
Chapter 147. Niat Buruk.
Setelah jamuan malam, Wali Benua bersama isterinya termasuk Shu Peijing dipersilahkan untuk beristirahat. Mereka dibawa menuju Kastil khusus keluarga Kerajaan Long, Kastil Puteri.
Shui Peiyu juga dibawa oleh Bao Xue, mereka berdua terlihat akrab dan sangat cocok.
Sedangkan Raja Long beserta para pemimpin masih melanjutkan dengan acara minum-minum. Raja Fung juga bergabung dalam jamuan itu.
Di Kastil itu juga tempat tinggal Ratu, Permaisuri, Selir, dan beberapa Putri Raja Long. Dengan iring-iringan rombongan Wali Benua dan wanita dari Kerajaan Long, membuat beberapa pria menaruh rasa cemburu dan benci.
Disudut salah satu ruang, ada dua pria yang tidak lain adalah Jenderal Besar Long Zan dan Putra Mahkota ketiga Kerajaan Long, Long Rou.
Mereka sedari tadi terlihat membenci Wali Benua, dan mereka berdua selalu berbisik-bisik saat berbicara.
"Jika dia tidak kuat, sejak dulu sudah aku bunuh?!" geram Jenderal Besar Long Zan yang ternyata sudah sejak awal membenci Excel Shimo.
"Sialan dia merebut wanitaku dan sekarang menjadi isterinya, bangsattt?!" umpat Putra Mahkota yang sangat membenci Excel Shimo.
Jenderal Besar Long Zan mencintai kedua putri dari Ratu Han, sedangkan Putra Mahkota ketiga Long Rou mencintai Ming Mei. Long Rou mencintai Ming Mei karena prestasinya sebagai Master Alchemist tahap rendah.
Jenderal Besar Long Zan mencintai Han Xing dan Han Chun karena kecantikan, lincah dan juga agresif.
"Kakak, apakah ada ide untuk mempermalukan bocah itu?" tanya Long Rou penuh harap. Long Zan adalah Putra pertama Raja Long.
"Hehehe, sebelum bocah itu kesini, aku sudah membuat pengaturan, tenang saja," Long Zan tersenyum sinis dan menjawab.
"Pengaturan apa itu, Kak?" tanya Long Rou dengan penasaran.
"Kita akan ...." jawab Long Zan dengan berbisik.
"Mantap, ayo kita ke sana dan beraksi saat waktunya tiba." ajak Long Rou dengan tidak sabar saat mengetahui rencana kakaknya.
__ADS_1
Segera mereka berdua membuntuti Excel Shimo, dengan cara menyelinap dari pintu masuk belakang Kastil. Perbuatan mereka tidak ada yang mengetahui.
Wali Benua diajak di ruang santai saat berada di Kastil Puteri. Di sana Wali Benua dikelilingi banyak wanita, hanya dia satu-satunya pria. Jelas Excel Shimo kegirangan, dan ia secara maksimal mengeluarkan aroma feromon.
Ruangan santai yang dipenuhi aroma feromon, membuat semua wanita mulai gelisah, air keringat mulai terlihat di kening setiap wanita. Semua mata wanita tidak berkedip saat melihat Wali Benua, nafas mereka mulai terengah-engah, dan postur tubuh yang sengaja memancing hasrat Wali Benua.
"Ratu Lon--,"
"Panggil saja Long Xia, tidak perlu terlalu formal," potong Ratu pertama Kerajaan Long. Usianya mencapai 250 tahun, wajah masih tampak muda seperti usia 50 tahun, tubuhnya terawat dan wajahnya menarik mata pria.
"Aku Huan Jia," Ratu kedua juga tidak ketinggalan untuk memperkenalkan diri. Usianya 102 tahun, tampilan seperti usia 40 tahun. Sama seperti Ratu pertama, Huan Jia juga merawat tubuhnya dengan baik.
"Aku Putri ketiga dari Raja Long dan Ratu Long Xia, Long Lihua," Long Lihua, usia 35 tahun. Salah satu Putri Raja Long yang membenci Shui Peiyu.
Satu per satu semua wanita memperkenalkan diri, dan membuat Excel Shimo kewalahan dengan antusias mereka yang ingin mengenal dirinya. Namun, Excel Shimo dengan sabar menanggapi mereka.
Pasangan Dao Raja Long cukup banyak. 2 Ratu, 35 permaisuri, 150 Selir, dan menghasilkan 20 Putri, dan 5 Putra. Termasuk Shui Peiyu yang merupakan Putri permaisuri keseratus.
