God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 300. Makam Dewa Roh (2).


__ADS_3

Chapter 300. Makam Dewa Roh (2),


Excel Shimo juga mengagumi masa Ratu Diao Chin yang memiliki pemikiran maju dalam teknologi. Pantas saja Dewan Keamanan tunduk kepada Ratu Diao Chin, yang memiliki pasukan patung yang mengerikan.


"Kita pelajari dulu bagaimana semua patung bisa mengeluarkan aura kekuatan Dewa Bumi," kata Excel Shimo kepada Lotus Bao.


"Tuan, lihat Formasi itu ...!" pinta Lotus Bao yang tidak menjelaskan apa maksudnya.


Segera Excel Shimo meneliti pusat kendali patung, dan seketika Excel Shimo memahami. Ternyata caranya sama seperti boneka wayang, dengan menanamkan energi spiritual. Tujuan ditanamkan energi spiritual tingkat Dewa Bumi untuk memberikan tekanan pada musuh, sekaligus melindungi tubuh patung agar tidak rentan terhadap serangan setiap praktisi beladiri.


"Luar biasa pemikiran mereka, menangani kelemahan patung dengan energi spiritual!" puji Excel Shimo kepada pencipta patung.


"Itu semua ide Dewa Roh dan Fairy Lianshi, Ratu Diao Chin tinggal menyiapkan material," kata Xi He yang tahu dalam proses pembuatan patung prajurit.


Excel Shimo terdiam sejenak setelah mendengar ucapan Xi He, dia ingin menjadikan semua patung menjadi pasukannya, tapi masalahnya mencari keberadaan induk pengendali cacing Gu tidaklah mudah, apalagi harus melewati ribuan patung prajurit dan patung Elang.


Sebenarnya Excel Shimo bisa saja menghancurkan patung-patung itu, tapi sayang jika dihancurkan, jika bisa dimanfaatkan. Seandainya memiliki mereka, itu juga akan mengurangi biaya perawatan dan sumberdaya seperti pasukan binatang.


"Apa kamu tahu menangani semua patung ini tanpa harus menemukan si pengendali?" tanya Excel Shimo kepada Xi He.


Xi He tidak segera menjawab, dia sedang mengingat masa itu. Sambil menunggu jawaban Xi He, Excel Shimo mengarahkan kepalan tangan di dada patung prajurit.


Bang... Crack... Crack... Bang...


Dada patung prajurit segera retak dan menjalar di seluruh tubuh patung, seketika patung itu hancur berkeping-keping. Excel Shimo melongo melihat patung prajurit menjadi hancur hanya karena pukul tunggal pada pusat kendalinya. Excel Shimo menghela nafas kecewa, pikirannya yang tidak bisa memaafkan patung prajurit.


"Ini proteksi si pencipta ketika kelemahan patung telah diketahui, agar pengetahuan mereka tidak ditiru oleh musuh-musuh," kata Xi He yang dimengerti oleh Lotus Bao dan Excel Shimo.


"Sayang sekali, walaupun tidak sebaik boneka wayang, ciptaan ini masih bisa dimanfaatkan digaris depan ketika bertempur!" ujar Excel Shimo, setidaknya dia memahami bagaimana cara membuat patung prajurit.


Tapi masalahnya adalah waktu pembuat yang lama dan melelahkan, untuk masalah sumberdaya, Excel Shimo tidak kekurangan. Excel Shimo segera bersiap-siap keluar dari Dunia Jiwa, tapi Xi He terlebih dahulu berbicara.


"Kenapa tidak menggunakan Empress Spaceship saja!" usul Xi He, Excel Shimo terdiam sejenak, dan menerima usulan Xi He.


"Benar, kan Empress Spaceship memiliki senjata sengatan petir, coba Tuan gunakan dulu elemen petir untuk melumpuhkan patung-patung itu!" saran Lotus Bao saat teringat senjata pada Empress Spaceship yang bisa mengeluarkan serangan petir, dia berharap bisa merusak pusat kendali dari dalam tanpa merusak patung dari luar.


"Kalian benar, aku akan coba pada patung Elang ini dulu!" jawab Excel Shimo dan segera mengeluarkan elemen petir skala kecil di ujung jarinya yang mengarahkan pada patung Elang

__ADS_1


Zrett.. Cedarrr...


