
Chapter 180. Dewa Api Phoenix, Huang Guang.
Huang Xu terbang dengan sangat cepat tanpa arah dan tujuan. Sekali-kali ia mengumpat dan menyumpahi Wali Benua. Dendamnya sudah tidak bisa didamaikan lagi, yang ada dipikirannya adalah bagaimana caranya membalas dendam kepada Wali Benua.
Huang Xu salah satu Putra Mahkota yang berbakat, usianya 30 tahun dan berada pada Tingkat Raja level 7. Wajah Huang Xu cukup tampan dan kharismatik, rambutnya berwarna merah.
Sebagai penerus satu-satunya yang masih hidup, Huang Xu dituntut untuk merebut kembali kekuasaan milik Raja Huang Haocun, sebab itu dia menjadi tertekan dengan kehadiran Wali Benua, belum lagi tekanan dari Ras Phoenix Es dan Klan-nya.
'Jika ibumu mati, datanglah ke makam Leluhur Ras Phoenix Api. Leluhur, Ibu dan semua kakek berada disana, walau hanya tubuh kesadaran saja!'
Tiba-tiba disaat Huang Xu dalam keputusasaan, ia teringat pesan terakhir ibunya yang telah meninggal saat usianya baru 1 tahun.
"Ibuuuu... Aku akan menyusul...!!" teriak Huang Xu dan berbalik arah menuju makam Leluhur Ras Phoenix Api.
Makam Leluhur Ras Phoenix Api berada disisi Utara Kerajaan Huang, yang kini telah berganti nama menjadi Kerajaan Jing walau masih belum diresmikan.
Makam Leluhur Ras Phoenix Api berada di Gunung Berapi, namanya Gunung Api Phoenix. Tempat itu sangat panas, jika tidak memiliki garis keturunan Ras Phoenix Api sudah pasti akan menjadi abu. Konon, Gunung Api Phoenix adalah tempat kelahiran Ras Phoenix Api, dimana salah satu legenda yang akan menutup usia hidup kembali, setelah menerima pembaptisan kesengsaraan petir dan api secara bersamaan.
Sejak saat itu legendaris tersebut hidup lagi dengan penampilan muda dan penuh energi. Legenda itu sampai pernah menggegerkan Tanah Dewa dimana tempat Dewan Keamanan berada.
Legenda itu bernama Huang Guang dengan julukan Dewa Api Phoenix.
Kisah Dewa Api Phoenix terjadi 11 Galaxi sejajar(masa tahun 750 juta lebih tahun lalu)pada bulan She(bulan ular atau bulan Juni, elemen Api)
Berkat Dewa Api Phoenix, Ras Phoenix Api menyebar diberbagai penjuru Alam Asal Muasal, bahkan ada yang menjadi salah satu pimpinan Dewan Keamanan.
Wushhh...
Huang Xu mengepakkan sayapnya hingga batas maksimal tanpa peduli dengan tubuhnya yang kelelahan.
Disaat terbang ia selalu teringat perkataan ibunya dan air mata mengalir deras.
Disaat memasuki wilayah Gunung Api Phoenix, Huang Xu merasakan panas yang menyengat walaupun dia memiliki garis keturunan Api Phoenix. Demi ingin bertemu dengan ibunya sengatan panas ia hiraukan dengan tekad yang kuat.
Dengan susah payah, akhirnya Huang Xu tiba di pintu gerbang Makam Leluhur Ras Phoenix Api. Dibalik gerbang itu ada sebuah goa besar, tanpa ada penjaga.
Sengaja tidak dijaga sebab tidak mungkin ada yang berani memasuki wilayah Gunung Api Phoenix, kecuali yang memiliki garis keturunan Api Phoenix seperti Huang Xu.
__ADS_1
"Ibu, aku datang!" teriak Huang Xu sambil membuka pintu gerbang.
Tubuh Huang Xu sudah berantakan, banyak bulu-bulu kebanggaan telah terbakar dan kulitnya melepuh. Seandainya Huang Xu memiliki kekuatan Tingkat Saint, tidak mungkin ia akan mengalami penderitaan ini.
"Hahahaha, perjuangan tidak akan mengkhianati hasil!" tawa Huang Xu untuk menyemangati dirinya sendiri.
Huang Xu berjalan tertatih menuju pintu masuk goa, panas di goa semakin kuat hingga membuat kulit Huang Xu mengelupas. Dengan menahan rasa sakit, ia terus masuk kedalam goa, entah berapa jauh kedalamannya.
Tubuh Huang Xu bergetar hebat saat batas ketahanannya sudah mencapai titik akhir. Namun, demi untuk bertemu dengan ibunya walau hanya tubuh kesadaran saja, ia menguatkan tekad dan rasa rindu.
"Apakah ini tempat Leluhur Api Phoenix menerima kesengsaraan petir dan api?" gumam Huang Xu saat berada diujung jalan goa.
Huang Xu melihat kebawah yang dipenuhi magma dan mendongakkan kepala keatas. Di atas ia melihat langit. Lalu, Huang Xu melihat dinding goa banyak dipenuhi lubang dan didalam lubang itu banyak peti.
