God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 163. Couldron Dragon Phoenix Celestial.


__ADS_3

Chapter 163. Couldron Dragon Phoenix Celestial.


Akhirnya Excel Shimo membuang semua pemikiran yang saat ini tidak berguna, dan melanjutkan ke lantai tiga bersama dengan semua orang. Sesampainya dilantai tiga, ada satu kursi khusus tempat untuk mengendalikan Istana Peri di tengah ruang.


Dilantai tiga dikelilingi dinding transparan yang bisa melihat keluar, jika dilihat dari luar akan terlihat seperti dinding biasa. Dari lantai tiga, semua orang bisa memantau situasi diluar dengan jelas.


Dilantai tiga juga tersedia beberapa sofa panjang yang dikhususkan untuk semua anggota si pemilik Istana Peri Miniatur. Excel Shimo segera duduk dikursi khusus yang ditempatkan ditengah ruang.


"Istana Peri ini juga memiliki kemampuan yang lain, yaitu mampu berkamuflase sesuai dengan lingkungan. Selain itu Istana Peri ini juga mampu mengecilkan diri sesuai perintahku, ukurannya bisa sekecil ujung jari kelingking tanpa menyakiti penghuni yang berada didalam," jelas Excel Shimo setelah dirinya duduk.


Semua orang sedari tadi mengagumi interior lantai tiga, dan terkejut lagi dengan kemampuan Istana Peri ini. Excel Shimo bisa mengetahui semua kelebihan dan kekuatan Istana Peri saat dirinya telah terkoneksi, sebab itu ia bisa menjelaskan secara detail.


"Apa Istana Peri ini bisa bergerak?" tanya Ming Li Ling disaat otaknya dipenuhi imajinasi.


"Bisa, tapi tidak cepat seperti kapal angkasa, setidaknya tidak memalukan dalam hal kecepatan. Lihatlah, aku akan segera tunjukkan kelebihan Istana ini." jawab Excel Shimo sambil memejamkan mata setelah berbicara.


Semua orang segera duduk dengan dada berdebar-debar saat ingin merasakan kehebatan Istana Peri Miniatur. Dengan pemikiran Excel Shimo, Istana Peri menjadi transparan dan menyesuaikan dengan lingkungan. Kemudian, secara berlahan Excel Shimo membuat Istana tersebut menjadi kecil.


Tidak berhenti disitu, Excel Shimo mulai mengendalikan Istana untuk melayang secara berlahan. Excel Shimo terus mengendalikan Istana hingga mencapai batas ketinggiannya.


"Luar biasa, mampu melayang hingga ketinggian tujuh ribu meter dari atas permukaan tanah!" seru Bao Xue yang kagum dengan kehebatan Istana Peri.


"Bersiaplah, kita akan bertamasya lagi, hahaha....," kata Excel Shimo kepada semua orang.


Khususnya wanitanya merasakan perasaan dejavu, dan segera saling berpegangan tangan agar tidak terjatuh maupun berguling-guling, dengan mengalirkan energi untuk menahan tubuh mereka agar tidak tersentak.


"Para penumpang yang terhormat, nikmati perjalanan kalian dengan transportasi mewah milik keluarga besar Excel Shimo...," ujar Excel Shimo dengan berpura-pura sebagai pemandu wisata, dan menyeringai setelahnya.


Wushhhh...


"Ahhhh...,"


"Hahaha, hebat, hebat. Tambah kecepatannya lagi, Raja...,"


Teriakan para wanita saat tubuh mereka tersentak kebelakang, sebab Excel Shimo memacu laju gerak Istana Peri dengan kecepatan maksimal. Berbeda dengan Raja Fung yang terlihat kegirangan, bahkan minta agar lebih cepat lagi.


"Minta pemukulan, hah?!"

__ADS_1


Teriakan serempak semua wanita yang kesal telah dipermainkan suaminya. Untungnya mereka sudah bersiap, jika tidak, pasti sudah terjatuh kebelakang.


Dengan Istana Peri menjadi kecil, gerakannya juga semakin lincah, walau tidak bisa bermanuver seperti Kapal Impian miliknya. Biarpun begitu, Istana Peri sudah sangat hebat, dan merupakan salah satu artefak penyelamat bagi Excel Shimo dan semua orang saat bersama.


"Katamu lebih pelan dari Kapal Angkasa, nyatanya melebihinya!!" gerutu Bao Xue yang ingin rasanya memukuli suaminya.


"Mana aku tahu, kan aku sendiri baru mencobanya," sanggah Excel Shimo dengan wajah polos tak terjamah.


"Huff, siapa yang sekarang percaya dengan bualan-mu!" dengus Loi Annchi yang juga ikut kesal.


"Kompak sekali!!" gerutu Excel Shimo yang kalah bicara dan kalah jumlah, sambil mendaratkan Istana Peri di sebelah Mansion-nya.


Setelah mencoba artefak barunya, kini giliran tungku tua dan berkarat. Excel Shimo turun ke lantai satu yang memiliki ruang cukup luas, dan meletakkan tungku tersebut. Setelah mengamati secara detail, dan dengan menggunakan tiga cara, tungku itu masih tidak merespon, maupun mengeluarkan sesuatu yang menarik minat.


"Mungkin tungku ini benar-benar rusak," ujar Xiao Qiao yang juga ikut memeriksa tungku tua tersebut.


"Iya, tungku rusak ini. Aku sudah menggunakan energi spiritual, darah dan kesadaranku untuk memeriksa, tapi tidak ada reaksi apapun!, sahut Seng Huaran yang juga telah menggunakan segala metode.


