
Chapter 141. Melindungi Pagoda Penjara.
Di Istana Balai Kota Perdamaian terlihat Raja Fung, Raja Long, Long Wenhua dan beberapa pemimpin wilayah Selatan sedang melindungi Pagoda Penjara.
Mereka kedatangan tamu misterius yang wajahnya tertutup topeng. Walau orang misterius hanya sendiri, tapi membuat Raja Fung dan semua orang ketakutan.
Orang itu mengeluarkan basis kultivasinya pada tingkat Dewa Bumi level 2, dan yang paling kuat di antara mereka. Seandainya, lokasi dimana Raja Han dan bersama bawahan Excel Shimo dekat, mereka pasti merasakan aura kekuatan setingkat Dewa.
Bahkan saat pertarungan antar Prajurit Surgawi, Sun Yao, Lei Jieru, Raja Han dan beberapa bawahan Excel Shimo juga tidak merasakan auranya.
Benua Jiang Shan memang kecil bagi benua atas, tapi bagi penduduk asli Benua Jiang Shan sangat luas, dan setiap kota maupun desa harus menempuh waktu harian.
Seandainya Excel Shimo tidak menggunakan Burung Gajah, jelas perjalanannya menuju Kerajaan Long pasti akan membutuhkan waktu lama.
Kerajaan Long dekat dengan perbatasan Kota Perdamaian, sebab itu mereka bisa lebih cepat tiba saat pertarungan antar kekuatan Prajurit Surgawi.
Setelah kepergian Wali Benua, orang misterius itu muncul dan meminta Pagoda Penjara. Berhubung Raja Fung yang bertanggung jawab, ia jelas tidak akan menyerahkan Pagoda itu.
"Aku sudah bersabar dengan meminta Pagoda itu dengan cara yang baik, tapi niat baikku tidak dihargai. Jika begitu, aku secara paksa akan merebutnya!!" ujar orang bertopeng dengan nada tinggi.
"Tuan, sudah saya katakan. Pagoda ini bukan milik kami tapi milik Wali Benua, jika Tuan menghendakinya, maka Tuan bisa menunggu Wali kami kembali," jawab Raja Fung.
Orang bertopeng itu terlihat sedikit gemetar saat nama Wali Benua disebutkan lagi oleh Raja Fung. Sudah dipastikan orang itu takut pada sosok empat Wali Benua Jiang Shan, yang selama ini selalu menjaga benua ini.
Tujuan orang tersebut jelas tidak ingin Hei Suyin membuka mulut, jika itu sampai terjadi, maka rencana mereka akan diketahui oleh Dewan Keamanan.
"Tidak, aku tidak bisa menunggunya!?" tolak orang itu sambil berjalan mendekati mereka.
"Jika begitu, saya juga tidak akan tinggal diam." jawab Raja Fung kepada orang bertopeng itu, "kalian semua lindungi Pagoda ini, aku akan mengulur waktu sampai Wali Benua kembali." lanjut Raja Fung dengan telepatinya kepada Long Wenhua dan yang lainnya.
Raja Fung segera berjalan menghadang orang bertopeng itu dengan merubah wujud aslinya.
Boommm...
Istana Balai Kota Perdamaian langsung hancur saat Raja Fung berubah menjadi Burung Gajah. Sontak orang bertopeng itu mundur agar tidak terkena angin hasil kepakan sayap Raja Fung.
__ADS_1
Tubuh Raja Fung yang berubah segera membuat semua orang menjauhi dia, kecuali Long Wenhua dan para pemimpin yang masih melindungi Pagoda.
"Woww, ternyata kamu dari Ras Burung Gajah yang legendaris... Hahaha. Takdirmu menjadi tungganganku," ucap orang itu yang ingin menjinakkan Raja Fung, ia tertawa senang jika memiliki Burung Gajah sebagai alat transportasi.
"Cih, siapa yang sudi menjadi tunggangan-mu selain Rajaku," Raja Fung meludah dan tidak suka jika dirinya direndahkan oleh pria itu, ia segera terbang dan tubuhnya menutup langit.
Wushhhh.. Wushhhh
Banggg... Banggg...
Raja Fung langsung mengepakkan sayap untuk menjauhkan pria bertopeng itu dari tempat Pagoda Penjara. Segera dampak kepakan sayap itu menghancurkan apapun yang dilewati angin kencang.
