
Chapter 362. Kembali.
***
Di suatu tempat, tepatnya di wilayah Benua Kekacauan, Dewa Matahari dan Dewa Utara berkumpul dengan empat Kaisar. Keempat Kaisar itu adalah, Kaisar Tang, Kaisar Seng, Kaisar Song dan Kaisar Wei.
Khususnya Kaisar Wei, dia tampak dihormati oleh Dewa Matahari, Dewa Utara dan ketiga Kaisar. Kaisar Wei menggunakan topeng hitam, dan satu-satunya Kaisar yang memakai topeng, dan semua orang tampak sudah mengenalinya walaupun wajahnya tertutup.
"Dia telah menipu kita...!" ujar Kaisar Wei dan tertawa terbahak-bahak untuk menahan amarahnya.
Dia yang disebutkan oleh Kaisar Wei adalah Dewa Binatang. Segera Kaisar Wei berdiri dari tempat duduknya, dengan kedua tangan berada di punggungnya, dia sedang berpikir.
"Dewan Keamanan sudah terbelah menjadi dua ... Buat propaganda baru, agar semua orang dalam situasi kacau sehingga menekan Istana Sembilan Surgawi, ini bertujuan untuk mengalihkan perhatian Dewa Keamanan dan para leluhur Klan Kuno ... Zhuge Liang, bawa dukungan-mu untuk membentuk kekuatan di wilayah kita. Xuan Wuyan segera persiapkan Kaisar Iblis untuk membuat kekacauan. Kalian bertiga, buat banyak isu jika Dewa Binatang sengaja mengambil Pedang Semesta bertujuan untuk membuat jalan bagi Bangsa Asyura!" titah Kaisar Wei kepada semua orang.
Segera semua orang keluar dari ruang rahasia dan meninggalkan Kaisar Wei seorang diri, setelah melihat mereka sudah pergi, Kaisar Wei duduk kembali. Lalu Kaisar Wei memanggil seseorang pria paruh baya.
"Apa kamu sudah mengatur semuanya di Benua Jiang Shan?" tanya Kaisar Wei.
"Sudah Yang Mulia, semua sudah sesuai rencana!" jawab pria tua itu.
"Bagus! Ming Kong, perintahkan Balai Api Alam untuk memburu bocah itu dan sekaligus juga tangkap semua wanitanya!" titah Kaisar Wei kepada bawahannya, "ingat, lebih cepat lebih baik sebelum Konferensi Tianwu dimulai." lanjutnya, dia tampak tergesa-gesa untuk memulai rencananya.
Kaisar Wei kuatir jika Dewa Binatang mengikuti Konferensi Tianwu akan meningkatkan kekuatannya dengan drastis, dan akan lebih sulit untuk dibunuh.
"Laksanakan, Yang Mulia."
Setelah Ming Kong keluar dari ruang rahasia, tinggal sendiri Kaisar Wei sambil mengetuk penyangga lengan di kursinya.
"Seandainya tubuh asli ku tidak segel oleh wanita sialan itu, sudah pasti aku tidak perlu susah payah seperti ini!" gumam Wei sangat sangat membenci seseorang wanita, "dan tidak lama lagi aku akan berhasil membuka segel itu ... Saat itu tiba, aku akan sabotase semua sistem mu!" lanjutnya dan tertawa terbahak-bahak, seakan-akan telah bebas dari segel dan mengendalikan semua sistem yang diciptakan oleh wanita tersebut.
Sistem yang dimaksudkan Kaisar Wei adalah; sebuah sistem yang mampu meningkatkan kekuatan seseorang dengan cepat dan memberikan segala kebutuhan kepada tubuh inangnya. Akan tetapi, tubuh inang yang bergabung dengan sistem harus menjalankan berbagai misi yang diberikan olehnya (sistem) sebagai ganti kekuatan dan kebutuhan yang diberikan secara instan dan cepat.
Kemudian, Kaisar Wei menggetarkan tubuhnya dan menghilang dari tempat duduknya.
***
Excel Shimo telah berkultivasi ganda dengan keempat istrinya dan kecuali Liu Hualien, karena dia adalah adiknya. Namun, Liu Hualien selalu mengintip Excel Shimo yang sedang berhubungan intim dengan istrinya.
"Kenapa aku menerimanya sebagai kakak... !" sesal Liu Hualien di dalam hatinya, sambil mengunyah pill langit seperti permen, dia ingin menjadi istri tapi malu untuk mengungkapkan perasaannya kepada Excel Shimo. Liu Hualien buru-buru menjauhi pintu kamar pribadi kakaknya, sebab Excel Shimo telah selesai berkultivasi ganda.
