
Chapter 65 Menaklukkan Hutan Penguasa(4), Unicorn Badak.
Setelah Sun Yao bercerita banyak tentang sejarah Hutan Penguasa, dia beserta bawahannya segera meningkatkan kekuatan dengan mengkonsumsi pisang Raja.
Demikian juga dengan Loi Annchi, ia segera memakan buah Persik yang terakhir. Sedangkan Excel Shimo, ia duduk bersila sembari memejamkan mata, ia sedang berkomunikasi dengan Lotus Bao.
Setelah menghabiskan waktu 4 dupa, akhirnya Loi Annchi, Sun Yao dan bawahannya telah selesai meningkatkan kekuatannya. Segera Excel Shimo membuka mata dan melihat fondasi mereka. Excel Shimo tersenyum dan memberikan acungan jempol kepada mereka.
"Terima kasih, Sayang." ucap Loi Annchi dengan mencium pipi kekasihnya.
"Terima kasih, Raja."
"Bagus. Segera kita melanjutkan perjalanan, karena waktu kita sangat singkat... " ucap Excel Shimo, dia sedikit berpikir perihal anak buah Sun Yao yang mencapai ribuan.
Mengetahui apa yang dipikirkan Rajanya, Sun Yao segera berbicara.
"Raja, Anda jangan mengkuatirkan mereka, saya memiliki kantongi spasial untuk membawa mereka... " ujar Sun Yao, dengan mengeluarkan benda yang seperti kantong kain berwarna keemasan di balik bulu-bulunya yang berwarna kuning.
Lalu, ia membuka kantong itu, dan segera semua kera tersedot ke dalam kantong spasial.
"Hebat, kantong spasial seperti cincin dimensi tingkat Dewa. Apa mereka tidak kelaparan saat berada didalamnya?" tanya Excel Shimo yang ingin tahu.
"Hahaha, tenang saja Raja, kantong ini mampu memelihara mereka selama berbulan-bulan tanpa makan dan minum." jawab Sun Yao yang sedikit bangga memiliki kantong spasial, apalagi Rajanya memuji kantong spasial.
"Baiklah, siapa yang harus kita kunjungan terlebih dahulu?" tanya Excel Shimo yang ingin segera menyelesaikan misinya.
Lalu, Sun Yao mengeluarkan sebuah peta yang terbuat dari kulit binatang. Di peta itu terlihat sangat lengkap, dan juga tertulis nama-nama para penguasa.
Sun Yao memberikan peta itu kepada Excel Shimo. Dengan teliti dan menghafal peta Hutan Penguasa, Excel Shimo melihat wilayah terdekat dengan posisi mereka.
"Kita taklukkan Unicorn Badak." titah Excel Shimo sambil memberikan peta Hutan Penguasa kepada Sun Yao.
13 orang itu terbang menuju wilayah Ras Unicorn Badak. Excel Shimo, Loi Annchi dan Sun Yao terbang berjajar dan dibelakangnya 10 bawahannya.
__ADS_1
Unicorn Badak, seperti namanya memiliki 1 tanduk di dahinya, seluruh tubuh mengenakan baju besi yang keras.
Walau gerakan Unicorn Badak lambat, keunggulannya terletak pada pertahanan.
Tidak butuh waktu lama, sekitaran 1 waktu dupa, akhirnya mereka tiba. Kehadiran 13 orang itu membuat gelisah penghuni Hutan Penguasa. Setiap mereka lewat banyak binatang buas yang ketakutan, dan berlari menjauhi mereka.
Segera Excel Shimo mendarat didepan perbatasan wilayah Unicorn Badak.
Dikejauhan sudah terdengar suara gemuruh derap langkah kaki para Unicorn Badak. Mereka merasakan aura kuat mendekati wilayahnya.
Excel Shimo dan yang lainnya menunggu mereka datang.
"Guakkk...! Kalian telah memasuki wilayahku, pergi!?" hardik salah satu Unicorn Badak, setelah menguak.
Terlihat pimpinan Unicorn Badak marah kepada Excel Shimo dan kelompoknya. Jelas pemimpin Unicorn Badak tidak suka dengan kehadiran mereka.
"Hahaha! Sobat, sabar dulu. Apa kamu tidak ingin membalas dendam pada Kerajaan Rubah Bulan?" Sun Yao tertawa melihat Pemimpin Unicorn Badak yang kesal wilayahnya diinjak Ras lain.
Segera tubuhnya berubah menjadi setengah Manusia dan setengah Unicorn. Badannya berbentuk manusia, dan kepalanya masih kepala Unicorn yang memiliki 1 tanduk.
"Apa maksudmu Kera jelek? Kamu ... sejak kapan ... !" tanya Pemimpin Unicorn Badak dengan nada menyelidik niat Raja Kera Emas. Saat melihat basis kultivasi Sun Yao, ia kaget.
"Hahaha, kenapa terkejut? Biasa saja, ini berkat Raja kami...!" ujar Sun Yao tertawa dan memperkenalkan Excel Shimo sebagai Raja para kera.
