
Chapter 165. Cairan Hitam dari Kulit Pohon Tua.
Dunia jiwa seperti halnya dunia luar, ada matahari, bulan dan bintang di malam hari. Burung berkicau di pagi hari, burung pelatuk sedang mengasah paruhnya.
Di pagi ini Excel Shimo terlihat berlahan membuat mata, saat mendengar kicauan burung. Dengan tubuh diregangkan ia memiringkan posisi tidurnya. Excel Shimo melihat keluar jendela.
"Cepat sekali sudah pagi," gumamnya yang tampak malas untuk bangun.
"Tuan sudah dua hari tertidur," sahut Xi He yang berubah menjadi kalung.
"Dia hari!! Lama sekali," sungut Excel Shimo yang tidak menduga dirinya tertidur begitu lama.
"Apa istriku tidak membangunkan ... Ini tidak bisa dibiasakan, beruntung aku di Dunia jiwa, jika diluar pasti bahaya," ujar Excel Shimo yang tidak ingin dirinya lengah seperti ini.
"Mereka sering datang, tapi melihat Tuan begitu nyenyak, mereka tidak ingin menganggu Tuan," jawab Lotus Bao, "tapi ini juga bagus untuk Tuan, jika terlalu sering berkultivasi ganda itu juga tidak baik untuk mental Tuan. Teknik Dual Cultivasion berbeda dengan teknik budidaya yang lain, teknik ini mengharuskan Tuan menjaga ...." lanjutnya yang tidak menjelaskan lebih terinci, sebab Tuannya sudah pasti memahaminya.
"Aku mengerti. Kemarin memang terlalu berlebihan dengan menyerap Yin 208 wanita dalam satu malam, tapi itu juga bagus itu meningkatkan kekuatan dalam sekali jalan. Namun, semakin tinggi basis kultivasiku, semakin banyak energi Yin yang aku butuhkan. Jika berkultivasi seperti biasa, aku membutuhkan waktu lebih lama. Aku tidak ingin berjalan seperti siput." ujar Excel Shimo yang tidak perduli jika harus berkultivasi ganda dengan banyak wanita demi kekuatan.
"Tuan," sapa An Na yang selalu menunggu Excel Shimo bangun, ia selalu diluar sambil berkultivasi.
"Haii, pagi An. Wah peningkatan-mu sangat pesat, dalam beberapa hari ini sudah naik 3 level," sapa Excel Shimo yang senang dengan perhatian pelayannya, dan terkejut dengan bakatnya.
"Pagi juga Tuan. Ini semua juga berkat dukungan Tuan," jawab An Na dengan tersipu malu, tapi senang dengan pujiannya.
"Hahaha, kamu selalu saja begitu. Ini semua upayamu sendiri, walau saya memberikan dukungan, tanpa kamu memiliki kemauan untuk berkultivasi, maka dukungan itu akan sia-sia." tawa Excel Shimo melihat pelayannya yang selalu merendahkan dirinya, ia segera bangun dan akan menuju kamar mandi.
"Terima kasih."
__ADS_1
Si An Na menyusul Tuannya ke kamar mandi, sebab sudah tugasnya melayani.
"Kamu belum mempraktekkan teknik Dual Cultivasion, teknik itu mampu menyerap energi Yang-ku. Energi Yang-ku mampu memberikan kekuatan dengan cepat. Apa kamu siap?" tanya Excel Shimo saat An Na menggosok punggungnya.
An Na tersipu malu sambil melirik tongkat Tuannya yang sudah siap bertempur. "Saya sudah siap Tuan."
Segera Excel Shimo menarik tubuh An Na dalam pelukannya. Mereka berkultivasi ganda selama waktu satu dupa, dan memberikan air surga yang memenuhi rahim si An Na, hingga terlihat perutnya seperti sedang hamil muda.
Setelah selesai, si An Na buru-buru pergi menuju kamar pribadinya, sebab ia akan segera menyerap energi Yang. Sedangkan Excel Shimo tidak segera keluar, sebab ia ingin menyelidiki kulit pohon tua yang dia dapatkan.
"Pantas saja para Leluhur Naga Bumi selalu gagal dalam penyelidikan mereka kepada kedua harta yang kini kumiliki, sebab setiap metodenya berbeda dan memiliki syarat yang sulit," gumamnya sambil mengamati kulit pohon.
