
Chapter 178. Meramu Pill Regenerasi Sel.
Loi Annchi beserta saudari-saudarinya, terus membombardir bawahan Cheng Zan dengan anak panah energi. Disaat bawahan Cheng Zan menyerang balik, dinding perisai milik Raja Fung selalu memblokir serangan mereka.
"Sial, sial!! Bagaimana mematahkan formasi mereka!!" umpat anggota Balai Penegak Disiplin yang memiliki kekuatan Tingkat Peri Alam level 5, ia tampak frustasi tidak mampu membalas serangan musuhnya, "semuanya berkumpul dan serang mereka bersama-sama. Arahkan serangan pada titik tengah formasi mereka!" lanjutnya setelah berpikir sejenak, orang itu telah menemukan kelemahan Formasi Battle Will.
Formasi Battle Will memang memiliki kelemahan yang berada pada pemimpin yang selalu berlindung ditengah sambil memberikan energi spritual kepada semua wanita dan Raja Fung.
Segera kedelapan bawahan Cheng Zan berkumpul setelah menerima perintah. Mereka tidak memperhatikan jika pemimpinnya menjadi samsak tinju keempat Dewi-dewi, karena terlalu fokus menyerang sasarannya.
Melihat mereka berkumpul, Loi Annchi menyeringai. "Formasi menyerang, Badai Tornado!" perintah Loi Annchi sebagai komandan Formasi Battle Will.
Segera Raja Fung terbang lebih tinggi dari musuh, sambil memutari kesembilan bawahan Cheng Zan. Sedangkan semua wanita, memberikan energi kepada Raja Fung agar memiliki kekuatan lebih.
"Huff, mau mengecoh kita!!" dengus salah satu orang yang mengira musuhnya ingin membuat tim-nya kebingungan.
"Serang, dengan kekuatan penuh!" perintah orang yang mempunyai kekuatan Peri Alam level 5.
Wushhh.. Wushhh...
"Paman Fung, serang. Badai Tornado!!" Loi Annchi juga segera menyerang dengan memberikan perintah kepada Raja Fung.
Raja Fung mengepakkan sayapnya lebih kuat dan cepat kearah targetnya sebelum serangan energi musuh mendekat. Dengan kepakan sayapnya, muncul pusaran angin melesat kearah musuh.
Wushhh...
Boommm...
Suara ledakan hebat memekakkan telinga saat dua serangan gabung saling berbenturan, hingga memicu gelombang kejut yang kuat.
"Sialannn....!!" umpat salah satu Leluhur Kerajaan Huang saat melihat Badai Tornado tidak hancur setelah benturan.
Badai Tornado melesat kearah bawahan Cheng Zan dengan sangat cepat.
"Gabungkan energi membuat perisai perlindungan!!"
Boommm... 💥💥
Sekali lagi dua ledakan hebat memekikkan telinga. Kesembilan bawahan Cheng Zan terhempas seperti layangan putus, mereka berguling-guling di udara dan akan terjatuh.
"Masuk!" kata Excel Shimo saat menarik kesembilan bawahan Cheng dengan energi spiritual, seperti kemampuan Telekinesis.
__ADS_1
Kesembilan bawahan Cheng Zan yang telah pingsan, segera tertarik dan dimasukkan kedalam Couldron Dragon Phoenix Celestial yang telah menjadi besar oleh Excel Shimo.
"Suami, terima ini!" teriak Dewi Chang'e yang akan memukul lagi Cheng Zan.
Peng...
"Akhhhh...!!" Cheng Zan hanya bisa berteriak setiap kali mendapatkan ciuman hangat kepalan tangan dan kaki dari keempat Dewi-dewi.
Cheng Zan melesat kearah Excel Shimo yang sudah membuka penutup tungku, sambil tersenyum melihat tubuh gendut Cheng Zan sudah babak belur.
Peng... Brukkk...
Akhirnya Cheng Zan dan bawahannya mendekam didalam tungku. Excel Shimo segera mengeluarkan Leluhur Sekte Gagak Hei Suyin, mantan Pemimpin Kota Perdamaian dan bawahannya, dan juga memasukkan mereka kedalam tungku. Kemudian, Excel Shimo segera menutup tungku dan menyegel dengan formasi.
"Ahhh... Lepaskan!!"
Banggg... Banggg
Hei Suyin berusaha menghancurkan tungku bersama bawahannya. Namun, tungku itu tidak hancur, bahkan bergetar saya tidak. Sedangkan Cheng Zan yang sudah tidak lagi mendapatkan serangan, menjadi tersadar dan terkejut sudah masuk kedalam tungku.
"Katakan tujuan kalian berada di Benua Jiang Shan?" ujar Excel Shimo kepada mereka semua.
"Bajingann, lepas aku?!" bentak Cheng Zan yang marah dan juga ketakutan.
"Ahhhhh...!!" teriakan semua orang saat tubuhnya mulai tersengat api.
"Ahhhh... Panasss...!!"
"Ampun...!!"
Berbagai macam ucapan dan teriakan tidak menghentikan Excel Shimo yang akan menjadikan mereka Pil Regenerasi Sel. Malahan Excel Shimo masukan beberapa tanaman Roh dan tanaman obat kedalam tungku.
"Sialannn... Kalian akan mendapatkan balasan dari Pimpinan pusat... Ahhh!!" ancam Cheng Zan dan berteriak kesakitan saat Excel Shimo menambah kekuatan panas api-nya.
