God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 387.


__ADS_3

Chapter 387. Melawan Tim Kang-Dee.


Merasakan niat membunuh muncul dari belakang, Excel Shimo segera membalikkan badan dan melihat Tim Kang-Dee telah membuat Formasi Panah, dimana Kang-Dee berada di barisan terdepan sebagian penyerang tunggal.


Melihat wajah Excel Shimo, Tim Kang-Dee jelas terkejut ada sosok manusia yang ketampanannya melebihi siapapun di Benua Roh. Bahkan tidak ada yang menyamai ketampanannya dari kedua ras yang paling unggul, Ras Asyura dan Ras Malaikat.


Sedangkan Excel Shimo juga terkejut, bukan karena penampilan mereka yang cantik dan tampan, melainkan melihat kekuatan dua ketua yang berada di belakang Tim Kang-Dee, berada pada tingkat Half Alfa level 10.


Seandainya, salah satu dari mereka berada di Alam Semesta Aurora, sudah pasti membuat kekacauan. Di dalam pikiran Excel Shimo, muncul banyak pertanyaan. Namun, saat ini bukan waktunya memikirkan hal yang tidak dia ketahui, sebab apa yang dia hadapi setingkat Half Alfa level 10.


Melihat reaksi Excel Shimo yang terkejut ketua Penegak Hukum tersenyum.


"Ras Manusia, sudah lama aku tidak melihat manusia di benua ini, darimana asal mu?" selidik ketua Penegak Hukum yang ingin mengetahui identitas Excel Shimo dengan nada ramah.


Ras Manusia di Benua Roh sudah lama eksodus dan pindah ke alam semesta lainnya, mereka pindah karena memang diusir dari tanah suci bagi Ras Malaikat dan Ras Asyura.


Di dalam hati Excel Shimo, berkata:


"Sebelum membunuh mereka, alangkah baiknya menguji kekuatan Half Alfa."


Excel Shimo ingin menguji kekuatan barunya, kekuatan yang belum pernah dia praktekkan, dan saat inilah waktu yang tepat. Dan Excel Shimo, menjawab:


"Aku tinggal disini sejak lahir."


Semua orang terkejut dengan pengakuan dari Excel Shimo, dan banyak pertanyaan dibenak mereka. Bagaimana caranya bisa hidup di Hutan Mistik?


Sejak kapan tinggal disini?


Tapi, dua ketua jelas tidak mempercayai, sebab masih ingat dengan jelas tentang sejarah yang pernah mereka baca.


Dulu, binatang mistik lebih ganas dan berbahaya dan tidak ada satupun yang mampu bertahan lama di Hutan Mistik, sebab itu para pendahulu Benua Roh bekerjasama membuat Formasi Penghalang agar penghuninya tidak ada yang keluar.


Selain itu, menghilangnya banyak binatang mistik di awal jalur mereka sudah membuktikan jika Excel Shimo berbohong.


Jika benar Excel Shimo benar asli lahir di Hutan Mistik, kenapa kejadian ini baru terjadi?


Ketua Penegak Hukum melayang dengan mengeluarkan basis kultivasi dan juga muncul cincin Roh di belakang punggungnya, cincin Roh berwarna merah.


Cincin Roh itu berbentuk binatang Great Ape Mistik berusia 120 ribu tahun, dan menatap tajam ke arah Excel Shimo.


Excel Shimo merasakan tekanan kuat yang terfokus padanya, beruntung dia memiliki jirah perang Dewa Binatang yang masih belum diaktifkan sehingga tekanan itu tidak berarti apa-apa. Seandainya tanpa jirah perang Dewa Binatang, Excel Shimo mungkin sudah menjadi ampas hanya dengan tekanan setingkat Half Alfa level 10, apalagi mengeluarkan cincin rohnya.


Excel Shimo malah tersenyum tipis dan ikut melayang, berhenti saat sudah sejajar dengan jarak dua puluh meter.


Dua ketua dan Tim Kang-Dee jelas terkejut lagi melihat manusia baik-baik saja dengan tekanan Half Alfa, dan menebak jika Excel Shimo menggunakan perlindungan diri.


Ketua Penegak Hukum menahan amarahnya dan berkata:


"Aku sudah bertanya dengan baik, tapi kamu tetap berbohong... Anak muda, aku sebenarnya gemas ingin merobek mulutmu, tapi biarkan junior ku yang melawan mu! "


Excel Shimo melihat Tim Kang-Dee satu per satu, dan berhenti saat melihat Yun Shuang dan Xia Jinjing. Kedua mata wanita itu bertemu dan membuat jantung mereka bergetar, perasaan ambigu yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.


