God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 330. Permintaan Excel Shimo.


__ADS_3

Chapter 330. Permintaan Excel Shimo (1), Kedatangan Yang Hua si Gadis Merak.


Setelah saling melepaskan rindu dengan berpelukan dengan keempat keluarganya, Excel Shimo menatap wajah ibunya masih tidak bisa dia lihat, mengetahui pikiran putranya, ibunya pun berbicara.


"Karena kekuatanmu yang masih lemah, kamu belum bisa melihat wajah kami, minimal kamu harus memiliki kekuatan True Delta agar bisa melihat wajah kami, Putraku."


"Hah!!"


Excel Shimo tercengang setelah ibunya berbicara, sebab kekuatan True Delta masih sangat jauh dari apa yang dia pikiran, apalagi harus melewati 99 level setiap tingkatan. Semua wanita juga tercengang, sebab kekuatan Celestial Supreme saja sudah sulit dicapai, apalagi kekuatan yang tidak mereka ketahui. Semua wanita Dewa Binatang, menebak jika kekuatan keempat keluarga Dewa Binatang pasti melampaui pengetahuan siapapun di Alam semesta ini.


"Maafkan kami yang tidak mendampingi-mu dari kecil hingga dewasa, sengaja kami lakukan agar kamu mandiri dan berusaha sendiri. Ketika usiamu beranjak 17 tahun, kami sepakat menemui-mu, Cucuku," kata nenek Excel Shimo dan di angguk pelan.


Excel Shimo tidak marah dengan niat keluarganya, dia memahami tujuan mereka.


"Apa mereka semua istrimu?" tanya ibu Excel Shimo dan melihat satu per satu semua pikiran mereka.


Semua wanita menunduk malu saat mertuanya melihat wajah mereka, dan tidak tahu jika ibu dan nenek Excel Shimo sedang menyelidiki hati, pikiran dan jiwa mereka, dengan Teknik Tidak Tersembunyi.


"Iya, apakah mereka adalah pilihanku, dan aku rasa mereka layak menjadi menantu kalian!" jawab Excel Shimo dengan bangga sambil melihat semua wanitanya yang cantik.


Kakek Excel tertawa dan memeluk bahu cucunya. "Harus begitu menjadi seorang laki-laki, memiliki banyak istri akan menunjukkan sikap adilnya ... Satu wanita, seorang pria tidak menunjukkan seberapa besar keadilan yang dia berikan, dia tidak akan tahu," kata kakek Excel dengan bangga, dia seakan-akan memberikan bimbingan.


"Berapa istri Kakek?" tanya Excel Shimo dengan penasaran, dia ingin berlomba mendapatkan banyak wanita dengan kakek dan ayahnya.


"Satu, dan itupun mereka takut dengan kita!" sahut nenek dan ibunya, dengan mata melotot kepada kakek dan ayah Excel Shimo.


Excel Shimo tertawa terbahak-bahak, dia tidak menyangka ayah dan kakeknya takut kepada wanita. Seketika ayah dan kakek Excel Shimo terdiam dan menundukkan kepala, mereka benar-benar takut dengan istrinya.


Semua wanita Excel Shimo menahan tawa melihat kelakuan eksistensi terkuat ternyata ada yang ditakuti, dan mereka semakin bangga menjadi wanita, jelas mereka akan meminta bimbingan kepada mertuanya agar mampu menundukkan suaminya.


"Kamu sangat-sangat beruntung mendapatkan 24 element Galaksi!" kagum nenek Excel Shimo yang melihat cucunya mendapatkan kekuatan alami dari Alam Semesta.


Excel Shimo terkekeh sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal. Berbeda dengan semua wanitanya yang syok saat tahu. '24 element Galaksi ... Mustahil!' itu yang sedang dipikirkan mereka.


Setelah keluarga Excel Shimo berkenalan dengan 57 wanitanya, mereka telah menilai dan sudah merencanakan masa depan mereka untuk perkembangan Excel Shimo.


"Putraku, segera nikahi mereka semua dan setelah itu, kami akan membawa beberapa istrimu untuk kami latih dan akan mendampingi-mu di masa depan, termasuk kedua Inti Kehidupan itu. Sisanya akan mendampingi-mu disini hingga waktumu tiba ...!" ungkap nenek Excel Shimo.

__ADS_1


Spontan semua istrinya Excel Shimo kegirangan dengan keinginan mertuanya, mereka menangis bahagia dengan saling berpelukan. Setelah kegembiraan, semua wanita sedikit sedih jika harus berpisah lagi dengan suaminya. Kesedihan berganti lagi menjadi kegembiraan saat suaminya juga memiliki keinginan yang sama.


"Memang aku akan memberikan hadiah, dan hadiahnya adalah menikahi mereka semua!" jelas Excel Shimo, "tapi, apa maksud nenek dengan waktuku tiba ... Memang ada apa di masa depan?" lanjutnya dengan penasaran.


