God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 289. Lembah Hitam.


__ADS_3

Chapter 289. Mengepung Lembah Hitam.


Excel Shimo tersenyum senang, bukan karena banyaknya wanita yang dia dapatkan, tapi jumlah mereka dan kekuatan mereka mampu yang menguasai Benua Jiu Zhou dengan mudah, asal tidak ada wali penjaga.


Pantas keempat Kerajaan tidak ada yang berani mengusik wilayah Danau Surga Ular dan juga wilayah Sayap, sebab jumlah dan kekuatan mereka mengerikan.


Mengetahui permintaan Ras Ular, Excel Shimo dengan mudah menyanggupi, sebab dirinya juga berniat membuat Pil Langit yang dikhususkan bagi binatang murni dan binatang yang akan bertransformasi menjadi manusia.


"Masalah mudah membuat Pil Sky, tapi tidak sekarang aku membuatnya, setelah semua urusanku selesai. Dan kalian mulai detik ini akan dipimpin langsung oleh istriku Ling," kata Excel Shimo kepada kedua ratu dan anggotanya, dia sengaja tidak menyebutkan nama asli istrinya, hanya nama belakang.


Di dalam hati Gongsun Ling sangat senang dijadikan sebagai pemimpin bagi pasangan Dao suaminya, sebab dirinya bisa mengatur mereka jadwal untuk berkultivasi ganda dan sekaligus dia bisa lebih dekat dengan Excel Shimo tanpa kuatir tersaingi. Gongsun Ling sendiri juga memiliki kepercayaan diri menjadi orang yang paling kuat diantara mereka dan menjadi andalan.


Spontan semua Ras Ular kegirangan dan kedua ratu ular segera membuat pengaturan bagi pasukan ular dan rakyatnya, sebab sepuluh wanita ular yang memiliki kekuatan Peri Langit akan mengikuti Dewa Binatang.


Setelah menghabiskan waktu satu dupa lagi, akhirnya kedua ratu ular selesai memberikan pengaturan bagi pasukan dan rakyatnya, mereka buru-buru mendekati Dewa Binatang yang kini telah menjadi pasangan Dao seumur hidup.


"Dewa, kita gunakan saja ular putih sebagai tunggangan, kecepatannya bisa diandalkan," kata ratu She Jingyi kepada Excel Shimo.


"Tidak masalah, ayo cepat kita bergerak!" jawab Excel Shimo.


Ular putih berdesis dan mendekati Dewa Binatang, dia menempelkan kepalanya pada kaki Dewa Binatang dengan manja, jelas membuat kesepuluh wanita cemburu dengan menendang perut ular putih.


"Cari kesempatan!" sungut She Qinglin setelah menendang perut ular putih.


Excel Shimo tersenyum dan melompat di kepala ular putih sambil bergandengan dengan Gongsun Ling, diikuti oleh sepuluh wanita ular. Kemudian, Excel Shimo meminta Gongsun Ling berbicara perihal segel keluarga dan lain sebagainya sebagai istrinya.


Swosh...


Ular putih terbang dengan cepat menuju lembah hitam yang tidak jauh dari terakhir mereka berhenti. Tidak sampai menghabiskan waktu satu dupa, ular putih berhenti dekat dengan pintu keluar mayat hidup, kali ini bukan kawah lagi, tapi goa yang besar sebagai pintu keluar masuk mayat hidup.


Excel Shimo melihat kebawah yang sudah berbaris banyak mayat hidup yang bersiap menyerang, tinggal tunggu perintah. Pasukan mayat hidup ini akan menyerang Kerajaan Niu.


"Kita tidak bisa menyerang dalam satu kali serangan seperti sebelumnya," kata Gongsun Ling yang di anggukan oleh Excel Shimo.


Apa yang dikatakan Gongsun Ling dibenarkan oleh kesepuluh istrinya, karena mereka hafal dengan lingkungan Lembah Hitam. Lembah Hitam sangat curam, lebarnya mencapai 650 meter, kedalamnya sedalam 70 meter. Jalur Lembah Hitam menuju dua tempat, menuju Kerajaan Niu dan Akademi Langit Abadi, jalur Lembah Hitam mencapai 18 kilometer.


Sebab itu tidak bisa melakukan serangan tunggal seperti sebelumnya.


"Ling'er, tugasmu menyerang dari atas sini dan juga mengawasi jika ada anggota Istana Iblis Timur yang kabur. Aku menyerang bagian jalur Utara yang menuju Kerajaan Niu, kalian ... Eh! Siapa nama kalian, kan aneh suamimu tidak tahu nama kalian!" Excel Shimo segera membuat pengaturan kepada istrinya, tapi dia juga merasa aneh tidak tahu nama istri barunya.


