
Chapter 224. Mengaktifkan Boneka Wayang.
Melihat wajah Excel Shimo yang sangat serius, semua wanita ikut merasakan sesuatu hal yang buruk akan terjadi.
"Sayang, ada apa?" tanya Juan Rong dengan serius.
"Mayat hidup keluar dari Gunung Daiyu, jumlah mereka mencapai 500 ribu lebih, dalam waktu enam dupa mereka akan tiba. Salah satu mayat hidup memiliki kekuatan setingkat Peri Langit level puncak," jawab Excel Shimo dengan serius sambil melihat kearah Gunung Daiyu.
"Apa!?" teriak semua wanita yang ketakutan dengan ucapan Excel Shimo.
"Segera kalian kabari Raja Tu, kedua Leluhur dan semua orang untuk bersiap-siap, dan aku akan membuat rencana untuk menangani mereka, cepat!!" perintah Excel Shimo kepada semua wanitanya.
Dengan segera semua wanitanya keluar dari kolam dan mengikuti perintah Excel Shimo. Sedangkan Excel Shimo tiba-tiba menghilang dengan membawa Cawan Ular Harimau.
Kolam menjadi hening dan hanya suara gemericik mata air yang terdengar.
Teng... Teng... Teng... Teng
Seluruh lonceng di empat penjuru Kerajaan Tu segera menggema di seluruh kota, dengan panik penduduk mulai mempersiapkan diri, sebab empat tanda berbunyi secara bersamaan menandakan adanya serangan besar dari mayat hidup.
Prajurit elit Kerajaan Tu mulai bergerak, pasukan panah juga telah mempersiapkan diri. Raja Tu, Leluhur Kerajaan, semua Jenderal dan pemimpin buru-buru berkumpul di gerbang bagian Barat.
Saat menatap kearah Gunung Daiyu, kepulan debu bisa dilihat, apalagi malam ini bulan memberikan cahayanya, kepulan debu itu jelas akibat langkah kaki mayat hidup yang jumlahnya sangat banyak.
"Semoga malam ini kita bisa bertahan dengan jumlah mereka yang lebih banyak dari pasukan kita, asal tidak banyak mayat hidup memiliki kekuatan Raja keatas, jika itu terjadi kita dalam bahaya total," kata Raja Tu kepada kedua Leluhur.
"Jangan kuatir, aku yakin Tuan muda sedang merencanakan untuk menangani mereka. Untuk mayat hidup yang memiliki kekuatan Peri Langit level puncak, biarkan kita berdua yang menghadapinya," sahut Tu Huang Xi'an agar cucunya tidak terlalu kuatir dengan serangan mayat hidup kali ini, walau jumlah mereka lebih banyak dari serangan sebelumnya.
Semua wanita Excel Shimo juga berkumpul dengan Raja Tu dan menatap kearah Gunung Daiyu dengan serius dan sedikit ada rasa takut, apalagi Excel Shimo masih belum hadir bersama mereka.
__ADS_1
Bhuzhh...
Tiba-tiba muncul Excel Shimo dihadapan semua orang sambil melayang diudara, hampir saja mengagetkan semua orang, bahkan wanitanya hampir berteriak.
"Kalian akan latih kalian secara singkat untuk melawan mayat hidup. Yang Mulia, Senior, harap tunggu sebentar!" kata Excel Shimo dengan serius, sambil tangan kanannya menyelimuti tubuh delapan belas wanita dengan energi spiritualnya.
Bhuzhh...
Seketika Excel Shimo dan kedelapan belas wanitanya menghilang dihadapan semua orang, bahkan Raja Tu dan kedua Leluhur hanya bisa bengong dengan gerakan Excel Shimo yang sangat cepat.
"Hmmm, kekuatan Tingkat Dewa Langit memang luar biasa!" gumam Tu Huang Xi'an setelah menghela nafas tak berdaya, dari nada bicaranya jelas ia ingin sekali memiliki kekuatan setingkat itu.
"Apa seluruh keturunan Sang Legenda semua seperti monster?" ujar Raja Tu dengan geleng-geleng kepala.
"Justru kita harusnya bersyukur cucu kita dibawa pelatihan singkat, aku yakin kata singkat Tuan muda pasti memberikan dampak besar seperti Juan Rong," harap Tu Huang Shang yang senang jika Tu Qingxuan dan Tu Yueyin Mei dilatih secara pribadi bersama wanita yang juga adalah putri dari para pimpinan, termasuk putri para menteri dan Jenderal Kerajaan Tu.
