God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 25 Penolakan.


__ADS_3

Chapter 25 Penolakan.


Shu Shen yang berada dibelakang panggung Han Heng, terlihat senang. Dia berjalan di samping Gurunya, dan sorot matanya menatap ke arah Bu Wanmei dan Ming Mei.


"Ming Mei, kamu tidak usah ikut campur, Guru ku tidak menantangmu, tapi orang bertopeng itu!" Shu Shen mendahului gurunya yang akan menjawab Ming Mei, dengan jari menunjuk ke wajah Bu Wanmei.


Bu Wanmei yang di tunjuk wajahnya menjadi kesal dan terlihat marah.


Seketika kedua matanya bercahaya dengan menatap mata Shu Shen.


Bang...


"Ahhhhhh....! Sakitttt....!"


Shu Shen berteriak kesakitan saat jiwanya diserang Bu Wanmei tanpa ada yang mengetahuinya.


Shu Shen memegangi kepalanya dan terlihat mata, hidung, dan telinganya mengeluarkan darah.


"Astagaaa, murid ku..."


Han Heng menjadi panik saat melihat muridnya Shu Shen berguling-guling di ubin. Buru-buru Han Heng memeriksa kondisi muridnya, dan terkejut saat mengetahui jika jiwanya terluka parah.


Penatua Agung dan Pemimpin Akademi segera menatap Bu Wanmei, mereka berdua yakin jika pelakunya adalah dia.


Sebab, Long Wenhua dan Wang Kaibo pernah merasakan serangan mental dari Bu Wanmei, dan tahu rasa sakitnya.


Namun, Bu Wanmei terlihat biasa saja, seolah-olah dirinya bukan pelakunya.


"Apa karena dia terlalu sering marah-marah dengan tidak jelas, bisa kah membuatnya menjadi gila? Sayang sekali masih muda sudah memiliki kelainan jiwa!" ucap Bu Wanmei dengan tatapan prihatin saat melihat Shu Shen seperti orang gila yang berteriak kesakitan, dengan memegang kepalanya.


Ming Mei, Ming Li Ling dan semua orang menahan tawa saat mendengar ucapan polos dari Bu Wanmei yang terlihat prihatin dengan kondisi Shu Shen.


Mendengarkan ucapan Bu Wanmei, Han Heng menahan amarahnya, dengan memukul dahi muridnya agar pingsan.


"Bawa dia keruang pribadiku, berikan ini kepada dia...!" titah Han Heng kepada beberapa murid magang dengan memberikan beberapa pil pemulih jiwa.


Bu Wanmei yang melihat pil itu, segera mengendus seperti yang dilakukan Han Heng saat lalu.


"Pil pemulih jiwa tingkat Grand Master tahap awal. Sepertinya pil itu kurangnya panas saat mengekstrak Daun Spiritual besi hitam. Perkiraan ku pasti dia telah kehabisan energi spiritual, saat mengekstrak buah jiwa besi hitam. Akhirnya membuat pil itu tidak sempurna! Apalagi saat katalis buah ginseng roh putih, itu tampak terlalu terburu-buru! Aku perkirakan, jika buah ginseng roh putih akan membusuk!" jelas Bu Wanmei yang menilai pil pemulih jiwa yang berada ditangan Han Heng.


Han Heng, Ming Mei, Xiao Qiao dan beberapa orang alchemist berada di Balai Pekerjaan Umum menjadi tercengang.


Semua orang menatap Bu Wanmei yang masih melihat pil di telapak tangan Han Heng dengan memegang dagunya.


"K-kamu ...!" Han Heng paling terkejut di antara mereka, karena dia lah yang membuat pil pemulih jiwa, hingga dia tidak bisa berkata-kata lagi.


Apa yang dikatakan Bu Wanmei itu sangat benar, seperti dia melihat sendiri waktu Han Heng meramu pil pemulih jiwa.


Buah jiwa besi hitam adalah buah yang sangat keras dan berwarna hitam, saat mengekstrak buah itu, membutuhkan suhu panas di atas 6 ribu derajat celsius.


Mengekstrak buah jiwa besi hitam membutuhkan jenis api surgawi, minimal api merah yang berada di urutan ke 27.

