God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 36 Berita Heboh.


__ADS_3

Chapter 36 Berita Heboh.


Thok... Thok... Thok


Burung pelatuk mematuk pohon, dimana tanda malam hari telah berganti. Pagi ini di danau wilayah Xiao Qiao udaranya sangat dingin dan menambah orang untuk malas beranjak dari tempat tidur.


Xiao Qiao dan kelima wanita berada dalam 1 kamar, secara berganti menjaga seorang pria muda yang terbaring di ranjang.


Keenam wanita itu dengan sabar merawat Bu Wanmei selama 4 hari ini. Mereka selalu memandikan Bu Wanmei yang masih tidak sadarkan diri, seperti seorang isteri yang senantiasa memberikan perhatian.


Sejak Bu Wanmei tidak sadarkan dirinya, banyak orang yang datang berkunjung untuk melihat kondisi Bu Wanmei. Banyak orang yang ingin menjalin hubungan baik dengan orang setingkat Peri Benua, seperti Bu Wanmei.


Sayangnya Bu Wanmei selama 4 hari masih terbaring lemah. Sehingga banyak orang yang kembali dengan kecewa.


Selain menjaga Bu Wanmei, Xiao Qiao dan Loi Annchi melatih Ming Mei dan Ming Li Ling.


Saat ini mereka berempat sedang berlatih di pinggir danau, sedangkan Bu Wanmei dijaga oleh Han Xing dan adiknya Han Chun.


Selain keempat wanita cantik itu, ternyata banyak murid wanita yang berkumpul di sekitar danau, jelas tujuan banyak wanita itu hanya ingin bertemu dengan Bu Wanmei.


Selain menunggu dengan sabar, para murid wanita juga berkultivasi, sebagiannya berlatih teknik yang mereka pelajari dari balai pelatihan.


Wushhhh...


Tiba-tiba Pemimpin akademi muncul di dekat danau dimana Xiao Qiao bersama ketiga wanita sedang berlatih.


"Salam, Pemimpin."


Sontak semua orang yang mengetahui kehadiran Wang Kaibo, mereka memberikan salam sebagai bentuk hormatnya.


"Tidak perlu sopan, lanjutkan aktifitas kalian!," jawab Wang Kaibo dengan melambaikan tangannya agar semua orang kembali seperti semula.


"Hmm..!," Wang Kaibo menghela nafas dengan mengeluarkan token penyimpan pesan suara.


"Ming Mei, Ming Li Ling...! Ada berita buruk, Klan Ming ... Klan Ming telah musnah dalam semalam...!," kata Wang Kaibo dengan berat hati saat mengabarkan berita terkait Klan Ming.


"Apaaa...."


Keempat wanita itu berseru kaget, terutama Ming Mei dan Ming Li Ling yang berteriak histeris.


Brukk...

__ADS_1


Ming Li Ling seketika pingsan saat mendengar berita yang mengejutkan perihal musnahnya Klan Ming.


Semua murid wanita segera mengerumuni Pemimpin Akademi, mereka ingin mengetahui berita yang menghebohkan itu.


"Pemimpin apa yang telah terjadi... Hikss" hanya Ming Mei yang masih terlihat tegar walau dirinya sebenarnya sangat panik dan cemas, dia menangis sambil memeluk adiknya.


Xiao Qiao dan Loi Annchi juga memeluk mereka berdua dengan erat.


"Kami masih belum mengetahuinya! Raja Han dan Penatua Agung sedang menyelidiki untuk mencari pelakunya.


Di saat mencari bukti-bukti, mereka hanya menemukan 2 token penyimpan suara yang di tujukan untuk kalian berdua!," Pemimpin Akademi menghela nafas berat sembari memberikan 2 token itu kepada Ming Mei, lanjutnya...


"Klan Ming Ming terbakar api, mayat-mayat terbakar menjadi hangus, sebagian sudah menjadi abu! Api itu sangat mengerikan, mampu menghancurkan apapun saat terkena panasnya, logam meleleh, tembok menjadi debu. Di perkiraan itu adalah api surgawi...!," Pemimpin Akademi kembali berhenti berbicara.


Wang Kaibo mengingat bagaimana sisa api itu masih mengeluarkan panas yang membuatnya takut mendekati api yang masih membakar Klan Ming.


Wang Kaibo juga masih mengingat, dimana mayat-mayat itu mati mengenaskan.


Dari sorot mata dari mayat-mayat itu, mereka sangat ketakutan dan shock sebelum menemui ajalnya.


Terlihat jelas, di wajah Wang Kaibo juga sangat ketakutan.


Semua orang juga penasaran dengan kejadian yang mengejutkan ini. Han Xing dan Han Chun keluar dari rumah kayu, saat mendengar keributan suara tangis di luar, mereka berdua buru-buru mendekati Pemimpin Akademi.


"Kami masih belum memastikan siapa keluargamu di antara mayat-mayat itu! Di perkiraan sebelum pemusnahan, sudah ada pertempuran hebat, antara pelaku pemusnahan itu...!," sekali lagi Wang Kaibo berhenti berbicara untuk menarik nafas.