Shui Peiyu dan Ming Li Ling segera memalingkan wajahnya, sebab mereka tidak tega melihat tubuh mereka yang mulai melepuh dan mengeluarkan aroma daging terbakar.
"Siapa pimpinan pusat yang dikatakan si gendut itu?" tanya Excel Shimo kepada Dewi Angsa.
"Akademi Pedang Surga pusat berada di Benua Zhong Hua, Pemimpin Tertinggi bernama Yuan Shao dari Klan Yuan. Dia terkenal kejam dan bengis kepada setiap orang yang menyentuh Akademi Pedang Surga. Kekuatan Yuan Shao pada Tingkat Prajurit Surgawi. Koneksinya sangat banyak, diantara adalah salah satu Dewan Keamanan...," jawab Dewi Angsa dengan detail mengenai profil pimpinan tertinggi Akademi Pedang Surga di pusat.
"Apa ancamannya berdampak pada kita?" tanya Excel Shimo yang terlihat kuatir mendapatkan masalah disaat dirinya masih lemah, ia segera mengurangi panas Api Nirwana.
__ADS_1
"Tidak akan, mereka tidak akan banyak peduli dengan alam rendah seperti Jiang Shan, Jiu Zhou dan Sihai, selain memperdulikan upeti yang tidak seberapa sebenarnya bagi mereka!" sahut Dewi Naga yang sudah memahami aturan dan juga sifat para pemimpin di alam yang lebih tinggi.
"Suami, kamu tidak perlu kuatir kepada mereka, asal tidak memusnahkan salah satu cabang Akademi!" kata Dewi Chang'e yang tahu kekuatiran Excel Shimo.
"Baguslah...." ujar Excel Shimo yang merasa lega, ia sebenarnya tidak takut, hanya masih memikirkan dampak bagi orang-orang terdekatnya jika membunuh salah satu anggota dari alam atas.
Tanpa ada rasa kuatir lagi, Excel Shimo kembali melanjutkan mengekstrak musuhnya yang baru saja bernafas lega.
Sebelum membakar tubuh mereka, Excel Shimo mengambil semua hartanya.
Excel Shimo memberikan cincin dimensi kepada Dewi Angsa untuk didistribusikan kepada saudari-saudarinya dan Raja Fung. 'Fang Yin yang cocok aku percayai untuk mengolah kekayaanku di Dunia Jiwa. Biarkan dia mendidik semua istriku!' batin Excel Shimo setelah membaca semua ingatan dan pikiran Dewi Angsa.
"Paman Fung, segera kembali melanjutkan perjalanan kita!" perintah Excel Shimo sambil terus mengekstrak tubuh musuhnya.
Wushhh...
Raja Fung mengepakkan sayapnya dengan sangat cepat, agar segera tiba pada tujuannya. Sedangkan Excel Shimo terus sibuk dengan meramu Pill Regenerasi Sel bagi semua wanitanya.
Teriakan Cheng Zan, Hei Suyin, mantan pemimpin Kota Perdamaian dan para bawahannya tidak digubris oleh Excel Shimo, bahkan menyegel tungku dengan formasi kedap suara.
"Hebat, jadi begitu caranya!!" seru Seng Huaran yang selalu mengamati suaminya sedang meramu pil.
Semua orang juga tidak melewatkan tindakan Excel Shimo yang prosesnya dilakukan setahap demi setahap. Jarak Akademi Pedang Surga masih jauh dan akan tiba saat hari menjelang pagi.
Sebab itu Excel Shimo mau membuatkan Pill Regenerasi Sel saat dalam perjalanan menuju tujuan pertamanya di wilayah Utara. Raja Fung tidak merasa kepanasan, sebab Excel Shimo telah membuat perlindungan di punggungnya.
Waktu berjalan dengan cepat dan Excel Shimo telah selesai pada tahap akhir, yaitu meningkatkan pil hingga garis lima. Aroma wangi dan menyegarkan segera dirasakan semua wanita dan terlihat wajah mereka menjadi cerah.
Excel Shimo membagi esensi sebelum memadat menjadi ratusan pil dan disesuaikan jumlah wanitanya. Rencananya, setiap wanita mendapatkan 75 butir pil. Bahkan pelayannya juga mendapatkan bagian yang sama.
"Raja, setengah dupa waktu kita akan sampai di perbatasan wilayah Akademi Pedang Surga!" lapor Raja Fung dengan terbang melambat.
Danggg.... Danggg...
"Iya, sebentar lagi sudah selesai!" jawab Excel Shimo saat melihat ratusan pil berusaha menerobos keluar dari tungku saat ditingkatkan menjadi garis lima.
Sudah berkali-kali suara tungku selalu berbunyi ketika pil tersebut ditingkatkan hingga maksimal. Kedua mata semua wanita berbinar-binar, saat tahu suaminya akan sukses.
Plakkk...
"Selesai!" kata Excel Shimo setelah menepuk penutup tungku yang terukir dengan bentuk Burung Phoenix, penutup tungku segera terbuka dengan melayang, dan ratusan pil yang sudah menjadi garis lima segera keluar.
__ADS_1
Semua wanita sudah menyiapkan banyak botol giok, setiap botol giok mampu menyimpan 10 butir pil.
Excel Shimo membagikan secara adil kepada semua wanita.