
Chapter 378. Potensi Diri.
Kemudian, Excel Shimo bertanya kepada Putri Shui dan Zhu Nuwa, apakah masih ada ujian lagi atau tidak. Ternyata masih ada ujian terakhir, dimana dia harus melewati rintangan yang sengaja tidak dikatakan.
Tian Zhi diajak keluar dari tempat tinggal Putri Nuwa dan Zhu Nuwa. Di dalam perjalanan menuju tempat yang tidak diketahui Excel Shimo, dia selalu diam untuk mengantisipasi apa yang akan di lewati nanti.
Indahnya Dunia Air, tidak membuat
Excel Shimo berminat lagi, karena sedang menyiapkan hati dan pikirannya. Zhu Nuwa akhirnya mencairkan suasana canggung.
"Jika kamu lulus ujian terakhir, Es Hati Laut akan aku berikan sebagai hadiah, dan itu bukan untuk kebaikanmu yang telah menyelamatkanku!" janji Zhu Nuwa agar Excel Shimo bersemangat.
Excel Shimo ingin sekali membaca pikiran dan ingatan kedua wanita itu, tapi dia kuatir jika diketahui oleh mereka dan juga Mahkota Maharaja, selain itu, dia tidak ingin keberhasilannya ternoda karena curang.
Melihat Excel Shimo tidak menjawab. "Jangan kuatir, sudah tidak ada ujian verbal lagi!" kata Zhu Nuwa yang mengira Excel Shimo masih waspada akan di uji lagi dengan hal yang sama.
Excel Shimo tersenyum dan bertanya. "Aku hanya berpikir, apa kelebihan Mahkota Maharaja hingga perlu membuat ujian seperti ini?"
"Ada Raja pasti ada Kaisar, ada Kaisar tapi belum pernah ada Maharaja! Mahkota adalah simbol kewibawaan seseorang penguasa, citra dan identitasnya. Dan Mahkota Maharaja mampu membuat semua kehidupan tunduk dan mengakuinya sebagai satu-satunya Maharaja diatas Kaisar dan seluruh penguasa. Anggap saja, setelah memiliki Mahkota Maharaja, kamu menjadi penguasa tunggal!" jawab Putri Shui dengan tegas.
"Selain itu, Mahkota Maharaja akan meningkatkan karismatik, aura positif, pesona, kebijaksanaan, dan menangkal segala aura negatif maupun sihir dari musuh yang dilakukan secara diam-diam dengan jarak jauh. Dan Pedang Semesta adalah pasangannya, merupakan simbol kekuatan dan sikap tegas, tidak memihak, adil dan jujur!" sambung Zhu Nuwa.
Excel Shimo tersenyum dan mengangguk tanda paham, ingin membalas obrolan, tapi hanya di batin saja. "Apa gunanya jika lawan yang dihadapi lebih kuat?"
Apa yang dipikirkan oleh Excel Shimo ada benarnya, memiliki artefak alami tidak semudah yang dibayangkan, dia harus melawan banyak kekuatan yang melebihinya dan menambah musuh dimasa depan.
Ini diibaratkan seperti seseorang memiliki kekayaan besar, tapi selalu hidup tidak tenang karena menjadi incaran pencuri. Apalagi hari sial tidak memiliki waktu dan jadwal, seperti pencuri yang datangnya tiba-tiba.
"Kita sudah tiba! Kaisar Shimo, silakan masuk. Kami akan menunggu keberhasilan Anda!"
Mendengar perkataan Zhu Nuwa, Excel Shimo tersadar dari lamunannya, dia melihat apa yang berada di depannya. Sebuah daratan kering dan melihat gubuk yang hampir roboh.
Daratan kering di dasar lautan, tepat berada di pusat Dunia Air. Daratan itu dilindungi Formasi agar air tidak masuk. Excel Shimo mengaktifkan Mata Langit, tapi tidak menemukan sesuatu keanehan di dalam Formasi.
Excel Shimo menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara berlahan, lalu dia masuk kedalam Formasi. Dan dugaannya benar ternyata di dalam dan di luar berbeda, yang artinya, tingkat Formasi Ilusi mata dan penghalang jauh diatas kemampuannya.
__ADS_1
Apa yang Excel Shimo adalah sebuah Kota Besar yang modern, gedung-gedung menjulang tinggi yang terbuat dari beton, banyak armada kapal angkasa yang berbeda-beda dan mirip dengan Empress Spaceship tapi ukurannya lebih kecil, hanya menampung empat jiwa.
Banyak boneka yang terbuat dari besi (robot) dan bertugas menjadi prajurit keamanan, dan ada juga yang menggantikan pekerjaan manusia. Anehnya lagi, banyak manusia memiliki pasangan dari boneka besi, bukan pasangan sesama manusia. Anak mereka juga setengah manusia setengah boneka (Humanoid), dan kekuatannya mampu mengangkat beban berat yang melebihi tubuh kecil mereka.