__ADS_1


Jika seseorang tidak memiliki api surgawi perintah 27, maka di butuhkan beberapa alchemist untuk bergantian mengekstrak buah jiwa besi hitam.


Xiao Qiao dan Ming Mei juga ikut membantu Han Heng saat mengekstrak buah jiwa besi hitam.


Sebab itu, kenapa Bu Wanmei mengatakan jika suhu panasnya kurang saat mengekstrak, karena saat bergantian mengalirkan api, secara alami suhu juga ikut menurun tanpa mereka sadari.


Akibatnya buah jiwa besi hitam menjadi kehilangan sebagian khasiatnya, saat proses mengekstrakan.


Kehilangan khasiat dari buah jiwa besi hitam akan mempengaruhi kualitasnya, karena itu Bu Wanmei mengatakan jika pil pemulih jiwa milik Han Heng tidak sempurna.


Han Heng sangat malu dengan komentar Bu Wanmei, dia mengerutkan keningnya untuk berpikir.


"Kamu pikir mudah membuat pil pemulih jiwa? Untuk menemukan kedua jenis itu saja tidak mudah, dan apalagi itu sangat langka!" sanggah Han Heng yang tidak ingin reputasinya tercoreng akibat ucapan Bu Wanmei, dia mengalihkan perhatian semua orang yang berada di sekitarnya.


Di balik topengnya, Bu Wanmei tersenyum, sengaja dia mengkritik pil pemulih jiwa, agar dirinya tidak menjadi perhatian saat membuat Shu Shen mengalami gangguan mental.


Dan ternyata kritikan dia mengalihkan perhatian pada pil pemulih jiwa.


"Sulit jika seseorang bukan ahli alchemist! Dan kedua jenis buah itu memang langka jika tidak dibudidayakan!" kelit Bu Wanmei dengan mengangkat kedua bahunya.


"Hahaha, jika kamu bukan ahli alchemist, tidak perlu mengkritik hasil karya para ahli alchemist!," Han Heng tertawa saat dirinya merasa terselamatkan dari rasa malu.


Memiliki julukan Raja pil Han, Han Heng membutuhkan proses waktu yang lama untuk membuktikan prestasinya, dia tidak ingin julukan itu hancur hanya karena komentar dari anak kecil


Selama menjadi seorang alchemist yang dihormati dimana-mana, Han Heng tidak pernah dikritik oleh siapapun, bahkan jika dirinya gagal membuat pil, tetap saja selalu dipuji.


"Sebab itu, tanpa prestasi yang mendukung untuk menjadi Penatua Nominal, kamu tidak layak, walaupun memiliki bakat yang hebat!" sambung Han Heng dengan sedikit menahan amarahnya.


"Benar, bocah ini tidak pantas menjadi Penatua Nominal...!"


"Dia belum punya pengalaman, lebih bijak jika dia menjadi murid dulu!"


Semua orang yang mendukung Han Heng ikut berkomentar, dari setiap komentar itu, mereka juga tidak suka jika Bu Wanmei menjadi Penatua Nominal.


"Apa aku yang minta? Tanpa menjadi bagian dari akademi ini, aku bisa bergabung di mana saja, mungkin aku akan bergabung di Kerajaan Long, bisa juga Kerajaan Rubah Bulan atau Akademi Pedang Surga!" gertak Bu Wanmei kepada semua orang.


Semua orang terkejut lagi dengan ucapan Bu Wanmei yang terlihat sepertinya tidak perduli dengan status menjadi Penatua Nominal.


Apalagi setelah dirinya di tolak oleh banyak orang.


Ming Mei, Ming Li Ling, Penatua Agung, Wang Kaibo dan beberapa Ketua mulai panik, jika mereka kehilangan bakat seperti Bu Wanmei, sudah dipastikan akan kerugian yang besar bagi Akademi Langit Abadi.


"Jika kamu pergi aku ikut!" ucap Ming Li Ling dengan tergesa.


Ming Li Ling tidak ingin lagi berpisah dengan suaminya, setelah Bu Wanmei berbicara. Ming Mei terlihat semakin panik saat saat adiknya ingin mengikuti Bu Wanmei.


