
Chapter 89. Pertempuran 4 Kerajaan(4), Kabar Baik.
Di dalam ruang bawah tanah, beberapa orang sedang berkumpul. Mereka adalah Raja Han, Raja Long, Penatua Agung dan beberapa pemimpin yang sedang merencanakan serangan.
"Mata - mata kita mengatakan mereka akan menyerang saat malam hari. Dengan Guang Ru utusan dari Istana iblis Timur yang memimpin untuk membuka jalan bagi pasukannya," kata Raja Long kepada mereka semua.
"Istana Iblis Timur!! Kenapa mereka berada disini?"
"Apa istimewanya Benua Jiang Shan hingga mereka sudi menginjakkan kaki disini?"
Sontak semua orang terkejut mendengar berita itu. Berbagai pertanyaan terlontar dari setiap pemimpin. Pemikiran mereka segera menganalisis semua masalah baru - baru ini.
"Jangan - jangan, musnahnya Klan Ming adalah ulah mereka?" celetuk Raja Han setelah berpikir sejenak.
Ming Mei dan Ming Li Ling yang ikut di ruang bawah tanah saling bertukar pandang, dan kembali menyimak pembicaraan para pemimpin.
"Bisa jadi. Setelah musnahnya Klan Ming, ke-dua Putra Mahkota menghilang. Pasti Istana Iblis Timur berniat mengadu domba kita...!," sahut Penatua Agung Long Wenhua sambil membelai jenggotnya, "yang akhirnya memicu peperangan ini." lanjut Long Wenhua.
Brakkk...
"Sialan Istana Iblis Timur. Lebih baik kita laporkan kepada Dewan Keamanan Benua Kelahiran?!" Raja Han sangat marah, hingga dia menggebrak meja dan berbicara setelahnya.
"Jangan dulu, kita tidak punya bukti keterlibatan mereka," cegah Wang Kaibo yang tidak ingin gegabah melaporkan masalah ini.
"Tapi ada Guang Ru berada disini, dan ikut campur dalam peperangan ini," jawab Raja Han sambil menahan emosi.
Dewan Keamanan Benua Kelahiran adalah sebuah negara adidaya dan puncak penguasa yang sebenarnya. Mereka berada di Benua Shen Zhou, dan memantau aktifitas keempat benua yang berada dibawahannya.
Sebab itu, semua benua saling terhubung. Dewan Keamanan juga memiliki aturan yang harus dipatuhi oleh setiap pemimpin.
__ADS_1
Salah satu aturannya adalah melarang benua yang lebih tinggi ikut campur terhadap benua yang lebih rendah. Namun, jika benua tersebut mengirimkan anak didiknya atau murid untuk menambah pengalaman, maka itu diperbolehkan.
"Benar, selama Guang Ru tidak membunuh salah satu pemimpin di benua ini, maka dia tidak melanggar aturan Dewan Keamanan," jawab Penatua Agung.
Setelah Penatua Agung berbicara, suasana ruang bawah tanah menjadi hening, mereka diam karena sedang berpikir untuk menangani Guang Ru.
"Seandainya ada Bu Wanmei, mungkin dia bisa menghadapi utusan itu," harap Wang Kaibo yang masih mengingat si bayi ajaib.
Spontan semua orang menjadi ceria setelah Wang Kaibo mengingatkan tentang kehebatan Excel Shimo. Semua mata memandang ke-lima wanitanya.
"Master Mei, apa ada kabar tentang bocah itu?" tanya Raja Long dengan hormat pada Ming Mei sebagai ahli Alchemist.
Ke-lima wanita Excel Shimo saling bertukar pandang, dan tersenyum setelahnya. Maju Han Xing mewakili mereka berempat.
"Kabar baik. Bu Wanmei telah menguasai Hutan Penguasa, dan menjadi satu - satunya Raja Hutan Penguasa, Yang Mulia," jawab Han Xing putri pertama Raja Han.
"Hebat, hebat, hebat. Luar biasa dia... Hahaha." kata Raja Long sampai memuji Excel Shimo dengan kata 'hebat' berkali - kali.
"Bayi ajaib, benar-benar ajaib," Wang Kaibo sangat senang, "aku tidak menyangka dalam waktu 4 hari sudah menguasai Hutan Penguasa... Hahaha." lanjut Wang Kaibo yang masih terkejut dengan berita baik ini.