Kembali Excel Shimo melihat Ketua Penegak Hukum yang sudah kembali pada posisi semula. Tim Kang-Dee akan bergerak, tapi Excel Shimo terlebih dahulu berbicara:


"Mereka melawanku ... Tapi aku memilih kamu!"

__ADS_1


Spontan semua orang menertawakan Excel Shimo dengan permintaan yang konyol dan mencari kematian dengan cepat. Sudah diberikan kesempatan malah memilih kematian yang mengenaskan.


Kang-Dee, berbicara menggantikan ketua Penegak Hukum:


"Aku bisa mengalahkan mu dengan api ini...!"


Kang-Dee dengan percaya diri sambil menyeringai, dia mengeluarkan Api Asyura dari telapak tangannya, dan membuat Excel Shimo tersadar telah melupakan keunggulan bangsa Asyura.


Melihat Excel Shimo mundur, semua orang menertawakannya lagi dan semakin membuat kang-Dee percaya diri dengan melayang mendekati Excel Shimo.


"Takut ... Dimana kesombongan mu tadi! " ejek kang-Dee dan meningkatkan kekuatan apinya.


Diejek membuat Excel Shimo tertawa kecil dan menggerakkan tangan kiri untuk diletakkan di belakang pinggangnya, dan ibu jari tangan kanan menyentuh hidungnya.


Kang-Dee menjadi waspada dengan tubuh terselimuti apinya, mengira si Assassin akan menggunakan keterampilan untuk memberikan serangan fatal.


Excel Shimo segera mundur saat merasakan panas Api Asyura, dan dia pun berbicara:


"Waktuku sempit, bukannya takut ... "


Excel Shimo segera menggerakkan tangan kirinya yang berada di belakang pinggangnya, dia mengendalikan akar-akar pohon di bawah kaki Tim Kang-Dee dan dua ketua.


Sedangkan pihak lawan yang mendengar alasan dan reaksinya kembali tertawa, seakan-akan Excel Shimo sedang bergurau.


Disaat mereka menertawakannya, kembali Excel Shimo berbicara;


"Oh iya ... Hati-hati dengan wanita mu!"


Spontan ancaman Excel Shimo membuat semua pria marah hingga mengeluarkan Api Asyura ada tubuhnya.


Sedangkan para wanita juga sama dengan tubuh terselimuti apinya, awalnya mengagumi ketampanan Excel Shimo kini berganti menjadi kemarahan.


Swosh... Boom💥...


Ledakan dari serangan api membuat tempat dimana Excel Shimo berdiri menjadi tertutupi asap. Kang-Dee melambaikan tangannya untuk menghilangkan asap dan tidak melihat Excel Shimo lagi.


"Lemah tapi sombongnya minta ampun!" ejek kang-Dee yang mengira telah berhasil membunuh Excel Shimo tanpa meninggalkan jejak karena apinya.


Bukan hal baru bagi Ras Asyura jika manusia mudah dikalahkan apinya, api yang menjadi kebanggaan mereka dan lebih unggul dari Api Surgawi. Tapi lawan mereka Ras Malaikat yang mampu menandinginya dengan elemen cahaya yang menjadi andalan mereka.


Dua ketua tersenyum bangga melihat juniornya membela yang lebih tua, dan mereka juga dengan jelas melihat tubuh Excel Shimo terkena api.


Mereka tidak tahu jika Excel Shimo memiliki banyak kartu andalan untuk melawan Api Asyura, dia tadi ketakutan hanya berpura-pura. Dan saat Kang-Dee menyerangnya, Excel Shimo menahan dengan telapak tangan dengan sengaja agar mengalihkan perhatian.


Disaat tercipta kepulan asap, Excel Shimo berubah menjadi gelapnya Hutan Mistik.


"Sayang sekali... Tampan tanpa tubuh dimakamkan!" celetuk salah satu wanita junior yang menyayangkan Excel Shimo mati.


Semua orang tertawa dan dalam sekejap terdiam...


Tiba-tiba dibawah kaki Tim Kang-Dee merasakan getaran seperti gempa dan buru-buru mereka melayang. Sayangnya mereka terlambat, akar-akar pepohonan telah keluar dan melilit kedua kaki semua orang.


Namun, akar-akar pepohonan dengan mudah menjadi abu karena terbakar api. Semua orang tetap waspada dengan memeriksa sekitarnya walaupun berhasil mengatasi akar-akar pepohonan.


"Apa dia belum mati?" tebak kang-Dee yang ragu-ragu, ragu karena dia melihat sendiri apinya mengenai Excel Shimo dengan telak.

__ADS_1


Demikian juga dengan semua orang, termasuk dua ketua yang meragukan serangan kang-Dee tidak membunuh Excel Shimo.


