
Chapter 361. Bing Nuan Pingsan.
Liu Hualien terkejut saat melihat wajah wanita yang sangat familiar muncul setelah Excel Shimo terbius, dan segera menebak penyebab kakaknya tiba-tiba seperti tertidur.
"Itu dia ... Ternyata dia penyebabnya!" geram Liu Hualien, semua wanita juga mengenalinya sosok wanita dengan tubuh menggoda.
Wanita itu adalah Bing Nuan dari Ras Iblis, satu-satunya Ras Iblis yang memiliki tubuh unik, tubuh Demon Succubus. Bing Nuan mendekati Excel Shimo dengan bibir tersenyum tipis, lalu di duduk disampingnya.
"Adik, apa yang terjadi dengan suami kita?" tanya Bao Xue yang kuatir, dan semua mata menatap Liu Hualien.
"Dia terkenal licik dengan menggunakan aroma tanaman Putri Tidur untuk mengalahkan musuhnya maupun binatang buas yang menjaga benda berharga!" jawab Liu Hualien yang tahu kartu andalan musuhnya.
Setelah mengetahui penyebab Excel Shimo tertidur, semua wanita tersenyum dan disusul gelak tawa. Liu Hualien menjadi kebingungan melihat kakaknya yang malah tertawa dan tidak kuatir sama sekali, mereka tertawa karena aroma wangi tubuh suaminya lebih kuat dari tanaman Putri Tidur.
"Kenapa kalian ketawa! Wanita licik itu pasti berniat merampok kakak dengan membius-nya!" jelas Liu Hualien yang menganggap tidak tahu kemampuan tanaman Putri Tidur.
Segera Bao Xue memeluk Liu Hualien. "Justru Bing Nuan telah masuk kedalam perangkap kakak-mu ... Kita lihat apa yang akan di alami Bing Nuan," kata Bao Xue yang susah menjelaskan terkait tubuh wangi suaminya.
Bing Nuan membelai wajah tampan Excel Shimo dan mengangkat kepalanya agar bertumpu ada pahanya sebagai bantal, dia tersenyum bangga telah berhasil membius orang yang sangat dia benci.
Lalu, Bing Nuan memeriksa seluruh tubuh Excel Shimo dan tidak menemukan apapun bahkan cincin dimensi tidak dimiliki. Seketika wajah Bing Nuan menjadi cemberut.
"Dewa Binatang, apa kamu benar-benar miskin! Kamu sembunyikan dimana pedangmu?" gumam Bing Nuan yang kembali dengan teliti mencari harta milik Excel Shimo, dia ingin menemukan Pedang Semesta.
Bung Nuan yang kembali mencari dengan teliti masih saja tidak menemukan apapun, tapi hanya ada satu tempat yang belum dia jamah, tempat tongkat Excel Shimo tertidur.
Dia tersenyum saat menebak jika pasti ada harta yang sengaja disimpan di tempat itu.
Dengan segera Bing Nuan memasukkan tangannya di celana, dan terkejut saat memegang tongkat Excel Shimo yang besar dan panjang. Karena tidak yakin apa yang dirasakan oleh tangannya, Bing Nuan segera membuka pakaian bawahnya dan terbelalak melihat tongkat besar milik Excel Shimo.
"Luar biasa, apa muat ... !" gumam Bing Nuan dan melihat sekitarnya yang tidak ada siapapun, buru-buru dia merapikan pakaian Excel Shimo dan mengalirkan energinya untuk mengangkat tubuh Excel Shimo.
Segera Bing Nuan membawa Excel Shimo menuju tempat rahasianya, tempat terpencil yang baru dia temukan ketika tiga benua bergabung. Bung Nuan memasuki hutan belantara yang lebat sambil menggendong Excel Shimo di punggungnya.
Lalu, Bing Nuan sampai di aliran kanal kecil yang kering, dan terlihat pohon pendek tetapi memiliki mahkota yang lebar dan rimbun, pohon itu tumbuh di pinggir kanal.
Pohon tersebut berbeda dengan pohon yang tumbuh disekitar kanal, tingginya hanya 150 cm dengan diameter lingkaran mahkota 6 meter dan batang pohon berdiameter 3 meter.
Kemudian, Bing Nuan menyibakkan dedaunan dan segera masuk kedalam rimbunan, setelah berjalan dua meter, dia melihat sebuah batu dan mendorongnya kesamping. Terlihatlah sebuah lubang pada pohonnya, Bing Nuan segera masuk dan menutup lagi lubang pohon dengan batu.
__ADS_1
Lalu, Bing Nuan menarik akar pohon yang menggantung di dalamnya. terbukalah pintu lain di bawah, dan terlihat anak tangga menurun.
Bing Nuan segera turun dan pinta rahasia tertutup dengan sendirinya, dia berjalan sebentar dan terlihat sebuah ruang bawah tanah yang ukuran enam puluh meter persegi.
