God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 351. Kota Naga Ular, Liu Hualien.


__ADS_3

Chapter 351. Kota Naga Ular - Mountain Twins Son, Liu Hualien.


Setelah mendapatkan solusi, Excel Shimo keluar dari Dunia Jiwa menuju Mountain Twins Son, lokasinya sangat jauh dan membutuhkan waktu dua dupa dengan kecepatan yang Excel Shimo miliki.


Sebelum mencapai bagian terluar Mountain Twins Son, Excel Shimo melihat sebuah Kota kecil, dia buru-buru turun agak jauh agar tidak membuat banyak masalah yang tak perlu.


Excel Shimo berniat mencari informasi terkait Makam Dewa Pill Surga, dia segera merubah wujudnya menjadi seorang pria muda wajah rata-rata usia 20 tahun. Setelah merubah wajah dan tinggi badannya, Excel Shimo menghilang dan muncul di dalam Kota.


Kota yang Excel Shimo singgahi bernama Kota Naga Ular, sesuai dengan nama penunggu Mountain Twins Son.


Kota Naga Ular sangat ramai dengan pengunjung, dan rata-rata semua orang adalah kultivator berkelompok. Setiap kelompok minimal berjumlah lima orang dan paling banyak dua puluh orang, mereka adalah pemburu binatang buas dan pencari kekayaan di Mountain Twins Son.


Excel Shimo melihat penampilan garang dari setiap kultivator, saat dia berjalan selalu diperhatikan dengan tatapan tidak ramah, namun Excel Shimo tidak perduli, dia tetap berjalan santai menuju lokasi yang banyak dikunjungi oleh kultivator.


"Ada mangsa baru ... Kalian berempat, lakukan seperti biasanya!" ujar salah satu pemimpin kelompok yang berjumlah sepuluh orang, dia memerintahkan empat anak buahnya.


"Siap, bos Meng!" jawab empat anak buahnya dengan senang hati.


Pemimpin yang bernama Meng adalah salah satu kelompok yang dikenali sebagai Tim Meng, mereka terkenal kejam kepada pendatang baru dan sering membuat kelompok lain menghindarinya.


Excel Shimo yang tahu hanya tersenyum sinis dan tetap berjalan, dia melihat sebuah kios minuman yang ramai pelanggan. Namun, jalannya dihalangi oleh anak buah bos Meng.


"Bayar upeti bagi pendatang baru, satu Batu Kuno setiap hari! Jika tidak, kamu bisa pergi dari kota ini setelah ... !" bentak salah satu anggota Tim Meng, dia mengancam dengan mengepalkan tangan dan melemaskan otot-otot di lehernya hingga suara gemeretak terdengar.


Semua orang yang melihat terlihat senang akan ada pertunjukan, dan memberikan ruang bagi Tim Meng dan Excel Shimo. Sedangkan pemimpin Meng hanya tersenyum dan menyilangkan kedua tangan di dadanya.


Namun, masih ada sebagian orang yang bersimpati melihat kesialan pendatang baru yang sudah bertemu dengan Tim Meng, apalagi tuntutan mereka sangat tidak masuk akal, sebab Batu Kuno sangatlah langka.


Mata uang yang digunakan di Benua Shen Zhou adalah koin emas, Batu Roh, Batu Mistik dan Batu Langit, untuk mata uang perak dan perunggu tidak berguna di Benua Shen Zhou, sebab benua ini sangatlah subur dan makmur, sudah wajar jika perak dan perunggu tidak digunakan sebagai alat pembayaran.


"Apa hanya satu saja?" tanya Excel Shimo dengan wajah polos.


Spontan semua orang melongo mendengar ucapan Excel Shimo, dan bahkan ada yang langsung mengumpat kesal, seakan-akan Excel Shimo sangat sombong dan tidak mengetahui jika Batu Kuno sangat berharga.


Empat anak buah Tim Meng tertawa terbahak-bahak, seolah-olah mereka mendapatkan mangsa yang sangat gemuk dan polos.


Segera salah satu dari empat Tim Meng maju dan berhenti di depan Excel Shimo.


"Kamu ternyata kaya ... Jika begitu kamu harus bayar tujuh Batu Kuno untuk beberapa hari kedepan dan kami jamin kamu akan aman!" ujarnya sambil mengulurkan tangan kirinya.


Excel Shimo tersenyum dan mengangguk pelan, lalu dia melihat kebawah disekitarnya, lalu dia mengangkat tangan kiri untuk menarik sesuatu yang dia lihat. Dengan Telekinesis Excel Shimo menarik tujuh batu hitam.


