God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 278. Menemui Raja Chu.


__ADS_3

Chapter 278. Menemui Raja Chu.


Sesampainya di pintu keluar paviliun, Excel Shimo melambangkan tangannya untuk memasukkan semua pasukan binatang dan Kuda Surgawi kedalam Dunia Jiwa. Lalu, dengan menggetarkan tubuhnya, Excel Shimo menghilang bersama An Na dan Chu Yao.


"Nona Ling!" Panggil Jenderal Selatan kepada Gongsun Ling saat pasukan binatang sudah tidak ada lagi.


Gongsun Ling buru-buru menyusul dengan menggandeng tangan Zhang Rouxin, dia juga ikut menghilang tanpa peduli dengan orang yang memanggil namanya.


"Sialan! Lihat saja ... Jika aku tidak bisa memisahkan kalian, aku akan mengasingkan diri!" umpat Jenderal Selatan sambil mencari keberadaan wanita yang dia cintai, dia bersumpah, jika gagal mendapatkan Gongsun Ling dia akan melepaskan semua kebesarannya dan memilih fokus berkultivasi.


Wushh... Wushh...


Excel Shimo muncul di pintu gerbang Istana Kerajaan Chu bersama kedua istri, disusul dibelakangnya adalah Gongsun Ling dan Zhang Rouxin. 'Apa yang harus aku lakukan! Jika tahu seperti ini, aku tidak akan berubah menjadi dia!' batin Gongsun Ling sambil melihat punggung Excel Shimo yang masih menjadi Huang Guang.


"Putri," sapa prajurit penjaga pintu gerbang saat melihat Chu Yao.


"Aku ingin menguji alat pendeteksi," kata Chu Yao yang ingin segera mengetahui hasil penyamaran suaminya dan An Na.


"Baik Putri, silakan masuk saja!" pinta prajurit penjaga dengan hormat.


Chu Yao berjalan terlebih dahulu, yang diikuti oleh An Na dan Excel Shimo. Gongsun Ling segera mengikuti suaminya bersama Zhang Rouxin, perasaannya menjadi ambigu.


Segera tubuh An Na diselimuti sinar berwarna merah yang memeriksa tubuhnya, setelah Chu Yao melewati alat pendeteksi. Seketika penyamaran An Na terlihat dan menjadi wujud aslinya. Prajurit penjaga seketika waspada dengan menghunuskan tombaknya.


"Tidak apa-apa, aku hanya menguji alat pendeteksi!" cegah Chu Yao agar prajurit penjaga tidak menyerang An Na.


Segera prajurit penjaga kembali seperti semula. Sedangkan Excel Shimo menganggukkan kepala, tanda dia mengerti sistem alat pendeteksi yang mampu membatalkan penyamaran.

__ADS_1


"Alat yang patut dicontoh!" gumam Excel Shimo yang akan membuat alat pendeteksi. Chu Yao jelas bangga Kerajaan Chu memiliki alat yang hebat.


"Ini sebenarnya adalah Artefak Bintang Satu, yang didapatkan dari Benua Zhong Hua," kata Chu Yao yang menjelaskan.


Tanpa menjawab, Excel Shimo segera berjalan, dan berhenti saat sinar merah sedang mendeteksinya. Setelah beberapa saat, Excel Shimo tidak berubah wujud dan tetap seperti penampilan Huang Guang.


"Mantap!" ujar Chu Yao yang memuji topeng milik suaminya yang tidak membuat alat pendeteksi berhasil membongkar penyamaran, "ayo kita ke Istana, tampaknya Raja Chu ada di dalam." ajak Chu Yao yang sekalian memperkenalkan Excel Shimo kepada ayahnya.


Segera Excel Shimo merubah penampilan aslinya dan mengejutkan prajurit penjaga, sebab alat pendeteksi tidak membongkar penyamaran, padahal sebelumnya berhasil membongkar seorang wanita yang menyamar menjadi pria.


"Aneh! Apa alat ini rusak!" gumam prajurit penjaga sambil memeriksa alat pendeteksi, tapi tidak ada kerusakan. Prajurit penjaga itu melihat kepergian putri Kerajaan sambil menggelengkan kepalanya.


Kemudian, kelima orang itu menuju ke Istana Kerajaan Chu, Excel Shimo melihat tidak terawatnya taman, dinding banyak retakan, bisa ditebak jika serangan awal mayat hidup tidak pernah diperkirakan oleh semua orang. Bahkan kasim Istana yang biasanya rapi dan bersih kini tampak tidak terawat, demikian juga dengan pelayan Istana.


Kerajaan Chu tidak jauh berbeda dengan Kerajaan Tu yang lebih mementingkan keselamatan rakyat dan semua orang. Dengan menghela nafas karena prihatin, Excel Shimo berencana untuk membantu biaya Kerajaan Chu seperti di Kerajaan Tu.


"Hati nurani sudah mati!" ujar Excel Shimo dengan suara rendah yang menyindir Dewan Keamanan yang tidak membantu.


"Putri Yao, Yang Mulia sudah menunggu Anda," kata seorang Kasim Istana kepada Chu Yao.


"Mm," Chu Yao hanya menganggukkan kepala dan mengikuti si kasim sambil memegangi lengan kiri suaminya.


