God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 218. Mendapatkan Petunjuk Lokasi Peta Kuno.


__ADS_3

Chapter 218. Mendapatkan Petunjuk Lokasi Peta Kuno.


Segera Excel Shimo membuka gulungan itu satu per satu dan mempelajari dengan teliti dan sabar. Tetua penjaga segera meninggalkan Excel Shimo di lantai 3 dan tersenyum melihat begitu antusiasnya seorang anak muda yang ingin mengenal sejarah jutaan tahun.


"Tidak pernah aku temui anak muda yang begitu peduli dengan sejarah masa lalu!" gumam tetua penjaga.


Saat tetua penjaga turun di lantai 1, dia masih melihat persaingan ketiga wanita yang memamerkan lekuk tubuhnya. Seketika mereka bertiga terdiam saat tahu tetua penjaga sudah turun dari lantai 3.


"Paman, apa Tuan muda sedang mempelajari sejarah?" tanya Tu Qingxuan.


"Benar, Putri. Tuan muda begitu antusiasnya mempelajari sejarah," jawab tetua penjaga dan tersenyum setelahnya.


"Bagus, aku bisa dandan sebelum dia selesai...!" ujar Tu Qingxuan sambil keluar dari Balai Perpustakaan Kerajaan.


"Aku juga!" sahut Tu Yueyin Mei yang tidak mau kalah dengan kakaknya.


Tetua penjaga hanya geleng-geleng kepala saat melihat dua putri Kerajaan ingin dandan untuk seorang pria. "Benar-benar bencana bagi wanita." gumam tetua dan melihat Juan Rong yang sendirian.


"Paman, dimana ruang kamar kecil ?" tanya Juan Rong yang juga ingin berdandan demi kekasihnya dan juga tidak mau kalah.


"Disana, Nona muda!" jawab tetua penjaga sambil menunjukkan arah yang diinginkan Juan Rong.


"Terima kasih." buru-buru Juan Rong menuju kamar kecil.


"Hmm! Jika aku menjadi seperti Tuan muda, pasti akan berbangga diri menjadi populer dikalangan wanita," desah tetua penjaga sambil melihat ke lantai 3, jelas dia iri dengan wajah tampan dan kaya raya yang dimiliki oleh Excel Shimo.


Kembali tetua penjaga menuju tempat duduknya dan melanjutkan membaca gulungan. Tidak berselang lama, salah satu kasim memasuki Balai Perpustakaan.


"Tetua, dimana Tuan muda Excel Shimo?" tanya si Kasim sambil menghampiri tetua penjaga.


"Tuan muda berada di lantai 3,"

__ADS_1


"Ohh, tolong ini berikan kepada Tuan muda, dia meminta bagan peta pergerakan Ras Mayat Hidup...!" ujar si Kasim sambil memberikan gulungan kepada tetua penjaga.


Segera si Kasim meninggalkan Balai Perpustakaan, dan kembali tetua penjaga menuju lantai 3 sambil membawa pesanan Excel Shimo. Sesampainya di lantai 3, tetua penjaga terkejut, sebab Excel Shimo sedang mencari catatan sejarah yang lain.


"Apa Tuan muda sudah mempelajari semua gulungan yang saya pilihkan tadi?" tanya tetua penjaga dengan rasa penasaran.


"Sudah Paman, karena itu saya mencari catatan yang lain," jawab Excel Shimo dengan santai dan masih memilih catatan sejarah yang mencapai ribuan gulungan.


"Haa!!"


Jelas tetua penjaga terkejut padahal gulungan itu sangat tebal dan jumlahnya ada tiga gulungan. Excel Shimo juga memiliki kemampuan ingatan dan pengelihatan fotografis, hanya sekali melihat ia mampu mengingat semuanya.


"Jangan-jangan Tuan muda memiliki garis darah Super Human atau garis darah Yin Yang!" gumam tetua penjaga yang menebak kemampuan Excel Shimo dari garis darahnya.


Garis darah Super Human dan Yin Yang memang memiliki daya ingat yang super dan memiliki kemampuan seperti mesin. Tetua tersenyum dan berencana memberikan putrinya untuk menjadi pasangan Excel Shimo.


Excel Shimo yang mendengar gumaman tetua penjaga hanya tersenyum saja. "Tuan muda, ini pesanan yang Anda inginkan." kata tetua penjaga sambil meletakkan gulungan dari Kasim Istana, dan berjalan mendekati Excel Shimo untuk membantu mencarikan apa yang dibutuhkannya.


"Hahahaha!" tawa tetua penjaga dengan keras, jelas tetua penjaga tertawa sebab tidak ada nama seperti yang disebut oleh Excel Shimo.


