
Chapter 146. Jamuan Malam. Tubuh Bawaan Racun, Shui Peiyu.
Gadis itu sangat gugup dan dengan dua tangan yang gemetaran, saat dirinya menjadi perhatian orang yang terkenal dan menjadi sorotan banyak kekuatan.
"A-aku, a-aku Shui Peiyu, Wali Benua," jawab gadis itu dengan tergagap.
Shui Peiyu dari Klan Shui, salah satu pendukung kekuatan perairan Kerajaan Long. Shui Peiyu adalah Putri dari Permaisuri Raja Long, selalu dikucilkan karena penampilannya yang tidak sempurna, apalagi Ibunya telah meninggal saat melahirkannya.
Para Putri, Permaisuri dan para selir merasa iri dengan Shui Peiyu yang menarik minat Wali Benua, terlihat mereka selalu berbisik-bisik.
"Nama yang bagus, ketulusan. Takdirmu bertemu saya," puji Excel Shimo sambil menepuk kepala Shui Peiyu.
(Shui \= dari air, Peiyu \= ketulusan)
Perbuatan Wali Benua semakin membuat Shui Peiyu salah tingkah, walau dirinya sangat senang dengan pujian itu. Shui Peiyu menahan rasa gembira dengan sedikit melirik wajah Wali Benua.
"Apa kamu selalu menderita sakit saat hari menjelang malam?" tanya Excel Shimo kepada Shui Peiyu.
Sontak Shui Peiyu kaget, karena Wali Benua mengetahui penderitaannya selama ini. Raja Long juga demikian, ia buru-buru mendekati Putrinya.
"Apa benar yang dikatakan Wali Benua?" tanya Raja Long yang merasa dirinya lalai sebagai seorang Ayah dengan rasa kuatir.
"Benar," jawab Shui Peiyu dengan bola mata yang akan mengeluarkan air.
"Jangan kuatir, saya bisa menyembuhkan-mu." kata Excel Shimo sambil mengeluarkan kulit binatang, dan dengan cepat ia menulis beberapa tanaman obat untuk menyembuhkan Shui Peiyu.
"Sakit apa yang kamu derita, Sayang?" tanya Raja Long sambil memeluk Putrinya.
"Entahlah, setiap hari menjelang malam, seluruh tubuhku berubah semakin buruk, dengan sakit di sekujur tubuhku," jawab Shui Peiyu sambil meneteskan air mata.
"Kenapa kamu tidak mengatakan pada Ayah?" tanya Raja Long yang makin kuatir dengan putrinya ini.
"A-aku ...," Shui Peiyu melirik saudari-saudarinya dan juga ibunya tiri yang melotot kepadanya, ia takut jika mengadu kepada Raja Long.
"Maafkan Ayah yang tidak memperhatikanmu, Sayang. Percayalah dengan Wali Benua. Beliau pasti akan menyembuhkan kamu," kata Raja Long yang tidak ingin putrinya menanggung penderitaan lagi, dengan menenangkan hatinya.
"Yang Mulia, persiapkan ini semua...," pinta Excel Shimo sambil memberikan catatan ramuan yang dibutuhkan putrinya.
__ADS_1
"Astagaaa!! A-apakah Putriku terkena racun?" Raja Long kaget saat membaca jenis tanaman obat yang rata-rata berafiliasi racun.
Long Wenhua segera mendekati keponakannya, dan meraih pergelangan tangan Shui Peiyu. Long Wenhua memeriksa seluruh tubuh Shui Peiyu, dan tercengang saat organ tubuhnya telah menghitam, darah menggumpal dan juga menghitam, jelas jika Shui Peiyu keracunan.
"Apakah keponakanku bisa disembuhkan?" tanya Long Wenhua yang kuatir dengan kondisi Shui Peiyu.
"Yakinlah. Dia beruntung bisa bertahan hidup selama ini dengan kondisinya seperti mayat hidup. Selain membahayakan dirinya sendiri, dia juga membahayakan seluruh kehidupan dengan radius satu kilometer jika ...," jawab Excel Shimo dengan jujur dan tepat, dan tidak melanjutkan penjelasannya.
"Apaaa...!"
Semua orang buru-buru menjauhi Shui Peiyu, karena ketakutan jika mereka terkena racun. Hanya kelompok Excel Shimo saja yang tidak menjauhi, malahan Bao Xue mendekat dan menarik Shui Peiyu dalam pelukannya.