Gerakan boneka tidak berbeda dengan manusia, lincah, memiliki kecerdasan, dan juga memiliki persenjataan yang aneh dimana jari-jarinya mengeluarkan sinar merah dan biru (laser).
Kereta (mobil/motor/tank) yang juga terbuat dari baja tanpa roda, sebagai pengganti roda adalah energi nuklir dan matahari. Cepat, praktis dan serba guna. Kereta itu juga mampu berubah bentuk menjadi boneka (robot) yang ukurannya lebih besar dan tinggi.
Tidak ada orang yang berkultivasi dan lemah, walaupun lemah kecerdasan mereka sudah melebihi ekspektasi, cara pakaian mereka unik (modern). Dan, yang membuat Excel Shimo heran, raut wajah setiap orang begitu gelisah, semacam ada rasa ketakutan, padahal mereka hidup dengan fasilitas mewah tanpa banyak bekerja.
Setiap orang seperti memiliki sesuatu di pergelangan tangan, mirip dengan arloji, cara menggunakan arlojinya dengan berbicara saja dan muncul sebuah layar transparan, lalu dengan kedipan mata layak itu bergerak sesuai perintah, mereka seperti sedang mencari menu yang dibutuhkan.
Lalu, setelah melihat semuanya dengan perasaan kagum, Excel Shimo melihat tanah yang terbuat dari logam terbuka, dan keluar banyak prajurit boneka. Semua manusia dan pasangan boneka segera menjauh dengan panik. Prajurit boneka itu bisa terbang dengan kaki mengeluarkan energi nuklir sebagai daya angkatnya, dan mereka berjajar di langit.
Excel Shimo yang penasaran melihat keatas dan melihat sebuah kapal perang angkasa yang mirip sekali dengan Empress Spaceship. Dari kapal angkasa itu keluar banyak senjata dan mengarah kepada prajurit boneka, dan di dalam hanggar kapal perang angkasa keluar banyak boneka lapis baja dan menyerang prajurit boneka.
Segera terjadi saling serang dengan sepuluh jari mengeluarkan sinar laser. Peperangan tidak terjadi di satu tempat, tapi di seluruh penjuru dunia, banyak manusia meregang nyawa akibat peperangan teknologi. Di saat peperangan berkepanjangan dan secara otomatis menghabiskan banyak biaya, para penguasaan meluncurkan senjata andalannya, yaitu bom nuklir yang berkapasitas ribuan ton daya ledakannya.
Excel Shimo yang tahu jika itu berbahaya, dia ingin bergerak menghentikan peperangan, namun tubuhnya seakan-akan terkunci dan hanya mampu melihat bom nuklir di luncurkan dan menghujani dunia.
Anehnya, semua menjadi bergerak cepat dan peradaban dimulai lagi, dimana para manusia mulai berkultivasi, dan senjata pedang, tombak dan lain sebagainya mulai digunakan.
Waktu bergerak sangat cepat hingga dimulai lagi jaman modern, dan lebih modern dari sebelumnya. Kini boneka itu memperbudak manusia, padahal manusia yang menciptakannya. Boneka (robot) itu menjadi manusia sebagai bahan energi, dimana darah mereka sebagai pengganti energi nuklir, kini muncul perpaduan manusia setengah robot.
Kembali peperangan terjadi di seluruh penjuru dunia. Dan bom nuklir tidak digunakan lagi, sebagai gantinya adalah energi darah manusia yang menjadi senjata pamungkas.
Ledakan kembali terjadi dan lebih dahsyat dari bom nuklir, satu hulu ledak energi darah mampu melulu lantakan separuh dunia.
Excel Shimo yang ingin mencegahnya, tapi sekali lagi tubuhnya tidak bisa dia gerakan, bahkan berbicara pun tidak mampu.
Akhirnya kembali dunia hancur dan menyisakan 20℅ kehidupan. Situasi ini seperti semula, peradaban mulai beradaptasi, dari jaman batu, besi, industri dan terus berjalan menjadi dunia modern.
Disaat Excel Shimo melihat semua yang terjadi, tanpa dia sadari ada seorang pria muda tampan dan berambut pendek dan setinggi Excel Shimo. Pria itu tersenyum melihat Excel Shimo yang tidak mengedipkan mata melihat peradaban berkembang pesat.
"Menurutmu, apakah situasinya akan sama?" tanya pria itu kepada Excel Shimo.
__ADS_1
Spontan Excel Shimo kaget dan ingin menjauh tubuh tetap tidak bisa dia gerakan. Namun, melihat jika pria itu tidak berniat buruk kepadanya, Excel Shimo menjadi lega, dia terlalu serius apa yang sedang dia lihat, tanpa memperhatikan jika ada orang yang mendekatinya.
