God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 195. Mengevakuasi.


__ADS_3

Chapter 195. Mengevakuasi.


"Hore...!!" sorakan semua orang saat formasi telah aktif dan melindungi Altar Sembilan Surga.


Lalu, Excel Shimo membuat pintu masuk menuju altar dan memberikan token kepada Jing Yimin sebagai juru kunci atau penjaga Altar Sembilan Surga.


Setelah pengaturan selesai, Excel Shimo beserta rombongannya kembali ke Kerajaan Huang dengan wajah bahagia.


"Waktu terjadinya peperangan tempo hari, apakah Paman Yimin memberikan informasi kepada Raja Han dan Raja Long?" tanya Excel Shimo saat berada dipunggung Raja Fung.


"Benar Wali Benua. Sengaja semua saya lakukan demi kebaikan Raja Huang dan Raja Rubah Bulan agar tidak menjadi bawahan Guang Ru yang ingin menguasai Benua Jiang Shan," jawab Jing Yimin dengan jujur, "saya tahu niat Guang Ru dan memberikan peringatan kepada She Wuya, tapi peringatan saya tidak ditanggapi." lanjutnya dan menghela nafas berat setelah berbicara.


"Keserakahan membutakan siapa saja. Mungkin takdir menghendaki masa pemerintahan mereka usai dimasa ini," ujar Excel Shimo sambil melihat kearah langit.


Excel Shimo mengerutkan kening, saat melihat cahaya seperti bintang di langit menuju Benua Jiang Shan, ia segera mengaktifkan Mata Langit.


"Astaga...!!! Bencana!!!"


Sontak Excel Shimo kaget melihat cahaya itu melesat dengan cepat. Semua orang segera mengikuti memandang langit, tapi mereka tidak melihat apapun selain langit yang cerah. Hanya keempat Dewi-dewi yang mampu melihat Mata Dewa dan mereka juga ketakutan setengah mati.


"I-itu... Itu apa!! Sinar apa itu?" tanya Dewi Chang'e yang terbata-bata karena merasakan ngeri melihat cahaya putih seperti batu meteorit meluncur dengan sangat cepat.


"Sialannn... Apa-apaan para Dewan Keamanan, ini pasti perbuatan mereka!?" umpat Dewi Rubah Bulan yang marah saat melihat asal cahaya itu dari Alam Tanah Dewa.


"Benar, mereka mengira Altar itu sebagai Altar Divisi Reinkarnasi dan ingin ... !!" sahut Dewi Angsa dan tidak melanjutkan ucapannya.


"Ingin apa?" serentak semua orang bertanya kepada Dewi Angsa.


Semua orang merasakan perasaan buruk dengan tindakan Dewan Keamanan kepada Benua Jiang Shan, ketika Altar Divisi Reinkarnasi muncul.


Excel Shimo segera menenangkan rasa takutnya dengan memejamkan mata dan berpikir untuk mencari solusi menghentikan cahaya tersebut.


"Aku dengar desas-desus antara pimpinan Dewan Keamanan. Menurut rumor, para pimpinan menciptakan sebuah senjata yang memiliki dua fungsi. Pertama, untuk penghancuran total pada targetnya, satu benua bisa hancur menjadi debu. Kedua, untuk menyegel satu benua agar penghuninya tidak bisa keluar maupun masuk ke benua tersebut," jawab Dewi Angsa setelah memenangkan dirinya.

__ADS_1


"Apa...!!" teriak semua orang yang jelas ketakutan setelah Dewi Angsa menjelaskan.


"Sialan, kebodohan mereka menyebabkan kehancuran bagi kehidupan yang tidak bersalah!?" Excel Shimo kali ini benar-benar sangat marah dan melihat kearah Tanah Dewa dengan Mata langitnya.


Raja Fung segera berhenti dan ikut ketakutan sambil melihat ke langit.


"Ti-tidak mungkin mereka menghancurkan Benua Jiang Shan sebagai Dewan Keamanan, pasti mereka hanya ingin menyegel benua ini," sahut Ratu Shu Peijing yang dengan cepat berpikir setelah mendengar ucapan Dewi Angsa.


"Semoga saja. Mereka tahu tidak bisa menghancurkan Altar Divisi Reinkarnasi, jika itu mereka lakukan, maka Altar Divisi Reinkarnasi akan berkeliaran secara acak di alam ini dan itu lebih beresiko. Selain itu akan banyak kehidupan tak bersalah meregang nyawa. Perkiraan-ku mereka hanya ingin menyegel benua ini saja." ucap Dewi Angsa yang berusaha menenangkan semua orang.


"Wali Benua, apa yang harus kita lakukan?" tanya Jing Yimin yang menahan rasa takut, gelisah dan cemas.


Excel Shimo kembali memejamkan mata untuk berkomunikasi dengan Xi He dan Lotus Bao. Semua orang melihat wajah Excel Shimo yang sangat serius dan menunggu jawabannya.


"Bao-er, He-er, apakah kalian ada ide?" tanya Excel Shimo dengan telepati.


"Jika hanya Tuan, semua wanita dan bawahan, mereka bisa berlindung di Dunia Jiwa, jika Dewan Keamanan berniat menghancurkan Benua Jiang Shan. Namun, jika mereka ingin menyegel saja, Tuan akan kesulitan untuk menyelesaikan tujuan awal," jawab Lotus Bao.