Orang bertopeng itu juga terhempas akibat angin yang terfokus padanya, walau tidak melukai tubuhnya. Setelah menyetabilkan tubuhnya, pria itu menatap tajam Raja Fung.
"Jika kamu tidak mau tunduk, maka dengan berat hati aku membunuhmu." pekik orang bertopeng itu dengan melesat menyerang Raja Fung.
Wushhhh... Wushhhh...
Raja Fung bukannya melawan, ia malah terbang tinggi ke langit, jelas tujuan Raja Fung mengiring orang tersebut menjauh dari Kota Perdamaian.
"Kamu tidak akan bisa lari kemana-mana burung kecil," ejek orang bertopeng itu, dia masih ingin Burung Gajah menjadi peliharaannya, jika dia memiliki Burung Gajah sebagai peliharaan, dia akan dipuji banyak orang ditempat asalnya.
"Jika kamu mampu pengecut," balas Raja Fung dan berbalik arah dengan mengepakkan sayap untuk menyerang orang tersebut.
Wushhhh...
"Huff, trik murahan...,"
Boommm...
Orang bertopeng itu memblokir dengan perisai energi, dan menimbulkan ledakan saat benturan angin dan perisai energi.
Sekali lagi Raja Fung terbang semakin tinggi dan sudah sangat jauh dari Kota Perdamaian.
Long Wenhua, Raja Long dan semua orang melihat keatas, mereka hanya melihat riak-riak energi saat benturan itu, mereka juga hanya melihat sinar yang besar dari Raja Fung dan sinar kecil orang bertopeng itu.
__ADS_1
"Semoga Raja Fung mampu mengulur waktu hingga Wali Benua kembali," gumam Long Wenhua yang terlihat kuatir dengan keselamatan Raja Fung.
"Semoga saja, aku malu tidak bisa membantu dia," sesal Raja Long yang tidak bisa berbuat apa-apa dengan situasi saat ini, "menurutmu, siapa dia?" lanjutnya dengan penasaran dengan orang bertopeng itu.
"Aku tidak tahu, yang jelas ia ingin menghilangkan bukti yang berada di Pagoda ini. Ternyata perkiraan Wali Benua tepat, pasti akan ada orang lain yang akan datang," jawab Long Wenhua sambil tetap melihat keatas.
Boommm...
Sekali lagi ledakan terdengar dari langit, dimana Raja Fung dan orang itu saling menyerang. Riak-riak energi kembali terlihat. Seandainya benturan itu dekat Kota Perdamaian, sudah pasti akan menghancurkan apapun.
"Huff...," dengus orang itu yang marah dengan kegigihan Raja Fung, "Tapak Iblis Timur." ucap orang itu dengan suara sangat lirih saat mengeluarkan skillnya.
Segera sebuah telapak tangan besar berwarna merah muncul, dengan cakar yang sangat tajam. Melihat itu, Raja Fung segera melesat keatas untuk menghindari
Wushhhh... Boommm...
Ledakan hebat kembali terdengar, kali ini ledakannya bisa didengarkan dengan jelas dari Kota Perdamaian.
"Kwakkk...," pekik Raja Fung saat tubuhnya yang besar terkena dampak ledakan energi, ia terpental beberapa puluhan meter.
"Hahaha, beruntung kamu cepat menghindar, jika tidak, tubuhmu akan menjadi daging tanpa tulang," tawa orang bertopeng itu saat melihat Raja Fung berguling-guling dilangit.
'Sialan, hampir saja!!' batin Raja Fung yang telah menyetabilkan tubuhnya, ia terlihat ketakutan merasakan serangan kuat dari orang bertopeng itu.
Zlappp...
Wushhhh...
Orang bertopeng itu menghilang dari posisi dia berada. Raja Fung segera terbang lebih tinggi, kuatir jika orang tersebut tiba-tiba muncul dekat dengannya.
Swoshh... Boommm...
"Akhhhh...," teriakan kesakitan Raja Fung saat pria itu muncul diatas dan memukul punggungnya.
Tubuh besar Raja Fung memperlambat ruang gerakannya, sehingga mempermudah orang bertopeng itu untuk menyerang.
__ADS_1
"Hehehe, kuakui kecepatan-mu saat terbang, tapi lambat saat menghindar. Cocok untuk alat transportasi-ku, hahaha," ujar orang bertopeng saat melihat Raja Fung meluncur ke bawah.