God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 26 Thunder Bird, Loi Annchi.


__ADS_3

Chapter 26 Thunder Bird, Loi Annchi.


Pemimpin akademi hanya melihat ke arah yang jauh dimana Penatua Agung pergi, tatapannya penuh penyesalan telah kehilangan sosok yang tidak mungkin dia temukan dalam rentan ratusan tahun, bahkan mungkin jutaan tahun.


Suasana Balai Pekerjaan Umum menjadi hening, hanya ada bisik-bisik beberapa murid yang masih kebingungan dengan peristiwa yang tiba-tiba menjadi tegang.


Sedangkan Han Heng yang ditegur oleh Penatua Agung menjadi tersadar akan kebodohannya, yang telah gagal mengontrol rasa iri hati kepada Bu Wanmei.


"Siapa saja yang bisa membujuk Bu Wanmei untuk kembali ke akademi, aku akan beri dia 2 juta point kontribusi! Ingat, jangan buat dia semakin kesal dan marah....!" ujar Pemimpin akademi kepada semua orang, sembari melihat ke arah Han Heng yang terlihat masih menyesali perbuatannya dengan geleng-geleng kepala.


Sontak suasana yang tadi hening menjadi ramai dengan semangat, mereka tidak berharap demi seorang Bu Wanmei, pemimpin akademi mau mengeluarkan point kontribusi yang sangat besar.


Pasalnya, untuk mendapatkan point kontribusi dengan jumlah 2 juta harus membutuhkan waktu bertahun-tahun, dan tak terhitung jumlah misi yang harus di ambil oleh setiap murid maupun anggota Akademi Langit Abadi.


Dengan tergesa-gesa, semua murid, guru maupun ketua keluar dari Balai Pekerjaan Umum untuk mencari keberadaan Bu Wanmei. Kini yang tersisa di lantai 1 Balai Pekerjaan Umum, hanya Han Heng beserta pendukungnya, Wang Kaibo dan Ketua Xiao.


"Raja pil Han, aku tidak tahu apa yang terjadi nanti dengan Akademi Langit Abadi, tindakanmu telah ...! Hah, sudahlah, biar aku menyelidiki kematian Ju Hua...!" ucap Pemimpin akademi kepada Han Heng, dia sudah tidak bisa lagi berkata-kata kepadanya.


Setelah mendesah, Wang Kaibo juga ikut pergi dengan Ketua Xiao untuk menyelidiki kematian Ju Hua yang berkaitan dengan Klan Ming.


Ucapan Bu Wanmei yang terakhir, telah sedikit memberikan informasi terkait kejadian 11 tahun lalu di Desa Bunga, karena itu Wang Kaibo dan Ketua Xiao buru-buru menuju di gedung arsip yang berada di gedung kepemimpinan.


Gedung kepemimpinan adalah gedung dimana Wang Kaibo tinggal, dan hanya bisa di akses oleh para guru, tetua maupun para pemimpin yang lainnya.


Di sebuah danau yang masih milik aset Akademi Langit Abadi, tepatnya di sebuah rumah yang terbuat dari kayu, terlihat tiga wanita yang sedang duduk.


Wanita itu adalah Xiao Qiao, Ming Mei dan Ming Li Ling. Sedangkan Xiao Qiao, duduk menghadap kedua muridnya itu.


Ya, Xiao Qiao berniat menjadikan Ming Li Ling sebagai muridnya, berkat bakatnya yang seperti Ming Mei.


Ming Mei masih memeluk adiknya yang menangis, dia juga ikut menangis.


Xiao Qiao hanya menggelengkan kepalanya melihat kesedihan mereka berdua, dia ingin bertanya kepada mereka berdua terkait hubungannya dengan Bu Wanmei.


Sambil menunggu mereka berdua meredakan kesedihannya, Xiao Qiao memeriksa tubuh kedua muridnya itu.


Dia terkejut karena kedua muridnya sudah tidak lagi seorang gadis. Di dalam benaknya, dia sudah menebak hubungan mereka dengan Bu Wanmei.


Lagi-lagi, Xiao Qiao mendesah dan berdiri untuk menenangkan pikirannya, dia berjalan keluar dari kediamannya meninggalkan mereka berdua.


"Ju Hua ... " gumam Xiao Qiao yang masih mengingat ucapan Bu Wanmei yang membuat Bu Wanmei menjadi marah.


"Aku ingat dia! Dia adalah salah satu murid yang berbakat 12 tahun yang lalu. Tapi apa yang terjadi dengan dirinya? Dan apa hubungannya dengan Bu Wanmei?" sambung Xiao Qiao yang bergumam pada dirinya sendiri, sambil duduk di jembatan kayu.


