God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 406.


__ADS_3

Chapter 406. Raja Mayat Hidup (1).


.....


Di Muara Kematian, tiba-tiba aliran air sungai menjadi surut dan muncul pintu gerbang secara berlahan. Tidak berselang lama pintu gerbang terbuka, lalu keluar satu sosok manusia tengkorak, kedua mata berwarna merah darah, di punggungnya terlihat tiga senjata pedang, dialah Raja Mayat Hidup.



Setelah Raja Mayat Hidup itu keluar, disusul seekor binatang berbulu hitam yang mengerikan, kepala serigala tubuh kelelawar, memiliki enam taring yang panjang. Binatang ini adalah Werewolf Mutan, tunggangan Raja Mayat Hidup.



Setelah Werewolf Mutan keluar, disusul banyak binatang Kelelawar yang juga bermutasi, tidak memiliki sayap, badan seperti manusia, wajah kelelawar, telinga besar dan lengan panjang menjuntai.


Setelah Kelelawar mutan keluar, disusul binatang anjing, di punggungnya memiliki dua tentakel, enam kaki dan mata berwarna hijau.




Satu per satu dua jenis binatang mutan itu keluar dari pintu gerbang, hingga memenuhi Muara Kematian, jumlahnya fantastis, mencapai ratusan ribu binatang mutan.


Tanpa komando, mereka berbaris rapi layaknya pasukan, dan siap diperintahkan untuk bergerak menyerang targetnya.


Raja Mayat Hidup sambil duduk di punggung Werewolf berjalan memeriksa seluruh pasukannya, lalu Werewolf memutar badan kearah Barat, tepatnya kearah dimana musuhnya berada.


"Dewa Binatang, kamu telah membunuh empat leluhur kami dan terpaksa aku harus muncul di permukaan untuk membunuhmu!? " gumam Raja Mayat Hidup.


Setelah kematian empat leluhur mayat hidup, Raja Mayat Hidup akhirnya bangkit karena koneksi ikatan batin mereka terputus.


Kemudian, dia membangkitkan semua pasukannya yang telah dipersiapkan oleh leluhur mayat hidup.


"Bunuh Dewa Binatang beserta semua orang!" perintah Raja Mayat hidup.


Suara anjing mutan menggonggong dan Kelelawar mutan berdesis, mereka segera berlari menuju targetnya. Sedangkan Werewolf yang menjadi tunggangan Raja Mayat Hidup mulai terbang berlahan dibelakang pasukannya.


.....


Sedangkan putra ketiga Raja Asyura si Dong Ping ditandu oleh timnya untuk di bawah menuju pintu keluar Hutan Mistik, dia dijaga oleh delapan wali penjaga hingga waktu perburuan telah berakhir.


Setelah dantian-nya rusak, Dong Ping hanyalah orang biasa, dia harus menyembuhkan dantian-nya terlebih dahulu sebelum berkultivasi lagi.


Para penjaga Hutan Mistik yang berada di luar Formasi jelas mengetahuinya, tapi mereka tidak akan mengeluarkan mereka sebelum waktu perburuan berakhir.


Lalu timnya segera kembali berburu binatang mistik dengan didukung dua wali penjaga. Selama perburuan, mereka hanya mendapatkan cincin roh berwarna ungu.


Yang tidak mereka ketahui, arah mereka dekat dengan wilayah Muara Kematian, dan salah satu wali penjaga melihat pergerakan pasukan Raja Mayat Hidup. Sontak wali penjaga itu terkejut dan memerintah juniornya untuk menuju pintu keluar.


Dengan segera dan tergesa-gesa, mereka terbang menuju pintu keluar.


Namun, sebagian pasukan binatang mutan mencium bau keringat mereka, dan langsung mengejar karena perintahnya untuk membunuh semua orang.

__ADS_1


Setelah sampai di pintu keluar, delapan wali penjaga tampak heran melihat timnya kembali sebelum waktunya. Yang lebih mengherankan wajah mereka tampak ketakutan.


Ketika timnya dekat, salah satu penjaga si Dong Ping bertanya kepada rekannya:


"Kenapa kalian kembali, apakah ada masalah lagi? "


Namun, tidak ada jawaban dan malahan langsung menuju pintu keluar.


"Tuan penjaga, tolong buka pintunya, ada banyak binatang mutan menuju kesini dan sebagian menuju kearah Barat! " teriak wali penjaga yang mengetahui pasukan Raja Mayat Hidup.


Sontak delapan wali penjaga kaget dan segera bertanya kepada juniornya. Akhirnya semua wali penjaga mengetahui dan ikut berteriak kepada penjaga Hutan Mistik.


