God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 52 Hadiah.


__ADS_3

Chapter 52 Biji Teratai Salju.


"Kalian ... " tanya Bu Wanmei yang tidak tahu siapa kedua gadis cantik ini.


"Ke ke ke, mereka berdua adalah Putri dari Raja Han. Dia adalah Han Xing, dan ini adalah Han Chun adik dari Han Xing!" Ming Mei terkekeh melihat Bu Wanmei yang tidak kenal dengan kedua Putri Raja Han, ia segera memperkenalkan mereka berdua.


"Hallo. Aku Bu Wanmei. Apa selama ini kalian juga yang telah merawatku?" Bu Wanmei memperkenalkan dirinya, dan bertanya setelahnya.


"Aku Han Xing, Putri pertama dari Raja Han. Iya, kita berenam selalu bergantian merawatmu." jawab Han Xing.


Dia memperkenalkan balik dirinya dengan postur badan selayaknya seorang Putri Raja. Dengan kedua tangan saling bertautan dan sedikit membungkuk badan.


"Aku Han Chun, Putri kedua dari Raja Han. Salam." demikian juga dengan Han Chun yang sama gaya dengan kakaknya.


"Terima kasih, kalian sudah merawatku." kata Bu Wanmei dengan bangkit untuk turunkan kakinya di lantai kayu.


Buru-buru kedua Putri Raja Han membantunya. Lalu Bu Wanmei duduk di pinggir ranjang, sembari melihat 6 kecantikan di depannya. Bu Wanmei tersenyum, didalam hatinya dia sangat menyukai mereka berenam.


"Kalian semua sangat cantik, kecantikan yang berbeda tapi saling terhubung. Ibarat warna pelangi yang tak terpisahkan. Beruntungnya hidupku, bisa melihat kalian!" puji Bu Wanmei kepada keenam wanita cantik ini.


Keenam wanita itu jelas tersipu malu, tapi di hati mereka sangat gembira dengan pujian Bu Wanmei. Xiao Qiao yang tadinya cemberut kini wajahnya menjadi ceria dan senyum mengembang.


"Lidahmu sungguh beracun di usia muda...!" bisik Ming Li Ling dengan mencium kekasihnya.


"Hehehe, aku tidak merayu kalian. Jika matahari bisa bicara, dia juga pasti akan memuji kecantikan kalian.


Rumput di ladang akan bersorak-sorai saat kalian lewat, bunga layu menjadi bermekaran saat mencium aroma harum tubuhmu. Surga bernyanyi saat kalian menari, ikan melompat dengan riangnya. Alam akan bersujud saat kalian tersenyum, kalian adalah anugerah semesta yang harus dikasihi." ujar Bu Wanmei dengan kata-kata puitis.


Ucapan Bu Wanmei membuat keenam wanita itu ingin melompat dan memeluknya. Mereka benar-benar bahagia karena pujian Bu Wanmei.


"Ayo, lekas terapi seperti biasanya." ucap Ming Mei, ia tidak ingin terus mendengar kekasihnya terus mengucapkan kata berbisa bagi wanita, walau dia sendiri sangat menyukai pujian.


Segera Han Xing dan Han Chun membantu Bu Wanmei berdiri. Kemudian, mereka berdua melepaskan satu per satu pakaiannya.

__ADS_1


Kali ini keenam wanita itu malu, karena kini Bu Wanmei telah sadar. Apalagi tongkat milik Bu Wanmei menyembul keluar dari penutupnya.


Kedua Putri Raja Han terlihat wajahnya memerah karena malu, dan nafas memburu. Keadaan Bu Wanmei yang sadar, membuat aroma feromon-nya keluar, dan memasuki hidung mereka.


Kini tubuh kekar dan sixpack terpampang jelas di mata mereka. Bu Wanmei merasa heran, karena pakaian dalam miliknya tidak dilepas. Dengan santai Bu Wanmei melepaskan pelindung tongkatnya.


Sontak keenam wanita itu memalingkan wajah saat sekilas melihat tongkat Bu Wanmei yang keluar dengan bebas, apalagi kini dalam keadaan siap tempur.


Dalam pikiran keenam wanita itu sudah penuh dengan adegan yang panas, terlihat dada mereka naik turun saat membayangkan hal yang itu.


Ming Mei dan Ming Li Ling segera menggantikan kedua Putri Raja Han, karena mereka terlihat malu.


Kemudian, mereka berdua menuntut Bu Wanmei untuk menuju ember yang telah berisi ramuan herbal didalam kamar mandi.


Bu Wanmei mengerutkan keningnya, saat merasa khasiat ramuan herbal di dalam ember. Lalu ia mengeluarkan kotak kayu.


Seketika kamar itu menjadi dingin, karena kotak kayu itu mengeluarkan hawa dingin es. Sontak semua keenam wanita itu mendekati Bu Wanmei.


"Ceklak" suara Bu Wanmei membuka kotak kayu itu.


"Biji Teratai Salju!"


