God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 150. Raja Hanyalah Boneka.


__ADS_3

Chapter 150. Raja adalah Bonekaku.


Dibalik bayang-bayang redupnya cahaya kamar Ratu Long Xia, kedua Putra Mahkota bersembunyi. Mereka bersembunyi menggunakan artefak khusus menyembunyikan tubuh.


"Kak, apa bocah itu tidak mengetahui keberadaan kita?" tanya Long Rou yang kuatir Excel Shimo mengetahui keberadaan mereka yang bersembunyi.


"Hehehe, jangan kuatir, ini artefak tingkat Saint yang aku temukan saat menjelajahi Hutan Belantara," jawab Long Zan dengan percaya diri jika artefaknya mampu mengelabui siapapun.


Hutan Belantara masuk wilayah Selatan, perbatasan antara wilayah Timur, setelah Hutan Belantara menuju wilayah Timur, ada jurang yang sangat dalam sehingga wilayah Timur tidak bisa melewatinya.


"Tapi kekuatannya berada pada tingkat Peri Bumi, apa yakin tidak terdeteksi olehnya?" tanya Long Rou yang masih belum yakin dengan ucapan kakaknya.


Plakkk...


"Aduhhh, sakit Kak?!" pekik Long Rou saat Long Zan memukul kepalanya, hingga suaranya cukup keras.


"Lihat Ibu, dia saja tidak mendengar suara kamu barusan, padahal kekuatannya pada tingkat Saint level 7," jawab Long Zan sambil menunjuk Ratu Long Xia yang masih bersolek dan membanggakan fisiknya yang padat berisi, sambil meremass buah kenyalnya kanan dan kiri, lalu membelainya.


"Hehehe, luar biasa cermin ini," Long Rou terkekeh memuji cermin persembunyian milik kakaknya, sambil mengelus kepalanya yang masih sakit.


Mereka berdua tidak tahu jika Excel Shimo sudah pada tingkat Dewi Bumi, mereka mengetahui basis terakhir saat berada di Kota Satria waktu itu. Mereka juga tidak tahu jika Excel Shimo memiliki cermin persembunyian seperti milik mereka, bahkan lebih hebat.


"Diam dia datang!" bisik Long Rou saat merasakan Excel Shimo mendekati kamar ibunya.


"Kenapa Wali Benua lama sekali, apa dia ketiduran!" gumam Ratu Long Xia sambil terus berkaca, "semoga saja Wali Benua tidak tertidur! Entah kenapa aku bisa berg4irah saat berdekatan dengannya, padahal dengan pria manapun tidak demikian. Suamiku sendiri saja tidak mampu membuat birah1ku naik." lanjutnya dengan perasaan yang tidak bisa dia mengerti.


"Dia datang!!"


Ratu Long Xia terlihat senang saat orang yang dia tunggu mendekati kamarnya, buru-buru ia beranjak dari tempat duduk, dan berlari untuk membuka pintu.


"Kamar mawar," gumam Excel Shimo saat membaca plakat nama di depan pintu kamar pribadi Ratu Long Xia.

__ADS_1


Segera Excel Shimo mengangkat tangan kanan untuk mengetuk pintu.


Clakkk...


Sebelum Excel Shimo mengetuk pintu, pintu itu terbuka dan melihat Ratu Long Xia tersenyum bahagia. Mata Excel Shimo tertuju pada leher jenjang, putih dan halus. Lalu, matanya turun dibuah kenyal Ratu Long Xia, ukurannya 38C dan terlihat tonjolan di pakaiannya yang tipis.


Matanya turun kebawah, dan melihat perutnya dan pinggul yang ramping, tidak berhenti disitu, mata Excel Shimo melihat pantatnyaa yang besar dan padat. Turun lagi di lembah surga Ratu Long Xia, terlihat rambut tipis tercukur rapi berbentuk segitiga. Excel Shimo menelan salivanya, saat melihat kilau di lembah surga itu, tanda Ratu Long Xia telah siap dihajar tongkat naga saktinya.


Ratu Long Xia yang tubuhnya sedang dikagumi oleh Wali Benua menjadi bangga dan tersenyum indah, malahan dia membuka sedikit kedua kakinya.


"Yang Mulia," sapa Excel Shimo dengan nada bicara yang sopan santun, setelah selesai menilai seluruh tubuh Long Xia.


"Masuk saja Wali Benua," pinta Ratu Long Xia, dan tersenyum senang.


Segera Excel Shimo masuk. Sebelum menutup pintu, Ratu Long Xia menjulurkan kepalanya keluar pintu, dan memeriksa jika ada orang atau tidak.


'Semua pelayan mematuhi sesuai perintahku, bagus,' batin Ratu Long Xia sambil menutup pintu secara berlahan.


Ratu Long Xia tidak mengetahui, tapi berbeda dengan kedua Putra Mahkota, mereka kaget saat cermin persembunyian diketahui Wali Benua.


'Kalian tidak akan bisa merekam dengan token Giok perekam, tapi masih bisa melihat Ibumu mengerangg kenikmatan. Lihat saja bagaimana Ibu kalian takut aku tinggalkan. Hahaha,' batin Excel Shimo setelah selesai membuat formasi, ia tertawa senang mengacaukan Kerajaan Long, terutama pada mereka yang memprovokasi dirinya.