Sedari tadi, Excel Shimo hanya diam tanpa ikut berbicara, dengan Loi Annchi yang selalu memeluk lengan kiri kekasihnya.
"Raja ... Raja para kera ... Hahaha," spontan Pemimpin Unicorn Badak tertawa, ia tidak percaya sosok yang terkenal arogan dan galak mau mengakui Ras Manusia menjadi Rajanya
"sejak kapan Raja Kera Emas tunduk pada anak kecil... Hahaha." lanjutnya dan tertawa terbahak-bahak.
Sun Yao dan Pemimpin Unicorn Badak adalah teman lama, karena itu ia mengenal betul sifat temannya.
"Jangan remehkan Raja kami, tanpa Beliau, tidak mungkin kita bisa meningkatkan kekuatan hingga 3 level!" sahut Sun Yao yang terlihat bangga telah meningkatkan kekuatan.
__ADS_1
"Baiklah ... anggap saja aku percaya! Apa maksudmu dengan Kerajaan Rubah sialan itu?" Pemimpin Unicorn Badak menahan tawanya, ia kuatir membuat temannya menjadi marah. Apalagi kekuatan dia dan Sun Yao terpaut jauh.
"Raja Huang dan Raja Yue Hu beserta pasukannya berniat menguasai wilayah Barat dan wilayah Selatan. Dalam 5 hari mereka akan tiba di Perbatasan Kematian," Sun Yao menjawab sembari melangkah mendekati temannya, saat jarak terpaut 2 meter, ia berhenti dan kembali berbicara, "mereka beralasan jika kedua Putra Mahkota telah diculik oleh Raja Han. Sebab itu, kedua Kerajaan menyerang wilayah ini."
Sun Yao berhenti berbicara, ia menunggu respon dari temannya.
"Alasan klasik, sejak dulu mereka ingin menguasai Benua Jiang Shan. Kesombongan dan ambisi mereka selalu saja membuat banyak Ras membencinya," setelah menghela nafas dan menghembuskan secara kasar, Pemimpin Unicorn Badak lanjut berbicara, "bagaimana tanggapan Raja Han dan Raja Long? Aku yakin mereka yang dituduh pasti tidak terima!" tanyanya yang ingin tahu tindakan apa yang akan dilakukan oleh kedua Raja itu.
Loi Annchi segera melepaskan lengan kekasihnya, dan berjalan mendekati Sun Yao. Saat sejajar dengan Sun Yao, Loi Annchi sedikit membungkuk untuk memberikan rasa hormat sebagai Junior.
"Salam Paman. Namaku Loi Annchi dari Ras Thunderbird," kata Loi Annchi dengan memberi salam dan memperkenalkan dirinya. "Raja Han dan Raja Long telah bersiap menghadapi mereka, Paman. Kerajaan Huang dan Kerajaan Rubah Bulan juga mendapatkan dukungan dari Akademi Pedang Surga." lanjut Loi Annchi menjawab Pemimpin Unicorn Badak.
"Ma Xiniu, itu namaku. Panggil saja Paman Ma." Ma Xiniu membalas sopan santun dari Loi Annchi.
Excel Shimo segera berjalan mendekati Kekasihnya, dan mengulurkan tangan sambil memperkenalkan diri.
"Saya Excel Shimo, panggil saja Shimo, Paman Ma." kata Excel--dengan nada ramah.
Segera Ma Xiniu menjabat tangan Excel Shimo, dan sedikit memegang dengan meremas. Ma Xiniu mengerutkan kening saat tangannya terasa sakit, karena Excel Shimo membalas meremasnya.
Aksi itu tidak luput dari semua mata. Sun Yao hanya tersenyum saat melihat raut wajah temannya.
"Hahaha, hebat, hebat. Usia muda sudah memiliki kekuatan fisik Berlian tahap awal." dengan ketawa, Ma Xiniu segera melepaskan tangannya. Dia merasa kebas dan ngilu pada tulang jarinya.
Ma Xiniu tidak menyangka jika orang yang dia anggap masih bocah memiliki kekuatan yang hebat.
"Hanya keberuntungan, Paman." ujar Excel Shimo dengan rendah hati.
"Keberuntungan juga bagian dari kekuatanmu, Nak. Aku yakin potensi masa depanmu sangat cerah," puji Ma Xiniu pada Excel Shimo, "pantas Sun Yao mengakuimu sebagai Rajanya. Aku harap kamu juga bisa merawat kami dengan baik, tidak seperti perlakuan kedua Raja itu." lanjut Ma Xiniu.
Ma Xiniu tidak bertele-tele saat berucap, dengan sekali menguji kekuatan Excel Shimo, dia segera mengikuti seperti Sun Yao.
(Author : Sebenarnya saya ingin sekali ikut event Crazy Up, berhubung lencana saya hanya Silver, pengajuan saya ditolak. Terima kasih atas dukungan kalian. Jangan lupa tinggal kan jejak, entah itu jempol, kelingking atau apa saja 😂. Sehat untuk kita semua. Salam)
__ADS_1