Saat Excel Shimo masuk ke dalam Istana suasana tampak tidak harmonis, sebab Raja Chu sedang berdebat dengan Permaisuri yang didukung oleh Selir. Diantara mereka ada juga tiga putra mahkota, yaitu Chu Feng, Chu Ming dan Chu Liang Chan.


Seketika semua orang terdiam dan melihat kearah kedatangan Chu Yao yang memegangi lengan kiri Excel Shimo, sebelah kiri An Na yang lengket seperti perekat. Dibelakangnya Gongsun Ling dan Zhang Rouxin.


Buru-buru Raja Chu berdiri dan menghampiri Excel Shimo dan putrinya, diikuti oleh Permaisuri, Selir, kecuali ketiga putra mahkota yang diam dengan tatapan kebencian

__ADS_1


"Selamat datang Dewa Binatang, maafkan kami tidak sempat menyambut kedatangan Anda bersama Nona Ling. Kami juga berterima kasih atas bantuannya melawan mayat hidup!" sapa Raja Chu dengan menangkupkan kedua tangan, tampak dia bahagia melihat putrinya bisa menjadi pasangan Dao.


Chu Yao sudah banyak menceritakan tentang suaminya dan sangat didukung oleh Raja Chu dan leluhurnya. Bahkan menceritakan jika Zhang Rouxin beserta si gadis takdir juga telah menjadi pasangan Dao. Awalnya mereka terkejut, jika Gongsun Ling dan Zhang Rouxin mau menjadi istri dari orang yang diramalkan.


Kini mereka semua telah melihat sendiri, dan mempercayai ucapan Chu Yao.


Raja Chu memiliki tiga Permaisuri dan sepuluh Selir, dan ratusan Dayang. Chu Yao adalah putri dari Permaisuri Lien istri ketiga Raja Chu. Sedangkan putra mahkota pertama adalah anak dari Permaisuri Xuerui istri pertama. Permaisuri Jiao istri kedua melahirkan putra bernama Chu Ming. Chu Liang Chan adalah anak dari Selir pertama yang bernama Selir Jie. Selain mereka berempat, Raja Chu juga memiliki beberapa putra dan putri dari Selir dan dayang.


"Tidak perlu sopan seperti ini!" jawab Excel Shimo yang menahan kedua tangan Raja Chu agar tidak membungkuk, "Anda adalah mertua saya, jadi seharusnya saya yang menghormati Anda dan membantu melawan mayat hidup." lanjutnya sambil menangkupkan kedua tangan dan sedikit membungkuk kepada Raja Chu.


"Hahahaha! Layak menjadi menantuku!" tawa Raja Chu yang bahagia memiliki menantu yang sikapnya sopan menghargai orang tua.


Ketiga Permaisuri dan sepuluh Selir melongo melihat suami Chu Yao begitu tampan, tinggi dan kuat, apalagi usianya masih sangat muda. Buru-buru Permaisuri Lien mendekati putrinya. Permaisuri Lien menarik putrinya, dia berbisik setelah agak jauh dari Excel Shimo dan semua orang.


"Suamimu sangat tampan, bagaimana ceritanya kamu bisa mengenal orang Yang Diramalkan ini?" puji Permaisuri Lien dan bertanya dengan penuh minat.


Kedua Permaisuri dan kesepuluh Selir tampak cemburu dengan keberuntungan yang dimiliki Chu Yao. Sudah dipercayai oleh Raja Chu untuk mengolah kekayaan Kerajaan, mendapatkan pasangan Dao yang tampan dan juga telah diramalkan menjadi penyelamatan Benua Jiu Zhou. Ketiga putra mahkota juga sama, yang cemburu akan keberuntungan Chu Yao.


"Silakan duduk menantu," ajak Raja Chu Kong.


Kemudian, setelah berbasa-basi, Excel Shimo mengutarakan rencananya untuk melenyapkan Ras Mayat Hidup, Chu Yao dan Zhang Rouxin akan memimpin pengepungan markas utama di dunia bawah tanah, tepatnya di wilayah pusat Sekte Racun Darah.


Dengan dukungan dua boneka wayang dan pasukan binatang, Raja Chu dengan senang hati mendukung rencana menantunya, dia sendiri bersama leluhur dan semua anggota Kerajaan juga akan ikut serta.


Selama pembicaraan itu, datang kelima Jenderal dan dua leluhur, mereka ikut bergabung dalam pembicaraan. Selain itu, Excel Shimo memberikan Chu Yao cincin dimensi kelas menengah, cincin itu berisi banyak sumberdaya untuk memulihkan kondisi Kerajaan Chu yang memprihatinkan.


Kali ini Excel Shimo tidak meminta imbalan, sebab sumberdaya yang diberikan tidak sebanyak yang diberikan untuk Kerajaan Tu. Dalam pembicaraan yang serius, Jenderal Selatan beserta ketiga putra mahkota dengan diam-diam keluar dari Istana, mereka merencanakan skema untuk menjebak Excel Shimo, tujuannya ingin memisahkan Gongsun Ling dan membunuh Chu Yao.

__ADS_1


Selama pembicaraan itu, An Na, Zhang Rouxin dan Gongsun Ling tidak ikut berbicara. Tapi, Gongsun Ling selalu mengawasi gerak-gerik semua orang yang hadir, termasuk Jenderal Selatan dan ketiga putra mahkota.


'Mm! Bodoh, kalian justru menemui kematian dengan lebih cepat!' batin Gongsun Ling yang inderanya selalu mengawasi keempat pria itu.


__ADS_2