"Sama. Tapi ada satu cara yang belum kita coba. Qiao'er, alirkan api-mu untuk mengujinya," pinta Excel Shimo pada Xiao Qiao.


"Ran'er, giliran-mu, keluarkan hingga panas maksimal," pinta Excel Shimo kepada Seng Huaran.


Bhuzhhh...


"Api Naga Berapi. Layak sebagai keturunan Fucang Long," Excel Shimo sedikit terkejut melihat jenis api yang dimiliki oleh Seng Huaran, ia tidak menyangka jika istrinya memiliki garis darah Naga penguasa bawah tanah dan gunung berapi, yang dikenal dengan nama Fucang Long.


Seng Huaran juga sedikit terkejut saat suaminya mengetahui jenis api yang hanya bisa dimiliki jika memiliki garis darah Fucang Long. Excel Shimo mengetahui semua jenis Naga sebab ia memiliki garis Naga 12 element, dimana Naga terkuat setelah Naga Qiu.


Seng Huaran langsung mengalirkan element Api Naga memasuki tungku tua dengan panas yang maksimal. Namun, setelah menunggu beberapa saat, tungku hanya sedikit bereaksi, dengan mengeluarkan cahaya dan beberapa karat mengelupas.


"Bagus, ada reaksi. Berarti membutuhkan panas yang ekstra. Biar aku coba...," Excel Shimo kegirangan melihat tungku bereaksi dengan panas.


Segera Seng Huaran mundur dan digantikan oleh suaminya. Excel Shimo mengeluarkan Api Surgawi yang telah dimanipulasi menjadi Api Nirwana.


Bhuzhhh...


"Api Nirwana!!" seru ke-empat Dewi-dewi dan Ratu Han yang belum pernah melihat Excel Shimo mengeluarkan apinya.

__ADS_1


Crakkk... Crakkk...


Tungku tua tersebut segera bereaksi dengan cepat saat menerima panas Api Nirwana. Karat-karat yang menempel segera mengelupas dan berjatuhan.


"Sudah ku duga, tungku ini adalah Tungku Surgawi, yang hanya bereaksi pada Api Surgawi," ujar Xi He dengan kegirangan, dimana Lotus Bao sedang berinteraksi dengan Tungku Surgawi.


"Luar biasa, walau tungku ini hanya pada tingkat Prajurit Surgawi, masih bisa ditingkatkan hingga Celestial Supreme," seru Lotus Bao setelah memahami Tungku Surgawi, "Tuan Anda beruntung lagi menemukan harta langka." lanjutnya dengan memuji keberuntungan Excel Shimo.


Swoshhh... Bhuzhhh...


Tungku Surgawi seketika bergetar hebat, dan mengeluarkan cahaya terang. Ketika cahaya menghilang, Tungku Surgawi telah berubah menjadi wujud aslinya.


Bentuknya sangat unik dan indah, warna keperakan dengan perpaduan warna emas. Tungku Surgawi terukir gambar Naga dan burung Phoenix, dimana Naga itu tubuhnya melilit badan Tungku Surgawi, sedangkan burung Phoenix sebagai penutup tungku.


"Hahaha, Couldron Dragon Phoenix Celestial...," tawa Excel Shimo saat mengetahui jenis harta langka ini, tawanya menggema di Istana Peri.


Semua orang hanya bisa melongo melihat Tungku Naga Phoenix Surgawi. Bentuknya benar-benar indah dan mengeluarkan aura kuno.


"Keberuntungan kok terus," celetuk Raja Fung yang tidak bisa berpikir normal saat melihat Rajanya.


"Suamiii, ini untukku, ya, ya, ya...," pinta Seng Huaran yang seketika berubah seperti anak kecil, dengan menggoyangkan lengan kirinya suaminya, dengan matanya yang berkedip-kedip untuk menyihir suaminya.


"Tidak bisa, ini harus menjadi milikku, sebab aku Isteri keduanya," tolak Ming Mei yang juga menginginkan Tungku Naga Phoenix Surgawi, sambil menggenggam tangan kanan suaminya, ia juga menyihir Excel Shimo dengan mata genit dan menggoda.


"Aku Gurumu, seharusnya aku yang lebih cocok memilikinya," ujar Xiao Qiao yang mengandalkan statusnya sebagai Guru Ming Mei.


"Hahmmm, harta memang membutakan siapa saja, mengalahkan pria walau dirinya tampan," Raja Fung menghela nafas dan bergumam setelahnya.


"Mau jadi burung panggang, hah?!"


Bentak Seng Huaran, Ming Mei dan Xiao Qiao saat mendengar celotehan Raja Fung, seketika Raja Fung menutup mulutnya dengan geleng-geleng.


(Author : Namanya juga Genre Fantasi, dimana sesuatu yang tidak ada ditulis dan divisualisasikan. Tapi jika ada yang bilang tidak masuk akal, silakan baca genre drama modern nyata, dimana hubungan terlarang jelas ada, dan hubungan percintaan juga ada. So, sekali lagi baca sinopsis awal GOB 1.


Maaf, saya selalu ngomel, menulis sesuatu yang tidak ada itu lebih sulit, daripada menulis sesuatu yang sudah dilihat.


Liarkan Imajinasi-mu, jadilah diri sobat menjadi Excel Shimo 😂. Oh iya, saya suka dibilang penulis Iblis daripada penulis suci 😂😂. Salam)

__ADS_1


__ADS_2