Kedua kakinya ia masukan kedalam air, setelah melepaskan sepatunya. Xiao Qiao berpikir keras apa yang sebenarnya terjadi dengan Bu Wanmei dan kedua muridnya.


Xiao Qiao juga mengagumi kehebatan Bu Wanmei yang baru berusia 12 tahun, dia kembali mengingat pertarungan dirinya dengan Bu Wanmei.


"Gara-gara rasa iri akhirnya kehilangan seseorang yang hebat...!" gumam Xiao Qiao sambil melihat kakinya yang jenjang, dia merasakan dinginnya air danau ini.

__ADS_1


Bhuzhhhh...


Tiba-tiba muncul seorang wanita yang sangat cantik, dengan pakaiannya yang berwarna hitam.


Wanita itu muncul di sebelah Xiao Qiao.


Xiao Qiao yang tahu hanya diam, dan sedikit melirik ke sebelah kanannya.


Xiao Qiao tidak terkejut, karena dia sudah terbiasa dengan kemunculan wanita cantik itu yang secara tiba-tiba.


"Pemimpin akademi, memberikan point kontribusi sebesar 2 juta untuk siapa saja yang bisa mengajak bocah itu kembali ke akademi!"


Wanita itu berbicara kepada Xiao Qiao, sembari melepaskan sepatunya dan ikut mencelupkan kedua kakinya kedalam air danau.


"Luar biasa, tidak pernah sepanjang berdirinya Akademi Langit Abadi, seorang pemimpin mengeluarkan 2 juta point kontribusi untuk seseorang...!" jawab Xiao Qiao yang sedikit terkejut saat mendengar informasi terbaru.


Wanita itu melihat kebelakang dan memeriksa rumah Xiao Qiao. Xiao Qiao yang tahu hanya geleng-geleng kepala, karena dia tahu tujuannya wanita itu datang ke danau ini.


"Apa kamu tahu apa ucapannya yang terakhir? Apa mungkin Bu Wanmei mau kembali hanya karena kedua gadis itu?"


Tanya Xiao Qiao sambil melihat langit yang sudah gelap, dan hanya terlihat bulan yang memantulkan sinarnya ke dalam danau.


"Hah, memang rumit ...! Bocah itu memilik persepsi yang sangat kuat, kehadiran ku saja dia ketahui saat bersembunyi di lantai dua Balai Pekerjaan Umum."


Ya, Wanita itu adalah Loi Annchi, murid dari Penatua Agung.


Loi Annchi adalah kehidupan dari Ras Thunder Bird.


Buah kenyalnya cukup besar dan hampir sebesar buah kenyal milik Xiao Qiao yang membuat Bu Wanmei sempat tergoda.


Kulitnya putih mulus, bibirnya merah dan seksi, bulu matanya lentik, dan kedua bola matanya sangat unik.


Kedua matanya bisa terlihat mengeluarkan petir jika dia serius.


Rambutnya perpaduan dua warna hitam dengan warna emas, sesuai dengan petir yang sedang menyambar.


Loi Annchi saat ini baru berusia 20 tahun, dan merupakan wanita yang jenius, kekuatannya berada pada tingkat Kaisar level 5. Posisinya bukan seorang murid, tetapi sebagai tetua khusus.


Penatua Agung dan Wang Kaibo sengaja meningkatkan status Loi Annchi yang awalnya murid dalam menjadi tetua khusus.


Tujuannya mereka berdua, agar Loi Annchi tidak direkrut oleh pusat Akademi Langit Abadi, setelah memiliki kekuatan di atas Grand Master.


Sebab itu, kedua pimpinan akademi itu mengangkat status Loi Annchi dari murid menjadi tetua khusus.


Loi Annchi yang saat itu diketahui oleh Bu Wanmei sangat terkejut, pasalnya hanya gurunya saja yang bisa mengetahui skill persembunyian dia.


"6 elemen dasar, jiwa yang kuat, dan persepsi seorang Master, usia 12 tahun di tingkat Saint! Bakat yang tidak mungkin muncul lagi dalam jutaan tahun. 2 juta itu terlalu murah menurut ku!" ujar Xiao Qiao yang menilai bakat Bu Wanmei dengan nilai point kontribusi.


"Hahaha, kamu benar, kak. Kamu tahu jika pemimpin akademi itu pelit, 2 juta adalah angka yang sangat royal yang dia berikan...!"

__ADS_1


Tawa Loi Annchi seperti bunga Lotus yang sedang bermekaran, tawanya mampu menggetarkan jiwa seorang pria yang dingin dan acuh tak acuh.


"Kita tunggu mereka berdua tenang dulu, setelah itu kita akan tanya hubungan mereka dengan bocah itu. Aku juga penasaran hubungan dia dengan Ju Hua!" balas Xiao Qiao yang penasaran dengan kisah mereka berempat.


