
Chapter 428. Fiend Spirit King.
Seperti cipratan air saat serangan Fiend Spirit mengenai tornado yang terus berputar, bukannya hancur tapi tornado semakin melebar, dan disaat Fiend Spirit mendekati mereka terseret ke dalam pusaran tornado.
Banyak Fiend Spirit yang terseret dan berputar dengan kecepatan tinggi dan secara berlahan jubah mereka mengendur lalu mengeluarkan kristal jiwa. Kemudian, kristal jiwa itu memasuki pori-pori tubuh Excel Shimo.
Bukannya takut terbunuh oleh tornado, Fiend Spirit makin banyak berdatangan dan langsung menyerang dari kejauhan, mereka berniat menghancurkan tornado.
Namun tornado tetap kokoh dan malahan semakin melebar dan membuat benteng pertama mulai mengalami kerusakan. Selain itu, Excel Shimo semakin kuat dengan menyerap banyak kristal jiwa, energi jiwa juga makin melonjak dan menarik perhatian Fiend Spirit yang berada di benteng kedua.
"Bunuh mereka, bunuh mereka!! "
Jiwa-jiwa yang terpenjara sangat gembira ada manusia yang mampu mengalahkan Fiend Spirit, mereka berharap terlepas dari rasa sakit yang membelenggu-nya sangat lama, mereka terus memohon kepada Excel Shimo untuk memusnahkan Fiend Spirit.
Fiend Spirit di benteng kedua segera mendatangi tornado besar yang menarik perhatian, karena tornado itu memancarkan kekuatan jiwa. Bahkan Fiend Spirit King yang berada di dalam istananya merasakan juga.
Fiend Spirit King segera keluar bersama bawahannya, tatapannya penuh semangat melihat tornado itu. Lalu Fiend Spirit King memerintahkan semua kekuatan untuk menangkap Excel Shimo.
Entah bodoh atau dibutakan oleh keserakahan, Fiend Spirit King malah mengantarkan anak buahnya menjadi korban. Kini tinggal dirinya dan dua orang bawahan yang terkuat memperhatikan anak buahnya menyerang tornado.
"Master, kenapa mengorbankan pasukan kita! Lihat tornado itu makin membesar ketika pasukan kita terseret ke dalamnya! " tanya Minister Fiend Spirit kepada rajanya.
"Tidak pernah ada manusia yang mampu melawan banyaknya Fiend Spirit, baru kali ini terjadi! Lihat dia, mampu meningkatkan kekuatannya dengan menyerap kristal jiwa. Inilah yang aku tunggu-tunggu, setelah mengumpulkan banyak jiwa-jiwa...," jawab Fiend Spirit King.
"Apa Master ingin memanen-nya setelah dia meningkatkan kekuatan jiwa? " tebak General Fiend Spirit.
"Benar! " jawabnya.
Kedua bawahan Fiend Spirit King tertawa saat tahu rencananya. Mereka bertiga kembali melihat tornado makin membesar hingga mendekati Pohon Pemangsa Jiwa.
Anehnya, Pohon Pemangsa Jiwa tetap kokoh berdiri hanya mengeluarkan banyak akar untuk menyelimuti dirinya hingga membentuk piramid akar kayu.
Excel Shimo yang berada di pusat tornado tetap memejamkan mata sambil menikmati sensasi peningkatan kekuatan jiwa dan tubuhnya terus mengeluarkan cahaya, dia juga mengendalikan tornado menuju istana.
.....
Di Istana Cahaya.
Raja Malaikat, dua pimpinan Perguruan Api Asyura, jajaran petinggi berkumpul, setelah Moon Qiang menemukan giok perekam pesan di kamar Excel Shimo.
Moon Qiang bersama para wanita segera melaporkan kepergian Dewa Binatang menuju dunia bawah tanah.
__ADS_1
Kini di istana semua orang melihat cermin sihir yang memperlihatkan pertarungan Dewa Binatang melawan banyaknya mayat hidup dan manusia kelelawar, mereka terus melihat kepergian Dewa binatang menuju dunia bawah tanah.
Tidak ada kata yang terucap di setiap orang yang menyaksikan kebrutalan Dewa Binatang saat bertarung dengan mayat hidup dan manusia kelelawar, bahkan mereka terkejut saat Excel Shimo menelan bola energi hingga meningkatkan kekuatannya begitu mudah.
Baru setelah Excel Shimo mengalahkan Wei Yan, Raja Malaikat dan dua pemimpin Perguruan Api Asyura bisa berbicara tentang perbuatan Dewa Binatang yang membuat mereka selalu berdecak kagum.