"Suatu saat kamu akan tahu! Semua kehidupan harus melewati roda samsara, setiap kehidupan sudah memiliki misi dan visi yang tidak bisa mereka tolak maupun hindari. Bahkan kerikil juga memiliki tugas ... Intinya, semua yang berada di alam semesta memiliki tugas pokok dan fungsinya masing-masing - saling melengkapi, entah itu menjadi buruk atau baik...!" jawab ibu Excel Shimo yang menjelaskan sambil membelai rambut putranya.


Excel Shimo menutup mata, dia memahami apa maksud perkataan ibunya. Dia harus melewati reinkarnasi berkali-kali, disaat terlahir lagi entah menjadi apa, pantas saja keluarganya berniat membawa istri untuk mendamping di masa depan.


"Apa aku boleh ikut kalian ke Alam Kudus?" tanya Excel Shimo yang ingin bersama dengan keluarganya.


"Belum waktunya, karena itu segera menjadi dewasa dan kuat agar kamu bisa kembali!" tolak ibu Excel yang sebenarnya ingin membawa putra, Excel Shimo terdiam dengan raut wajah sedih.


"Apa nama marga ku, Tian Atau Zhi?" tanya Excel Shimo sambil mengeluarkan Perkamen yang dia minta dari Dewa Roh.


Empat keluarga Excel Shimo tidak terkejut melihat perkamen yang berisi tentang ramalannya, dan ayahnya segera membakar perkamen itu hanya dengan kedipan mata.


"Dua - duanya, tapi untuk saat ini, jangan kamu gunakan!" kata ayahnya dan juga memberi peringatan.


Excel Shimo menghela nafas, dia menebak pikiran keluarganya. "Aku mengerti! Ayah, Ibu, Kakek dan Nenek ... Apa aku boleh meminta sesuatu?" tanya Excel Shimo yang memiliki rencana jika permintaannya dikabulkan.


"Katakan Nak, jika kami mampu dan tidak melanggar dengan jalan misi dan visi mu!" jawab nenek Excel Shimo sambil membelai rambut cucunya.


Jika mereka tidak bisa, Excel Shimo juga memaklumi, sebab eksistensi terkuat pasti memiliki kesibukannya sendiri dan tidak bisa berlama-lama berada di benua yang lemah ini.


Segera keempat keluarga Excel Shimo menghitung hari yang tepat untuk pernikahan keturunannya sebelum memberikan jawaban. Semua wanita jantungnya berdetak sangat kencang dan penuh harapan.


Selama berdiskusi, semua wanita dan Excel Shimo tidak bisa mendengar pembicaraan mereka berempat, padahal jaraknya sangat dekat.


Setelah beberapa saat mereka berempat telah selesai berdiskusi.


"Tentu kami bisa, tapi hanya dengan tubuh kesadaran saja. Hari pernikahan mu akan diadakan dalam waktu 15 hari lagi. Ibu dan Nenek akan membawa semua istrimu untuk menerima bimbingan pranikah terlebih dahulu, dan kami jemput mereka dalam waktu 3 hari lagi. Kumpulkan semua istrimu ... Apa hanya ini saja istrimu?" jawab Nenek Excel Shimo dan bertanya sebelum melanjutkan hasil diskusi.


"Sebenarnya ada satu wanitaku di Benua Zhong Hua, dia adalah kekasih masa kecilku, namanya Yang Hua si Gadis Merak dan dia adalah adiknya, Yang Xiaoping," jawab Excel Shimo dan menunjukkan Yang Xiaoping.


Yang Xiaoping yang ditunjuk jelas malu dengan menundukkan kepala, lalu kembali Excel Shimo melanjutkan ucapannya, tapi entah dengan kedua wanita itu, Mu Yu Huang dan Xu Qiaofeng ... Mau tidak aku nikahi ... Mereka ... Pasti Nenek dan Ibu sudah tahu! Apa ibu bisa menculik Yang Hua ... Sebentar saja, agar kita bisa menikah bersama-sama!" jawab Excel Shimo dengan menunduk malu.


Seketika keluarga Excel Shimo tertawa mendengar kepolosan putranya, mana ada yang mau menculik seseorang untuk dinikahi, bahkan semua wanita Dewa Binatang ikut tertawa. Berbeda dengan Mu Yu Huang, Xu Qiaofeng dan Yang Xiaoping, mereka terlihat kebingungan dengan tawaran Excel Shimo.

__ADS_1


Ketiga wanita itu sedang berpikir dan menimbang tawaran Excel Shimo yang akan menjadikan mereka sebagai pasangan Dao seumur hidup. Ibu Excel Shimo mendekati Mu Yu Huang setelah berhenti bertanya.