Namun, para penjaga hanya diam dan tidak memberikan jawaban apapun, karena mereka pikir wali penjaga hanya ingin kabur setelah membunuh salah satu pemburu. Selain itu, di Hutan Mistik tidak pernah ada binatang mutan, oleh sebab itu mereka tetap bergeming walaupun wali penjaga berteriak.


Mau tidak mau mereka bertahan untuk melawan binatang mutan. Segera wali penjaga mengeluarkan semua alat perlindungan diri yang mereka punya, terutama untuk melindungi putra Raja Asyura.


Penjaga Hutan Mistik memperhatikan kepanikan mereka dan melihat di kejauhan debu berterbangan dan suara gonggongan binatang anjing...


....


Tidak terasa waktu dua puluh hari berjalan dengan cepat di Hutan Mistik, tinggal sepuluh hari lagi pintu keluar dibuka.


Dengan bantuan Excel Shimo, semua orang mendapatkan cincin roh berwarna ungu, merah dan hitam, termasuk kelima wanitanya dan kedua ketua telah mendapatkan cincin roh berwarna hitam.


Excel Shimo juga telah menangkap banyak binatang mistik untuk istri, keluarga dan pasukannya, bahkan untuk anaknya juga telah dia persiapkan.


Target semua orang melebihi ekspektasi, melebihi target karena, selain, mendapatkan cincin roh, mereka juga dibantu oleh Excel Shimo untuk mendapatkan peliharaan.


Jin Shou selalu berlatih dengan rajin dan bahkan melupakan tujuan untuk menjaga para junior untuk berburu, untung saja ada Excel Shimo yang selalu berada di depan.


Excel Shimo pun tidak mempermasalahkannya, sebab dia juga seorang ahli Alchemist, dia tidak akan menyerah sebelum mencapai kesuksesan, karena hal itu Excel Shimo membiarkan Jin Shou dan Tsai Li-Liang berlatih sambil mengikutinya berburu.


Sedangkan duo Dewi, Moon Qiang, Bunga Wangi, Dong Jingying dan yang lainnya tidak banyak berkembang karena fokusnya terbagi untuk berburu binatang mistik, khususnya untuk Moon Qiang, dia berhasil mengangkat benda seberat setengah kilo.


Sambil menunggangi Mystical Lion King menuju arah Barat Daya, Excel Shimo bertanya sebelum menjawab:


"Apakah tidak pusing lagi? "


Jin Shou tertawa, memang selama berlatih dia sering mengalami sakit kepala karena terlalu menguras mental, dia tidak menyangka kesulitan Kultivasi Jalan Hidup Alam melebihi Kultivasi berbasis cincin roh.


"Ya, memang masih terasa sedikit sakit kepala, tapi hari ini lebih baik dari kemarin! " jawab Jin Shou setelah berhenti tertawa.


"Bagus! Itu dasar tahap pertama, menggerakkan objek terfokus. Setelah itu, tahap kedua, gerakan objek maju mundur dan memutari tubuh. Tahap ketiga, angkat objek terberat setinggi mungkin, minimal satu meter dan beban benda seberat lima kulo. Tingkat dasar dari Kultivasi Jalan Hidup Alam untuk memperkuat mental, melatih daya ingat, memperkuat pikiran. Ini pelatihan menggantikan sumberdaya untuk memperkuat jiwa. Kalian tahu, sumberdaya untuk memperkuat jiwa sangatlah sulit didapatkan. Tapi dengan Kultivasi Jalan Hidup Alam, kalian digratiskan, cukup berlatih saja! "


Jawaban Excel Shimo mudah dimengerti tapi sulit dilakukan, seketika semua orang melongo mendengar penjelasan seperti seorang guru besar kepada muridnya. Mengangkat ranting saja sulitnya bukan main, apalagi harus mengangkat seberat limo kilo.


Memang benar, untuk memperkuat jiwa, seseorang kultivator harus mencari sumberdaya yang sangat langka dan jumlahnya sangatlah sedikit.


Excel Shimo sendiri belum sempat memperkuat kekuatan jiwa semua istrinya karena terkendala sumberdaya, sebab itu Excel Shimo ingin berburu Fiend Spirit.


"Aiyoh! Satu kilo saja hampir membuat aku mimisan bagaimana seberat lima kilo, apa harus muntah darah! " gerutu Jin Shou secara spontan.

__ADS_1


Excel Shimo terkekeh melihat seorang pria tua seperti anak kecil yang hampir putus asa, dia pun berkata:


"20 hari mampu menggerakkan benda seberat satu kilo sudah merupakan pencapaian terbaik dan gratis pula! "


Excel Shimo memotivasi Jin Shou dan semua orang, namun di balik perkataannya ada sentilan untuk Jin Shou, yaitu tidak ada namanya makan siang gratis, biarpun gratis harus ada upaya untuk mendapatkannya.