"Benar, kisah mereka menarik. Aku ingat dia saat aku pertama kali memasuki akademi, Ju Hua adalah gadis dari keluarga ... !" Loi Annchi tidak melanjutkan ucapannya, saat merasakan Ming Mei dan Ming Li Ling mendekati mereka berdua.


"Guru."


Sapa Ming Mei dan Mei Li Ling secara bersamaan. Mereka terlihat sudah menenangkan dirinya, walau di matanya masih terlihat air mata.


"Kalian duduk disini..." pinta Xiao Qiao kepada kedua muridnya dengan menggeser tubuhnya ke samping, demikian juga dengan Loi Annchi.


Ming Mei dan Ming Li Ling segera duduk ditengah mereka berdua setelah melepaskan sepatunya.


"Maafkan Gurumu ini yang akan bertanya perihal kisah kalian di masa lalu!," pinta Xiao Qiao kepada kedua muridnya.


Ming Li Ling melihat wajah Gurunya kesamping kiri, lalu melihat Loi Annchi yang berada di kanannya.


"Perkenalan dia adalah Loi Annchi dari Ras Thunder Bird, dia juga adalah murid dari Penatua Agung. Kamu jangan kuatir, kita adalah bagian tetua khusus yang selalu netral!!" Xiao Qiao tahu arti tatapan Ming Li Ling yang terlihat kuatir dengan hadirnya Loi Annchi sebelum bercerita.


"11 tahun yang lalu di Desa Bunga, seperti biasa Ayah ku Ming Lai selalu mengunjungi setiap desa di wilayah Klan Ming..."


Ming Li Ling kemudian bercerita kepada ketiga wanita itu, dia bercerita sejak awal perjumpaan dengan Bu Wanmei.


Ming Li Ling juga menceritakan versi ucapan Ayahnya dan versi Paman Li.


Ketiga wanita itu mendengar dengan seksama, sambil berpikir dengan keganjilan kedua versi itu.


Setelah waktu 2 dupa, Ming Li Ling telah menceritakan semuanya dan tidak ada yang dia sembunyikan apapun dari ketiga wanita itu.


"Aneh, jika Ayahmu setingkat Raja kuwalahan melawan serangan binatang buas, bagaimana bayi ajaib itu bisa lolos dari serangan binatang buas jika kekuatannya 2 tingkat di bawah Ayahmu?" timpal Xiao Qiao sebelum Ming Mei bercerita tentang dirinya bersama keempat murid dalam yang waktu itu mencari Excel Shimo.


Ming Li Ling tidak pernah menyebutkan nama asli kekasihnya saat bercerita, dia tetap menggunakan nama Bu Wanmei samaran nama asli Excel Shimo.


"Iya, kak. Cerita Ming Lai terasa ganjil, apalagi dengan kemarahan Bu Wanmei tadi, aku yakin jika Bu Wanmei tahu kejadian yang sebenarnya!," sahut Loi Annchi yang sedari tadi juga ikut menganalisa cerita Ming Li Ling, dia berhenti berbicara saat menyelipkan rambutnya ke telinganya.


"Jangan-jangan kematian Ju Hua adalah korban konspirasi sesuatu yang lebih besar dibalik semua ini, dan Ming Lai ... Hanya sebagai bidak catur bagi orang lain!" lanjut Loi Annchi.


Dari perkataannya, Loi Annchi tidak ingin menjelek-jelekkan Ming Lai, karena masih ayah kandung dari Ming Li Ling.


"Bisa jadi ... Tapi siapa Ju Hua yang sebenarnya? Apa benar seluruh penduduk mati diserang binatang buas pada waktu itu? Aku rasa Bu Wanmei yang lebih tahu cerita sebenarnya, mungkin kedatangan dia di akademi hanya untuk menyelidiki kematian Ju Hua!," imbuh Xiao Qiao yang masih kebingungan untuk membuka misteri kejadian 11 tahun lalu di Desa Bunga.


"Adik, Chi. Tolong kamu cari arsip dari Ju Hua di gedung kepemimpinan. Lalu temui kita di sebelah barat akademi, kita akan mencari keberadaan Bu Wanmei!" pinta Xiao Qiao kepada Loi Annchi.


"Baik, beri aku waktu 1 dupa..."


Zretttt... Wushhhh


Loi Annchi berubah menjadi petir setelah dia memakai sepatunya dan menghilang di hadapan ketiga wanita itu.

__ADS_1


"Ayo, kita ke barat menunggu Loi Annchi, dan setelah itu mencari keberadaan Bu Wanmei!" ajak Xiao Qiao kepada kedua muridnya.


__ADS_2