Spontan kesepuluh istrinya tersipu malu, rona diwajah sudah semakin merah yang lupa memperkenalkan diri. Ya, walaupun Gongsun Ling sudah mengenalkan semua anggota penting Ras Ular, tapi secara pribadi mereka belum berkenalan.

__ADS_1


She Jingyi segera mendekati Excel Shimo dan berhenti, saat jaraknya terhalang oleh Gongsun Ling, yang tidak ingin wanita ular menyentuh suaminya. Excel Shimo yang jahil menyentuh pan tat Gongsun Ling dan mengelusnya sambil berbisik. "50 kali keluar."


"Ah!!" Gongsun Ling menghela nafas secara kasar saat suaminya sengaja memprovokasi sifat liarnya saat berhubung intim, dia juga menunduk malu dengan bisikan suaminya.


"Aku She Jingyi, Ratu dari suku She," kata She Jingyi yang mengulurkan tangan disamping tubuh Gongsun Ling yang menghalanginya, Excel Shimo membalas menjabat tangannya.


"Shimo."


"Aku Bi Annchi, Ratu dari suku Bi," diikuti oleh Bi Annchi sambil menahan gejolak naluri kewanitaannya sedari tadi.


Akhirnya semua wanita ular selesai berkenalan, diantara mereka yang sangat mirip dengan ratu Bi Annchi adalah jenderal besar Bi Jia Li, yang membedakan adalah fisik Bi Jia Li yang sengaja tidak merubah wujudnya sepenuhnya manusia, masih menampilkan kaki ular, selain itu mahkota yang membedakan ratu dan jenderal suku Bi.


Bahkan ular putih pun ikut berkenalan dengan bebas menjulurkan lidah bercabang membasahi wajah Excel Shimo. Ya, seperti sebelumnya ular putih mendapatkan tendangan dari kesepuluh wanita ular, yang sudah lancang mendahului mereka yang berstatus lebih tinggi.


Gongsun Ling tampak menahan kekesalan dengan agresifnya wanita ular termasuk tunggangan mereka yang ingin melahap suaminya ditempat. Jika Excel Shimo tidak merayunya dengan bisikan, mungkin Gongsun Ling juga menendang ular putih sebagai pelampiasan kekesalannya.


"Pakai armor ini, walaupun hanya Armament Grade Fairy tahap menengah, itu masih bisa melindungi kalian dari bahaya yang tidak diinginkan!" ujar Excel Shimo dengan santainya, sambil menyerahkan sebelas set perlengkapan perang kepada Gongsun Ling yang berada di dalam cincin dimensi.


Gongsun Ling yang mengerti segera mengeluarkan perlengkapan perang dan membaginya kepada saudari barunya, jelas membuat kesepuluh wanita ular syok.


"Hah!! Hanya ...!!"


Excel Shimo tidak berbangga diri, dia mengeluarkan An Na untuk mendampingi Gongsun Ling. Sedangkan Excel Shimo akan menyerang bersama She Jingyi dan Bi Annchi. Sebenarnya pengaturan Excel Shimo membuat semua wanita cemburu, kenapa kedua Ratu ular yang mendampinginya, berhubung saat ini situasi mendesak mereka merelakan kedua Ratu ular bersama suaminya.


Gongsun Ling dan An Na naik diatas kepala ular putih yang sudah memakai armor dan selalu berdesis karena gembira. Delapan wanita ular bergerak menuju jalur Barat yang mengarah ke tempat Akademi Langit Abadi, dan disusul Excel Shimo bersama dua Ratu ular menuju jalur Utara.


Jumlah pasukan mayat hidup juga banyak sekitar 3 jutaan, yang berada di jalur Lembah Hitam saja berjumlah hampir satu juta, belum yang masih mengantri di dalam goa.


Excel Shimo sudah dekat pintu jalur Utara, dan disana ternyata sudah banyak pasukan Kerajaan Niu yang bersiap melawan pasukan mayat hidup.


"Mereka pasti sudah dikabari oleh Raja Tu!" gumam Excel Shimo saat berhenti diatas bukit bersama kedua Ratu ular yang langsung memeluk lengan kanan dan kiri suaminya.


"Apa Dewa tidak ingin menemui Raja Niu dulu?" tanya She Jingyi yang suaranya mengalihkan perhatian Excel Shimo dengan menatap wajah cantik istrinya.