Dengan sikap Excel Shimo yang ramah dan sopan walaupun menjaga sikap dingin, membuat semua isterinya tidak menaruh curiga. Hanya Shu Peijing yang selalu mengerutkan kening melihat menantunya, ia sebenarnya cemburu melihat persaingan para wanita.
Excel Shimo menutup matanya. Menutup mata untuk melepaskan rohnya untuk memasuki Dunia Jiwa. Excel Shimo membuat beberapa kamar tidur yang mirip dengan ruang pribadi dari semua wanita yang berada di Kastil Puteri.
Melihat Wali Benua yang memejamkan mata, Ratu Pertama mengira jika Wali Benua ketiduran, sambil mendekati ia mencondongkan wajah di telinganya.
"Aku tunggu dikamar mawar," kata Long Xia dengan telepatinya, sambil menempelkan buah kenyalnya di lengan Excel Shimo.
Perilaku Ratu Pertama membuat semua wanita curiga, tapi saat melihat Wali Benua memejamkan mata, mereka juga mengira jika Long Xia sedang membangunkan Wali Benua.
Segera Excel Shimo membuka matanya, dan mendengar banyak suara telepati memasuki telinganya. Excel Shimo tersenyum dengan anggukan mengerti untuk isyarat kepada mereka yang mengirim telepati.
"Apa kamu lelah Suami?" tanya Loi Annchi dengan lemah lembut.
__ADS_1
"Sedikit, mungkin efek pertarungan tadi siang dan banyak pikiran perihal kedepannya," jawab Excel Shimo sambil menutup mulutnya saat menguap.
"Sudah pasti kelelahan, pertempuran tingkat Dewa terlalu membebani mental siapa saja. Saya pribadi yang mendengar ikut merasakan, loh...," sahut Ratu kedua.
"Apalagi menjadi Wali Benua harus berhati-hati dalam bertindak dan menjaga perdamaian, itu tidak mudah dilakukan dengan usianya yang masih muda," sambung Bao Xue yang terlihat membanggakan prestasi suaminya.
Ucapan Huan Jia dan Bao Xue sangat masuk akal, apalagi usia Excel Shimo yang terbilang masih muda, dan harus menanggung beban besar di pundaknya.
"Ayo istirahat, dan biarkan kami melanjutkan obrolan khusus wanita...," ujar Da Xia yang masih menggunakan penyamaran, dan terkekeh setelahnya.
"Biarkan aku saja yang mengantar. Kalian lanjutkan ber-interaksi, jarang-jarang kita bisa seperti ini. Ini juga kesempatan kita untuk saling mengikat hubungan persahabatan," celetuk Shu Peijing yang terlihat serius saat berbicara, sebagai ahli pendongeng, ia mampu membuat pendengar terbawa arus ucapannya.
"Pelayan, antar Wali Benua," perintah Ratu Pertama.
"Baik, Yang Mulia Ratu."
Segera Excel Shimo berdiri, dengan lengannya dipegang oleh Shu Peijing yang seakan-akan membantu Wali Benua. Tindakan Ratu Han tidak membuat semua orang curiga, mereka melihat begitu sayangnya seorang Ibu terhadap anaknya.
"Nanti aku akan kembali setelah memastikan kenyamanan, menantuku." kata Shu Peijing sambil berjalan mengikuti si pelayan itu.
"Aku merindukanmu sayang," kata Shu Peijing dengan telepatinya kepada Excel Shimo.
"Ibu minta berapa kali," tanya Excel Shimo sambil terkekeh lirih.
"Sampai aku puas," jawab Ratu Han yang sudah tidak malu-malu dihadapan menantu.
"Silakan masuk Wali Benua," kata si pelayan sesampainya di kamar yang telah disiapkan dengan membuka pintu.
"Kamu tunggu didepan sebentar." perintah Ratu Han kepada si pelayan.
"Baik, Yang Mulia Ratu," jawab si pelayan dengan menutup pintu kamar.
__ADS_1
Wali Benua yang telah meninggal ruang bersantai, membuat semua wanita dari Kerajaan Long buru-buru bertanya kepada semua isteri Wali Benua.
Semua isteri Excel Shimo menjawab dengan senang hati, apalagi menceritakan pertarungan Wali Benua dan Bing Bing, dan menceritakan keahliannya tentang bagaimana Excel Shimo meramu pil tingkat Raja.