Excel Shimo merenung dan memutar keras otaknya dengan cepat untuk mendapatkan solusi. 'Jika serangan para Dewan Keamanan adalah energi spiritual, apa bisa dantian baruku mampu menyerapnya?' batin Excel Shimo, setelah menemukan ide konyol untuk menerima serangan para pemimpin Dewan Keamanan secara langsung.


"Aku kira mereka menggunakan energi spiritual, sebab tidak mungkin menggunakan senjata penghancuran massal menggunakan energi material alam," jawab Dewi Angsa yang penuh keyakinan, sebab menggunakan material alam seperti Batu Semesta atau Batu Kuno membutuhkan pengeluaran yang sangat besar.


"Kamu benar, tidak mungkin senjata dengan kekuatan besar menggunakan material." ucap Excel Shimo dengan tersenyum setelahnya dan kembali melihat ke langit.


Excel Shimo tidak perduli dengan ekspresi semua orang, terutama wanitanya, sebab ia lebih fokus memikirkan cara menangani hal ini.


"Wali Benua, apa ada solusi?" tanya Jing Yimin yang melihat Excel Shimo tersenyum percaya diri.


"Ada...!" jawab Excel Shimo tanpa memalingkan wajahnya, sebab ia sedang mengukur serangan itu terpusat di wilayah mana.


Jawaban yang singkat membuat semua orang kebingungan dan penuh tanda tanya, tapi sebelum semua orang bertanya, Excel Shimo segera berbicara.


"Paman Fung, Paman Yimin dan semua istriku, segera evakuasi penduduk untuk menjauhi wilayah Timur dan wilayah Utara, sebab titik serangan itu berada di perbatasan, area Altar," perintah Excel Shimo yang ingin segera bertindak, "perkiraan sinar itu akan mencapai lapisan atmosfer terluar dalam waktu dua hari paling cepat." lanjutnya sambil mengeluarkan seluruh Ras Burung Gajah dari Dunia Jiwa.

__ADS_1


Semua orang bertukar pandang dan wajah mereka pucat dengan tubuh sedikit gemetaran. Mereka sampai tidak bisa mengekspresikan rasa di hati yang sudah campur aduk.


Bhushhhh....


"Raja Shimo, Nyonya...." sapa Ras Burung Gajah setelah keluar.


"Ratu Bao Yu dan Ratu Jing Yimin segera pimpinan untuk misi evakuasi semua orang sebisa mungkin dan sebanyak-banyaknya jiwa yang bisa diselamatkan. Jika tidak ada yang percaya, hiraukan. Jika ada yang melawan tindak dengan tegas." kata Excel Shimo yang tidak memberikan kesempatan semua orang untuk berbicara maupun menghela nafas.


"Baik, Suami!"


"Laksanakan, Wali Benua!"


Jawab semua wanita dan Jing Yimin dengan kompak tanpa membantah, sebab ini situasi darurat.


"Keluargaku, bantu semua istriku untuk membantu mengevakuasi penduduk secepatnya dan sebanyak-banyaknya. Kumpulkan mereka di wilayah Barat dan wilayah Selatan. Cepat lakukan dengan segera!" perintah Excel Shimo kepada Ras Burung Gajah dan semua orang.


"Baik Raja Shimo, kami akan lakukan sebaiknya mungkin." jawab Ras Burung Gajah dengan kompak.


Ras Burung Gajah sangat senang menjadi berguna bagi Rajanya dan semua kehidupan di Benua Jiang Shan.


"Bagaimana denganmu?" tanya Loi Annchi yang selalu memikirkan suaminya.


"Aku akan persiapan diri untuk menghadapi serangan itu." jawab Excel Shimo dengan tegas.


"Apa yang akan kamu lakukan? Itu energi spiritual Tingkat Celestial Supreme dan tidak bisa dianggap enteng, loh!!" Bao Xue kuatir, dengan apa yang akan dilakukan oleh suaminya.


"Kalian semua jangan kuatir, aku akan berkonsultasi dengan guruku." jawab Excel Shimo dengan serius walau dirinya berbohong, "segera kalian berangkat. Tidak ada waktu lagi untuk berbicara. Cepat." lanjutnya dengan nada sedikit lebih keras kepada semua wanitanya.


Segera semua orang bergerak dan membagi Burung Gajah menjadi dua kelompok.


"Kwakkk..." pekik Raja Fung saat dirinya melesat kearah wilayah Timur beserta 500 Ras Burung Gajah.


"Kwakkk..." disusul suara wakil Raja Fung yang menuju ke wilayah Utara yang juga membawa 500 anggota Ras Burung Gajah.

__ADS_1


Excel Shimo menghela nafas berat sambil melihat kepergian mereka dan kembali melihat ke langit. "Tidak ada pilihan bagus untuk menghentikan serangan para bajingan itu! Dewan Keamanan, jika aku berhasil mengatasi ini semua, kalian akan masuk dalam daftar misi-ku selanjutnya. Aku tidak perduli dengan kalian sebagai penjaga Alam Semesta Asal Muasal...," ucap Excel Shimo dengan niat membunuh yang pekat kepada para pimpinan Dewan Keamanan.


__ADS_2