"Tidak ada waktu, mereka pasti akan bergerak saat tahu kita memulai penyerangan," jawab Excel Shimo sambil kembali melihat mayat hidup.


"Benar, ayo kita bergerak!" desak Bi Annchi dengan menarik lengan kiri suaminya.


"Nama belakangmu sama dengan istriku di Benua Jiang Shan," kata Excel Shimo sambil melesat kedepan.


"Iya kah!" sahut Bi Annchi yang tampak tidak suka dirinya dibandingkan.

__ADS_1


"Iya, tapi dia dari Ras Thunderbird, namanya Loi Annchi,"


Sambil mengobrol, Excel Shimo yang sudah berada didepan pintu jalur Utara dan terlihat oleh pasukan Kerajaan Niu. Spontan alarm tanda bahaya berbunyi, mereka mengira jika Excel Shimo adalah musuh. Namun, Excel Shimo tidak perduli dan terbang sambil mengeluarkan senjata Tombak Semesta.


"Artefak Alami!" seruan kedua Ratu ular saat tahu senjata milik suaminya.


Mereka mudah mengenali dari auranya dan juga tombak semesta sudah aktif saat berada di Gunung Daiyu. Excel Shimo hanya tersenyum melihat istrinya dan melesat dengan cepat, dia mengalirkan energi pada tombaknya.


"TOMBAK MENARI, TARIAN ANGIN PERUSAK!!"


Teriakan Excel Shimo sambil melesat ke arah mayat hidup dengan menghunuskan tombaknya, dan angin segera tercipta dari hentakan tombak yang mengarah kepada mayat hidup yang berbaris sepanjang pintu jalur Utara.


Wushhh... Boom💥... Boom💥...


Hembusan angin meledak tubuh banyak mayat hidup saat terkena serangan. Angin yang tercipta dari senjata tombak melibas apapun yang berada dalam jangkauannya. Tombak menari, tarian angin perusak adalah skill pertama bagian kedua dari Kitab Hitam senjata tombak.


Kedua Ratu ular juga tidak ketinggalan mereka mengeluarkan senjata tombak yang mata ujungnya berbeda dengan milik Excel Shimo. Kedua Ratu tersebut bagian penghabisan disaat mayat hidup lolos dari serangan suaminya.


"Itu pasti Dewa Binatang bersama Ratu Ular! Ayo kita bantu mereka!" teriak Raja Niu kepada para jenderal.


"Serbu!!" perintah jenderal besar Kerajaan Niu.


Demikian juga dengan jalur Barat, kedelapan wanita ular segera menyerang dan didukung oleh anggota Akademi Langit Abadi yang juga bersiap-siap menahan serangan mayat hidup.


Pemimpin Akademi dan Dewan Agung juga telah mendapatkan informasi dari Kerajaan Tu, sebab itu seluruh anggota akademi telah mempersiapkan diri.


Boom💥...


Sedangkan Gongsun Ling dan An Na juga menyerang bagian tengah, tepatnya di goa Lembah Hitam, ular putih juga tidak tinggal diam, ekornya selalu menyapu semua mayat hidup yang mendekat.


"Penyergapan...! Serangan mereka!" teriak tetua dari Istana Iblis Timur saat mendengar ledakan energi.


Serangan tiga penjuru membuat kalang kabut murid-murid Istana Iblis Timur dan tetua penanggung jawab juga tidak tinggal diam, dia memerintahkan pasukan mayat hidup untuk menyerang balik dan menjadikan mereka sebagai tameng.


"Turun!" perintah Gongsun Ling kepada ular putih, dia ingin menghancurkan goa dengan segera.


Tetua itu melihat Gongsun Ling dan segera mengeluarkan sesuatu dari cincin dimensi, apa yang dia keluar adalah siput penghantar suara, dia berniat meminta bantuan dari Chi Yelu. Namun, setelah menyampaikan pesan, Chi Yelu tidak merespon dan membuat tetua itu semakin panik.


"Terpaksa, aku harus menghubungi utusan!" gumam tetua yang tidak mendapatkan respon dari Chi Yelu, segera dia mengirimkan suara kepada utusan Istana Iblis Timur.


"Jika aku mati, kalian semua juga harus mati!" ujar tetua yang tahu kekuatan Gongsun Ling diatasnya, walau tidak tahu berada di tingkat apa, "sialan!" umpatnya saat melihat bola api melesat kearahnya yang berada di dalam goa.

__ADS_1


__ADS_2