God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 282. Pertengkaran Excel Shimo Dengan Gongsun Ling.


__ADS_3

Chapter 282. Pertengkaran Excel Shimo Dengan Gongsun Ling.


Excel Shimo menepuk pundak tetua itu sambil tersenyum, sebelum Excel Shimo bertanya lagi tetua keburu berbicara. "Apa Tetua Agung sudah menemukan lokasi makam Ordo Kegelapan?"


Excel Shimo dan Gongsun Ling sekali lagi terkejut dan saling bertukar pandangan. 'Sialan! Ternyata Istana Iblis Timur juga mencari keberadaan makam Ordo Kegelapan ... Apa mereka juga tahu perihal peta kuno?' batin Excel Shimo yang mengumpat kesal, "ah! Masalah satu belum selesai, yang lainnya berdatangan untuk menghambat jalanku!' desah Excel Shimo di hatinya, dan geleng-geleng kepala tentang situasinya yang selalu tidak terduga.


Tetua itu juga ikut menggelengkan kepala, dan mengira Excel Shimo belum menemukan petunjuk keberadaan makam Ordo Kegelapan.


"Apa Tetua Agung tidak bertanya kepada Wali Penjaga benua ini?" tanyanya.


Excel Shimo melihat kearah Gongsun Ling. "Apa kamu tahu keberadaan makam Ordo Kegelapan?" tanya Excel Shimo dengan telepati kepada Gongsun Ling.


"Iya, tugas utama kami menjaga makam Ordo Kegelapan," jawab Gongsun Ling dengan jujur.


Seketika Excel Shimo kegirangan, tapi tetap menahan diri. "Apa semudah itu mengorek informasi dari Wali Penjaga ... Walau aku mengendalikan mereka, jiwa mereka tetap bisa menolaknya!" jawab Excel Shimo yang asal.


"Anda benar, kekuatan Prajurit Surgawi tidak bisa dipandang remeh," kata tetua yang percaya dengan ucapan Excel Shimo yang selalu menghela nafas tak berdaya.


Apa yang dikatakan Excel Shimo adalah benar, walaupun secara asal saat menjawab. Kekuatan Surgawi secara pondasi sangat kokoh, walaupun tubuh mereka dikendalikan, kesadarannya masih bisa memberontak. Berhubung racun Cacing Gu sangat kuat, ketiga wali penjaga hanya bisa memblokir dan menghapus ingatan mereka, agar tidak diketahui oleh Huang Guang. Seandainya mereka bertiga tidak terkena racun Cacing Gu, sudah sejak lama mampu mengambil alih tubuhnya yang dikendalikan.


"Baiklah, obrolan ini kita sudahi, lebih baik kita berkumpul dan membuat rencana dengan yang lain agar lebih matang!" ucap Excel Shimo kepada tetua dengan wajah serius.


"Anda benar, tidak ada gunanya kita disini! Dewa Binatang itu pembawa sial ... Selalu merusak rencana kita!" sahut tetua dengan menyumpahi Excel Shimo.


Zlapp... Jleb... Jleb... Jleb...


"Arghhhh! Ka--kamu bajing--" teriakan tetua saat punggungnya ditusuk berkali-kali oleh Gongsun Ling yang menghilang dan muncul dibelakang, sebelum tetua itu menyumpahi lagi, Gongsun Ling langsung memenggal kepala tetua itu.


Bluk... Bluk..


"Sampah! Berani-beraninya kamu berkata buruk pada suamiku!" bentak Gongsun Ling dengan menendang kepala tetua yang sudah mati.


"Gluk!' Excel Shimo menelan salivanya melihat kemarahan istrinya, dia buru-buru mengekstrak dantian tetua yang telah mati, Excel Shimo juga mengambil harta milik tetua, termasuk Altar Pemurnian.


"Apa kamu tahu keberadaan temanku yang dikendalikan oleh Huang Guang?" Gongsun Ling akhirnya bertanya, pertanyaan yang sudah lama dia urungkan, alis kiri Gongsun Ling terangkat dengan nada sedikit tinggi.


"Jika nyawamu terancam, apa yang akan kamu lakukan? Mati dengan senang hati, pasrah dengan menyerahkan lehermu, atau melawan balik untuk membunuhnya?" tanya balik Excel Shimo dengan nada ketus.


Excel Shimo sudah tidak mungkin lagi terus menerus berbohong, dan berbicara yang mudah dimengerti oleh Gongsun Ling. Seketika tubuh Gongsun Ling bergetar, kedua tangan mengepal erat. Dilema, ini yang dirasakan Gongsun Ling saat ini.