Suara pelan petir terdengar dan membuat patung Elang tersentak ketika terkena. Segera Excel Shimo melihat pusat kendali di kepala patung Elang, sengatan petir itu membuat cacing Gu mati seketika dan menghancurkan formasi di pusat kendali. Lalu memeriksa seluruh tubuh patung Elang, untung saja tidak merusak serat-serat yang sebagai otot penggerak patung Elang.


"Ini berhasil, dan aku bisa membuat formasi yang rusak itu! Masalahnya siapa yang akan mengendalikan mereka?" Excel Shimo senang usulan Lotus Bao dan Xi He efektif, tapi dia kebingungan siapa yang menggerakkan patung-patung jika dia bawa.


"Di modifikasi, kita buat seperti boneka wayang!" usul Lotus Bao.


"Kamu benar, kita akan melakukan riset setelah aku menangkap semua patung itu."


Excel Shimo langsung keluar dari Dunia Jiwa dan melihat semua patung kembali pada tempat semula. Lalu, semua jari tangannya mengeluarkan petir skala kecil yang mengarah pada target patung Elang terlebih dahulu.


Cedarrr... Cedarrr... Bang... Bang...


Patung Elang berjatuhan terkena sengatan petir, patung Elang yang tidak diserang segera bereaksi dan menyerang Excel Shimo. Dengan seringai, Excel Shimo menyelimuti tubuhnya dengan elemen petir, agar patung Elang yang mendekati bisa tumbang, di tangan kiri mengeluarkan bola petir dan tangan kanan terus menyerang serta menghindari serangan patung Elang.


Boom... Cedarrr... Cedarrr...


Kemudian, Excel Shimo melemparkan bola petir ke atas patung Elang dan meledak-lah bola itu menjadi hujan petir, seketika banyak patung berjatuhan. Excel Shimo mengulangi serangannya hingga menghabiskan waktu tiga dupa untuk melumpuhkan semua patung.


Sambil menghela nafas lega dan mendarat, Excel Shimo memasukkan semua patung yang pusat kendalinya telah rusak dan cacing Gu juga mati. Kemudian, setelah semua patung telah bersih, Excel Shimo melihat sebuah pintu gerbang. Namun, disaat dirinya akan berjalan, cacing Gu yang berada dibawah lantai menyerangnya.


Sekali lagi galaxi elemen racun menyerap cacing Gu yang memasuki aliran darah. "Berapa banyak energi agar kalian bisa meningkatkan kekuatanku?" tanya Excel Shimo kepada 24 galaxi nya.


"Banyak sekali energi elemen yang kita butuhkan ... Anggap saja membutuhkan satu kekuatan Celestial Supreme untuk setiap elemen. Untuk lebih mudah menghitungnya, Tuan perlu menyerap energi Yin dari 100 wanita minimal kekuatan Dewa Bumi."


"Hah!!"


Mendengar jawaban galaxi Asal Muasal, Excel Shimo membuka matanya dan melongo. 'Dimana aku mencari wanita sebanyak itu untuk meningkatkan kekuatanku?' batin Excel Shimo yang memikirkan cara untuk mendapatkan kekuatan dengan cepat.


Namun, Excel Shimo segera kembali fokus dan akan memikirkan perihal kekuatannya nanti. Excel Shimo segera berdiri setelah menyerap semua cacing Gu, dia berjalan menuju pintu gerbang sambil melihat bangunan kosong yang hanya dihuni patung. Pintu gerbang itu tingginya 6 meter dan lebar 4 meter.


Disaat Excel Shimo semakin dekat pintu gerbang, dia merasakan merinding dan buku halus di tangan dan lehernya berdiri. "Benar-benar harus memiliki kekuatan jiwa untuk menghadapi Dewa Roh ini!" gumam Excel Shimo sambil terus berjalan dengan mengusap lehernya.


"Memang Dewa Roh terkenal akan kekuatan jiwa yang mampu membuat orang disekitarnya merasakan ketakutan dan gelisah. Beruntung Tuan mampu memahami Ranah Jantung tahap awal, sehingga mampu menenangkan hati dan pikiran disaat seperti ini!" sahut Xi He.


Seandainya Excel Shimo belum memahami Ranah Jantung, dia akan mudah ketakutan, gelisah, cemas dan kuatir, apalagi menghadapi Dewa Roh yang memiliki kekuatan jiwa.