"Ibuuu, anakmu datang, Huang Xu ada disini!!" teriak Huang Xu yang suaranya menggema didalam goa.
Setelah beberapa kali berteriak, tubuh kesadaran ibunya tidak menampakkan diri hingga membuat Huang Xu mulai putus asa.
Ia menangis dan terus menangis dengan banyak keluhan terlontar di mulutnya yang kering.
Tiba-tiba disaat Huang Xu putus asa dan berniat bunuh diri, terdengar suara tawa seorang pria tua menggema di goa. Spontan Huang Xu kaget hingga terjatuh kebelakang. Jelas Huang Xu ketakutan.
"Si-siapa kamu...?" tanya Huang Xu dengan nada terbata-bata.
Huang Xu melihat sekitarnya tapi tidak menemukan pria tua tersebut dan semakin membuatnya ketakutan. Dengan sekuat tenaga Huang Xu berdiri.
Wushhh...
Brukkk...
Huang Xu terjatuh lagi saat pria tua yang tertawa dan berbicara tiba-tiba muncul dihadapannya.
"Hahaha... Jangan takut keturunanku. Aku adalah Dewa Api Phoenix, Leluhur-mu. Wah wah... Hebat, setingkat Raja mampu memasuki Gunung Api Phoenix. Cocok menjadi pengganti... Hahaha!!"
Pria itu ternyata tubuh kesadaran Dewa Api Phoenix, Sang legenda Ras Phoenix Api. Tampaknya ia sangat gembira menemukan salah satu keturunannya yang masih muda dan berbakti.
Mendengarkan ucapan pria tua yang mengaku sebagai Dewa Api Phoenix, membuat Huang Xu gembira dan dengan segera ia memeluk kaki Leluhur-nya.
__ADS_1
"Kakek... Tolong aku, ayahku dibunuh dan kakakku juga dibunuh...!!" kata Huang Xu kepada tubuh kesadaran Dewa Api Phoniex.
"Tenang, tenang cucuku. Ceritakan secara berlahan...!" jawab Dewa Api Phoenix dengan mengangkat bahu Huang Xu.
Kemudian, Huang Xu dengan senang hati menceritakan semuanya kepada Dewa Api Phoenix dengan jelas dan menambah beberapa kata yang tidak sesuai dengan kenyataan. Huang Guang atau Dewa Api Phoenix dengan perhatian mendengar semua cerita Huang Xu.
"Hahmm, sejujurnya aku tidak pernah membentuk sebuah kekuasaan di Benua Jiang Shan ini. Tapi aku membentuk Kerajaan di Benua Zhong Hua ratusan juta tahun lalu...!" ujar Dewa Api Phoenix setelah Huang Xu selesai bercerita.
Giliran Huang Guang yang menceritakan kehebatan pada masa 11 Galaxi sejajar. Sedangkan Huang Xu dengan senang mendengar sambil sekali merintih kesakitan di sekujur tubuhnya.
"Kakek, benar-benar hebat mampu membuat Dewan Keamanan ketakutan!!" puji Huang Xu setelah Dewa Api Phoenix selesai menceritakan kehebatannya dulu.
"Apa kamu sudah siap menerima warisanku?" tanya Dewa Api Phoenix saat melihat Huang Xu meringis kesakitan.
"Siap sekali kakek!" jawab Huang Xu sambil menahan rasa sakitnya.
Jelas Huang Xu senang sekali dan berharap kakeknya memberikan kekuatan yang mampu untuk membalaskan dendam kepada Wali Benua dan semua orang yang dia benci.
"Tutup matamu dan jangan menolak saat menerima energi kesadaran, Cucuku!" perintah Dewa Api Phoenix.
Segera Huang Xu duduk bersila dan menutup matanya dengan wajah berseri-seri. Sedangkan Dewa Api Phoenix menyeringai penuh misteri.
Wushhh...
"Akhhhh...!!"
Seketika Huang Xu merasakan rasa sakit melebihi apapun, bahkan saat tubuhnya melepuh. Tubuh kesadaran Dewa Api Phoenix memasuki jiwa Huang Xu dan menyatukan dirinya.
Huang Xu berguling-guling di tanah dengan memegangi kepalanya. Setelah waktu dua dupa, suasana didalam goa menjadi hening lagi dan tidak ada suara teriakan Huang Xu.
"Hahaha, akhirnya aku hidup kembali, walau dengan tubuh lemah ... Tidak masalah, setelah aku menyerap sisa-sisa kesadaran milikku, kekuatanku akan pulih kembali. Tunggu kalian semua! Dewa Iblis Api Phoenix telah kembali...Hahaha!"
Suara Huang Xu kini berbeda, lebih serak dan terdengar bukan Huang Xu lagi. Huang Xu yang saat ini lebih mendominasi dan tampak kejam.
Setiap ucapannya memiliki maksud yang tersembunyi. Apalagi dengan menyatakan dirinya sebagai Dewa Iblis Api Phoenix.
Entah siapa dia, yang jelas dia tetap tubuh asli Huang Xu...
__ADS_1