God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 216. Rencana Excel Shimo, Tu Qingxuan.


__ADS_3

Chapter 216. Rencana Excel Shimo, Tu Qingxuan.


Kemudian, Excel Shimo meletakkan peta diatas meja bundar yang telah disediakan oleh kasim Istana. Semua orang ikut melihat peta yang sangat lengkap dan jelas. Sudah pasti lengkap dan jelas, sebab itu peta khusus yang dibuat oleh Menteri Strategi Kerajaan, sudah seharusnya sebagai ahli strategi mengetahui geografi alam Benua Jiu Zhao.


Excel Shimo segera mencari tempat tujuan utamanya, sayangnya nama tempat itu tidak ada di peta. "Menurut kalian, dimana tempat itu berada?" tanya Excel Shimo kepada Lotus Bao dan Xi He dengan telepati-nya.


"Kita jabarkan dulu setiap kalimat nama tempat itu Tuan. Itu kalimat teka-teki, dan sengaja dibuat seperti itu agar tidak mudah ditemukan oleh siapapun," jawab Lotus Bao yang sebenarnya sudah menjabarkan teka-teki tersebut, hanya saja Lotus Bao dan Xi He ingin Tuannya belajar.


"Aku mengerti. Lebih baik aku bereskan masalah di Benua Jiu Zhao terlebih dahulu, dan setelah itu kita cari peta Kuno tersebut," ujar Excel Shimo.


Apa yang dikatakan Excel Shimo disetujui oleh Lotus Bao dan Xi He, jika mereka terburu-buru mencari peta itu, kuatir akan ada hambatan yang tidak perlu. Segera Excel Shimo merencanakan untuk mengatasi Ras Mayat Hidup.


"Pertama, saya akan menuju pintu keluar di dekat wilayah Kerajaan ini...," kata Excel Shimo sambil menunjukkan lokasi yang telah ditandai.


Lokasi Itu berada di Gunung Daiyu dekat dengan perbatasan wilayah Sayap, wilayah itu dihuni binatang Griffin dan binatang Qilin dan dekat dengan Akademi Pedang Surga.


"Tuan Muda, tempat itu sangat berbahaya, lebih baik diskusikan dulu dengan para pimpinan Benua Jiu Zhao," cegah Raja Tu yang tidak ingin orang yang diramalkan mengalami kesulitan.


"Aku tahu! Sebab itu aku akan tundukkan binatang Griffin dan Qilin terlebih dahulu untuk membantu melawan serangan mayat hidup. Saat itu tiba, aku pribadi yang akan melawan para penjaganya, dan kalian bersama Griffin dan Qilin melawan sisanya. Kita mulai dari Gunung Daiyu...," ucap Excel Shimo dengan nada mendominasi, ia tegas saat berbicara dan tanpa ada yang bisa menghentikan maupun membantah.


Excel Shimo juga membuat rencana kedua, yaitu menutup pintu kedua di perbatasan wilayah Kerajaan Chu dan Gunung Es Abadi. Setelah itu rencana ketiga menuju wilayah Kerajaan Ma dan Akademi Langit Abadi, dan berlanjut menutup pintu keempat yang berada di wilayah Kerajaan Niu dan wilayah Danau Surga Ular.


Rencana terakhir menutup pintu utama Ras Mayat Hidup, dengan mengepung wilayah Sekte Racun Darah dari empat penjuru. Rencana Excel Shimo yang dikenal di Benua Jiu Zhao sebagai 'Yang Diramalkan' seakan-akan tidak masuk akal.

__ADS_1


"Aku tahu apa yang kalian pikirkan! Tunggu kabarku setelah berhasil menaklukkan wilayah Sayap, jika aku tidak berhasil kalian akan tahu dalam waktu 3 hari paling lambat," lanjut Excel Shimo dengan percaya diri tanpa memberikan kesempatan Raja Tu dan para pemimpin untuk menyela rencananya. Bahkan Menteri Strategi Kerajaan hanya bisa diam dan memikirkan rencana Excel Shimo.


"Tuan Muda, apa yang harus kami lakukan?" tanya Menteri Strategi Kerajaan yang bernama Tu Pang Tong, ia ingin ikut andil dalam misi yang mustahil, tapi ia juga merasakan jika 'Yang Diramalkan' bisa melakukan rencana ini.


"Siapkan pasukan terbaik dan rakyat jelata yang mampu bertarung, setelah saya memberikan kabar. Besok saya akan mulai bergerak, untuk saat ini saya akan mempelajari jalur gerakan musuh dan geografi alam Benua Jiu Zhao. Buatkan saya peta pergerakan pertama Ras Mayat Hidup dan saya juga pinjam buku sejarah benua ini," jawab Excel Shimo dengan kedua tangan dibelakang punggungnya sambil melihat peta.


