
Chapter 235. Menghancurkan Pintu masuk.
Setelah waktu dua dupa, cairan magma itu segera habis diminum oleh Excel Shimo dan Tombak Semesta, sampai membuat Excel Shimo bersendawa kenyang.
"Hahahaha, kita imbang," tawa Excel Shimo yang menggema di dunia bawah tanah.
Swosh...
Tombak Semesta melesat menuju Tuannya, dan melingkari kepala Excel Shimo seperti pengikat kepala, dengan bentuk di dahinya seperti bunga teratai biru.
"Wah keren!" puji Excel Shimo saat melihat dirinya dengan cermin dan meraba pengikat kepalanya.
"Ayo kita beraksi menghancurkan mayat hidup yang bersembunyi di dalam formasi pelindung," ajak Excel Shimo kepada tombaknya.
Segera Tombak Semesta berubah wujud aslinya dan sudah berada ditangan Tuannya. Excel Shimo memutar tombaknya dan menghunuskan pada formasi pelindung.
Swosh... Boom💥...
Seketika formasi pelindung hancur berkeping-keping setelah terkena kekuatan Tombak Semesta. Spontan jutaan mayat hidup yang bersembunyi terbangun dan sorot mata merah dan hijau menatap tajam ke arah Excel Shimo.
"Bunuh penyusup itu!" perintah perintah mayat hidup jenis Zhe Zong yang merupakan pemimpin dari Bai Zong, Luse Zong, Mao Zong dan Fei Zong
Wujudnya hampir menjadi bentuk manusia setiap 3 meter, bola mata berwarna putih dengan taring pada giginya, jari kedua tangannya sangat tajam berwarna merah, badan kekar, Zhe Zong memiliki kekuatan setingkat Dewa Alam level 5.
Segera jutaan mayat menyerbu dan ingin mencabik-cabik tubuh penyusup yang telah membuat mereka ketakutan. Mereka semua yakin jika penyusup itu mampu dibunuh dengan jumlah mereka yang banyak, apalagi penyusup itu memiliki kekuatan dan Api Surgawi. Jika mereka berhasil menjadikan penyusup itu menjadi bagian keluarga Ras Mayat Hidup, mereka akan mendapatkan pendukung yang sangat kuat.
Excel Shimo menyeringai melihat banyaknya mayat hidup menuju ke arahnya, dia memegang erat tombaknya dan memutar tombaknya untuk bersiap membunuh.
"Tombak Menari, Tarian Angin Perusak!!"
Teriakan Excel Shimo sambil melesat ke arah mayat hidup dengan memutar tombaknya, dan angin segera tercipta dari putaran tombak yang mengarah kepada mayat hidup.
Wushhh... Boom💥... Boom💥...
Hembusan angin meledak tubuh banyak mayat hidup saat terkena. Tombak Menari, Tarian Angin Perusak adalah skill pertama bagian pertama dari teknik Kitab Hitam senjata tombak. Putaran senjata tombak melibas apapun yang berada dalam jangkauannya.
__ADS_1
Namun, bukannya menjauhi serangan tombak, semua mayat hidup malah mengepung Excel Shimo dan sebagian mayat hidup jenis Fei Zong mengeluarkan kemampuannya.
Kemampuan mayat hidup jenis Fei Zong bisa memanfaatkan elemen angin, racun dan tanah untuk menutupi kelemahan mayat hidup yang bergerak lambat dan tubuh rentan terhadap serangan senjata jenis apapun.
"Mau beradu elemen denganku!!" ujar Excel Shimo saat melihat banyak mayat hidup jenis Fei Zong menggunakan kemampuan elemen-nya, "baiklah rasakan ini, Tarian Petir." lanjutnya dengan mengeluarkan skill pertama bagian kedua.
Excel Shimo mengalirkan elemen petir-nya pada Tombak Semesta, dan baut-baut listrik menyambar-nyambar disekitarnya. Kemudian, Excel Shimo memutar tombaknya 180 derajat, dengan luas melingkar sejauh 200 meter.
Zretttt... Cedarrrr... Boom💥...
Kilat petir dan suara guntur menggelegar di dunia bawah tanah dan meledakkan tubuh mayat hidup yang masuk dalam lingkaran, Fei Zong yang sudah mengumpulkan elemen yang digunakan untuk menyerang penyusup, seketika elemen-nya bubar dan menghilang.
Pemimpinnya, Zhe Zong yang melihat menjadi geram dan akhirnya tidak bisa berdiam diri. "Sialan dia, jika begini terus, semua anak buah-ku akan musnah...!" umpat Zhe Zong yang geram kepada Excel Shimo, "walaupun aku tidak tahu kekuatannya, aku yakin dia hanya berada pada tingkat Dewa Bumi." lanjutnya dengan percaya diri dan terbang menuju Excel Shimo.
Namun, Zhe Zong terhalang lingkaran petir yang terus-menerus menyambar-nyambar saat didekati, dan melihat anak buahnya menjadi hangus tanpa bisa bangkit lagi.
