
Chapter 93 Kekalahan Sun Yao, datangnya bala bantuan.
Melihat ke-lima isteri Rajanya telah telah dilindungi, Sun Yao segera menjauhi medan perang. Melihat jika targetnya dilindungi oleh kekuatan diatas Raja Huang dan Jenderal Huang Tianzun, Guang Ru menjadi kesal.
"Bocah idiot, lawanmu adalah yang ada disini," ejek Sun Yao kepada Guang Ru.
"Siapa yang idiot? Hah," Guang Ru sangat marah dengan hinaan Sun Yao.
"Itu dia!," kata Sun Yao dengan menunjukkan kearah samping Guang Ru.
Guang Ru segera mengikuti jari telunjuk Sun Yao, setelah memeriksa disekitar dan tidak menemukan siapa pun, semakin membuat Guang Ru marah.
"Bajingann, itu berarti aku, hah!," bentak Guang Ru dengan menunjuk dirinya sendiri dengan mata melotot.
"Bukan. Tapi siapa lagi!," jawab Sun Yao dengan mengangkat kedua bahunya.
Semua orang yang sedang bertarung dengan serius, tiba-tiba ingin ketawa, saat mendengar pertengkaran mereka berdua. sejenak berhenti dan kembali bertarung lagi.
"Kamu mempermainkan aku, hah. Monyet jelek, awas kamu?!" teriak Guang Ru yang merasa dipermainkan.
"Sudah aku bilang, bukan,. Tapi siapa lagi...," ujar Sun Yao seperti orang yang tidak merasa mempermainkan orang.
"Bangsattt...." umpat Guang Ru yang langsung melesat menyerang Sun Yao.
Boommm...
Sun Yao segera merubah dirinya dalam bentuk sempurna, seketika kekuatannya meningkat hingga tingkat Peri Benua level 5. Kini kekuatannya setara dengan Guang Ru.
Boommm...
"Sial, binatang jenis apa ini," Guang Ru yang kaget dengan mengeluarkan basis kultivasinya, untuk memblokir tekanan aura kekuatan Sun Yao.
Semua orang yang tidak mengetahui kekuatan Sun Yao yang sebenarnya juga kaget. Kekuatan kedua orang itu membuat pertempuran terhenti, dan bergerak menjauhi mereka berdua.
"Hebat, aku tidak menyangka jika penghuni Hutan Penguasa mampu meningkatkan kekuatan hingga tingkat Peri Benua, luar biasa," puji Ratu Kerajaan Huang Jing Jiao.
Ratu Jing Jiao sedari tadi hanya mengamati dari pinggir Hutan Logam, bersama Pemimpin Akademi Pedang Surga. Mereka tidak berniat membantu Rajanya bertempur dengan musuhnya.
"Apakah Raja Kera Emas itu yang membunuh pasukan Kelelawar dan yang yang lainnya?" gumam Jing Yimin yang masih memikirkan siapa pelaku yang membantai pasukan kelelawar.
"Mungkin saja, dengan bantuan Raja Unicorn Badak dan Raja Macan Kumbang, pasti dengan mudah menghancurkan pasukan kelelawar," sahut Ratu Jing Jiao yang sudah menebak pelakunya.
"Hahaha...! Aku, Pangeran Kera Ilahi, namaku Sun Yao. Bocah, jangan kira kau saja yang kuat di benua ini," Sun Yao tertawa melihat musuhnya terkejut, dia seperti biasanya selalu menyombongkan diri saat bertarung.
__ADS_1
"Huff, hanya monyet biasa," dengus Guang Ru yang menghina Sun Yao.
"Tsk, jika aku monyet biasa, kenapa kamu ketakutan, hahaha!," cemooh Sun Yao.
Wushhhh...
"Aku ingin tahu seberapa hebat kamu!," kata Guang Ru sambil melesat ke arah Sun Yao dengan mengepalkan tangan kanannya.
"Ohhh, ingin beradu fisik, ini favorit ku...." balas Sun Yao dengan menyimpan senjata tombaknya, dan segera melesat menyerang Guang Ru yang sudah dekat.
Wushhhh... Boommm 💥
Dua kepalan saling beradu dan mengeluarkan gelombang kejut. Semua orang segera bergerak mundur lagi agar tidak terkena efek pertempuran hebat mereka.
Setelah jauh dari petarungan mereka berdua, kembali para pemimpin saling bertarung. Penatua Agung Long Wenhua masih bertarung dengan She Xiang.
"Apa hanya segini saja!" ejek Sun Yao sambil terus menerus menyerang Guang Ru, yang kuwalahan menangkis semua serangan Sun Yao.
"Sialan, kamu telah memaksakan diriku...," jawab Guang Ru dengan mundur lebih jauh, dan ancang-ancang mengeluarkan kekuatannya.
Boommm....
Seketika kekuatan Guang Ru meningkat satu level, dengan peningkatan itu, fisiknya juga berubah. Di kepalanya keluar dua tanduk, dan juga memiliki ekor. Kulitnya juga berubah menjadi merah darah.