__ADS_1


Ingin membalaskan dendam kepada Excel Shimo, tapi dia adalah suaminya. Berdiam diri, jelas dia tidak bisa, sebab orang yang dibunuh oleh Excel Shimo adalah sahabat terbaik. Jika Excel Shimo menjadi musuhnya, rentetan bencana akan menghampiri Benua Jiu zhou.


"Kenapa diam? Aku tahu kamu menyukai mereka bertiga ... Aku tidak menyalahkan mu, sebab kehadiranku adalah cerita baru bagimu!" tanya Excel Shimo sambil berdiri setelah selesai mengekstrak dantian, dan mengungkapkan isi hati Gongsun Ling.


Excel Shimo menatap kedua mata Gongsun Ling, dan tubuh Gongsun Ling semakin gemetaran, karena Excel Shimo tahu isi lubuh hati yang sebenarnya.


"Ka--kamu ... Kamu menipu-ku!? Kamu penipu, kamu menjebak ku didalam ilusi!?" bentak Gongsun Ling dengan nada terputus-putus, aura kekuatan Prajurit Surgawi segera keluar.


Zlapp...


Buru-buru Excel Shimo melindungi An Na, yang sedari tadi syok melihat perubahan situasi saat ini. An Na ingin melerai, tapi dia tidak mungkin melakukannya, sebab dirinya lebih mendukung suami.


"Aku menipumu! Salah, aku tidak pernah menipumu, sejak awal kamu sudah memulainya terlebih dahulu! Ingat, tidak semua orang mau diramal, dan bagiku, ramalan adalah omong kosong! Kamu telah diperbudak oleh setan didalam hatimu. Kematian mereka, seharusnya kamu bisa menolongnya, tapi kamu memilih untuk diam ... Lalu apa semua kesalahanku? Apa aku menipu kamu? Tidak, tapi hatimu yang telah kamu tipu sendiri ... Kamu sakit!" cecar Excel Shimo dengan nada tegas, jelas dia tidak mau disebut penipu, diakhir ucapannya langsung menusuk hati Gongsun Ling.


Kedua mata Gongsun Ling sudah berderai air mata, tubuh gemetaran dan lemas, sebab apa yang dikatakan Excel Shimo itu benar. Gongsun Ling berlutut karena tidak mampu menahan gejolak emosi di hati.


"Aku akan buktikan jika ramalan mu tidak tepat! Ayo kita pergi!" geram Excel Shimo kepada Gongsun Ling, dan menarik tangan An Na yang juga ikut menangis.


Namun, Excel Shimo berhenti sebelum pergi, dia melemparkan topeng penyamaran yang sama seperti miliknya. "Anggap saja itu untuk memenuhi janjiku, janji yang akan selalu melindungimu dari Dewan Keamanan."


Swosh...


"Uwaa!" Gongsun Ling menangis keras dan suaranya menggema di dunia bawah tanah.


Walaupun Excel Shimo mendengar teriakan Gongsun Ling, dirinya sudah tawar hati, marah dan benar-benar marah. An Na hanya diam sambil mengucurkan air mata, dia memahami betul hati Gongsun Ling, sebab dia juga seseorang wanita.


Excel Shimo menghilang dari dunia bawah tanah dan muncul dekat dengan Kerajaan Chu, jelas dia ingin membawa semua istrinya, dia kuatir dengan peristiwa yang tidak terduga, apalagi istrinya menjadi target Istana Iblis Timur.


"Aku berada disisi Selatan dekat dengan hutan, kalian segera kemari dan sekalian simpan pasukan binatang dan boneka wayang," kata Excel Shimo dengan telepati kepada Chu Yao dan Zhang Rouxin.


Zhang Rouxin dan Chu Yao spontan kaget mendengar suara suaminya dan saling bertatapan muka. "Sepertinya dia sangat serius, ayo kita segera kesana!"


Chu Yao dan Zhang Rouxin langsung menuju sisi Selatan Kerajaan Chu.


An Na menatap wajah suaminya yang tidak pernah dia lihat, kemarahan jelas terlihat di matanya, dengan menahan rasa takut, An Na bertanya. "Apa benar kakak Ling sakit, lalu sakit apa dia?"


