terima kasih atas pujian yang tidak pantas saya terima, Senior." kata Excel Shimo sembari menangkupkan kedua tangan ke depan, dan sedikit membungkukkan badan sebagai rasa hormat kepada yang lebih tua.
__ADS_1
"Tidak perlu sopan. Kemari dan duduk didepanku, waktuku tidak banyak," pintanya kepada Excel Shimo, dengan kedua mata tetap terpejam.
Excel Shimo merasa lega saat basis kultivasi orang itu ditekan sangat dalam, walaupun masih bisa dirasakan oleh indera manusia. Segera Excel Shimo menghampiri orang itu, dan duduk secara berlahan di depan Qin Bo.
Di depan mereka terlihat selembar kulit binatang yang berwarna putih, dan beberapa botol giok yang berisi tinta.
Setelah duduk, Qin Bo tidak berbicara lagi. Karena tidak tahu apa tujuan orang tua memerintahkan dia duduk dan diam, akhirnya Excel Shimo angkat bicara.
"Maaf, Senior. Apakah Senior adalah salah satu Tetua Ordo Kegelapan, bagaimana Ordo in--"
"Apa yang kamu tanyakan aku sudah tahu, dan yang jelas aku tidak akan menjawab, karena kamu masih sangat lemah," potong Qin Bo sebelum Excel Shimo menyelesaikan perkataannya, Excel Shimo tersenyum masam dan diam seketika, "berhubung kamu adalah keturunan dari Penyelamat semesta, kamu di takdirkan untuk mengalahkan mahluk itu! Nak, kami, termasuk aku berharap kamu membelaskan dendam ini." lanjutnya.
Seketika Excel Shimo ingin marah saat ditakdirkan untuk membunuh mahluk yang kekuatannya di atas Ratu Diao Chin. Tugas yang tidak pernah dia harapan maupun dia mimpikan. Namun, berhubung kekuatan orang di depannya jauh di atas, Excel Shimo hanya terdiam.
Tiba-tiba terbesit sebuah pemikiran dibenak Excel Shimo.
"Senior, bagaimana saya bisa melawan mahluk yang Senior katakan, sedangkan diri ini sangat lemah. Bahkan Ratu pemimpin Ordo Kegelapan saja tidak bisa menyelamatkan nya. Lalu, bagaimana dengan saya!!" kata Excel Shimo dengan raut wajah tak berdaya, "walaupun saya adalah keturunan Kakek Excel, tetap saja saya berusaha sendiri selama ini!" lanjutnya dengan sedikit kesedihan dengan tatap kesepian.
Bhuzhhh...
"Akhhh...,"
Seketika mata orang itu terbuka, setelah Excel Shimo selesai berbicara.
Tubuh Excel Shimo sampai terpental kebelakang hingga berguling-guling beberapa meter. Ia tidak menyangka tubuhnya bisa terhempas, saat orang itu hanya membuka mata saja, bagaimana jika dia bergerak.
'Kamprett, lihat saja, aku akan peras apapun yang bermanfaat di tubuhmu!?' umpat Excel Shimo didalam hati dengan berusaha bangkit, ia sangat membenci orang itu.
"Jangan panggil aku Senior, panggil saja 'Paman Bo'," ujar orang itu yang ternyata tidak senang dengan panggilan dari Excel Shimo, "kemari, dan duduk lagi di depan ku." lanjutnya dengan nada memerintah.
__ADS_1
Dengan segera Excel Shimo berjalan dan duduk di depannya lagi. 'Jika kamu punya anak, cucu maupun isteri, akan aku buat mereka tidak bisa hidup tanpa ku,' batin Excel Shimo.
"Paman Bo, maaf, saya tidak sopan!" ujar Excel Shimo dengan menangkupkan kedua tangannya dengan sikap penuh penyesalan.