__ADS_1
Excel Shimo keluar dari kamar pribadi bersama keempat istrinya. Keempat istrinya tampak bahagia dan wajah berseri setelah mengalami kenikmatan lebih dan berbeda dari sebelumnya, mereka baru mengerti apa yang dirasakan oleh Bing Nuan, menolak tapi tidak mencegah keganasan tongkat Excel Shimo.
Liu Hualien berpura-pura bermain di kolam tujuh warna dan sambil mengunyah pill langit. Akan tetap, Excel Shimo dan keempat istrinya tahu jika Liu Hualien selalu mengintip saat sedang berkultivasi ganda selama dua hari.
"Enaknya kalian ... Sampai-sampai melupakan ku!" protes Liu Hualien sambil melirik kedatangan kakak-kakaknya.
She Qinglin memeluknya dari belakang dan berbisik. " kita sedang melakukan kewajiban sebagai pasangan Dao!" alasannya agar Liu Hualien tidak kesal.
Liu Hualien langsung menarik tangan She Qinglin dan menjauhi kakaknya. Sedangkan Excel Shimo terkekeh saat tahu keinginan adiknya, dia segera keluar dari Dunia Jiwa dan sengaja tidak menegur Liu Hualien.
Excel Shimo muncul di ruang persembunyian Bing Nuan dan segera duduk sambil melihat Bing Nuan yang masih tertidur tanpa kain menutupi tubuhnya. Tidak berselang lama Bing Nuan terbangun dan segera mencari Excel Shimo, dia bernafas lega saat melihat orang yang berhasil memuaskan-nya.
"Kamu kemari!" perintah Bing Nuan.
Namun, Excel Shimo tetap diam dan tersenyum setelahnya. Spontan Bing Nuan kaget melihat senyuman Excel Shimo yang tidak dia kendalikan lagi.
"Cacing Gu tidak berpengaruh padaku termasuk aroma tanaman Putri Tidur, dan aku melakukan hubungan intim dalam keadaan sadar tanpa kamu kendalikan!" ungkap Excel Shimo.
"Kamu ... Kamu menipu ku!?" bentak Bing Nuan dan segera memakai pakaiannya.
Excel Shimo geleng-geleng dengan ucapan Bing Nuan yang tidak masuk akal, sejak kapan dia menipunya, kan Bing Nuan sendiri yang meminta dan dia hanya mengikutinya saja.
"Tapi kamu musuhku, musuh yang telah membunuh banyak bangsa ku ... !" dalih Bing Nuan yang tidak secara langsung menolak maupun menerima tawaran Excel Shimo.
"Ada sebab ada akibat. Bing Nuan, aku tidak membunuh seseorang tanpa alasan, aku juga tidak perduli dengan ambisi Istana Iblis Timur yang ingin menguasai alam ini, tapi dia salah telah membunuh banyak keluargaku!" Excel Shimo menyanggah ucapan Bing Nuan.
Bing Nuan seketika terdiam, sebab dia sendiri tahu sifat Ras Iblis yang tidak pandang bulu kepada siapapun asal tujuannya tercapai.
"Aku tidak melarang maupun mencegah setiap ambisi siapapun, tapi jangan sekali-kali menganggap orang lemah akan diam saja saat menjadi korban, orang lemah lebih kejam dari kalian disaat marah."
Excel Shimo segera berdiri dan berniat keluar dari ruang bawah tanah milik Bing Nuan setelah berbicara. Dada Bing Nuan terasa sesak dengan tegur dari Excel Shimo, tapi mau bagaimana lagi ... Karena sifat Ras Iblis memang selalu ingin menguasai apapun.
"Apa bisa merubah sifat ini?" gumam Bing Nuan dan melihat punggung Excel Shimo dan menghilang karena terhalang dinding.
"Bisa, asal ada niat dari lubuk hatimu dan tulus mau berubah. Tidak ada kata terlambat untuk memulainya!" jawab Excel Shimo dengan suara telepati saat mendengar Bing Nuan yang bertanya kepada dirinya sendiri.
Bing Nuan meneteskan air matanya mendengar ucapan Excel Shimo. "Apakah orang lain akan percaya?" sekali lagi Bing Nuan bertanya, dia meragukan diri sendiri.
