God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 128. Kebohongan Excel Shimo.


__ADS_3

Chapter 128 Kebohongan Excel Shimo.


Salah satu peti kuno Ordo Kegelapan telah ditemukan, Ordo yang menghilang dalam satu malam, padahal Ordo Kegelapan itu sangat kuat di alam semesta.


Untuk menemukan kunci jawaban misteri itu, Excel Shimo harus menemukan 7 peti kuno dan 7 peta yang menuju pemakaman kuno, agar bisa menemukan sebab akibat menghilangnya Ordo Kegelapan.


Saat ini, Excel Shimo telah menemukan 1 dari 7 peti kuno, setelah melewati banyak rintangan. Tanpa berpikir panjang lagi, Excel Shimo menyimpan semua harta, termasuk peti mati milik Gurunya.


"Saatnya kita kembali, semua istriku pasti kuatir saat ini." gumam Excel Shimo yang masih teringat dengan isterinya.


Zlapp...


Excel Shimo menghilang dari goa itu dengan teknik teleportasi. Ia muncul di Altar Penghormatan dan bisa melihat situasi Kota Perdamaian.


"Tinggal 6 peta lagi, ku harap dia cepat membuka pintu makam itu,"


Setelah kepergian Excel Shimo, didalam goa tempat peti Gurunya berada, terdiam tubuh spiritual dan selalu melihat segala tindakan Excel Shimo. Setelah berbicara tubuh spiritual itu menghilang.


Bruk...


Excel Shimo terkejut saat mendengar sesuatu yang runtuh sebelum dia menuju Kota Perdamaian. Segera Excel Shimo melihat goa yang baru saja dia tinggalkan, terlihat bukit itu menjadi rata dengan debu berterbangan.


"Aneh, kenapa bisa runtuh?" gumam Excel Shimo sambil mengerutkan keningnya.


"Mungkin saja sudah tidak ada lagi peti itu, Tuan," sahut Xi He.


"Mungkin saja!!" balas Excel Shimo yang menyetujui ucapan Xi He, "eh, mereka sudah bangun!" lanjutnya yang merasakan ke-empat wanita didalam Dunia Jiwa telah siuman.


Segera Excel Shimo memasuki Dunia Jiwanya, tapi tidak segera menemui mereka, melainkan diam mengamati tindakan mereka terlebih dahulu.


"Dimana ini?" gumam Dewi Angsa sambil memijat kepalanya yang pusing, ia memeriksa sekelilingnya.


"Chang'e, Da Xia, Huaran, bangun, bangun!!" panggil Dewi Angsa kepada sahabatnya.

__ADS_1


Segera mereka bertiga mengeliat, dan membuka matanya. Spontan mereka duduk dengan memijat kepalanya.


"Dimana kita?" suara lirih Chang'e sambil melihat sekitarnya.


"Aduh! Sialan, siapa yang memukul leherku tadi!" pekik Da Xia yang merasakan tengkuknya sakit, dan teringat saat akan memasuki goa itu.


"Iya, aku tadi juga ada yang memukul dari belakang!!" sahut Seng Huaran yang jadi teringat juga.


"Gawat, jika goa itu dimasuki orang, kita akan mendapatkan hukuman berat!!" Fang Yin segera tersadar tugas utamanya berada di Benua Jiang Shan.


"Sial, sial, bocah itu pembawa bencana bagi kita?!" umpat Da Xia sambil berdiri dan akan keluar dari kamar, "sebelum kita mati, aku akan bunuh dia!" lanjutnya yang marah dengan mendorong pintu kamar.


"Ehh! Kekuatanku!!" Da Xia kaget saat tidak mampu menghancurkan pintu itu.


"Kekuatanku juga disegel!! Sialan, siapa orang itu yang bisa menyegel kekuatanku?!" Seng Huaran yang selalu tenang menjadi panik dan marah, saat kekuatannya juga tersegel.


Demikian juga dengan Fang Yin dan Chang'e, mereka segera memeriksa basis kultivasi yang tersegel juga. Jelas mereka berempat panik.


Dengan menahan amarah dan kebencian terhadap orang yang telah membuat mereka pingsan dan juga menyegel kekuatannya, mereka segera menenangkan dirinya.


"Pertama-tama, orang itu kekuatannya pasti diatas kita, sehingga mampu menyegel kekuatan kita. Kedua, apa tujuannya? Jika berniat buruk, kita pasti sudah mati. Ketiga, apakah orang tersebut pelindung bocah itu?" kata Fang Yin yang mengajak ketiga sahabatnya untuk berpikir kejadian yang menimpa mereka.


"Yang pertama itu sudah pasti. Yang kedua, mungkin saja orang itu tidak ingin berurusan dengan Dewan Keamanan dengan membunuh kita. Dan tujuannya pasti ingin memasuki goa itu. Untuk ketiga, aku tidak yakin!" ujar Seng Huaran yang mengutarakan isi pikirannya.