Semua orang yang melihat Excel Shimo menjadi penasaran dengan apa yang akan dilakukannya, dan terkejut saat melihat Excel Shimo menarik batu di kejauhan tanpa mengeluarkan energi spiritual.

__ADS_1


Jelas semua orang terkejut, sebab Excel Shimo menggunakan kekuatan pikiran untuk mengambil tujuh batu hitam, dan bukan yang selama ini mereka ketahui dengan energi.


Lalu, Excel Shimo dengan jari telunjuk tangan kanan menulis sesuatu di batu hitam, dan semakin membuat semua orang penasaran.


Setelah selesai, Excel Shimo memberikan kepada anggota Tim Meng yang berada di depannya.


Anggota Tim Meng membaca tulisan di batu hitam, dan apa yang tertulis di batu hitam adalah, "batu Kuno, 70 buah. Anda sangat beruntung!"


Spontan semua orang yang melihat tertawa terbahak-bahak, mereka tidak menyangka jika Excel Shimo membuat lelucon disaat berhadapan dengan anggota Tim Meng.


Ya, walaupun Tim Meng bukan yang terkuat, masih saja disegani karena ada yang mendukungnya. Akan tetapi, di Kota Naga Ular tidak ada rasa peduli dengan kesialan yang dialami setiap orang. Di manapun yang terkuat dan kaya akan selalu dihormati dan ditakuti.


Anggota Tim Meng melongo setelah membaca tulisan pendatang baru, dia melihat wajah Excel Shimo yang polos. Sedangkan pemimpin Meng menepuk jidatnya saat melihat anak buahnya dibodohi oleh pendatang baru.


"Bagaimana, apa kurang! Jika kurang, aku akan buatkan lagi yang lebih banyak, agar kamu bisa buat membeli arak terbaik, dan kembaliannya bisa buat beli rumah termasuk daun pintu!" tanya Excel Shimo, dan segera mencari lagi batu hitam.


Kembali semua orang ketawa terbahak-bahak, baru kali ini Tim Meng tidak dihormati oleh pendatang baru di Kota Naga Ular, dan Excel Shimo adalah orang pertama yang membuat Tim Meng dipermalukan.


"Bajingan!! Kamu mencari mati, hah?!" bentak anggota Tim Meng dan langsung mengeluarkan senjata pedang dari sarungnya, dia juga mengeluarkan basis kultivasi di tingkat Dewa Bumi.


Namun, Excel Shimo tersenyum dan tiba-tiba menghilang dari pandangan mata semua orang, dan muncul kembali dibelakang empat anak buah Tim Meng.


Blukk... Blukk...


"Astaga!!"


Semua orang ketakutan dan menjauhi Excel Shimo, mereka tidak menyangka sosok yang tampak lemah dan polos memiliki kemampuan yang mengerikan.


Semua orang tidak mengetahui, jika Excel Shimo telah menggunakan skill Penghenti Waktu, setelah waktu berhenti, segera Excel Shimo mengekstrak energi dantian keempat anggota Tim Meng. Selain itu, Excel Shimo juga telah membaca pikiran mereka


Pemimpin Meng terbelalak melihat anak buahnya mati mengenaskan, tubuhnya bergetar karena amarah. "Bunuh dia!!" perintah pemimpin Meng kepada enam anak buahnya, dia juga langsung menyerang.


Excel Shimo tanpa membalikkan badan hanya geleng-geleng kepala, dan kembali menggunakan skill Penghenti Waktu.


Seketika semuanya berhenti, lalu Excel Shimo segera mengekstrak energi dantian pemimpin Meng dan enam anak buahnya.


Kemudian, Excel Shimo membakar sebelas mayat tanpa meninggalkan jejak sama sekali, bahkan semua harta mereka juga dijarah. "Terima kasih!" ucap Excel Shimo dan menghilang dari Kota Naga Ular, sebab dia sudah mendapatkan informasi dari mereka.


Mendapatkan informasi dari ingatan pemimpin Meng, Excel Shimo muncul di perbatasan Mountain Twins Son dan Kota Naga Ular. Excel Shimo melihat Gunung Anak Kembar, dia juga melihat banyak kelompok yang masuk di seputar zona luar, dia juga melihat beberapa kelompok masuk di zona dalam Mountain Twins Son.


Sengaja Excel Shimo tidak terbang maupun berjalan dengan cepat, sebab dia sedang diikuti oleh beberapa orang dengan penampilan seluruh tubuh tertutup setelah keluar dari Kota Naga Ular.