"Kalian semua cantik ...," puji ibu Excel Shimo sambil melihat semua menantunya dan membelai rambut Mu Yu Huang yang wajahnya sudah berubah merah karena malu.


"Mu Yu Huang, kan?"


"Benar Yang Mulia Ilahi, hamba Mu Yu Huang!" jawab Mu Yu Huang dengan segera, kedua tangan gemetaran dan jiwanya seakan-akan ingin keluar dari tubuh.


"Aku sebenarnya tahu apa yang terjadi ... Apa kamu siap mendengarnya dan melihatnya? Dan jangan panggil Yang Mulia Ilahi lagi, panggil aku 'Ibu' !" ungkap ibu Excel Shimo sambil tangan kanannya diletakkan di kepala Mu Yu Huang, agar Mu Yu Huang tenang, dia juga melarang memanggilnya dengan sebutan itu.


Mendengar ucapan ibu Excel Shimo, Mu Yu Huang merasakan perasaan gelisah, tapi di hatinya dia juga senang bisa akrab dengan ibu Dewa Binatang. "Saya siap Ibu!"


Ibu Excel Shimo melambaikan tangan kanannya di udara dan muncul cermin besar dihadapan semua orang, cermin itu adalah Cermin Kebenaran dan mampu melihat masa lalu dan masa depan.


"Ini adalah Cermin Kebenaran, bisa melihat masa depan dan masa lalu," ujar ibu Excel Shimo yang memperkenalkan apa yang muncul dihadapan mereka.


Setelah cermin muncul, terlihat tempat dimana Mu Yu Huang sangat mengenali, tempat itu berada di Istana Klan Qin. Di Istana Klan Qin berkumpul banyak para pimpinan, mereka suami dan dua anak kandung Mu Yu Huang, ada juga pimpinan dari Klan Mu dan bisa katakan semua pimpinan dari dua Klan ada di istana.


Mu Yu Huang menangis ketika mendengar semua orang tidak mengakuinya lagi sebagai keluarga dari dua klan, termasuk suami dan kedua anaknya, alasan mereka tidak mengakui Mu Yu Huang karena tidak ingin menjadi musuh banyak kekuatan, akibat menghilangnya delapan utusan.


Lalu, Ibu Excel Shimo mendekati Xu Qiaofeng si Ratu Barat. "Bagaimana denganmu, apa mau menjadi menantuku?" tanyanya.


Xu Qiaofeng tersenyum malu-malu dan hanya mengangguk tanda dia mau menjadi pasangan Dao Dewa Binatang. "Bagus."


Kemudian, ibu Excel Shimo melihat Yang Xiaoping yang sudah menundukkan kepala, dan berbicara kepadanya. "Aku juga tahu apa yang kami pikiran, hatimu memang patut dipuji. Jangan kuatir, aku akan bawa ... !"


Sekali lagi ibu Excel Shimo melambangkan tangan kanannya dan kali ini muncul sebuah portal dimensi, dengan gerakan tangannya lemah gemulai tapi penuh kekuatan, ibu Excel Shimo seakan-akan menarik sesuatu dari dalam portal dimensi, lalu secara berlahan keluar seorang wanita yang cantik dan anggun, Yang Xiaoping seketika kegirangan melihat Yang Hua keluar dari portal dimensi.


Excel Shimo melongo melihat wanita cantik itu dan semua wanita juga terpesona dengan kecantikan Yang Hua. Nenek dan ibu Excel Shimo tampaknya sudah mengenali Yang Hua, mereka tersenyum melihatnya.


"Ibu, Nenek, Ayah, Kakek, salam!" sapa Yang Hua dengan membungkuk di hadapan keempat keluarga Excel Shimo, tampak akrab dan sudah mengenal keluarga Excel, keluarga Excel hanya mengangguk pelan.


"Apa kamu benar Bibi Ju Hua?" tanya Excel Shimo sambil melihat dari kepala hingga ujung kaki Yang Hua.


"Apa aku terlihat setua itu hingga dipanggil Bibi? Apa begini caramu memanggil seorang Istri?" cecar Yang Hua dan berjalan mendekati Excel Shimo dan berhenti di depan dengan sedikit mendongak, dia tersenyum melihat wajah kekasihnya yang tersenyum masam.


Jelas Excel Shimo tidak mengenali Yang Hua, sebab waktu bertemu di Desa Bunga Yang Hua sedang menyamar. Selain itu, lukisan dengan yang asli jelas berbeda. Yang Hua di depan Excel Shimo tinggi badan 187 cm, rambut hitam panjang sepinggang, wajah cantik tanpa makeup, kulit putih, alis tebal memanjang, bibir tipis dan hidung mancung, tubuhnya padat berisi, dan usianya 45 tahun tapi wajahnya tampak masih usia 20 tahun. Kekuatannya yang mengagumkan, berada pada tingkat Jenderal Surgawi level 5.

__ADS_1



__ADS_2