Ruangan itu sangat tertutup dengan dinding yang terbuat dari batu pualam, lantai dan atap terbuat dari marmer dengan tinggi empat meter. Di dalamnya banyak Batu Roh dan Batu mistik yang menggunung, ada juga cermin untuk memantau di luar pohon.
Di dalamnya juga telah tersedia tempat tidur, dua lemari tempat menyimpan pakaian dan makan, ada juga meja dan kursi serta kamar mandi. Tempat tersebut seperti sebuah rumah yang aman dan tersembunyi.
Bing Nuan membaringkan Excel Shimo di kasur, lalu dia mengeluarkan sebuah botol giok dan membuka penutupnya. Kemudian Bing Nuan menuangkan botol giok pada dahi Excel Shimo dan keluar banyak cacing Gu.
Liu Hualien dan semua wanita yang selalu memperhatikan spontan kaget saat tahu apa yang keluar dari botol. Cacing Gu mampu mengendalikan tubuh korbannya seperti boneka, dan semua wanita tahu niat Bing Nuan. Namun, semua wanita tetap tenang melihat Excel Shimo tidak segera bereaksi walaupun dia berpura-pura terbius.
Segera Bing Nuan merasakan jika cacing Gu peliharanya mampu mengendalikan tubuh Excel Shimo. "Bangun!" perintah Bing Nuan kepada Excel Shimo.
Segera Excel Shimo membuka mata dan melihat wajah cantik Bing Nuan, lalu beranjak dari tempat tidur,
"Mulai saat ini kamu adalah suamiku dan lakukan kewajiban-mu hingga aku terpuaskan, dan jangan seperti mantanku yang lemah!" pinta Bing Nuan dan menunggu Excel Shimo untuk mulai bereaksi.
kemudian, jari-jari Excel Shimo langsung bergerak aktif menelusuri setiap lekuk tubuh Bing Nuan. Bahkan wajahnya dan lehernya dihujani dengan ciuman-ciuman yang membangkitkan naluri kewanitaannya.
Bing Nuan men desa ah kecil dan merintih tertahan, dia sudah mulai dihinggapi kobaran api gairah asmara yang membara.
Perlahan Excel Shimo membaringkan tubuh Bing Nuan di atas ranjang dan satu per satu melucuti pakaian yang dikenakannya, hingga tanpa busana sama sekali yang melekat di tubuh Bing Nuan yang padat berisi.
Sekujur tubuh Bing Nuan langsung bergetar hebat saat ujung jari Excel Shimo mulai menyentuh bagian tubuhnya yang paling rawan dan sensitif. Jari-jemarinya bermain-main dipinggiran daerah rawan itu. Tapi itu sudah cukup membuat Bing Nuan menggelinjang dan semakin berkobar.
Tergesa-gesa Bing Nuan menanggalkan seluruh pakaian yang dikenakan oleh Excel Shimo, dan menuntun tongkat itu ke arah lembah surganya, dia ingin segera merasakan tongkat besar memenuhi rahimnya.
"Oh…!" desa ah Bing Nuan tertahan, ketika tongkat besar itu membuatnya seperti gadis lagi.
Bing Nuan menggigit bahu Excel Shimo, ketika tidak sanggup untuk menahan hasrat yang semakin besar menguasai seluruh bagian tubuhnya, dia tidak pernah merasakan hubungan intim yang begitu lembut seperti saat ini, bahkan mantan si pengecut tidak pernah memberikan kepuasan.
Saat ini Bing Nuan tidak bisa lagi pasif dan membiarkan Excel Shimo bergerak sendiri, sehingga sedikit demi sedikit pinggulnya ikut bergoyang-goyang mengikuti setiap hentakan tongkat, dan Bing Nuan kemudian melingkarkan kedua kakinya pada pinggang Excel Shimo dan menekannya dengan keras saat dia mencapai puncak.
Suara indah Bing Nuan menggema ketika mencapai puncak langit ketujuh, dia sangat puas dengan pelayanan Excel Shimo dan menatap wajah tampannya. Namun, Excel Shimo tidak berhenti dan terus menghentakkan tongkatnya makin kencang.
Dan matanya langsung terpejam saat merasakan sesuatu yang akan menyembur lagi, Bing Nuan tidak menyangka mampu mencapai puncak langit ketujuh secara maraton, padahal ini baru sebentar.
Air surga milik Bing Nuan yang panas menyembur dan dinding lembah surga berdenyut-denyut, dia mencapai puncak untuk ketiga kalinya. Bing Nuan menggeliat-geliat sehingga membuat batang tongkat besar dan panjang memenuhi rahimnya.
__ADS_1
Tapi Excel Shimo tidak berhenti, dia terus menghentakkan tongkatnya semakin keras dan suara benturan daging semakin kencang. Bing Nuan memeluk tubuh Excel Shimo dengan erat sehingga dia bisa leluasa menggoyangkan pinggulnya mengikuti irama hentakan tongkat.