"Kamu tidak perlu orang lain untuk percaya kepadamu, tapi kamu harus percaya pada dirimu sendiri, dan kamu tidak membutuhkan penilaiannya juga. Karena hidupmu adalah milikmu!"
__ADS_1
Kembali Excel Shimo menjawab walaupun pertanyaan Bing Nuan bukan tertuju padanya, sengaja Excel Shimo menjawab agar Bing Nuan bisa memaafkan dirinya sendiri dan kembali percaya diri tanpa harus memanipulasi siapapun atau diri sendiri.
"Tunggu aku!"
Bing Nuan segera mengejar Excel Shimo setelah hatinya mendapatkan pencerahan dari ucapan yang sederhana, dia merasa menemukan tujuan hidupnya yang lama dia cari selama ini.
Excel Shimo telah keluar dari persembunyian Bing Nuan dan menghirup udara segar.
"Maaf!" ujar Bing Nuan dibelakang Excel Shimo.
Excel Shimo membalikkan badan dan melihat Bing Nuan menunduk. "Memangnya kamu salah apa harus meminta maaf?" tanyanya.
Bing Nuan kebingungan dengan pertanyaan sederhana dari Excel Shimo. "Itu ... Aku ... Karena aku dan bangsaku yang telah merugikan mu!"
Excel Shimo terkekeh dan membelai rambut Bing Nuan. "Awalnya aku sangat dendam terhadap Istana Iblis Timur, dan berhasil membalaskan rasa sakit ini. Tapi, itu bukan akhirnya, ternyata aku menipu diriku sendiri dengan merasa kelegaan, merasakan hati yang terbebas ... Namun, justru perbuatan-ku memicu karma yang tidak berkesudahan," katanya dan membuat Bing Nuan kebingungan dan menatap Excel Shimo.
"Ada kata yang sederhana 'jika kamu ditampar pipi kiri-mu, berikan juga pipi kananmu. Jika kami dimusuhi siapapun, do'akan dia agar berdamai dengan hatinya sendiri," sambungnya dan semakin membingungkan Bing Nuan.
"Kenapa harus memberikan pipi kanan untuk ditampar? Kan aneh jadinya!" tanya Bing Nuan.
"Jika kamu memberikan pipi kanan, tandanya kamu tidak bersalah. Tapi, disaat kamu ditampar dan membalasnya, artinya kamu mengakui kesalahanmu secara tidak langsung. Jika semua orang tua mengajarkan dengan benar, hidup ini pasti akan damai. Hidup damai pun tidak sehat, karena itu harus ada kompetisi kehidupan yang sehat, agar hidup semakin berwarna dan bergairah."
Bing Nuan terdiam untuk mencerna apa yang diucapkan oleh Excel Shimo. Apa yang dikatakan Excel Shimo adalah idiom.
"Terima kasih!" kata Bing Nuan setelah memahami ucapan Excel Shimo.
Tiba-tiba Excel Shimo merasa gelisah dan muncul firasat buruk, entah apa yang akan terjadi pada diri atau orang terdekatnya, dan hatinya menginginkan dia untuk segera kembali.
"Aku akan kembali menuju Benua Jiang Shan, apa kamu ingin menjadi pasangan Dao atau ..., " pamit Excel Shimo dan memberikan tawaran lagi.
Bing Nuan langsung memeluknya dan menerima tawaran Excel Shimo dengan mengangguk berkali-kali. Lalu, dengan segera Excel Shimo menggunakan skill teleportasi.
Excel Shimo muncul di wilayah Kekaisaran Dewa Selatan dan keadaannya baik-baik saja, kemudian dia menuju Empress Space. Kedatangan Excel Shimo segera disambut dengan pelukan hangat dari semua istrinya.
Excel Shimo memperkenalkan Liu Hualien dan Bing Nuan kepada semua istrinya dan disambut dengan baik. Setelah itu Empress Spaceship segera terbang dan melesat dengan kecepatan maksimal menuju Benua Jiang Shan.
Kembali perjalanan harus dilewati selama enam hari, dan selama itu Excel Shimo berada di Dunia Jiwa dan semua istrinya bergantian menjadi Kapten Empress Spaceship.
Di dalam Dunia Jiwa, Excel Shimo menerima Liu Hualien dan Yang Mei sebagai pasangan Dao, tapi untuk mereka berdua masih belum mendapatkan jatah sebelum bertemu dengan istrinya yang berada di Benua Jiang Shan.
__ADS_1