
Chapter 219. Dua Leluhur Kerajaan Tu.
Setelah memuji kecantikan dan memberikan ciuman kening kepada ketiga wanitanya, Excel Shimo berkata kepada Tu Qingxuan dan Tu Yueyin Mei. "Kalian berdua mulai sekarang adalah bagian dari keluarga besar-ku seperti saudari kalian, Juan Rong."
Juan Rong langsung memeluk lengan kanan Excel Shimo, sedangkan Tu Qingxuan memeluk dari depan dan adiknya di lengan kiri Excel Shimo. Mereka bertiga jelas sangat bahagia, dan penampilan yang terbaik akhirnya membuahkan hasil.
"Apa aku juga mendapatkan tato seperti Juan Rong?" tanya Tu Qingxuan yang ingin mendapatkan segel keluarga besar Excel.
"Jika kamu dan adikmu sudah siap untuk melewati malam pertama!" jawab Excel Shimo sambil menatap wajah cantik Tu Qingxuan.
Spontan Tu Qingxuan dan Tu Yueyin Mei menjadi malu dengan membenamkan wajahnya di dada bidang dan lengan Excel Shimo. Sedangkan Juan Rong hanya tersenyum, saat teringat malam pertamanya yang sangat indah dan memuaskan, ingin rasanya ia mengulangi.
Setelah mengobrol dengan ketiga wanitanya, Excel Shimo kembali mempelajari bagan peta pergerakan mayat hidup. "Berawal dari Sekte Racun Darah, kemudian menyebar keempat wilayah setelah pintu keluar terbuka. Sedikit demi sedikit rakyat jelata dan kultivator dengan kekuatan rendah ... mati...," gumam Excel Shimo sambil membaca keterangan di bawah bagan peta.
"Itu benar, hampir semua desa dan kota kecil menjadi sasaran pertama Ras Mayat Hidup, setelah mereka terkontaminasi racunnya, para korban menjadi bagian mereka!" jelas Juan Rong dengan di anggukan kedua putri Raja Tu.
"Jelas mereka sedang membentuk pasukan mayat hidup. Lalu, kemana darah para korbannya?" tanya Excel Shimo kepada dirinya sendiri dan ketiga wanitanya hanya geleng-geleng kepala.
Disaat Excel Shimo dan ketiga wanitanya sedang berpikir, seorang Kasim Istana datang. "Tuan muda, Yang Mulia memanggil Anda." pesan si Kasim Istana kepada Excel Shimo sambil menundukkan kepalanya.
"Oh! Sudah selesai berdiskusi, ya...! Mari." ujar Excel Shimo sambil menyimpan bagan peta tersebut, dan berjalan mengikuti Kasim Istana bersama ketiga wanitanya.
"Paman, terima kasih sudah membantu saya...," kata Excel Shimo kepada tetua penjaga perpustakaan, sambil meletakkan cincin dimensi kelas rendah di mejanya tanpa tetua penjaga ketahui, di cincin itu berisi beberapa pil kultivasi Tingkat Peri Benua dan beberapa Batu Mistik.
"Tidak perlu sopan Tuan muda, itu sudah menjadi kewajiban saya!" jawab tetua penjaga sambil tersenyum.
__ADS_1
"Semoga kita bertemu lagi, saya pergi dulu." pamit Excel Shimo yang melambaikan tangan kepada tetua penjaga sambil berjalan menuju Istana Kerajaan Tu.
"Iya, jika takdir menghendakinya," gumam tetua penjaga yang melihat punggung Excel Shimo, "anak yang abnormal, tinggi badan 200 cm diusia 12 tahun, kekuatan Tingkat Dewa, memang luar biasa keturunan dari Kakek Excel. Aku harus memberitahukan putri-ku di akademi." lanjutnya yang kagum kepada Excel Shimo dan segera mengeluarkan siput penghantar suara.
Berita tentang orang Yang Diramalkan adalah cucu dari Sang Legenda sudah tersebar dengan cepat dikalangan anggota Kerajaan dan penduduk setempat, entah siapa yang menyebarkan berita tersebut.
Untung saja Kasim Istana membawa pasukan pengawal sehingga perjalanan mereka ke Istana tidak terhambat. Banyak orang yang ingin kenal lebih dekat dengan Excel Shimo, sayangnya penjagaan cukup ketat. Excel Shimo hanya tersenyum dan melambaikan tangan kepada penduduk yang memanggil namanya.
"Perasaan tadi mereka tidak seantusias ini, memangnya ada apa dengan mereka?" tanya Excel Shimo kepada Kasim Istana.
"Maaf Tuan muda, entah siapa yang menyebarkan identitas Anda, jika Tuan muda adalah cucu dari Sang Legenda, hingga banyak orang yang ingin menemui Tuan muda," jawab Kasim Istana yang juga heran bagaimana identitas Excel Shimo bisa keluar dari Istana, "bahkan di depan halaman Istana sudah banyak wanita muda yang menunggu, Tuan muda." lanjutnya dan tersenyum setelahnya.
