God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 159. Ruang Harta Kerajaan Long(2).


__ADS_3

Chapter 159. Ruang Harta Kerajaan, Artefak tingkat Celestial Supreme (2).


Segala tindakan Wali Benua tidak luput dari pengawasan Tetua bermata satu dan Long Wenhua, mereka juga sama seperti Raja Long, menyesali pilihan Wali Benua yang tidak bermanfaat.


"Mungkin masih terlalu muda dan kurang berpengalaman, jadi kurang teliti dan bijak dalam memilih sesuai kebutuhan," gumam Tetua bermata satu dengan geleng-geleng.


"Tidak juga, Wali Benua juga memiliki pendukung yang mengerikan dibelakangnya, sebab itu dia tidak terlalu membutuhkan kekayaan maupun yang lainnya. Mungkin bagi Wali Benua misteri adalah kekayaan tersendiri," sahut Long Wenhua,


"Pendukung yang mengerikan!! Maksudnya ...," Tetua itu terkejut dan juga kebingungan dengan ucapan Long Wenhua.


"Lihat usianya baru 12 tahun ... dia menyembunyikan kekuatannya sangat dalam. Coba tebak, tingkat berapa Wali Benua saat ini?" tanya Long Wenhua sebelum menceritakan siapa Wali Benua sebenarnya.


"Iya, aku baru sadar tidak bisa melihat kekuatannya, bisa jadi basis kultivasi-nya lebih tinggi, atau dia memiliki artefak penyembunyian. Aku rasa kekuatan berada pada tingkat Peri Benua level 3 jika harus menjadi Wali Benua," jawab Tetua bermata satu dengan sangat yakin.


"Salah. Kemarin Wali Benua bertarung dengan anggota Istana Iblis Timur, yang memiliki kekuatan tingkat Dewa level 2. Biarpun begitu, anggota itu kalah telak, bahkan dia menggunakan berbagai cara untuk meningkatkan kekuatan hingga naik 3 level. Tetapi, tetap saja kalah telak. Dan yang harus kamu tahu, dia hanya mengandalkan kekuatan fisiknya saja...," Long Wenhua menceritakan aksi Wali Benua dengan jelas dan gamblang, seperti dia bertarung sendiri melawan Bing Bing, sambil kedua tangannya berada dibelakang punggung seperti seorang ahli terkuat yang kesepian.


Long Wenhua tidak sadar jika Tetua bermata satu sudah kejang-kejang di ubin karena ayok mendengar ceritanya.


Disaat Long Wenhua dan Tetua berbicara, Excel Shimo berhenti di salah satu harta yang menarik minatnya. Ia mengamati dengan teliti setiap lekuk ukiran harta tersebut, dan terlihat juga tulisan kuno di badan harta tersebut.


"Itu tungku tua yang sudah berkarat dan tidak bisa digunakan lagi. Dulu Leluhur Naga Bumi kedua menyimpannya karena nilai historical-nya," jelas Raja Long agar Wali Benua tidak salah memilih lagi, "jika Wali Benua berminat bisa ambil saja diluar pertukaran.


"Apa ini milik Beliau?" tanya Excel Shimo dengan penuh minat mendengar sejarah tungku tua tersebut.

__ADS_1


"Hahaha, bukan. Anggap saja Leluhur salah merebutnya waktu itu. Dulu terjadi fenomena api di Hutan Belantara, banyak kekuatan berbondong-bondong mendatangi Hutan Belantara. Sesampainya disana mereka melihat tungku tua ini. Awalnya tungku tua ini sangat indah dan menarik banyak minat ahli Alchemist...," Raja Long tertawa, tapi menertawakan kisah menyedihkan Leluhur Kedua, "terjadilah baku hantam dengan banyak kekuatan hanya untuk merebutnya, termasuk Leluhur Kedua juga ikut baku hantam. Singkat cerita, Leluhur Kedua berhasil mengalahkan banyak kekuatan dan mendapatkan tungku tua ini. Ternyata saat dilihat tungku tua sudah rusak dan berkarat, saat fenomena api menghilang... Hahaha." lanjutnya bercerita dan tertawa lagi saat menceritakan sejarah Leluhur Kedua yang memilukan.


"Kisah yang menarik. Baiklah anggap saja ini kompensasi untuk membuat Pil Penyegar Indera. Jika saya memiliki waktu luang, saya akan memperbaikinya." kata Excel Shimo sambil menyimpan tungku tua tersebut.


"Hahaha, terserah Wali Benua. Ini tidak dihitung," Raja Long tetap tertawa mengingat Leluhur Kedua.