"Aku juga berpikir sama. Untuk yang ketiga, aku rasa orang itu bukan pelindung si Shimo. Jika benar, dia tidak perlu susah payah menundukkan Hutan Penguasa," sahut Chang'e, sambil memijat kepalanya yang masih pusing.


"Benar juga. Baiklah, sekarang kita segera mencari solusi membuka segel ini, lalu menyelidiki siapa orang itu, berikutnya...," Fang Yin ber-sependapat dengan pemikiran sahabatnya, dan segera membuat rencana, ia berhenti berbicara saat ada rasa kuatir, "semoga saja goa itu tidak ... kita tahu akibatnya!" lanjutnya dengan rasa ketakutan akan hukuman dari Dewan Keamanan Benua Kelahiran.


Ketiga sahabatnya juga ketakutan jika tugas utama mereka di Benua Jiang Shan gagal.


"Kenapa para pemimpin begitu serius menjaga goa itu, memangnya ada apa didalam goa tersebut?" gumam Chang'e saat penasaran.


"Entahlah, jika tidak ada formasi penghalang, kita pasti sudah tahu!" Da Xia terlihat kesal, dan menghentak pantatnya di tempat tidur.

__ADS_1


"Ayo kita keluar dari sini ... astaga!! Apa kalian juga merasakannya!!" Fang Yin ingin segera keluar dari tempat mereka berada, tapi dia terkejut saat tersadar merasakan energi yang begitu padat dan sangat menyegarkan.


"Iya, aku baru sadar jika energi ini bukan energi semesta!" sahut Chang'e saat merasakan pori-pori nya segar dan menyerap energi semesta.


"Energi apa ini!!" Da Xia terlihat senang saat tubuhnya begitu rileks dan menyegarkan.


"Ini energi Asal Muasal...,"


Tiba-tiba suara pria terdengar oleh ke-empat wanita itu, mereka segera waspada dan mencari pria itu.


"Siapa kamu? Keluar!?" bentak Da Xia saat tidak menemukan orang yang berbicara itu.


Wushhh...


"Kamu!!" seru mereka saat orang yang mereka kenal tiba-tiba muncul dihadapannya.


"Hehehe! Kenapa kalian begitu takut dengan bocah seperti aku?" tanya Excel Shimo yang tadi berbicara kepada mereka, ia tersenyum melihat wajah-wajah cantik ke-empat wanita dihadapannya, "jangan takut, jika aku tidak menyelamatkan kalian ... Sayang sekali jika kalian yang cantik tinggal di Alam Jiwa!" lanjut Excel Shimo sambil berjalan menuju kursi dan duduk.


Alam Jiwa adalah persinggahan terakhir bagi setiap kehidupan yang telah meninggal, merupakan sebuah alam khusus bagi jiwa-jiwa yang menantikan hidup kembali atau reinkarnasi.


Ke-empat wanita itu saling bertukar pandangan saat Excel Shimo yang menyelamatkan mereka, dan mereka curiga dengan ucapannya.


"Bagaimana mungkin kamu bisa menyelamatkan kami, sedangkan orang yang menyerang itu memiliki kekuatan diatas kita. Jangan membual. Kamu pasti memanfaatkan kami untuk kepentingan-mu sendiri!" Da Xia menahan amarahnya saat berbicara, karena ucapan bocah dihadapannya sangat tidak bisa dipercaya.


Ketiga rekannya juga menyetujui ucapan Da Xia, mereka jelas tidak percaya dengan pengakuan Excel Shimo. Excel Shimo segera memutar otaknya untuk meyakinkan mereka.


"Terserah jika kalian tidak percaya, jika Guruku yang setingkat Celestial Supreme tidak menolong kita, aku dan kalian sudah menjadi tumbal untuk membuka goa itu!" kelit Excel Shimo yang akhirnya memiliki jawaban untuk menyakinkan mereka berempat.


Sontak mereka terkejut dan ketakutan dengan Guru bocah dihadapannya, siapa saja pasti menaruh hormat kepada orang yang memiliki kekuatan Celestial Supreme, bahkan para pimpinan Dewan Keamanan memberikan tempat khusus di jajaran anggota Istana Sembilan Surgawi.


"Setelah menyelamatkan kita, Beliau menghancurkan goa itu, sayangnya ... Guru juga terluka saat melawan orang misterius itu!!" ujar Excel Shimo sambil menundukkan kepala dan geleng-geleng, ekspresi terlihat sangat menyesali tindakannya yang ceroboh memasuki Hutan Terlarang.


Ke-empat wanita itu juga ikut bersalah telah menuduh murid dari penyelamat mereka. Hanya ada helaan nafas berat didalam kamar itu.

__ADS_1


__ADS_2