"Hmm! Minta pemukulan mereka semua!" ancam Tu Yueyin Mei yang tidak suka mendapatkan pesaing lagi.
Juan Rong hanya melirik tanpa ikut berbicara dan mengambil kesempatan untuk memeluk lengan kiri kekasihnya.
"Curang!!" ujar kedua putri Raja Tu kepada Juan Rong, dan melihat Juan Rong menjulurkan lidah, mengejek.
"Sabar - sabar, nanti kita juga akan mendapatkan bagian cepat atau lambat," kata Tu Yueyin Mei dan membalas ejekan Juan Rong.
Sesampainya di halaman Istana Kerajaan Tu, sudah banyak wanita muda yang berpenampilan menarik perhatian pria, dan Excel Shimo menghitung mereka. "Satu, dua, sepuluh, dua puluh ... delapan puluh...!"
Excel Shimo menghitung bukan untuk kesenangan, melainkan seberapa banyak energi Yin mereka bermanfaat untuk meningkatkan kekuatannya. "terendah Tingkat Master dan tertinggi Tingkat Grand Master, masih kurang banyak. Setidaknya minimal Tingkat Raja dan itupun yang masih gadis."
"Kalian tanya tujuan mereka ingin menemuiku, jika hanya karena pendukung di belakangku, tolak mereka. Tapi, jika mereka dengan niat hati tulus ingin menjadi bagian keluar besar-ku, terima mereka!" pinta Excel Shimo kepada ketiga wanitanya dengan suara telepati, "ingat, lakukan dengan cara halus dan tidak membuat kebencian yang tidak perlu." sambungnya.
__ADS_1
"Apa boleh mereka menjadi pelayan-ku?" tanya Tu Yueyin Mei yang ingin menjadikan mereka sebagai pelayan, agar dirinya tidak dikalahkan untuk menjadi kesayangan kekasihnya.
"Asal kamu bisa memberlakukan mereka dengan baik dan tidak sombong, jadikan mereka bagian keluargamu juga!" tutur Excel Shimo kepada Tu Yueyin Mei.
"Baik!" jawab serempak ketiga wanitanya dengan patuh, dan terlihat mereka senang.
Excel Shimo terus berjalan bersama Kasim Istana dan meninggalkan ketiga wanitanya.
Di Istana Kerajaan Tu telah hadir Raja Tu dan para pemimpin, diantara mereka ada dua Leluhur Kerajaan Tu.
"Salam. Maaf membuat para Senior menunggu saya, tadi di jalanan menuju kesini ada sedikit hambatan!" sapa Excel Shimo sambil menangkupkan kedua tangan kepada Raja Tu, dua Leluhur dan semua pemimpin yang hadir.
"Hahaha! Anak muda, jangan terlalu sopan, sudah wajar cucu Sang Legenda begitu populer," salah satu Leluhur berjenggot panjang sambil mendekati Excel Shimo dan menghentikan upacara hormatnya, "perkenalkan, namaku Tu Huang Xi'an." lanjutnya sambil memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan saya, Tu Huang Shang. Anak muda, kamu sangat hebat, di usia 12 tahun sudah berada pada Tingkat Dewa Langit," ujar Leluhur kedua setelah memperkenalkan dirinya.
Sontak Excel Shimo kaget, karena baru kali ini ada orang yang bisa melihat basis kultivasi-nya, padahal dia sudah menggunakan War Clock yang mampu menyembunyikan kekuatannya. Tidak hanya Excel Shimo yang kaget, tapi semua orang yang hadir, hanya Tu Huang Xi'an yang tampaknya sudah tahu.
"Hahaha! Jangan kaget Tuan muda, adikku Huang Shang memiliki kelebihan yang mampu melihat kekuatan tersembunyi siapapun, walaupun mereka menggunakan jirah maupun jubah persembunyian," tawa Tu Huang Xi'an yang melihat Excel Shimo terkejut.
"Memang luar biasa Senior Huang Shang," puji Excel Shimo sambil menggelengkan kepalanya, sebab masih ada orang yang memiliki kemampuan hebat.
"Tidak, saya tidak hebat, ini hanya kemampuan bawaan saja, cucuku Tu Yueyin Mei dan Tu Qingxuan juga memiliki kemampuan ini, saat kekuatan mereka nanti berada pada Tingkat Peri Alam!" sahut Tu Huang Shang yang terlalu malu dengan pujian dari Excel Shimo.
"Tetap saja hebat dan itu juga kemampuan Anda, Senior!" ujar Excel Shimo dengan tulus, ia juga ingin memiliki kemampuan seperti Tu Huang Shang.
__ADS_1