"Bangsattt!? Lepaskan kami bajingannn...?!," umpat Long Zan kepada Excel Shimo, ia berusaha keluar dari cermin persembunyian tapi gagal.


"Bocahhh, aku adukan pada Ayahku hubungan kalian...?!," teriakan kemarahan Long Rou sambil menggedor cermin persembunyian.


Teriakan mereka berdua tidak didengar oleh Ratu Long Xia, walau mereka sekuat tenaga menghancurkan formasi dan berteriak keras sekali.


"Apa ada yang bisa saya bantu Yang Mulia?" tanya Excel Shimo setelah Ratu Long Xia menutup pintu dan menguncinya. Mereka berhadapan muka dengan jarak satu meter. Segera Excel Shimo mengeluarkan aroma feromon secara maksimal, agar membuat Ratu Long Xia membangkitkan sifat binatang liar didalam hati dan pikirannya.


"Hahmmm," Ratu Long Xia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara berlahan untuk mengatur detak jantung yang telah berpacu.

__ADS_1


"Aku, aku menginginkanmu memuaskan diriku yang tidak pernah terpuaskan," jawab Ratu Long Xia tanpa menyembunyikan perasaannya.


"Apa Yang Mulia yakin jika saya bisa memenuhi kemauan Anda?" tanya Excel Shimo untuk menguji kesabaran dirinya.


"Sangat yakin. Hanya kamu satu-satunya pria yang mampu membangkitkan hasrat terpendam tanpa harus bersentuhan. Bahkan, suamiku Raja Long tidak mampu membuatku eratus(bir4hi). Selama ini aku hanya memenuhi kewajiban sebagai seorang Ratu dan isteri yang seharusnya dilakukan," jawab Ratu Long Xia dengan jujur, tanpa menutupi apapun saat berbicara.


Excel Shimo sebenarnya sudah mengetahui setelah membaca hati, pikiran dan ingatannya, sengaja semua dia lakukan untuk membuat kedua Putra Mahkota menyesali telah memprovokasi dirinya, apalagi berniat ingin merebut ketiga isterinya.


"Apa tidak berbahaya jika diketahui oleh Raja Long? Ingat, dinding bisa berbicara dan langit memiliki mata," tanya Excel Shimo sambil mengingatkan Ratu Long Xia tentang status mereka dan tempat.


Apa yang dimaksudkan oleh Excel Shimo adalah, banyak mata-mata di setiap sudut tempat, dan kawan bisa menjadi lawan.


"Jangan kuatir, seluruh wilayah Selatan dibawa kendaliku dan Huan Jia. Pria lemah itu hanya bonekaku, walau aku adalah isterinya," jawab Ratu Long Xia sambil berjalan mendekati Excel Shimo, sebab dirinya sudah tidak tahan menahan gejolak hasrat wanita, "panggil aku Long Xia atau Xia." lanjutnya sambil memegang tangan kiri Wali Benua.


Tangan Excel Shimo diletakkan dibuah kenyal sebelah kanan, dan mendekatkan bibirnya pada bibir Wali Benua.


Excel Shimo segera memeluk pinggang ramping Long Xia dengan tangan kanan, dan menyambut ciuman Long Xia.


Percakapan mereka jelas didengar oleh kedua Putra Mahkota. Mereka sangat marah dan mengumpat kepada Ibunya yang telah mengkhianati Raja Long.


"Pelancurrr, wanita pelancurrr...?!," Long Zan benar-benar marah dengan menggedor cermin persembunyian yang terkurung formasi.


"Tidakkk, Ibu... Jangan, jangan lakukan itu?! Bajingannn aku akan membunuhmu, mencincang tubuhmu, aku akan telanjangi semua istrimu, aku akan gantung mereka di gerbang utama?!" ancam Long Rou kepada Wali Benua, saat melihat mereka berdua bermesraan.


Long Rou dan Long Zan meneteskan air mata darah, tanda mereka tidak mampu menahan kemarahan, kebencian akan pengkhianatan ibunya. Bahkan Long Zan sampai muntah darah.


Mendengarkan ancaman mereka, Excel Shimo tersenyum sambil melepaskan ciuman mereka. "Bagaimana jika kedua Putra Mahkota tahu perbuatan kita?"


"Tidak ada yang akan tahu," jawab Long Xia dengan percaya diri, dia sebenarnya enggan melepaskan ciuman yang penuh g4irah, "jika mereka tahu, aku akan bungkam mereka, aku akan cabut status mereka sebagai Putra Mahkota." lanjutnya sambil mengancam kedua Putra Mahkota jika hubungan terlarang diketahui.


"Yakin kamu bisa mengendalikan mereka?" tanya Excel Shimo sekali lagi, ia tidak ingin Long Xia menelan ludah sendiri.

__ADS_1


"Sangat yakin. Mereka juga bonekaku, walau Long Zan adalah anak kandungku," jawab Long Xia tanpa takut dengan skandal mereka terkuak.


__ADS_2