God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 183. Kerajaan Huang.


__ADS_3

Chapter 183. Kerajaan Huang.


Kembali Raja Fung terbang lebih cepat setelah Dewi Angsa selesai menceritakan sejarah masa lalu. Sedangkan Excel Shimo duduk bersila sambil mengurai cerita tersebut dan mengaitkan semua misteri yang ia ketahui. Sesekali ia menggaruk kepala, sesekali menopang dagu, tidak ketinggalan menyesap teh dan memakan camilan dengan sekali suap.


Kulit binatang sebagai alas catatannya menjadi banyak coretan.


Sun Xiangyi, Ma Weici dan Juan Shu selalu melayani secara berganti untuk menuangkan pot teh kedalam cangkir. Semua istrinya sengaja membiarkan anggota baru untuk mengenal suaminya.


Namun, Excel Shimo tampak biasa-biasa saja dan tidak banyak menanggapi ketiga gadis tersebut.


"Gara-gara Altar Divisi Reinkarnasi suami kita berpikir keras tanpa peduli dengan hidangan didepannya!" sungut Jing Jiao yang berharap Excel Shimo segera berbicara kepada ketiga gadis itu.


"Hahaha, sabar seekor kucing tidak mungkin menolak ikan asin," sahut Bao Yu, ia tertawa sebelum berbicara.


"Seandainya aku bisa memutar waktu untuk melihat kejadian masa lalu," gumam Excel Shimo sambil matanya melihat catatan.


"Bukannya Tuan memiliki elemen Ruang dan waktu, gunakan kedua elemen itu untuk membuat artefak," sahut Lotus Bao dengan telepati-nya.


"Bagaimana bisa hukum ruang dan waktu disebut element! Dan kamu tahu itu sangat sulit. Pemahamanku dengan dua hukum itu hanya sebesar 10 persen," jawab Excel Shimo yang sedikit aneh dengan ucapan Lotus Bao.


"Hahaha, jika waktu dan ruang dibilang hukum, sudah pasti Tuan tidak akan bisa menggunakannya, termasuk semua ahli Smelting, formasi array. Berhubung bisa digunakan secara pribadi seperti element yang lain, maka itu bukan namanya hukum. Hukum punya aturan sendiri yang tidak bisa dilanggar, bahkan alam semesta. Apa Tuan dari sini bisa mengerti?" Lotus Bao tertawa dan menjelaskan secara berlahan tentang ketidaktahuan Excel Shimo.


Memang benar Excel Shimo hanya mampu menggunakan kemampuannya dalam memanipulasi ruang dan waktu sebesar 10 persen, dan apa yang dikatakan Lotus Bao itu benar.


Jika ruang dan waktu adalah hukum, sudah pasti Excel Shimo tidak memiliki Dunia Jiwa, skill teleportasi, dan menghentikan waktu. Para ahli Smelting tidak mungkin bisa membuat cincin dimensi. Para ahli Formasi Array juga sama, mereka tidak mungkin bisa membuat portal dimensi dan lain sebagainya.


Excel Shimo akhirnya memahami dengan menepuk jidatnya. "Bodohnya diriku, seharusnya aku lebih berpikir jernih." ujar Excel Shimo kepada Lotus Bao.


"Jika Tuan mampu menggabungkan semua element yang dimiliki, maka Tuan memiliki hukum sendiri. Hukum itu hanya Tuan yang tahu dan orang lain tidak bisa menggunakannya, kecuali jika Tuan mengajarkan kepada orang lain, maka itu bukan lagi disebut hukum tapi unsur," kata Lotus Bao yang kembali memberikan pemahaman kepada Tuannya dengan sabar.


"Kamu memang cerdas Bao'er!" puji Excel Shimo yang kagum dengan pengetahuan Lotus Bao.


Lotus Bao yang dipuji jelas senang.


"Tapi sangat sulit membuat cermin untuk melihat masa lalu. Jika mudah, mungkin orang tuaku sudah memberikannya," kata Excel Shimo yang sebenarnya ingin memiliki sesuatu yang mampu melihat atau melintasi masa lalu.


Lotus Bao tidak menjawab, ia sengaja agar Tuannya berpikir sendiri. Lotus Bao ingin Tuannya selalu mampu mengandalkan dirinya tanpa ketergantungan kepada siapapun.

__ADS_1


"Suami, suami...," panggil Ratu Jing Jiao yang melihat Excel Shimo seperti melamun.


"Ehh, iya ada apa?" tanya Excel Shimo dengan melihat wajah cantik isterinya, dengan mata indahnya yang berkedip-kedip.


"Kita sudah sampai di Kerajaan Huang," jawab Jing Jiao sambil menunjukkan Istana Kerajaan Huang.


"Cepat sekali!" ujar Excel Shimo yang sedikit terkejut dan buru-buru berdiri.


Excel Shimo segera melihat keseluruhan Ibukota Kerajaan Huang. Bangunan tinggi, penduduk yang kebanyakan dari Ras burung, ada sebagian dari Ras binatang darat.


Excel Shimo juga melihat beberapa orang yang membencinya tapi masih ada yang mendukungnya.


Besarnya tubuh Raja Fung segera menjadi perhatian banyak orang. Mereka selalu mengikuti Raja Fung menuju platform pendaratan Kapal Angkasa.


Selain indahnya Kerajaan Huang, Excel Shimo juga merasakan panas Api Phoenix. Segera Excel Shimo mencari jalur vena bumi dan menemukan titik sumber pusat panas yang dia rasakan.


Excel Shimo tersenyum dan berkata kepada Lotus Bao. "Bao'er, kita akan berburu api di Kerajaan Huang."