Kembali Bing Nuan memekik tertahan sambil menyembunyikan wajahnya di bahu Excel Shimo, seluruh urat-urat syarafnya langsung mengejang kaku ketika mencapai puncak langit ketujuh lagi dan lagi, dan keringat sudah bercucuran membasahi tubuhnya.
Excel Shimo segera membalikkan tubuh Bing Nuan tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk menikmati langit ketujuh, dan menancapkan lagi tongkatnya saat tubuh Bing Nuan sudah telungkup.
"Oh...," suara indah Bing Nuan tanpa henti membuat adegan semakin panas.
Excel Shimo mulai menggerakkan lagi tongkatnya maju mundur, agar dapat bermain-main di dalam lubang lembah surga yang masih begitu rapat dan kenyal, walaupun sudah tidak suci lagi.
Sementara Bing Nuan tampak kewalahan saat merasakan lagi syaraf-syaraf dinding mulai menjepit tongkat Excel Shimo, tanda dia mencapai puncak lagi.
Selama Bing Nuan mencapai puncak berkali-kali, Excel Shimo selalu mempelajari anatomi tubuh Demon Succubus untuk meningkatkan Teknik Dual Cultivation, dan dia mulai mendapatkan pemahaman.
"Ampun! Berhenti, cepat berhenti!!" perintah Bing Nuan yang tidak sanggup melawan kenikmatan yang membuatnya sangat lemah.
Excel Shimo hanya diam saja, dia terus menghentakkan tongkatnya dengan memeluk tubuh Bing Nuan agar tidak berontak. Namun, biarpun Bing Nuan meminta Excel Shimo berhenti pinggulnya terus bergoyang-goyang.
Excel Shimo mengangkat pinggang Bing Nuan, dan menciumi punggungnya yang putih dan halus. Bing Nuan menggeliat sedikit, tapi tidak menolak ketika ketika posisi ini membawanya rasa nikmat yang lain.
Dan secepat kilat Excel Shimo kembali menghujani lembah surga Bing Nuan dengan hentakan yang membuat dinding lubangnya berdenyut-denyut lagi. Bing Nuan merintih tertahan, menahan gejolak rasa nikmat langit ketujuh yang terus-menerus dia rasakan.
"Pelan-pelan! Perih…,!" rengekan Bing Nuan yang ingin menikmati rasa nikmat, lembah surganya semakin kewalahan dengan hajaran tongkat.
Excel Shimo seperti kesetanan tanpa perduli rengekannya, dan Bing Nuan hanya bisa pasrah dengan merintih tertahan sambil mengigit-gigit bibirnya sendiri.
Perlahan tapi pasti, Excel Shimo telah berhasil meningkatkan teknik berkultivasi ganda, dan dia mampu menyesuaikan ukuran tongkatnya sesuka hati dan stamina yang tidak terbatas. Selain itu, Excel Shimo juga mampu memberikan stamina pada pasangannya agar terus mampu mengimbanginya hingga kepuncak.
Sementara gerakan-gerakan pinggul Bing Nuan semakin liar dan tak terkendali, entah beberapa kali Bing Nuan memekik tertahan dengan tubuh terguncang dan menggelepar bagai tersengat kenikmatan ribuan volt.
Kali ini Bing Nuan mencapai puncak ketujuh dengan menyemburkan air surganya seperti air mancur untuk pertama kalinya. Tubuhnya langsung lunglai di pembaringan, dan Excel Shimo merasakan denyutan-denyutan lembut dari dalam lembah surga Bing Nuan.
Merasakan kenikmatan denyut-denyut dinding lembah surga Bing Nuan, membuat Excel Shimo hilang kontrol dan tidak mampu menahan lagi permainan ini, hingga akhirnya merasakan kepala tongkatnya berkedut hebat disertai kenikmatan luar biasa saat cairan surganya memenuhi rahim Bing Nuan.
Sedangkan Bing Nuan sudah pingsan dengan wajah terpuaskan dan posisi pinggulnya masih mencuat keatas. Segera Excel Shimo menarik tongkatnya dan keluar banyak air surga dari lembah surga Bing Nuan.
"Menggunakan trik kotor untuk mengendalikan ku! Terlalu kuno caramu!" gumam Excel Shimo melihat Bing Nuan yang pingsan, dia segera memberikan segel keluarga pertama dan sengaja tidak memberikan peningkatan kekuatan sebelum Bing Nuan dengan sukarela tunduk.
Liu Hualien yang melihat dari awal sudah merapatkan kedua kakinya, wajah seperti warna tomat, nafas terengah-engah. Tidak hanya Liu Hualien saja yang terpengaruh adegan itu, keempat kakaknya juga sudah menanggalkan pakaiannya.
__ADS_1
"Suami!!" panggil Bao Xue dengan suara manja.
Dan segera Excel Shimo masuk ke dalam Dunia Jiwa dan melihat keempat istrinya tanpa pakaian di tubuh.