"Benar, jika mudah, sudah dari dulu jadi rebutan banyak kekuatan. Penciptanya pasti telah memperkirakan hasil karyanya akan diperebutkan ... Tiga hal umum yang sering digunakan setiap kultivator sengaja tidak dipakai untuk kedua artefak tersebut," sahut Lotus Bao yang kagum dengan ide pencipta Istana Peri dan Tungku Naga Phoenix Surgawi.
"Kulit pohon ini jelas juga berbeda!! Kira-kira metode apa yang harus digunakan? Kesadaran sudah, darah sudah, energi spiritual juga sudah...!" gumamnya sambil membolak-balikan kulit pohon tersebut, dan ketiga metode tersebut juga sudah dia gunakan.
"Api, seperti Couldron Dragon Phoenix Surgawi yang harus menggunakan Api Surgawi sebagai syaratnya...," ujar Excel Shimo sambil mengeluarkan Api Surgawi skala kecil, ia tidak ingin kulit pohon menjadi abu jika gagal dengan menggunakan api.
Kulit pohon itu segera dilahap Api Surgawi, tapi tidak membuatnya terbakar, bahkan tidak menimbulkan reaksi apapun. Segera Excel Shimo meningkatkan panas Api Surgawi.
Tangan kirinya mengontrol kulit pohon agar melayang di udara, sedangkan tangan kanan mengontrol Api Surgawi.
"Benar-benar kulit pohon yang sangat kuat, bahkan dengan kekuatan 20 persen Api Surgawi tidak membuat perubahan apapun...," kagum dengan ketahanan kulit pohon, Excel Shimo meningkatkan lagi panas Api Surgawi secara bertahap.
"30 persen...,"
"Masih tahan!! 40 persen...,"
__ADS_1
"Kulit pohon apa ini!!" gumam Excel Shimo yang semakin kagum dengan ketahanan kulit pohon tersebut.
"45 persen...,"
Excel Shimo semakin meningkat daya panas Api Surgawi. Xi He dan Lotus Bao juga heran dengan ketahanan kulit pohon tersebut. Kulit pohon itu dibakar secara merata dengan tujuan melihat reaksi apa yang akan terjadi dengan 45 persen dari kekuatan panas Api Surgawi.
"Tuan lihat, kulit pohon mulai melembab!!" seru Lotus Bao saat melihat kulit pohon mulai mengeluarkan cairan, dan bukannya hangus.
"Iya aku tahu. Kita tingkatkan hingga 50 persen...," jawab Excel Shimo yang senang mendapatkan hasil setelah berkali-kali meningkatkan panas api.
Setelah Excel Shimo meningkatkan api-nya, kulit pohon mulai berubah. Sedikit demi sedikit kulit itu menjadi cairan hitam, sesuatu hal aneh yang tidak bisanya terjadi pada kulit pohon.
Excel Shimo segera mengeluarkan mangkok Giok anti korosi dan panas, dan menampung cairan hitam itu. Secara berlahan kulit pohon telah menjadi cairan, aroma menyengat segera tercium, seperti aroma rambut dan daging yang terbakar.
"Aneh, baru kali ini melihat kulit pohon menjadi cairan. Apa kalian tahu efek cairan hitam ini?" tanyanya kepada Xi He dan Lotus Bao setelah mengamati.
"Tidak, baru kali ini saya melihat hal aneh pada kulit pohon tua, dan saya tidak tahu cairan apa itu," jawab Xi He.
"Sama, saya juga tidak pernah melihat hal seperti ini!" ujar Lotus Bao sambil ikut mengamati cairan hitam.
Karena penasaran, Excel Shimo menyentuh cairan hitam dengan jari telunjuk tangan kanan. Tampak wajah Excel Shimo sedikit kuatir akan efeknya.
"Kamprett...," teriak Excel Shimo yang kaget saat cairan hitam memasuki jarinya dengan sangat cepat seperti sinar hitam.
"Ahhhh...," teriakan kesakitan saat cairan itu memasuki seluruh tubuhnya.
Excel Shimo tidak sempat memotong pergelangan tangannya, karena lebih cepat cairan yang berubah menjadi sinar hitam dan menyebar.
__ADS_1
Teriakan Excel Shimo jelas didengar oleh semua isterinya, dan mereka menjadi panik dengan melesat menuju kamarnya.