
Chapter 111 Menuju Kota Perdamaian.
Setelah sarapan pagi, mereka semua kembali serius. Serius membahas agenda hari ini dan beberapa berita terbaru di Benua Jiang Shan, saat mereka berada di Istana Kerajaan Han.
"Hari ini waktunya kita mengunjungi wilayah Barat milik Kerajaan Long," kata Long Wenhua kepada semua orang.
"Benar, saya juga segera memulai pembangunan Klan baru bagi pendukung kita. Untuk beberapa minggu kedepan, saya secara pribadi mengawasi pembangunan itu, dengan tujuan menjalin hubungan dengan penghuni Hutan Penguasa. Jadi, saya minta maaf tidak bisa mengikuti Wali Benua mengunjungi Kerajaan Long," ujar Raja Han yang terlihat menyesal tidak bisa ikut menuju wilayah tetangga.
"Biar saya saja yang menggantikan posisi Yang Mulia," sahut Ratu Han, "tidak enak kita kepada Kerajaan Long yang telah ikut membantu Kerajaan Han." lanjutnya dengan alasan yang tepat. Padahal Ratu Han ingin dekat selalu dengan menantu kesayangannya.
"Pikiran yang bijak, Yang Mulia Ratu," kata Lei Jieru, "Raja Han memang harus sering-sering bersosialisasi dengan penghuni Hutan Penguasa untuk menjalin kepercayaan dan kesetiaan mereka." lanjutnya yang setuju dengan pemikiran Ratu Han.
Berbeda dengan Raja Han, dia merasakan sesuatu yang aneh di hatinya saat mendengar ide Ratu Han yang berbagi tugas sebagai pimpinan Kerajaan.
"Saya setuju dengan Yang Mulia Ratu, jika kita tidak mengunjungi Kerajaan Long, kuatir akan banyak gosip yang bisa memecahkan hubungan bilateral Kerajaan Han dan Kerajaan Long. Gosip setiap orang bisa memicu permusuhan antar pendukung Kerajaan," Raja Fung juga ber- sependapat dengan Ratu Han.
Akhirnya semua orang menyetujui gagasan Ratu Han yang membagi tugas antara Ratu Han dan Raja Han. Dengan berat hati, Raja Han mengikuti saran isterinya tanpa bisa dia tolak.
Namun, sebelum semua orang melakukan tugasnya masing-masing, Raja Han membicarakan perihal berita terbaru di Benua Jiang Shan.
"Saya baru dapat berita dari beberapa pimpinan daerah. Laporan ini sangat aneh," kata Raja Han kepada semua orang, semua orang serius dengan berita yang dikatakan Raja Han, "semalam banyak rakyat jelata mati dengan tubuh mengering, dengan kata lain, darah mereka menghilang tanpa jejak, mata mereka melotot seperti ketakutan sebelum mati." lanjut Raja Han yang menceritakan berita aneh ini.
__ADS_1
Semua orang saling bertukar pandang dengan serius, dan berpikir penyebab kematian yang dialami rakyat jelata. Excel Shimo penasaran dengan kejadian ini, dan terlihat ingin menyelidiki berita ini.
"Apa ada tanda-tanda dari jejak, atau deskripsi yang lebih jelas lagi perihal kematian mereka?" tanya Excel Shimo kepada Raja Han.
"Masih dalam penyelidikan, laporan itu juga masih belum akurat benar. Jadi, sebelum kalian menuju Kerajaan Long, alangkah baiknya jika kalian singgah di kota Perdamaian, tepat sesuai arah tujuan kalian setelah ini," jawab Raja Han dan meminta Excel Shimo dan Penatua Agung Akademi Langit Abadi untuk menyelidiki kebenaran laporan itu.
"Tidak masalah. Kita bisa menyelidiki berita itu benar atau rekayasa saja," sahut Long Wenhua.
"Bagus, dengan kalian sendiri yang menyelidiki, saya tidak lagi kepikiran dengan berita aneh ini. Kita segera bergerak, lebih cepat lebih baik." titah Raja Han sambil berdiri, dan diikuti semua orang yang ikut berdiri.
Setelah saling mengucapkan perpisahan sementara, mereka segera keluar dari Istana Kerajaan Han, dan menuju tempat parkir kapal angkasa.
Untuk Raja Macan Kumbang, Raja Unicorn Badak, Raja Kera, dan Dewan Agung Ras Thunderbird mengikuti Raja Han, sebab tanpa mereka, pengikutnya susah berhubung dengan pihak luar.