Semua orang sudah tahu julukan Excel Shimo, setelah Ming Li Ling bercerita tentang kehebatan Excel Shimo saat usia 1 tahun. Ming Li Ling juga bercerita, jika yang pembunuh pemimpin bandit loncat adalah Excel Shimo, dan bukan ayahnya si Ming Lai.
Ming Li Ling tidak membenci ayahnya, tetapi ia tidak suka dengan tindakan ayahnya yang telah membunuh rakyat Desa Bunga, dan juga telah berbohong kepadanya selama 11 tahun.
Sebab itu, Ming Li Ling berani berbicara tentang kebenaran ini kepada Penatua Agung dan Raja Han, termasuk Wang Kaibo dan Raja Long.
"Maaf. Ada pesan dari Bu Wanmei," kata Ming Li Ling yang menghentikan kegembiraan para pemimpin, "Bu Wanmei berpesan, agar kita mundur di kota Satria. Dia ingin mengepung kedua Kerajaan itu saat mereka keluar dari Hutan Logam." lanjut Ming Li Ling setelah mendapatkan perhatian dari para pemimpin.
"Mengepung ...," semua pemimpin kembali merenungkan pesan Bu Wanmei.
__ADS_1
"Aku tahu maksudnya. Dengan Ras Burung Gajah yang memiliki tubuh super besar, pasti membutuhkan tempat yang lapang untuk beraksi. Rencana bagus," ujar Penatua Agung dengan menganguk-kan kepala, "apa ada pesan lagi?" tanya Penatua Agung pada Ming Li Ling.
"Ada. Dia meminta kita bertahan sebentar, sebab Bu Wanmei dalam perjalanan menuju ke Kota Satria," kini Xiao Qiao yang menjawab.
"Aku mengerti. Lebih baik kita tunda mereka dengan jebakan formasi di Hutan Logam," kata Penatua Agung sambil melihat pemimpin Sekte Awan Berkabut, "Saudara, aku serahkan masalah formasi padamu, biar dibantu ahli formasi dari akademi. Kita harus memperlambat pergerakan mereka disini, sampai kedatangan bocah itu." lanjut Penatua Agung dengan segera membuat rencana.
"Dengan senang hati, Saudara." jawab pemimpin Sekte Awan Berkabut dengan meninggalkan ruang bawah tanah bersama para ahli formasi.
"Kita segera tinggalkan hutan ini," titah Raja Long kepada semua orang.
Akhirnya semua orang meninggalkan ruang bawah tanah, dan bergerak menuju Kota Satria sebagai pertahanan ketiga. Sedangkan ahli formasi sibuk membuat berbagai jebakan dari formasi array, semua orang bekerja sama dengan baik dan cepat.
Kota Satria tidak jauh dari Hutan Logam, jaraknya sekitar 2 kilometer. Sedangkan luas Hutan Logam hanya 200.000 meter persegi. Sesampainya di Kota Satria, semua rakyat dan pengusaha dievakuasi menuju Ibukota Kerajaan Han, dengan menggunakan kapal angkasa.
Xiao Qiao segera mengatur murid wanita yang pandai menggunakan senjata panah. Demikian juga dengan keempat kekasih Excel Shimo, mereka juga menggunakan panah dan memimpin beberapa murid wanita.
Hari menjelang malam, semua ahli formasi juga buru-buru menuju Kota Satria. Mereka terlihat tegang, bukan karena gagal membuat formasi, tapi aura membunuh dari Guang Ru membuat nafas mereka sesak.
Jelas mereka tidak kuat menahan kekuatan tingkat Peri Benua level 5, karena kekuatan pemimpin Sekte Awan berkabut berada pada tingkat Saint level 8, dan yang lainnya berada dibawahnya.
Melihat wajah pucat dan gemetaran, Penatua Agung dan beberapa pemimpin menjemput mereka.
"Ada apa, apa kalian baik - baik saja?" tanya Raja Long.
"Ha ha... Kami baik - baik saja, hanya tidak kuat menahan aura kekuatan Guang Ru yang lebih cepat bergerak," dengan terengah-engah, Pemimpin Sekte Awan Berkabut menjawab.
"Hah, syukurlah jika tidak terjadi apa-apa," sahut Raja Han setelah menghela nafas lega, ia kuatir jika kehilangan pendukung lagi, "bagaimana dengan formasi jebakan, apa telah berhasil dibuat?" tanya Raja Han.
"Sukses." jawab Pemimpin Sekte Awan Berkabut dengan mengangkat tangan dan dua jari membentuk 'O'.
__ADS_1