"Paman, itu nama teka-teki, memang aneh namanya! Apa ada tempat disini yang struktur tanah keras dengan kondisi cuaca yang selalu lembab atau dingin?" tanya Excel Shimo dengan sedikit menjelaskan.


Segera tetua penjaga berhenti tertawa dan mengingat sebuah wilayah yang sesuai dengan teka-teki itu. "Ada dua tempat yang sesuai dengan apa yang Tuan muda cari. Pertama, wilayah Gunung Es Abadi yang dihuni oleh binatang Yeti dan banyak binatang lainnya, wilayahnya sangat dingin. Kedua, wilayah Padang Berkabut Yang Lembab dihuni oleh Ras Titan, geografis wilayahnya banyak bukit dan lembah yang curam, bisa dikatakan daerah bebatuan besar." jawab tetua penjaga setelah ingat.


Mendengar jawaban tetua penjaga, Excel Shimo segera tersenyum senang, dan pilihan itu jelas pada tempat Ras Titan yang paling sesuai dengan nama teka-teki. Tetapi Excel Shimo pasti akan mengunjungi kedua wilayah tersebut.


"Ohh iya, Paman, kenapa Ras Mayat Hidup tidak menyerang empat wilayah yang lainnya, padahal lokasi mereka tidak jauh dari empat pintu keluar bagi mayat hidup?" tanya Excel Shimo dengan rasa penasaran.


"Hmm, keempat wilayah itu sangat berbahaya, medan ekstrim dan cuacanya tidak mendukung mayat hidup bergerak bebas," jawab tetua penjaga setelah menghela nafas berat.


"Jadi begitu!" ujar Excel Shimo sambil berjalan menuju mejanya dan memeriksa gulungan dari Kasim Istana, karena sudah mendapatkan titik terang dari lokasi peta Kuno, Excel Shimo mengurungkan niatnya untuk mempelajari catatan sejarah.

__ADS_1


"Apa Tuan muda tidak jadi mencari gulungan yang lain?"


"Tidak Paman, saya akan pelajari pergerakan mayat hidup terlebih dahulu, saya curiga ada sesuatu yang membuat mereka bergerak pada empat wilayah saja," jawab Excel Shimo dengan melihat peta pergerakan mayat hidup.


Tetua penjaga segera ikut melihat peta dari Kasim Istana dan ikut mempelajarinya. Namun, pergerakan mayat hidup sangat acak dan terkoordinasi dengan baik. Excel Shimo mengerutkan keningnya saat sedang sedang berpikir keras.


"Yang membuat saya berpikir, setiap korbannya selalu mati tanpa darah mengalir, pertanyaannya, kemana darah para korban tersebut?" tanya Excel Shimo kepada tetua penjaga.


"Kami selama ini juga berpikir sama, setiap kali korbannya mati, mereka akan menjadi bagian Ras Mayat Hidup dan tanpa ada darah ditubuh mereka. kami sudah menyelidiki tapi sampai sekarang belum menemukan jawaban," jawab tetua penjaga yang juga ikut berpikir keras.


"Perlu dipancing jika ingin mengetahuinya!" sahut Excel Shimo yang sudah memiliki rencana baru.


"Tidak mudah mencari jejak darah para korban dari mayat hidup, sebab sebelum korbannya kehilangan darah, para mayat hidup membawa mereka masuk kedalam tanah," ujar tetua penjaga yang tahu niat Excel Shimo yang ingin membuat jebakan.


"Sayang!" suara seorang wanita menyapa Excel Shimo, dan segera Excel Shimo dan tetua penjaga menoleh kebelakang.


Terlihat tiga wanita cantik dengan penampilan yang menawan dan menggoda, wanita itu adalah Juan Rong, Tu Qingxuan dan Tu Yueyin Mei. Segera tetua penjaga mundur dan berjalan menuju lantai 1, dia tersenyum sambil mengacungkan jempol kepada Excel Shimo.


Excel Shimo melihat dari ujung rambut hingga ujung kaki dari ketiga wanita itu, Excel Shimo menelan salivanya saat tergoda dengan tubuh indah dari ketiga wanita tersebut, dan menatap mereka penuh cinta. "Kalian sangat cantik, beruntung aku hidup bisa melihat bidadari surga didepan mataku." puji Excel Shimo sambil berjalan mendekati Juan Rong, Tu Qingxuan dan Tu Yueyin Mei.


Penampilan baru ketiga wanita,


Juan Rong.



Tu Yueyin Mei.



Tu Qingxuan.

__ADS_1



__ADS_2