"Benar, saat terakhir yang aku ingat, Juan Rong masih berada pada tingkat Saint level 5, dan setelah kembali bersama Tuan muda, ia sudah berada pada tingkat Peri Benua, apalagi dia juga memiliki Artefak Bintang Satu, hanya dalam waktu 3 hari dia naik dengan sangat pesat," ungkap Raja Tu yang ternyata selalu memperhatikan perubahan Juan Rong.
Excel Shimo muncul di dunia jiwa bersama dengan wanitanya, dan An Na sudah menunggu. "Selama datang." sapa An Na kepada semua wanita.
Tu Qingxuan, Tu Yueyin Mei dan semua wanita terkejut berada di tempat yang sangat indah, apalagi energi spiritualnya sangat padat dan murni. Hanya Juan Rong yang sudah tahu, dia berjalan mendekati An Na dan memeluknya.
"An Na, Juan Rong, kalian jelaskan dimana mereka berada dan jelaskan tentang segel keluarga besar Excel, aku akan tunggu kalian di ruang pelatihan." pinta Excel Shimo kepada kedua kekasihnya dan berjalan menuju Mansion.
"Baik, Tuan."
"Oke!"
An Na dan Juan Rong melihat mereka seperti orang desa hanya tersenyum, dan menunggu semua wanita menikmati pemandangan dan beradaptasi dengan energi Asal Muasal.
__ADS_1
Sedangkan Excel Shimo sudah berada di ruang pelatihan. Lalu, Excel Shimo mengeluarkan 10 boneka wayang yang dia peroleh dari goa Ordo Kegelapan.
"Boneka ini akan menjadi tameng serangan mayat hidup, walau mereka berjumlah ratusan ribu, dengan 10 boneka wayang ini dengan mudah mengalahkan mereka, sekaligus bisa menjaga semua wanita-ku, dan mayat hidup cocok untuk melatih mereka," gumam Excel Shimo melihat boneka wayang.
Segera Excel Shimo mengalirkan energi spiritualnya kepada boneka wayang, agar memiliki kekuatan setingkat Dewa Bumi. Setelah selesai mengalirkan energinya, Excel Shimo memasang Batu Kuno sebagai bahan bakar boneka wayang. Selain itu, Excel Shimo dan Lotus Bao memodifikasi boneka wayang agar mampu menuruti perintah layaknya seorang budak.
Tidak terasa waktu di dunia berjalan selama waktu 8 dupa dan Excel Shimo telah mengaktifkan semua boneka wayang, terlihat Excel Shimo sedikit kelelahan.
"Lumayan menguras banyak energi," ujarnya sambil mengusap keringat di keningnya. Segera Excel Shimo duduk bersila untuk memulihkan energinya.
"Tapi hasilnya juga memuaskan, Tuan." kata Lotus Bao yang puas hasil kerjasama dia dan Excel Shimo.
Setelah waktu 2 dupa, semua wanita datang di ruang pelatihan dan melihat Excel Shimo sedang dikelilingi boneka wayang. Ternyata Excel Shimo sedang menguji kekuatan bonekanya.
Dhumm... Dhumm...
Suara dentuman memekakkan telinga dan semua wanita buru-buru menutup telinga dengan energinya dan tangan. Kesepuluh boneka wayang itu mengeroyok Excel Shimo, namun tidak membuatnya kewalahan maupun tersudut.
Wushh... Tap...
Excel Shimo menjauhi boneka wayang dan berhenti di depan semua wanita.
"Latihan selesai." perintah Excel Shimo kepada boneka wayang yang akan menyerang lagi.
Seketika boneka wayang berhenti, dan hanya matanya saja yang bergerak melihat Excel Shimo dan semua wanita yang berada di belakangnya.
Semua wanita hanya melongo melihat Excel Shimo yang sangat kuat melawan 10 boneka wayang setingkat Dewa Bumi, entah apa yang dipikirkan oleh semua wanita. Bahkan si An Na juga melongo, padahal dia sudah lama berada di dunia jiwa, dan tidak mengetahui jika Tuannya memiliki banyak boneka.
Excel Shimo tersenyum melihat wajah mereka yang takjub dan mendekati An Na.
__ADS_1
"Haii, apa tidak lelah mangap terus!" goda Excel Shimo kepada An Na.
"A-anu Tuan, maaf ... !" jawab An Na yang panik dan malu.