"Jika dirasakan dari jejak auranya, ada 4 kekuatan yang saling bertempur, 3 orang melawan 1 orang! Di antara mereka hanya ada 2 orang yang kekuatannya setingkat Peri Benua, bahkan jika di lihat dari sisa-sisa pertempuran, kekuatan kedua orang itu melebihi Peri Benua ... Mungkin setingkat Peri Langit...!"


"Apaaa..."


Semua orang yang mendengarkan sontak terkejut dengan berteriak histeris. Siapa saja pasti akan terkejut jika ada kekuatan setingkat itu berada di Benua Jiangshan.


Wang Kaibo menatap kearah rumah kayu milik Xiao Qiao, dan melihat Bu Wanmei yang masih belum sadarkan diri. Xiao Qiao yang melihat tatapan Wang Kaibo, sedikit mengernyitkan dahinya.


"Tidak mungkin jika itu Bu Wanmei! sudah 4 hari ini kami selalu menjaganya secara bergantian, Pemimpin!" ujar Xiao Qiao yang tahu pikiran Wang Kaibo.


Wang Kaibo geleng-geleng kepalanya, saat pikirannya mencurigai Bu Wanmei yang masih pingsan.


"Aku akan mencoba memeriksanya...!" pinta Pemimpin Akademi sambil berjalan ke arah rumah Xiao Qiao tanpa memerlukan seijin pemiliknya.


Wang Kaibo masih belum yakin jika tidak memeriksa sendiri kondisi Bu Wanmei, ia berjalan diikuti keenam wanita yang selalu menjaga Bu Wanmei.

__ADS_1


Sedangkan Ming Mei dan Loi Annchi mengangkat Ming Li Ling yang masih pingsan.


Demikian juga dengan para murid wanita yang ingin melihat Bu Wanmei dari dekat.


Setelah memasuki rumah kayu milik Xiao Qiao, Pemimpin Akademi segera mengambil tindakan dengan memegang pergelangan tangan Bu Wanmei.


"Astagaaa... Energi Qi-nya benar-benar terkuras habis, detak jantungnya lemah ... D-dia ... Bagaimana bisa dia terluka cukup dalam...!" Pemimpin Akademi kaget, dia tidak menyangka jika Bu Wanmei ternyata mendapatkan luka dalam. Keenam wanita yang menyukai Bu Wanmei menjadi panik.


"Pemimpin, hikss... Ada apa dengan Bu Wanmei...!?"


"Iya, ada apa dengan kondisi Bu Wanmei?"


Kelima wanita itu mencecar begitu banyak pertanyaan yang diajukan perihal kondisi Bu Wanmei.


Wang Kaibo selain Pemimpin Akademi, ia juga adalah seorang tabib yang handal. Karena itu ia bisa mengetahui secara detail keadaan Bu Wanmei pasca bertarung dengan Raja Kera Emas, dan lebih jeli daripada Penatua Agung.


"Meridian-nya terluka cukup parah, jaringan vena-nya juga mengalami luka serius...!," jawab Pemimpin Akademi kepada keenam wanita itu.


"Tidak, tidak mungkin...! Penatua Agung bilang, Bu Wanmei hanya kelelahan setelah bertarung... Hikss!" Ming Mei tidak percaya dengan hasil pemeriksaan dari Pemimpin Akademi, ia semakin menangis sejadi-jadinya.


Loi Annchi mengernyitkan dahinya dan mendekati Bu Wanmei, lalu dia meletakkan tangan kanannya di perut Bu Wanmei, tepat di bawah pusarnya.


Loi Annchi ingin melihat dantiannya, dan terkejut saat mengetahui jika dantiannya kosong tanpa adanya energi Qi. Di dalam dantiannya juga terlihat banyak dinding-dinding perutnya yang robek, dan juga meridian-nya mengalami kerusakan.


Loi Annchi geleng-geleng kepalanya, dia merasa bodoh tidak memeriksa Bu Wanmei lagi, setelah Penatua Agung mengatakan jika Bu Wanmei hanya kelelahan.


"Maafkan aku yang telah mencurigai Bu Wanmei! Aku pikir Bu Wanmei terlibat dalam pemusnahan Klan Ming...!" Pemimpin Akademi merasa menyesali perbuatannya yang tidak mempercayai ucapan Xiao Qiao.


"Tidak masalah, Pemimpin. Aku memahaminya." ujar Xiao Qiao yang tidak menyalahkan Wang Kaibo.


"Rawat dia sebaik mungkin, gunakan segala macam obat terbaik yang dimiliki akademi." titah Pemimpin Akademi kepada Xiao Qiao.


Kemudian, Pemimpin Akademi membuat resep dan dokumen yang menyatakan, untuk memberikan sumberdaya apapun bagi kesembuhan Bu Wanmei.


Lalu Pemimpin Akademi memberikan resep dan dokumen itu kepada Xiao Qiao.


"Saya akan melakukannya yang terbaik, Pemimpin." ucap Xiao Qiao.


"Aku akan kembali menyelidiki kasus musnahnya Klan Ming, kalian jaga baik-baik Akademi Langit Abadi." perintah Pemimpin Akademi kepada Xiao Qiao dan Loi Annchi.


Setelah itu Wang Kaibo keluar dari rumah Xiao Qiao dan menghilang seperti hantu.

__ADS_1


__ADS_2