"Setelah aku melihat sendiri... Dugaan ku jika Dewa Binatang menggunakan kultivasi berbasis kekuatan jiwa. Tapi, setelah mendengar ucapan Wei Yan, aku rasa Dewa Binatang tidak sekedar memanipulasi energi alam tapi justru dia murni menggunakan energi alam. Jika memanipulasi, tidak mungkin Dewa Binatang bisa menyerang Wei Yan yang bersembunyi di celah spasial! " analisa Raja Malaikat setelah melihat pertarungan Dewa Binatang.
"Dia menggunakan dua kekuatan berbasis, kekuatan energi alam dan kekuatan jiwa! " sambung Yun Shang yang melengkapi analisa Raja Malaikat.
"Benar! Pemuda yang luar biasa! Jika aku melawannya dengan kekuatan jiwa-nya dan energi alam yang bukan di bidang ku... Mungkin aku juga akan kalah tipis atau aku yang menang! " ungkap Raja Malaikat yang tidak munafik mengakui kehebatan Dewa Binatang.
"Awalnya aku berpikir dia seseorang penyihir yang handal dalam memanipulasi elemen, nyatanya pikiran ku runtuh setelah melihat sendiri, " ujar Xia Chung dan geleng-geleng setelahnya.
Semua orang juga berpikiran sama, jika Excel Shimo memiliki kemampuan seseorang penyihir kuno dari caranya membangkitkan kerangka dan pasukan Asyura.
Tapi melihat Excel Shimo tidak menggunakan media, pikiran mereka seketika runtuh.
Umumnya penyihir kuno selalu menggunakan media seperti kitab mantera dan tongkat sihir, namun Excel Shimo hanya memejamkan mata dan sesekali melambaikan tangannya.
Hal ini yang membuat pemikiran banyak pemimpin salah.
Saat ini mereka melihat dan berhenti berbicara, ketika Excel Shimo sudah berada di dunia bawah tanah, mereka melongo melihat Excel Shimo menciptakan tornado yang melahap banyak Fiend Spirit.
Kemudian, mereka melihat tornado itu menyelimuti Pohon Pemangsa Jiwa dan tidak bergerak lagi, hanya terus berputar-putar di Pohon Pemangsa Jiwa sambil menyeret Fiend Spirit yang terus berdatangan.
Di dalam tornado, Excel Shimo melihat Pohon Pemangsa Jiwa yang membentuk seperti piramid. Piramid akar pohon mulai mekar dan mengejutkan Excel Shimo saat banyaknya akar menyerangnya dengan cepat.
"Hmm! Ini jebakan! " gumam Excel Shimo saat menyadari bentuk Pohon Pemangsa Jiwa yang berpura-pura melindungi dirinya.
Awalnya Excel Shimo mengira Pohon Pemangsa Jiwa yang secara naluri tidak ingin terseret ke dalam tornado segera membentuk perlindungan diri. Ternyata saat tornado menyelimuti Pohon Pemangsa Jiwa...
Boom💥... Boom💥...
Segera Excel Shimo menghancurkan akar-akar Pohon Pemangsa Jiwa yang menyerangnya. Excel Shimo yang geram segera mengeluarkan Seruling Pengendali Jiwa dan meniupnya.
Seketika akar-akar Pohon Pemangsa Jiwa yang akan menyerang menjadi berhenti, secara berlahan mulai turun, sedangkan Pohon Pemangsa Jiwa menjadi tenang. Banyaknya Fiend Spirit yang menyerang juga berhenti dan diserap oleh tornado.
Fiend Spirit King kaget melihat Pohon Pemangsa Jiwa terdiam, wajahnya menjadi panik saat dirinya juga merasa dikendalikan.
"Sialan dia!? Ayo kita serang bersama-sama sebelum dia mengendalikan Pohon Pemangsa Jiwa! " perintah Fiend Spirit King.
Swosh... Swosh... Swosh...
Fiend Spirit King memiliki kekuatan True Alfa level 12, Minister Fiend Spirit memiliki kekuatan True Alfa level 10 dan General Fiend Spirit memiliki kekuatan True Alfa level 5. Mereka bertiga melesat untuk menghentikan Excel Shimo yang akan mengendalikan Pohon Pemangsa Jiwa,
Excel Shimo yang merasakan tekanan kuat menjadi gemetaran dan menggagalkan upayanya untuk mengendalikan Pohon Pemangsa Jiwa. Dia melihat tiga cahaya melesat sangat cepat.
__ADS_1
"Kuat sekali! Ini melebihi Raja--!" ujar Excel Shimo yang merasa ngeri dengan kekuatan mereka, namun sebelum bersembunyi dia melihat tiga kekuatan telah menyerang.
Boom💥... Boom💥... Boom💥...
Tornado hancur dan tiga serangan jiwa mengenai tubuh Excel Shimo, tubuhnya terpental hingga menghantam tanah dan Seruling Pengendali Jiwa pun terjatuh.