"Iya, setelah aku melihat yang pertama dan kedua, untuk ketiga kalinya, pasti hal sama akan terjadi dengan kemajuan teknologi yang lebih modern. Disaat semua orang dalam keadaan krisis energi, maka peperangan kembali terjadi, dan selalu menyisakan 20℅ kehidupan!" jawab Excel Shimo.
"Bagus, lalu apa artinya dari semua ini?" tanya pria itu sambil melihat peradaban kehidupan yang semakin maju dan kompleks.
Excel Shimo tidak segera menjawab saat melihat peradaban makin maju dari sebelumnya, dimana manusia dan robot berevolusi, kali ini peperangan bukan terjadi pada sesama, tapi peperangan antara robot dan manusia yang telah bermutasi.
Peperangan pun tidak terhindar, pemusnahan segera terjadi dimana manusia dan robot mengeluarkan senjata andalan mereka. Kali ini bukan darah sebagai hulu ledaknya, tapi memanfaatkan energi alam, seperti energi gas luar angkasa yang melimpah dan dikonversi menjadi energi pribadi.
Setelah melihat dunia musnah lagi dan peradaban mulai beradaptasi, Excel Shimo pun menjawab. "Alam semesta akan tetap menyeimbangkan semua energi dan kehidupan, disaat kehidupan selalu merusaknya. Tapi, kehidupan tetap mampu bertahan, beradaptasi dan berevolusi. Akan tetapi, kehidupan tidak pernah ada kata puas, mereka meminta lebih dan lebih. Kesimpulannya, semua ini terjadi karena sudah seharusnya, dan alam semesta yang akan selalu menjadi penentunya. Ini juga bagus untuk perkembangan bagi semuanya. Peperangan memang diijinkan!"
"Bagus, pemikiran yang mendalam. Lalu, apa tindakanmu jika berada di posisi mereka? Ada dua pilihan, mengikuti perkembangan jaman dan kembali berperang atau tetap terkurung dalam doktrin yang menciptakan peperangan!" kembali pria itu bertanya.
Excel Shimo segera melihat pria itu yang selalu memperhatikan peradaban yang mulai berevolusi lagi. Di dalam benak Excel Shimo, dua pilihan itu tampak sama, tapi memiliki arti dan maksud yang berbeda.
Pertama, 'mengikuti perkembangan jaman dan kembali berperang' memiliki arti yang hanya pasrah pada alam semesta yang selalu mengendalikan semuanya demi keseimbangan. Alasan keseimbangan adalah doktrin yang bekerja secara halus.
Kedua, 'terkurung dalam doktrin yang menciptakan peperangan', yang artinya semua peperangan terjadi karena sebuah ajarannya yang dianggap benar, dan dari situlah semua berlomba-lomba memberikan pengetahuan yang terbaik dengan berbagai alasan. Disalah satu pihak merasa benar dan pihak lain merasa tertindas, yang pada akhirnya bertemu pada titik akhir, yaitu peperangan terjadi lagi dan lagi.
Alasan merasa paling benar adalah doktrin yang bekerja secara kasar.
Manusia, teknologi dan alam semesta adalah bentuk subyek dan obyek yang membentuk lingkaran, saling memberikan dan melengkapi. Namun, dibenak Excel Shimo, dia mempertanyakan jawabannya sendiri, 'kenapa semua ujung-ujungnya terjadi peperangan, jika alasan untuk bertumbuh yang lebih baik dan maju'.
"Jika aku tidak memilih keduanya, bagaimana?" tanya Excel Shimo balik kepada pria yang tidak dia kenali.
Pria itu tersenyum dan melirik Excel Shimo, dia kembali melihat peperangan yang kembali terjadi. "Apa alasan mu? Kan hanya ada dua pilihan, tidak ada pilihan ketiga!" jawabnya yang meminta penjelasan.
"Sederhana, tubuh kita adalah alam semesta, yang mampu memberikan segalanya. Alam semesta yang kita pijak ini hanya pendukung saja... Jadi, kembangkan potensi diri, dan hilangkan doktrin yang telah mendarah daging, doktrin yang merasa benar dan tertindas, karena semua itu menutup potensi diri!" jelas Excel Shimo kepada pria itu.
"Bagus! Semua kembali kepada asal muasal. Kamu telah lulus ujian akhir!" ungkap pria itu dan menjentikkan jarinya.
Seketika peradaban yang sedang dilihat oleh Excel Shimo menghilang, kini hanya ada daratan dan gubuk seperti yang dia lihat sebelum masuk ke dalam Formasi.
"Hah! Ujian verbal lagi...!" Excel Shimo jelas kebingungan akan perkataan pria itu, dan sudah tidak melihat pria itu yang berada di sebelahnya, "siapa dia?" gumamnya sambil mencari keberadaan dia.
__ADS_1