"Entah dia mati atau tidak, kita tetap harus waspada. Ingat, ini Hutan Mistik dimana banyak jenis binatang yang memiliki elemen kayu!" kata ketua Pekerjaan Umum yang sedari tadi diam untuk mengawasi.


Tim Kang-Dee yang masih melayang segera merapatkan diri dengan membentuk Formasi melingkar, dimana Yun Shuang, Xia Jinjing dan barisan pendukung lainnya berada di tengah untuk dilindungi.


Excel Shimo tersenyum dengan Formasi mereka yang terbuka dibawahnya, kembali dia mengendalikan akar-akar pohon menyerang dari bawah. Sayangnya, ribuan akar pohon yang keluar dan dengan mudah dibakar habis.


Boom💥... Boom💥...


Namun, akar-akar pohon terus menerus keluar dari segala penjuru, dan segera dihancurkan oleh Tim Kang-Dee, bahkan dua ketua juga Excel Shimo serangan.


Disaat musuhnya disibukkan, di kejauhan Excel Shimo bentuk akar pohon menjadi sosok raksasa, dengan banyak akar sebagai tangannya.


Untuk memperkuat elemen kayu, Excel Shimo juga menggunakan elemen logam.


Elemen logam melapisi tubuh raksasa kayu dan setelah terbentuk segera bergerak untuk menyerang Tim Kang-Dee.


Disaat raksasa kayu berlapis logam berjalan menggetarkan tanah, dan membuat Tim Kang-Dee dan dua ketua terkejut melihatnya.


Segera dua tetua menyerangnya.


Ledakan energi api terusan terdengar dan mulai membuat Tim Kang-Dee dan dua ketua kewalahan, kewalahan bukan api mereka kalah, tapi banyaknya akar, apalagi dengan adanya raksasa kayu berlapis logam.


Excel Shimo terkekeh melihat dua tetua yang kewalahan mengalahkan raksasa kayu berlapis logam. Dengan kayu dilapisi logam, menjadi sedikit lebih lama bertahan melawan Api Asyura, apalagi akar-akar pohon terus menerus menyerang.


"Saatnya aku ambil wanitamu!" gumam Excel Shimo yang mendekati Yun Shuang dan Xia Jinjing dari atas.


Dengan wujud seperti gelapnya Hutan Mistik membuat Excel Shimo bergerak bebas, dia sudah berada di belakang kedua wanita incarannya.


Sebelum menangkap targetnya, Excel Shimo menggunakan elemen air sebagai pengalihan.


Di kejauhan muncul gelombang tsunami yang mengepung Tim Kang-Dee dan dua ketua, gelombang tsunami itu setinggi 20 meter, bergerak sangat cepat.


Saat bergerak cepat, tsunami semakin tinggi dan tinggi, sengaja Excel Shimo lakukan untuk menutup ruang gerakan musuhnya, apalagi Hutan Mistik terlindung Formasi berbentuk kubah, yang artinya ada batasan untuk terbang.


Suara gemuruh air jelas terdengar dan membuat semua orang panik. Jelas panik, masih disibukkan dengan akar kayu dan raksasa, kini muncul tsunami.


"Kamu tangani akar pohon dan raksasa kayu, tsunami itu biar aku tangani!" perintah ketua Penegak Hukum kepada ketua Pekerjaan Umum, dan di anggukan tanda paham.


Ketua Penegak Hukum segera mengerahkan segala kekuatannya dengan membuat dua telapak tangan raksasa yang berapi-api, dan muncul telapak tangan diatasnya.


Kemudian, ketua Penegak Hukum mengarahkan pada tsunami.


Byur... Bhuzh...


Tsunami yang terkena serangan dua telapak tangan raksasa, hingga membentuk cetakan tangan, namun tsunami segera pulih kembali, serangan telapak tangan itu seperti menguap.


"Gunakan lonceng perlindungan diri milik kalian!" perintah ketua Penegak Hukum saat dirinya tidak mampu menghancurkan tsunami.


Walaupun Api Asyura sangat panas dan mampu menguapkan air, untuk melawan tsunami setinggi 30 meter lebih dengan ukuran besar, jelas api tidak bisa melawannya


Buru-buru Yun Shuang mengeluarkan lonceng berwarna merah dan berubah menjadi besar untuk melindungi Tim Kang-Dee, segera anggota tim merapatkan diri untuk berlindung di dalam lonceng.


Dang...

__ADS_1


Kembali suara dentangan lonceng terdengar ketika mengenai tanah, dan Tim Kang-Dee sudah berada didalamnya.


Termasuk Excel Shimo ikut di dalam dengan menyeringai...


__ADS_2