Juan Rong dan Tu Yueyin Mei hanya melongo melihat kekasih dan orang yang dikagumi mampu mengatur rencana tanpa ada yang bisa menyela. Juan Rong dan Tu Yueyin Mei saling bertukar pandang, mereka tidak menyangka jika Excel Shimo juga tegas dalam membuat perencanaan.


"Tuan Muda, untuk memobilisasi semua prajurit dan kultivator bebas akan memakan banyak biaya, saat ini Kerajaan Tu hanya bisa menggunakan separo kekuatan. Jujur saja kami sudah habis-habisan dalam mengeluarkan sumberdaya untuk para pengungsi," jawab Raja Tu yang tak berdaya dan di anggukan oleh semua pemimpin.


Excel Shimo kembali berpikir sambil duduk di kursinya, ia memijat keningnya seakan-akan sedang berpikir keras. "Berapa besar biaya yang diperlukan untuk memobilisasi semua kekuatan dan untuk bertahan hidup selama kita melawan Ras Mayat Hidup?" tanya Excel Shimo kepada Raja Tu.


Raja Tu segera melihat Menteri Perbendaharaan, dan mengerti akan tatapan Rajanya.


Setelah berpikir sejenak, Excel Shimo melihat wajah Raja Tu dan semua pemimpin. "100 miliar keping Emas, ya ... itu hal mudah, saya bisa mendanai semua kebutuhan Kerajaan Tu, termasuk memperbaiki infrastruktur dan pertahanan di seluruh wilayah Selatan. Tapi apa yang akan dipertukarkan...!" ujar Excel Shimo dan bertanya kembali.


Spontan Raja Tu dan semua pemimpin terkejut dan seakan-akan ucapan Excel Shimo hanya membual, hanya Juan Rong yang tahu kekayaan kekasihnya dan tersenyum melihat reaksi semua orang.


Segera Excel Shimo mengeluarkan cincin dimensi kelas menengah yang berisi 10 peti Emas, 5 peti Batu Mistik dan 2 Peti Batu Kuno, yang jumlahnya jika ditotal mencapai 2 triliun lebih keping Emas.


Excel Shimo segera mengeluarkan 17 peti dihadapan semua orang, spontan semua orang membelalakkan mata dengan kekayaan orang yang diramalkan ini.


Tu Yueyin Mei hanya melongo melihat banyak peti harta dihadapannya, dan melihat wajah Excel Shimo dan Juan Rong yang tampak biasa saja.

__ADS_1


"Bagaimana, apa yang bisa dipertukarkan dengan jumlah ini?" tanya Excel Shimo sekali lagi sambil melambaikan tangan untuk menyimpan lagi 17 peti harta ke dalam cincin dimensi.


Raja Tu kembali tersadar dengan tersenyum bahagia, dan menatap Menteri Perbendaharaan dan di anggukan.


"Tuan Muda, kami akan diskusikan dengan para Leluhur terlebih dahulu sebelum memutuskan apa yang akan dipertukarkan," pinta Raja Tu kepada Excel Shimo.


"Tidak masalah, saya akan tunggu hasilnya." jawab Excel Shimo dengan memberikan cincin dimensi kepada Juan Rong untuk diserahkan kepada Raja Tu.


Dengan senang hati Juan Rong menerimanya, dan berdiri mendekati Raja Tu dan memberikan cincin dimensi itu. Raja Tu dengan senang hati menerimanya, sedangkan Tu Yueyin Mei terlihat cemburu dengan perlakuan Excel Shimo kepada Juan Rong yang dipercayai.


"Terima kasih Tuan Muda, Mei'er ajak Tuan Muda ke perpustakaan dan layani dengan baik," perintah Raja Tu kepada Tu Yueyin Mei.


"Biarkan aku saja Ayah, yang mengantar Tuan Muda," sela seorang wanita muda usia 23 tahun yang baru terlihat di dalam Istana.


Mengetahui siapa wanita itu, Tu Yueyin Mei semakin cemberut dan terlihat tidak suka.


Wanita itu adalah Tu Qingxuan kakak kedua dari Tu Yueyin Mei. Wajah Tu Qingxuan lebih cantik dari adiknya, rambut panjang berwarna putih, tinggi badan 178 cm, seperti adiknya dia juga memiliki telinga kelinci dan menambah pesona.


Juan Rong yang melihat Tu Qingxuan hanya menghela nafas berat, sebab persaingan mereka jelas ketat. 'Dia lebih cantik dariku!!' batin Juan Rong yang kuatir jika dirinya tidak lagi menarik bagi kekasihnya.


Tu Qingxuan


__ADS_1


__ADS_2