"Tanah perisai-ku, racun senjata-ku, dan angin adalah kaki-ku!" teriak Zhe Zong yang mengeluarkan mantera-nya.
Setelah mengucapkan mantera-nya, tanah bergetar dan menyelimuti tubuh Zhe Zong dan menjadi jirah. Racun terkumpul di kedua tangannya dan jari-jarinya sebagai senjata berbentuk tentakel. Kemudian, angin menyelimuti kedua kakinya dan mampu menambah kecepatannya. Meskipun tidak menambah kekuatannya, dengan mantera-nya, Zhe Zong percaya diri bisa membobol lingkaran petir dan menyerang.
Excel Shimo tersenyum saat berhasil menyalin mantera milik Ras Mayat Hidup, sambil terus-menerus memutar tombaknya untuk mendekati Zhe Zong.
Zretttt... Cedarrrr...
Tubuh Zhe Zong tersambar petir dan elemen tanah yang menjadi jirah mampu menetralisir-nya, dan itu membuat Zhe Zong sangat senang dan langsung menyerang.
"Jangan senang dulu, orang jelek!" kata Excel Shimo yang melihat Zhe Zong menuju ke arahnya, "Tombak Penghancur, Penghancur Bumi." teriakan Excel Shimo sambil menghentakkan kaki kanannya untuk terbang, sambil mengayunkan tombaknya ke arah Zhe Zong yang hampir dekat.
Tombak Penghancur adalah skill kedua bagian pertama yang mampu memberikan efek serangan yang mematikan dengan jangkauan yang luas.
Tombaknya bergetar hebat dan menjadi raksasa saat diayunkan ke arah Zhe Zong. Melihat tombak yang berubah, membuat Zhe Zong kaget setengah mati, dan menggerakkan kedua tangannya untuk menyerang juga.
"Racun Pemusnahan!!" teriakan Zhe Zong yang mengeluarkan serangan.
Swosh...
Cambuk di 10 jarinya melesat ke arah Excel Shimo dan berbenturan dengan tombak raksasa yang sudah dekat.
__ADS_1
Boom💥....
Ledakan hebat memekakkan telinga saat kedua jurus saling berbenturan, benturan itu menimbulkan riak-riak gelombang energi dan membunuh semakin banyak mayat hidup.
"Sialan!" umpat Zhe Zong saat tombak itu masih melesat kearahnya, dan dia melindungi dirinya dengan kedua tangan berniat menahan tombak raksasa.
Boom💥...
Sekali lagi ledakan hebat terdengar dan membuat dunia bawah tanah mulai runtuh, dan seketika tubuh Zhe Zong hancur berkeping-keping saat jirah-nya tidak mampu menahan kekuatan Tombak Semesta.
Excel Shimo tidak berhenti sampai disitu, ia mengeluarkan lagi skill kedua bagian kedua.
"Tombak Penghancur, Penghancur Lautan!!" teriakan Excel Shimo sambil mengalirkan elemen air-nya pada tombak sambil diputar berkali-kali, muncul banyak air dari dalam tanah dan menyelimuti Excel Shimo.
Lalu, Excel Shimo menghempaskan tombaknya pada seluruh mayat hidup.
Blarrr....
Segera tombak berubah menjadi gelombang air pasang yang sangat besar, dan menerjang seluruh mayat hidup yang berada di dunia bawah tanah, dunia bawah tanah menjadi lautan dan menenggelamkan semua mayat hidup.
Dampak dari serangan terakhir, membuat dunia bawah tanah runtuh dengan cepat dan Excel Shimo buru-buru menggunakan teleportasi-nya, setelah memastikan tidak ada lagi mayat hidup yang masih bergerak.
Boom... Boom...
Akhirnya dunia bawah tanah runtuh dan lubang curam juga runtuh. Gunung Daiyu secara berlahan juga mulai tenggelam dan rata menjadi daratan.
"Huff!!"
Dilangit Excel Shimo menghela nafas lega, saat menyaksikan Gunung Daiyu sudah tidak ada lagi di Benua Jiu Zhou. Debu-debu berterbangan dan tanah kering menjadi basah karena elemen air yang Excel Shimo keluarkan dari skill keduanya.
"Seru sekali!" gumam Excel Shimo yang puas telah mengasah tekniknya, dan senang telah menutup salah satu pintu keluar milik Ras Mayat Hidup.
"Bagus Tuan, hebat dengan cepat memusnahkan banyak mayat hidup," puji Xi He yang ikut melihat proses cepat Tuannya dalam mengeluarkan skillnya.
Lotus Bao juga ikut senang walau dirinya tidak ikut berbicara, dia semakin bangga dengan pencapaian Tuannya. Namun, Excel Shimo merasa jika dia belum mengeluarkan semua potensi dari teknik Kitab Hitam.
"Nanti juga akan mendapatkan kesempatan lagi bertarung dengan lawan seimbang," ujar Excel Shimo sambil melihat kearah wilayah Sayap, setelah memeriksa dunia bawah tanah sudah tidak ada lagi kehidupan.
__ADS_1