"Ketidaktahuan membuat orang bodoh!" kata Excel Shimo kepada Xi He dan Lotus Bao.


"Benar, jika mereka tahu ini adalah tungku tingkat Prajurit Surgawi, sudah pasti tidak akan diberikan dengan percuma, hahaha," jawab Xi He dengan telepatinya, ia sangat senang dengan keberuntungan Tuannya.


"Anda beruntung Tuan, jika mereka tahu pasti akan muntah darah," sahut Lotus Bao.


"Hahaha, lumayan buat ditampilkan diumum saat meramu pil! Baiklah kita langsung saja,"


Kembali Excel Shimo mencari sesuatu yang menarik, dan kali ini dia sedikit berjalan lebih cepat, sebab waktu dua dupa akan habis. Kembali Excel Shimo berhenti pada pilihan yang sudah dia ketahui dari Xi He.


"Ini adalah Istana Peri kata Leluhur Pertama, Beliau juga menemukannya dipesisir Laut Selatan setelah pertempuran Dewa Ilusi, yang akhirnya mati di tangan Mahkota Maha Raja," jawab Raja Long.


Istana Peri tersebut tampak kecil seperti miniatur, terlihat sangat nyata dan menarik minat siapapun bagi anak kecil. Excel Shimo mengamati setiap detailnya, dan tersenyum dengan mengambil Istana Peri tersebut dan mengotak-atiknya seperti halnya mainan baginya.


"Ini adalah barang langka Tuan, jika tidak salah tebak, Dewa Ilusi juga seorang ahli Smelting tingkat Celestial Supreme. Seperti Dewa Ilusi sengaja mempermainkan banyak mata agar tidak menarik minat orang dewasa. Ini Istana Peri bisa membesar menjadi Istana asli," jelas Xi He dengan telepatinya.


"Lalu apa gunanya memiliki Istana Peri jika aku tidak bisa tinggal pada suatu tempat?" tanya Excel Shimo yang tampak tidak berminat pada Istana Peri.

__ADS_1


Xi He tidak langsung menjawab, tampaknya sedang berpikir.


"Istana Peri ini bisa mengecil dan membesar, yang artinya bisa dibawa kemana-mana. Kelebihan lainnya, Istana Peri mampu menahan serangan setingkat Celestial Supreme, asal yang menyerang tidak lebih dari tiga kultivator. Selain itu, Istana Peri mampu berkamuflase sesuai lingkungan, anggap saja sebagai artefak persembunyian," jelas Xi He dengan detail dan jelas.


"Hahaha, ini baru rejeki pria memangsa istri orang," jawab Excel Shimo dengan tertawa terbahak-bahak, setelah Xi He menjelaskan secara detail.


Xi He dan Lotus Bao ingin tertawa mendengar Tuannya berbicara ngawur disaat senang.


Raja Long sekali lagi menghela nafas, saat melihat Wali Benua memilih hal yang tidak bermanfaat lagi. Tapi dia tidak bisa mencegah jika itu yang diinginkan oleh Wali Benua.


"Saya inginkan ini, bagus buat hiasan dikamar pribadiku," kata Excel Shimo sambil menyimpan Istana Peri dibalik bajunya.


"Apa Wali Benua yakin membawa mainan itu?" tanya Raja Long agar Wali Benua memilih yang lain.


"Iya, ini bagus dan saya menyukainya," jawab Excel Shimo tanpa berpikir ulang.


'Dasar anak-anak, haa sudahlah itu urusannya!' batin Raja Long dengan geleng-geleng.


"Aku kehilangan dua barang, sama saja mendapatkan keselamatan yang terjamin, itu sepadan," kata Excel Shimo kepada Xi He dan Lotus Bao.


"Tepat. Ketidaktahuan membuat orang bodoh dan buta," dukung Lotus Bao yang senang dengan pertukaran ini.


"Wali Benua, waktu telah habis. Dimohon untuk bergegas keluar," suara Tetua bermata satu menggema didalam ruang Harta Kerajaan.

__ADS_1


Segera Excel Shimo kembali menuju pintu masuk dengan hati gembira, ia senang telah mendapatkan dua barang berharga dan langka, dan satu item yang masih belum dia ketahui.


Melihat Wali Benua tersenyum senang, Long Wenhua malah terlihat sedih dengan pilihan Wali Benua. Namun, apalah daya jika itu sudah keinginan Wali Benua. Sedangkan Tetua bermata satu terlihat senang, senang tidak ada harta berharga yang keluar dari ruang ini. Walau sesaat lalu dia kejang-kejang.


__ADS_2