Sebelum Penatua Agung berbicara, Bu Wanmei berbicara kepada Ming Li Ling.


"Bahkan jika aku menjadi musuh orang banyak, apa kamu juga akan tetap mengikuti ku?" tanyanya kepada Ming Li Ling.


"Iya, aku tidak perduli jika harus menjadi musuh banyak orang!" jawab Ming Li Ling dengan tegas.

__ADS_1


"Bagus! Tapi, jika aku menjadi musuh keluargamu, apa kamu masih berdiri di sampingku?" tanya Bu Wanmei sekali lagi.


Mendengar pertanyaan itu, tubuh Ming Li Ling dan Ming Mei menjadi gemetar, mereka tidak berharap jika Bu Wanmei menanyakan hal yang sulit.


Ming Li Ling menjadi terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa. Baginya keluarga sangat penting, dan juga baginya Bu Wanmei sudah menjadi belahan jiwanya.


"Apa harus menjadikan keluarga ku musuhmu?" tanya Ming Li Ling.


Dia berharap Bu Wanmei tidak menjadi musuh kelurganya. Namun, Ming Li Ling dan Ming Mei tidak tahu maksud tersembunyi dari pertanyaan Bu Wanmei.


"Hahaha...!" Bu Wanmei tertawa terbahak-bahak saat mendengar perkataan Ming Li Ling.


Tubuhnya bergerak melayang keatas, sambil merentangkan kedua tangannya ke samping.


Tawanya mengemasi seluruh area Akademi Langit Abadi.


Tawanya seakan-akan mengejek semua orang yang.


"Bibi, Ju Hua ...! Ming Li Ling, iya, aku akan menjadi musuh keluargamu... Hahaha...!" jawab Bu Wanmei.


Bu Wanmei kembali tertawa keras setelah menjawab pertanyaan Ming Li Ling. Tubuhnya masih melayang di Balai Pekerjaan Umum.


"Tapi, apa salah keluarga ku?" Ming Li Ling menjadi panik.


"Bocah, jika kamu menjadi musuh Klan Ming, maka kamu juga akan menjadi musuh Kerajaan Han?!" bentak Han Heng yang merasa tawa hina dari Bu Wanmei, apalagi mengancam ingin menjadi musuh semua orang.


"Hahaha... Desa Bunga ... Lebih baik kamu tanyakan saja kebenarannya kepada Ayahmu, Ming Lai, Ming Li Ling. Dan kamu Han Heng, Raja pil Han ... Tunggu pembalasan ku ... Hahaha!"


Bu Wanmei kembali tertawa mencemooh ucapan Han Heng, dengan tubuh Bu Wanmei yang berubah menjadi transparan dan menghilang.


Bhuzhh...


"Shimooo...!," teriak Ming Li Ling setelah Bu Wanmei menghilang, dia segera menangis sejadi-jadinya.


"Apa salahku, shimooo...!" jerit Ming Li Ling yang sudah berlutut di ubin.


Ming Mei segera memeluk adiknya, dia juga ikut menangis tanpa bisa berbicara.


"Selidiki kematian Ju Hua!," perintah Penatua Agung kepada pemimpin akademi.


"Dan kamu Han Heng, telah membangkitkan monster yang mengerikan ...!" sesal Penatua Agung kepada Han Heng yang telah membuat Bu Wanmei marah.


Bhuzhhhh...


Setelah berbicara, Penatua Agung juga menghilang dan berniat mengejar Bu Wanmei untuk meredam emosinya.


Long Wenhua kuatir jika Bu Wanmei bergabung dengan pihak lain, karena itu dia buru-buru mengejar Bu Wanmei yang telah menghilang di hadapan semua orang.


Guru muda Xiao Qiao segera memeluk muridnya dan juga Ming Li Ling.


"Kalian berdua ikuti aku...!" ajak Xiao Qiao dengan mengalirkan energi Qi ketubuh Ming Mei dan Ming Li Ling.

__ADS_1


Bhuzhhhh...


Ketiga orang itu juga menghilang dari Balai Pekerjaan Umum, dan disaksikan banyak murid, guru dan tetua.


__ADS_2