Excel Shimo melihat istrinya, sambil tersenyum yang dipaksakan dan menjawab. "Orang yang memiliki kepribadian ganda, itu bermasalah! Sifatnya berubah-ubah, bisa kejam dan baik, jika itu pria, maka dia sangat berbahaya, karena pikirannya mudah kacau. Misalnya, disaat sisi gelapnya muncul, dia bisa membunuh siapapun yang tidak dia sukai, entah ada penyebab atau tidak, bahkan keluarganya sendiri bisa dia bunuh, dan dia juga bisa melakukan percobaan bunuh diri. Jika sisi baiknya muncul, kebaikannya dia melebihi apapun, bahkan nyawanya akan diberikan,"


Kepribadian ganda adalah kondisi di mana seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Kepribadian ini disebut juga gangguan identitas, dan umumnya disebabkan oleh pengalaman traumatis yang terjadi secara berulang di masa kanak-kanak.

__ADS_1


Dan Gongsun Ling mengalami traumatis semenjak kecil, di mana dirinya selalu dibully, dihina dan akhirnya dikucilkan di manapun dia berada, karena beban mentalnya yang rentan, muncullah sisi gelap dan sisi baik.


An Na kaget dan menjadi mengkuatirkan Gongsun Ling. "Apa kepribadian ganda bisa disembuhkan?" tanya An Na yang penuh harapan agar suaminya bisa menyembuhkan.


"Bisa, dengan menyatukan kembali seluruh kepribadian yang terpecah di masa lalunya, yang membuatnya traumatis," jawab Excel Shimo yang masih membuat An Na bingung.


"Bagaimana caranya? Aku prihatin dengan kakak Ling, apa kamu tidak kuatir?"


"Jelas aku kuatir! Bagaimana aku tidak kuatir, aku adalah suaminya! Ucapan ku tadi, sengaja aku lakukan agar dirinya bisa menimbang, menilai antara aku dan ketiga rekannya, berapa lama aku bersamanya, dan berapa lama dia bersama rekannya. Dengan begitu semua kepribadian yang terpecah bisa bersatu lagi. Tanpa membuka kenyataan yang sedang dia hadapi, dia akan selamanya seperti ini!" jawab Excel Shimo dengan menghela nafas secara kasar, dan mengelus rambut istrinya.


"Apa yang sedang dihadapi kakak Ling?"


"Banyak, terutama di hatinya. Seperti yang aku katakan tadi, dia telah menipu dirinya sendiri! Jadi, dia harus mampu menilai dirinya sendiri. Dia harus percaya pada dirinya sendiri, bahwa dirinya sangat berarti dan berharga bagi keluarganya saat ini. Ya, kita adalah keluarganya yang selalu menghargainya, melindungi dan mengasihinya, tidak seperti di masa lalunya ...."


"Lalu ... Lalu, kenapa kamu malah meninggalkannya sendirian?"


"Agar dia bisa merenung dan tidak tertekan dengan kehadiran kita."


"Memangnya kita adalah tekanan bagi dia?" tanya An Na yang masih belum paham dengan ucapan suaminya.


"Iya untuk saat ini, karena hatinya sedang kacau. Jika hatimu kacau, apa kamu senang dengan kehadiran orang banyak atau memilih waktu untuk menyendiri?" Excel Shimo bertanya balik, agar An Na memahami apa yang dibutuhkan oleh Gongsun Ling.


"Aku ... Jelas aku memilih untuk menyendiri terlebih ... Aaah! Aku paham!" jawab An Na yang tersipu malu dengan kebodohannya sendiri.


Excel Shimo tersenyum dan menghapus sisa air mata di pipi istrinya. "Cerdas, memang tidak salah aku memilih kamu menjadi bagian keluarga besar Excel," puji Excel Shimo dan mengecup kening istrinya.


Sengaja Excel Shimo memuji An Na, agar istrinya selalu merasa berharga dan berarti baginya. Excel Shimo tidak ingin An Na situasi seperti Gongsun Ling.


Excel Shimo melihat kearah Kerajaan Chu dan melihat kedua istrinya terbang dengan cepat.


Swosh... Swosh...


"Suami," sapa kedua istrinya yang baru tiba


Zhang Rouxin segera mencari keberadaan Gongsun Ling dan tidak melihatnya, dia buru-buru bertanya. "Kemana kakak Ling?"


"Biarkan An Na yang berbicara!" ujar Excel Shimo yang malas untuk berbicara lagi, dia duduk di tanah berumput dan bersila.


Excel Shimo memejamkan mata untuk berkomunikasi kepada Lotus Bao dan Xi Hei, dia harus memiliki perencanaan matang dengan semua hal yang baru dia ketahui.

__ADS_1


Segera An Na menceritakan dari awal mereka meninggalkan Istana Kerajaan Chu, membantai mayat hidup hingga perseteruan antara Excel Shimo dan Gongsun Ling, bahkan apa yang menjadi kendala Gongsun Ling juga di ceritakan secara detail.


__ADS_2