"Kakek, lebih baik fokus sama cucu itu lebih bermanfaat! " celetuk Jing Ehuang dan membuat semua orang tertawa.


Jing Ehuang kini lebih sering bertengger di bahu Excel Shimo, dan tidak jarang duduk di depan saat menunggangi Raja Singa, dan jelas membuat Moon Qiang cemburu.


Excel Shimo berhenti tertawa saat merasakan aura kematian mendekati, dia memerintah Raja Singa untuk memutarkan badannya, dan melihat kearah Utara. Semua orang yang menunggangi berbagai jenis binatang juga ikut memutar peliharaannya.


Terlihat di kejauhan aura hitam pudar bergerak kearah mereka, dan Excel Shimo mengunci alisnya saat tahu ada banyak binatang mutan.


"Kita kedatangan musuh, kalian bersiap-siaplah, bentuk Formasi pertahanan! " perintah Excel Shimo dengan serius dan membuat kebingungan yang tidak bisa menggunakan Mata Dewa.


Tapi, dengan keseriusan Excel Shimo, mereka segera mematuhinya dan membentuk Formasi Arrow.


Dengan rasa penasaran Moon Qiang bertanya:


"Memangnya siapa musuhnya? "


"Entahlah, ada dua jenis binatang aneh, binatang anjing dan manusia kelelawar. Tapi, ada satu pemimpin di belakang mereka, tebakan ku jika melihat sosoknya berwujud tengkorak, mata merah dan menunggangi Serigala Kelelawar, dia Raja Mayat Hidup! " jawab Excel Shimo, dia pernah melihat Raja Mayat Hidup di Benua Shen Zhou, tapi waktu itu Raja Mayat Hidup sedikit berbeda dan tidak memiliki tunggangan.


"Apa!! "


Spontan semua orang berteriak setelah Excel Shimo mendeskripsikan ciri-cirinya, wajah mereka berubah menjadi ketakutan dan sebagian ada yang sudah pucat pasi.


Excel Shimo merasa heran melihat reaksi mereka, dan karena penasaran dia bertanya:


"Apa kalian kenal dengan Raja Mayat Hidup? "


Semua orang mengangguk dan melihat kearah Moon Qiang, sebab dia memiliki hubungan erat dengan mayat hidup.


Moon Qiang menghela nafas berat saat harus menceritakan masa kelam Ras Iblis.


"Ini kisah sudah banyak yang tahu asal mula sejarah perjanjian damai antara mayat hidup dengan bangsa Malaikat. Ini bermula dari Raja Mayat Hidup yang merupakan cucu pertama dari empat leluhur yang kamu bunuh, dan ambisinya hampir sama dengan Kaisar Iblis yang baru saja bangkit di Benua Shen Zhou--"


"Apa kamu mengetahui kebangkitan Kaisar Iblis? " potong Excel Shimo saat Moon Qiang mengetahui berita tentang Benua Shen Zhou.


"Iya, kami Ras Iblis di manapun tempat dan sejauh apapun jaraknya, kita masih bisa saling berkomunikasi dan saling menceritakan situasi terbaru! " jawabnya.


Excel Shimo akhirnya mengerti kenapa Bing Nuan istrinya yang Succubus mengetahui sejarah mayat hidup di Benua Roh.


Waktu itu Ras Mayat Hidup dengan Ras Malaikat masih hidup rukun, tapi semua berubah saat Raja Mayat Hidup masih remaja, dimana masa mudanya dulu sering berkonflik dengan Ras Malaikat dan berakibat konflik berkepanjangan, lalu menjadi perang besar.


Sebenarnya ini hal umum jika keturunan Deity dan Yaksa sering berperang, tidak hanya di Alam Semesta Kelahiran dan Benua Roh saja, tapi dimana pun ada dua keturunan itu hidup dalam satu wilayah pasti selalu berseteru.


"Sampai kapan semua ini akan berakhir, satu merasa benar dan paling tua, satu merasa tidak mendapatkan keadilan karena merasa paling kecil. Semua berawal dari pikiran yang 'merasa'. Padahal semua belum terjadi tapi sudah dipikirkan. Pikiran oh pikiran, energinya menenangkan tapi dampaknya mengerikan. Semua berawal dari mata melihat dan telinga mendengar, sehingga pikiran bekerja. Jika tidak ada lagi hati nurani apa jadinya...! " gumam Excel Shimo sambil melihat ke langit, dia teringat dengan pesan kakek Excel alias Zhi Houcun.


Semua orang merenungi ucapan Excel Shimo, maknanya sangat dalam dan penuh arti.

__ADS_1


"Kata siapa api itu panas, padahal kita bisa menggunakan api. Jika tidak ada yang mengatakan api itu panas, maka orang tidak takut akan api dan tidak akan merasakan panasnya api...! "


__ADS_2