"Tangkap dia!?" perintah Fiend Spirit King kepada Pohon Pemangsa Jiwa, dan dia mengambil Seruling Pengendali Jiwa.
Pohon Pemangsa Jiwa mengendalikan akar-akarnya untuk menangkap Excel Shimo sebelum dirinya bangkit. Sedangkan tiga kekuatan setingkat True terus menyerang Excel Shimo agar tidak melawan.
Splash... Splash..
"Arghh!! " Excel Shimo berteriak kesakitan saat jiwanya di serang oleh tiga kekuatan, dia hanya bisa memegang kepalanya karena rasa sakit yang luar biasa.
Excel Shimo tidak bisa berpikiran jernih saat tiga kekuatan terus menyerang jiwanya, dia lebih baik merasakan rasa sakit menghancurkan tubuhnya daripada merasakan serang jiwa seperti saat ini.
Fiend Spirit King dan dua bawahannya terus melemahkan jiwa Excel Shimo tanpa henti, hingga Pohon pemangsa jiwa melilit tubuhnya hingga menjadi kepompong, lalu menarik kepompong memasuki tubuhnya.
Kemudian, tiga kekuatan itu mengulurkan kedua tangan dan mengeluarkan rantai berbentuk spiral, lalu rantai itu mengikat tubuh Excel Shimo dan menusuk pelipis, urat nadi, jantung, pusar dan lubang kelaminnya.
"Arghh!!"
Teriakan Excel Shimo semakin keras saat rantai berbentuk spiral menusuk tubuhnya, dia berusaha melawan dengan segala kemampuan yang dia miliki, bahkan Jirah Perang Dewa Binatang tidak sempat dia aktifkan.
Namun tiga kekuatan itu jelas tidak memberikan kesempatan Excel Shimo untuk melawan, mereka bertiga dan Pohon pemangsa jiwa terus menerus menyerang.
Teriakan Excel Shimo semakin lemah dan melemah hingga akhirnya dia pun pingsan.
Tiga kekuatan True Alfa berbasiskan kekuatan jiwa jelas membuat Excel Shimo tidak mampu melawannya, apalagi dengan serangan yang mendadak. Tubuh terluka memang tidak banyak membuat Excel Shimo kesakitan, namun jika jiwa-nya diserang jelas akan merasakan sakit, tidak hanya dia tapi semua kehidupan pasti merasakan hal yang sama. Seandainya, Excel Shimo sempat mengaktifkan Jirah Perang Dewa Binatang, tetap saja tidak mampu melawan serangan jiwa.
Fiend Spirit King tertawa telah mendapatkan seseorang yang mampu mengembang kekuatan jiwa yang kuat, dia bertepuk tangan seakan-akan tangannya kotor. Kedua bawahannya juga ikut tertawa bahagia.
"Dengan dia menjadi pupuk, Pohon Pemangsa Jiwa akan cepat dan banyak menghasilkan Buah Jiwa setingkat Buah Suci tingkat Dewa. Hahaha! " kata Fiend Spirit King dan tertawa.
Tiga kekuatan itu segera kembali ke istana dengan raut wajah bahagia. Sedangkan jiwa-jiwa yang terpenjara kembali merasakan putus asa melihat Excel Shimo dikalahkan dengan mudah.
Saat berada di istana. Tiga kekuatan itu melihat seseorang duduk di singgasana Fiend Spirit King. Segera ketiga kekuatan itu berlutut dan menyapa orang tersebut.
"Bagus kerja kalian! Tidak sia-sia aku merencanakan semua ini dan mengeluarkan banyak sumberdaya! Setelah dia benar-benar melemah, bedah kepalanya dan selidiki apakah memang dia memiliki Artefak Mahkota Maharaja. Ambil juga Pedang Semesta dan semua harta yang dia miliki! "
Orang itu adalah tubuh kesadaran Wei Yan dan tiga kekuatan itu adalah bawahannya. Wei Yan memuji kinerja tiga kekuatan yang telah dia persiapan untuk melawan Dewa Binatang.
Wei Yan sudah lama mengiring Excel Shimo agar masuk ke dalam perangkapnya, di kota hanyalah skema dia agar Excel Shimo yakin dengan kekuatannya sendiri.
Memang benar yang dikatakan Wei Yan sebelum diekstrak oleh Dewa Binatang, jika dirinya memiliki banyak tubuh kesadaran, dan memang benar yang dikatakan oleh Dewa Binatang, dia harus membayar mahal untuk menciptakan tubuh kesadaran.
Tapi, semua itu demi mendapatkan semua Artefak Alami di seluruh Alam Jagat Raya, dan kerugiannya sebanding dengan apa yang akan dia dapatkan.
__ADS_1