Raja Fung kembali berubah wujud menjadi Burung Gajah, tapi tidak sebesar bentuk aslinya, cukup ukuran yang mampu menampung 30 orang.
"Kwakkk...," pekik nyaring Raja Fung saat terbang dengan kecepatan sedang, sebab Excel Shimo ingin menghafal semua wilayah Barat dengan baik.
"Yang Mulia Ratu, tolong cerita tentang Kota Perdamaian ini," pinta Excel Shimo.
"Hahaha, menantu ku, panggil saja 'Ibu', karena kita sudah tidak dalam acara resmi seperti tadi," sahut Ratu Han yang tidak sebenarnya risih dipanggil 'Ratu' oleh menantu kesayangannya.
__ADS_1
Melihat perilaku Ratu Han yang bernama Shu Peijing, putri dari pemimpin Sekte Awan Berkabut yang bernama Shu Liang, begitu akrab dengan Excel Shimo, membuat semua wanita dan Long Wenhua mengerutkan keningnya.
"Hahmmm, baiklah, Ibu mertua. Tolong ceritakan tentang Kota Perdamaian itu, dan dimana tempat kematian rakyat jelata yang menjadi korban itu," setelah menghela nafas tak berdaya dengan sikap Shu Peijing, kembali Excel Shimo bertanya.
"Kota Perdamaian berada di perbatasan antara Kerajaan Han dan Kerajaan Long. Sejarah ini terjadi dua puluh ribu tahun yang lalu, kedua Kerajaan ini pernah berperang demi memperluas wilayah dan sumberdaya, sebelum akademi berdiri di Benua Jiang Shan. Saat itu...,"
Kemudian, Shu Peijing menceritakan sejarah Benua Jiang Shan kepada Excel Shimo sambil duduk di bulu lembut punggung Raja Fung. Karena Shu Peijing pandai menata kata-kata, membuat Excel Shimo tertidur, padahal Shu Peijing serius saat menceritakan sejarah.
Semua orang juga ikut mendengar, padahal mereka juga sudah tahu, perhubung Shu Peijing seperti pendongeng, membuat mereka menikmati cerita sejarah itu. Raja Fung memperlambat kepak sayapnya, saat menikmati cerita dari Ratu Han. Hanya Excel Shimo saja yang tertidur lelap.
"Karena empat Kerajaan juga saling bersaing, akhirnya Dewan Keamanan turun tangan dengan memberikan perintah pada Benua Jiu Zhao untuk menjadi penengah bagi empat Kerajaan. Sejak saat itu pusat pertempuran itu dinamakan Kota Perdamaian," Shu Peijing menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara berlahan, "untuk para korban itu, empat Kerajaan sepakat membuatkan mereka Altar Penghormatan bagi para korban peperangan." lanjut Shu Peijing, dan terkejut saat melihat Excel Shimo tertidur lelap sambil membuka mulutnya, dengan kedua tangan sebagai bantal.
"Huff, ngotot minta diceritakan malah tertidur, dasar bayi," gerutunya yang ingin mencubit mulut Excel Shimo.
Penatua Agung menahan tawanya, saat melihat Excel Shimo tertidur dan kekesalan Shu Peijing. Sedangkan semua isterinya juga ikut gemas, dan ingin rasanya memukulinya, jika tidak ingat dengan kekejaman dibalik sosok lugu nan tampan suaminya.
Tidak terasa mereka dekat dengan Kota Perdamaian. Namun, Excel Shimo tiba-tiba berdiri dan menatap kearah hutan dekat Altar Penghormatan. Sontak semua orang juga kaget dengan reaksi Excel Shimo yang tiba-tiba terbangun.
"Ada apa?" tanya serempak mereka pada Excel Shimo, sambil melihat kearah dimana Excel Shimo menatap dengan serius.
"Binatang yang sangat kuat dan berbahaya," jawab Excel Shimo tanpa berkedip saat melihat di hutan dengan Mata Langitnya.
__ADS_1
Mendengar perkataan Excel Shimo, jelas semua orang kaget, jika Excel Shimo mengatakan binatang itu kuat dan berbahaya mereka semua mempercayainya, sebab kali ini Excel Shimo sangat serius.
Raja Fung segera berhenti di udara dengan kepakan sayapnya yang melambat, ia juga memeriksa didalam hutan itu. Namun, Raja Fung tidak melihat binatang kuat itu, hanya merasakan bahaya didalam hutan itu.