Sun Yao dan semua orang juga terkejut, termasuk pihak Guang Ru yang langsung berhenti bertempur. Aura kematian yang keluar dari tubuh Guang Ru menekan semua orang. Sengaja Guang Ru tidak mengendalikan auranya, ia ingin semua orang ketakutan padanya.
"Hahaha...! Lihat dirimu yang kini ketakutan...!" Guang Ru tertawa dan membalas ejekan Sun Yao.
"Apa tujuanmu datang di Benua Jiang Shan! Jangan bilang ingin memperbudak kita semua?!" tebak Sun Yao dengan nada marah dan penuh kebencian.
Hanya beberapa pemimpin di pihak Guang Ru yang tahu tujuannya. Namun, walaupun mereka tahu tujuannya, mereka tidak tahu wujud sebenarnya Guang Ru.
Ras Iblis sudah terkenal sejak dulu. Mereka terkenal akan ambisi menguasai Benua Kelahiran. Banyak tipu daya yang dilakukan oleh Ras Iblis untuk mewujudkan kekuasaannya.
Istana Iblis Timur, tidak hanya beranggotakan Ras Iblis, banyak berbagai binatang ganas bergabung di dalamnya. Ada 4 binatang ganas yang terkenal, dan mereka semua disegel oleh para Dewa dan Dewi.
"Hahaha! Sudah jelas, kenapa kamu tanya!" tawa Guang Ru yang tidak menyembunyikan tujuannya di Benua Jiang Sha.
Ucapan Guang Ru membuat semua orang semakin membenci, bahkan Ratu Jing Jiao, Jing Jimin dan beberapa pendukung yang kontra terhadap Raja Yue Hu.
"Sekarang, giliran ku...." kata Guang Ru.
Wushhhh...
__ADS_1
"Sial, cepat sekali...." sontak Sun Yao terkejut dengan kecepatan Guang Ru.
Bukkk... Bukkk... Boommm
Sun Yao tidak mampu mengimbangi kecepatan Guang Ru yang telah berubah wujud, apalagi kekuatannya tidak seimbang lagi. Seluruh tubuh Sun Yao terkena pukulan bertubi-tubi tanpa bisa melawan balik.
Wushhhh... Boommm
Tubuh Sun Yao melesat kebawah, dan menghantam tanah, ledakan benturan itu membentuk kawah. Guang Ru tertawa terbahak-bahak saat berhasil mengalahkan Sun Yao.
"Terlalu lemah," kata Guang Ru setelah melihat Sun Yao tidak bergerak. Lalu tatapannya kembali melihat kelima wanita yang dia inginkan.
Suasana hening setelah Sun Yao dengan mudah dikalahkan. Hanya beberapa pemimpin pendukung Guang Ru yang terlihat senang, seperti She Xiang, Hei Wuya, Raja Huang dan Raja Yue Hu.
"Tangkap kelima wanita itu. Aku ingin bersenang-senang dengan mereka, hahaha," titah Guang Ru kepada pengikutnya.
Segera Raja Huang dan semua pemimpin pendukungnya bergerak dimana kelima wanita itu dilindungi.
"Jangan pernah sentuh isteri dari Raja Shimo!" hardik Ma Xiniu kepada musuhnya.
Segera Raja Han, Long Wenhua dan semua pemimpin melindungi kelima wanita itu, bahkan semua pasukan membentuk perisai pertahanan.
Wushhhh...
"Hahaha...! Bisa apa kalian," ujar Guang Ru yang segera melesat di depan para musuhnya yang melindungi kelima wanita itu. Aura kematian Guang Ru terfokus kepada orang yang berada di depannya. Semua orang yang memiliki basis kultivasi rendah langsung berlutut.
"Aku bisa membunuhmu!"
"Kwakkk...."
Suara familiar terdengar oleh semua orang, setelah Guang Ru menghina semua musuhnya. Kemudian, setelah suara pria yang familiar terdengar, disusul suara pekikan burung.
Segera semua orang mencari sumber suara yang berada di belakang mereka. Terlihat gerombolan burung sebesar gunung, dan terlihat juga beberapa burung yang lebih kecil mengeluarkan petir. Jumlah mereka mencapai ribuan, hingga membuat siang menjadi malam.
Sekali kepakan sayap melesat hingga ribuan mil. Dengan cepat gerombolan itu tiba. Guang Ru dan semua pendukung sontak kaget melihat gerombolan itu.
"Bayi ajaib datang... Hahaha!"
"Bu Wanmei...."
Segera semua orang bersorak-sorai melihat orang yang di tunggu- tunggu akhirnya datang. Berbeda dengan Guang Ru, dia berjalan mundur karena aura kuat yang keluar dari gerombolan itu.
Tak terkecuali, kelima wanita itu sangat gembira dengan datangnya kekasih mereka. Terlihat air mata bahagia, setelah beberapa saat yang lalu situasi begitu menegangkan.
__ADS_1
Akhirnya, Excel Shimo datang dengan menunggangi Raja Fung, disampingnya berdiri Loi Annchi dan Bao Xue. Disebelah Raja Fung berjajar ribuan Ras Thunderbird, dan dibelakang Raja Fung adalah anggota Ras Burung Gajah.