__ADS_1


Dewa Roh adalah orang kepercayaan ke-enam Ratu Diao Chin, ahlinya dalam menciptakan Armament dan Artefak. Banyak ciptaan Dewa Roh yang menjadi rebutan kekuatan, salah satunya adalah Seruling Pengendali Jiwa, prajurit patung dan patung Elang.


Excel Shimo sudah berada didepan pintu gerbang dan memeriksanya dengan jeli. Banyak bermacam bentuk ukiran, seperti binatang, manusia dan senjata pada daun pintu gerbang. Kedua mata Excel Shimo terfokus pada dua wanita yang terukir.


"Apa itu Ratu Diao Chin dan Fairy Lianshi?" tanya Excel Shimo yang asal menebak dua wanita yang terukir, walaupun wajah mereka berdua tidak begitu jelas.


Xi He terdiam, sebab dia sedang mengamati dua wanita yang diukir. "Aku ingat! Dulu Dewa Roh pernah meminta bantuan kepada Dewa Seni untuk membantunya membuat ukiran, tapi Dewa Seni pada waktu itu kebetulan sangat sibuk dengan membuat peta ... Ya, ya, aku sekarang ingat, peta yang Tuan milik adalah buatan dari Dewa Seni, termasuk dia yang membuat teka-teki pada peta!" jawab Xi He yang teringat setelah melihat ukiran, "dan kedua wanita itu memang benar Ratu Diao Chin dan Fairy Lianshi." sambungnya dengan nada suara sedikit bergetar.


Xi He tampak bernostalgia dengan masa lalunya bersama Ratu Diao Chin dan dia terdiam. Excel Shimo dan Lotus Bao juga ikut terdiam sejenak, sengaja membiarkan Xi He mengingat masa jutaan tahun lalu.


"Bagaimana cara membuka pintu ini!" gumam Excel Shimo saat melihat dan mencari pemicu yang seperti biasanya, bahkan setiap ukiran pada pintu dia tekan tapi tidak ada reaksi apapun. Lotus Bao segera fokus lagi dan kembali memeriksa pintu gerbang.


"Coba Tuan cari apapun di setiap bangunan dan rumah yang terkait dengan pintu gerbang!" saran Lotus Bao.


"Tidak perlu!" cegah Xi He yang tampaknya memiliki solusi setelah bernostalgia dengan masa lalunya.


Excel Shimo segera kegirangan dalam hatinya . "Apa itu? Apa kamu sudah tahu cara membuka pintu ini?" cecar Excel Shimo dengan tidak sabar.


"Tuan kan memiliki Cawan Ular Harimau yang berisi air bio energi ... Siram air itu dibawah pintu gerbang ... Lihat ada celah seperti drainase!" jawab Xi He yang membuat Excel Shimo terkejut, lagi-lagi harta yang dia dapatkan bermanfaat.


Buru-buru Excel Shimo mengeluarkan Cawan Ular Harimau yang merupakan Artefak Bintang Dua, Cawan itu dia dapatkan dari Kerajaan Tu. Excel Shimo segera menuangkan isi Cawan Ular Harimau ke dalam celah, dia terus menuangkan sampai ada reaksi.


Bhuzh...


Seketika pintu gerbang berfluktuasi dengan mengeluarkan cahaya, dan setiap ukiran tampak mengeluarkan listrik yang berjalan mengikuti setiap serat-serat ukiran. Excel Shimo segera mundur dan menunggu pintu gerbang terbuka.


Drettt... Bang...


"Hahahaha! Akhirnya terbuka juga!"


Akhirnya pintu gerbang terbuka dan Excel Shimo tertawa penuh kegembiraan, suaranya menggema di makam Dewa Roh, demikian juga Xi He dan Lotus Bao yang ikut gembira.


Excel Shimo melihat sebuah lorong panjang yang besar, tinggi dari lantai hingga atap mencapai 8 meter dengan lebar 5 meter.


Excel Shimo segera berjalan dan melewati pintu gerbang, kedua matanya melihat banyak kamar di kanan dan kiri. Tapi Excel Shimo tidak memasukinya, sebab jarum berwarna putih tidak mengarah mengarah pada setiap kamar. Jarum Tripod Keberuntungan menunjukkan ke arah lurus.


"Apa-apaan ini!"

__ADS_1


Excel Shimo terkejut dengan banyaknya anak panah yang melesat kearahnya. Anak panah itu terbuat dari besi dan busur panah yang terus menembaki Excel Shimo. Segera Excel Shimo menyerang dengan energi spiritual.


Boom... Boom...


__ADS_2