Keenam wanita itu berseru kaget melihat isi dalam kotak kayu. Biji Teratai Salju adalah sejenis tanaman roh, dan hanya tumbuh di area bersalju yang ekstrim.


Di Benua Jiangshan, wilayah salju hanya di miliki oleh wilayah Kerajaan Huang. Wilayah itu di kuasai oleh Ras Phoniex Es, mereka terkenal dengan elemen Es. Selain itu mereka terkenal arogan.


"Dari mana kamu mendapatkan Biji Teratai Salju?" tanya Xiao Qiao yang terlihat menginginkan Biji Teratai Salju itu. Tapi Bu Wanmei tidak menjawab.


Kegunaan Biji Teratai Salju untuk meningkatkan unsur elemen Es. Setiap kultivator yang memiliki jenis elemen Es dianggap jenius, karena elemen Es tidak semua orang bisa memilikinya.


Selain meningkatkan unsur elemen Es, Biji Teratai Salju juga bisa digunakan untuk melindungi tubuh dari sengatan panas, seperti panas Api Surgawi.


Didalam kotak kayu itu terdapat 50 Biji Teratai Salju, dan selain di kotak kayu itu, Bu Wanmei juga memiliki banyak di dalam cincin dimensi.

__ADS_1


Kemudian Bu Wanmei mengeluarkan 6 botol giok putih. Lalu setiap botol giok itu Bu Wanmei isi dengan 5 Biji Teratai Salju. Setelah terisi dan menutup kembali botol giok putih itu, Bu Wanmei memberikan kepada keenam wanitanya.


"Ini hadiah untuk kalian yang telah merawatku selama 7 hari ini! Aku tidak tahu harus memberikan apa atas kebaikan kalian telah merawatku...!" ujar Bu Wanmei dengan memberikan keenam botol giok itu kepada mereka.


Dengan senang hati mereka menerimanya. Tidak mungkin mereka menolak Biji Teratai Salju, sebab itu sangat langkah.


Biji Teratai Salju hanya muncul setiap 1.000 tahun di daerah bersalju, walaupun tidak digunakan secara pribadi, Biji Teratai Salju bisa digunakan untuk barter atau di lelang.


Jika 1 Biji Teratai Salju dilelang harganya mencapai 10 juta keping emas, bahkan lebih jika ada yang membutuhkan-nya.


Sebenarnya Bu Wanmei mengeluarkan Biji Teratai Salju itu atas saran Earth Core Flame, sebab untuk sementara waktu Bu Wanmei tidak bisa menggunakan Api Surgawi miliknya.


Earth Core Flame kuatir, jika Bu Wanmei menggunakan Api Surgawi, maka Benua Zhong Hua akan datang dan merebut Api Surgawi miliknya. Dengan kekuatan-nya sekarang, Bu Wanmei belum bisa melindungi dirinya, apalagi Bu Wanmei sudah membunuh salah satu anggota Istana Iblis Timur.


Sebab itu, Bu Wanmei disarankan meningkatkan unsur elemen Es miliknya, dan juga akan mencari api baru yang bisa menggantikan Api Surgawi.


"Terima kasih" serentak keenam wanita berterima kasih.


"Tidak perlu sopan seperti ini. Seharusnya aku yang berterima kasih pada kalian yang telah merawatku!" ujar Bu Wanmei kepada mereka, ia menyimpan kembali kotak kayunya, karena tidak mungkin ia mengekstrak Biji Teratai Salju di tempat ini.


Kemudian, Han Xing dan adiknya memandikan Bu Wanmei. Terlihat jelas kedua Putri Raja Han menahan rasa malu. Tetapi, demi orang yang mereka cintai, kedua Putri Raja Han tetap melakukan apa yang sudah pernah mereka lakukan.


Sedangkan keempat wanita yang lain menyiapkan makanan untuk Bu Wanmei.


Didalam kamar mandi, Bu Wanmei selalu melihat wajah cantik kedua Putri Raja Han. Aroma feromon-nya semakin pekat dan membuat kedua wanita itu gelisah.


Apalagi melihat tongkat naga sakit milik Bu Wanmei yang berdiri kokoh. Sekali-kali tangan mereka menyentuh tongkat itu, dan membuat Bu Wanmei tersenyum.


Cup...


Tiba-tiba Bu Wanmei mencium pipi Han Chun. Jelas Han Chun kaget. Seumur-umur dia tidak pernah dicium pria lain, bahkan setiap pria yang mendekati mereka berdua, selalu menerima pemukulan.


Han Chun menundukkan kepalanya dan tersenyum. Lalu Bu Wanmei juga mencium bibir Han Xing ketika dirinya terpaku akan tindakan Bu Wanmei.

__ADS_1


Ciuman Bu Wanmei disambut oleh Han Xing. Kedua insan itu berciuman dengan mesra dan membuat Han Chun iri dan juga malu.


Karena tidak ingin kalah dengan kakaknya, Han Chun mencoba melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan, yaitu memegang tongkat Bu Wanmei.


__ADS_2