"Dengan senang hati Tuan. Tapi Tuan harus menyelesaikan dulu urusan di Kerajaan Huang, lalu cari alasan yang tepat agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi Ras Phoenix Api," jawab Lotus Bao.


"Paman Fung, mendarat di sana," pinta Jing Jiao dengan menunjuk.


"Kwakkk...," Raja Fung mengeluarkan suara khasnya dan turun dengan cepat.


Wushhh...


Sesampainya di platform, Raja Fung segera berubah menjadi wujud manusia setelah semua orang turun dari punggungnya. Kedatangan Wali Benua, Ratu Jing Jiao sudah ditunggu, banyak pemimpin yang menyambut.


"Selamat datang Wali Benua, Ratu Huang dan semuanya," sapa seorang pria muda kepada Excel Shimo dengan sedikit membungkuk sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Salam," balas Excel Shimo kepada mereka semua yang menyambutnya.


"Wali Benua, dia adalah adik kandungku sekaligus calon Raja baru di Kerajaan ini," Ratu Jing Jiao segera memperkenalkan adiknya kepada suaminya. Ucapan, perkataan dan tata cara telah berubah, sebab Jing Jiao masih seorang Ratu. Bahkan Excel Shimo dipanggil 'Wali Benua' dan bukan seperti biasanya.


"Perkenalkan saya Jing Zhuting, adik dari Ratu Huang," Raja pengganti segera memperkenalkan dirinya.


Jing Zhuting dari Ras Phoenix Es. Usianya 55 tahun, masih muda untuk menjadi seorang Raja. Tetapi Jing Zhuting adalah pilihan terbaik dari para pimpinan Klan Jing. Wajahnya tampan dan normal sebagai Ras Phoenix Es. Kekuatannya berada pada Tingkat Saint level 3, ia juga seorang ahli Formasi Tingkat Grand Master tahap menengah.

__ADS_1


Dengan segera Excel Shimo membaca pikiran dan hatinya. 'Layak menjadi Raja.' batin Excel Shimo setelah mengetahui tidak adanya hal buruk yang terpendam.


"Saya Excel Shimo. Mereka adalah istriku, Beliau adalah Raja Fung penguasa Hutan Penguasa dan Beliau adalah Ratu Han dari Kerajaan Han," balas Excel Shimo yang memperkenalkan diri dan juga memperkenalkan semua wanita termasuk ketiga istri barunya.


Spontan ketiga gadis itu kaget dengan pernyataan Wali Benua yang sudah mengakuinya sebagai pasangan Dao. Ratu Jing Jiao tersenyum senang.


Kebetulan orang tuanya ketiga isterinya Excel Shimo juga hadir. Mereka jelas menahan gembira dan terlihat beban mereka terlepas dengan pernyataan Wali Benua. Patriarki Klan Sun memberikan acungan jempol kepada Putrinya.


'Ini pasti pengaturan kakakku, agar menjadikan ketiga Putri Klan sebagai pasangan Dao Wali Benua,' batin Jing Zhuting yang juga bebannya telah terangkan.


"Mari Wali Benua kita lanjutkan berbicara di Istana." ajak Jing Zhuting kepada semua orang.


Kemudian, semua orang berjalan menuju Istana Kerajaan Huang. Rombongan mereka dikawal ketat oleh prajurit dari Ras Phoenix dan Ras Burung Biyi.


Di kejauhan ada salah satu orang menggunakan jubah penyamaran yang selalu memperhatikan kedatangan Wali Benua beserta rombongannya.


"Bangsatt!? Lihat saja aku akan kerahkan segala kekuatan dan pendukung untuk mengambil ahli Kerajaan kami! Dan kamu Wali Benua, sebelum darahmu mengalir kami tidak akan bisa hidup tenang!?" orang itu sangat marah sambil menatap punggung Wali Benua, Ratu Jing Jiao dan rombongannya.


Karena kemarahannya, tanpa sadari niat membunuh merembes. Seketika membuat Excel Shimo berhenti dan menoleh melihat dimana orang yang menyamarkan dirinya berada.


Dengan Mata Dewa, Excel Shimo melihat orang tersebut. Mengetahui Wali Benua berhenti dan melihat kebelakang, semua orang juga ikut berhenti dan mengikuti dimana Wali Benua memfokuskan pandangannya.


"Sialan...!?"


Orang itu kaget telah menarik perhatian yang tidak seharusnya dia lakukan. Buru-buru orang tersebut kabur agar tidak ditangkap. Jing Zhuting juga melihat dan merasakan niat buruk. "Tangkap dia!" perintah Jing Zhuting kepada para prajurit dengan tegas.


Wushhh... Wushhh...


Segera banyak pasukan Phoenix dan Burung Biyi mengejar orang tersebut.


"Maaf Wali Benua atas gangguan ini. Orang itu adalah Patriarki dari Klan Huang. Sejak kekalahan Raja Huang, mereka selalu berusaha menguasai Istana Kerajaan," ujar Jing Zhuting yang menyesali telah membuat Wali Benua tidak nyaman dan menjelaskan.


"Tidak masalah. Sudah biasa akan seperti ini saat adanya perubahan kekuasaan. Tidak hanya disini tapi ditempat lain pasti akan ada pergolakan," jawab Excel Shimo yang meniru seorang ahli yang telah banyak melewati waktu.


Semua isterinya menahan tawa melihat suaminya menjadi seorang ahli yang kesepian dan berusaha bijak dalam menanggapi masalah ini.


(Author : Hello, Sobatku. Maaf saya belum sempat balas komentar, jadi saya menyapa Sobatku disini. Untuk adegan panas, mohon bersabar, sebab masih banyak tugas si MC yang belum kelar. Sehat selalu dan bahagia. Dukung saya agar terus melanjutkan kisah si Bocah Cabul🤣. Salam.)

__ADS_1


__ADS_2