Excel Shimo tersenyum senang jika akan mendapatkan kristal energi dantian lagi, disaat dia semakin masuk ke dalam hutan sudah mendengar banyak auman berbagai macam binatang buas, dia juga mencium bau anyir darah dan daging busuk, dan Excel Shimo melihat banyak mayat binatang dan kultivator meregang nyawa.

__ADS_1


Dan Excel Shimo baru mengerti jika Mountain Twins Son memang wilayah yang sangat berbahaya, dia kembali berjalan mengikuti jalan setapak yang sering dilewati.


Swosh... Swosh...


Setelah jarak Excel Shimo berada di wilayah tengah zona luar Mountain Twins Son, orang yang mengikuti segera mengepungnya, jumlah mereka ada lima orang dengan seluruh tubuh tertutup. Excel Shimo tersenyum dan membuka Mata Dewa, namun tidak bisa melihat penampilan mereka, lalu dia pun membuka Mata Langit, dan terlihat jelas wajah mereka yang tertutupi.


Diantara kelima orang itu hanya ada satu wanita, tampaknya sebagai pemimpin. Kekuatan wanita itu berada di tingkat Dewa Emas level lima dan anak buahnya paling rendah berada pada tingkat Dewa Bumi dan tertinggi Dewa Alam level satu.


Tinggi badan wanita itu 179 cm, tubuhnya dibalik jubah persembunyian sangat menggoda mata Excel Shimo, kulitnya kuning langsat dan rambut pirang sebahu, dadanya ukuran 36C, alis tipis dan memanjang, wajah oval, mata sipit dan bibir tipis.


"Apa kamu yang telah membunuh anak buah ku di kota tadi?" tanya si wanita dengan suara yang serak dan tampak disamarkan.


"Apa aku salah akan tindakan ku?" tanya balik Excel Shimo dengan berjalan mendekatinya.


Swosh... Swosh... Boom💥... Boom💥...


Empat anak buah wanita itu langsung menyerang Excel Shimo dengan pukul energi tanpa banyak bicara, sebab mendekati pemimpinnya sudah dianggap ancaman. Ledakan energi mengenai Excel Shimo, tapi dia menggunakan perisai energi untuk menangkal serangan musuhnya.


Wanita itu langsung mundur ketakutan saat melihat energi perisai setingkat Kaisar Surgawi, awalnya dia ingin meminta pertanggungjawaban kepada Excel Shimo yang telah membunuh anak buahnya, tapi melihat kekuatan perisai energinya, wanita itu dan empat anak buahnya berniat kabur.


"Jangan harap ingin lari ... !" gumam Excel Shimo dan mengeluarkan skill Penghenti Waktu, baginya, mendapatkan mangsa di depan mata jelas tidak akan dilepaskan.


Seketika semua radius seratus meter berhenti dan lima orang berjubah pun ikut berhenti dengan tubuh mereka melayang.


Kemudian, Excel Shimo segera mengekstrak dantian keempat anak buah wanita itu dan segera membakar mereka.


Lalu, Excel Shimo menghampiri wanita itu, melepaskan jubahnya dan hanya menyisakan pakaian aslinya yang berwarna putih. Terlihatlah wajah asli, dan yang unik telinganya seperti kucing. Kemudian, Excel Shimo membaca ingatan, pikiran bahkan jiwanya.


"Hmm! Ras Kucing Petir, Liu Hualien!" gumam Excel Shimo, setelah mengetahui siapa sebenarnya wanita yang bernama Liu Hualien.


Liu Hualien adalah putri dari pemimpin Klan Liu, salah satu Klan Kuno. Semenjak remaja, Liu Hualien bukan termasuk anak manja, dia wanita mandiri, berjuang di dalam kehidupan yang penuh ketidakadilan dan kejam seorang diri, dan membentuk kelompok kecil untuk mencari sumberdaya.


Kemudian, Excel Shimo merubah wajah aslinya dan menggendong Liu Hualien seperti seorang putri, seketika waktu kembali normal dan Liu Hualien menjadi kebingungan.


"Meong!!" spontan Liu Hualien berteriak dengan suara kucing yang kaget seperti terinjak ekornya, dia melompat dengan kedua tangannya ingin mencakar wajah orang yang tidak dia kenali.


Namun, Excel Shimo segera menahan kedua tangan Liu Hualien dengan mudah dan terkekeh karena reaksi spontan Liu Hualien.


Liu Hualien meronta-ronta ingin melepaskan dirinya, bahkan kedua kakinya menendang Excel Shimo, dan sekali lagi di tangkis juga dengan kakinya.


Liu Hualien - Ras Kucing Petir.


__ADS_1


__ADS_2