"Jangan takut, percayalah," kata Bao Xue menenangkan Shui Peiyu yang menangis. Bao Xue juga pernah mengalami rasa sakit saat kelebihan energi Yin, jika tidak bertemu dengan suaminya, jelas dirinya akan mati dan juga membahayakan banyak kehidupan.
Raja Long juga meneteskan air mata, dia sangat terpukul mengetahui Putrinya mengalami penderitaan yang tidak biasa. Long Wenhua juga terlihat sedih, dengan menghela nafas dan geleng-geleng.
Sedangkan semua isteri dan putri Raja Long selalu berbisik-bisik hal buruk tentang Shui Peiyu, hanya beberapa isteri dan putri Raja Long yang mendekati dan juga prihatin dengan kondisi Shui Peiyu.
Mereka yang mendekati Shui Peiyu adalah kerabat yang selalu menyayanginya dan mengetahui penderitaan Shui Peiyu.
"Sudah, sudah, kalian jangan kuatir. Raja Long segera kumpulkan semua yang dibutuhkan untuk penyembuhan putri Anda," kata Excel Shimo yang tidak ingin terbawa suasana pro dan kontra dengan kondisi Shui Peiyu.
"Segera, Yang Mulia."
"Wali Benua, ayo kita ketempat jamuan." ajak Raja Long kepada Excel Shimo dan semua orang.
Segera semua orang menuju ruang jamuan, dimana banyak meja bundar dan kursi telah dipersiapkan. Segera para pelayan membawakan hidangan terbaik untuk jamuan kali ini.
Excel Shimo duduk bersama wanitanya, Raja Long, Long Wenhua dan Raja Fung. Sebagian duduk pada meja yang sudah diatur dengan tata letak yang baik dan teliti.
Sedangkan Shui Peiyu juga bergabung dengan meja khusus bersama Wali Benua. Sekali lagi perlakuan istimewa Shui Peiyu menjadikan rasa iri dari Putri-putri Raja Long. Bahkan Permaisuri dan selir Raja Long kesal melihat Shui Peiyu.
"Penatua Agung, apakah pengganti Wali Benua telah ada?" tanya Excel Shimo saat mereka semua telah duduk.
"Sudah Wali Benua, kami dan ketiga Kerajaan telah memilih beberapa kandidat untuk menjadi Wali Pengganti. Rencananya kita akan berkumpul di wilayah Kerajaan Rubah Bulan," jawab Long Wenhua.
"Bagus, lebih cepat lebih baik,"
__ADS_1
"Apa Wali Benua akan pergi ke Alam Atas?" tanya Raja Long yang terlihat enggan jika Wali Benua meninggalkan Benua Jiang Shan.
"Benar, tidak mungkin saja dengan usia muda bertahan disini. Saya membutuhkan banyak pengalaman, dan juga ada beberapa hal yang harus saya selesai di Alam Atas," jawab Excel Shimo tanpa menutupi kepergiannya.
"Hahmmm, semoga saja setelah kepergian Wali Benua semua tetap damai," harap Raja Long saat dirinya selalu mengingat perebutan wilayah selama ribuan tahun.
Baru kehadiran Wali Benua semua kembali damai, dan bisa berhubungan baik lagi. Excel Shimo tersenyum dan memahami ucapan Raja Long.
Ratu Han, memikirkan menantunya, dengan otaknya bergerak cepat untuk mencari alasan agar selalu bisa mengikuti kekasih gelapnya.
"Apakah Wali Benua akan menuju Benua Jiu Zhou?" tanya Ratu Han yang telah mendapatkan sesuatu cara.
"Benar. Benua Jiu Zhou paling dekat dari sini," jawab Excel Shimo, dan teringat sesuatu, "Oh iya, apakah Akademi Langit Abadi telah diberitahukan perihal rencana Istana Iblis Timur, Penatua Agung?" lanjutnya dengan bertanya.
"Sudah, Wali Benua. Hahmmm," jawab Long Wenhua dan menghela nafas setelahnya, "mereka tidak percaya ...." lanjutnya, tanpa menjelaskan kenapa Akademi Langit Abadi di Benua Jiu Zhou tidak mempercayai laporan Long Wenhua.
"Yang terpenting kita sudah memberikan laporan ini, percaya atau tidak itu bukan urusan kita," ujar Excel Shimo yang memahami isi hati Long Wenhua, "jika ini hidangan hanya dilihat saja, kapan habisnya!!." Lanjutnya dengan membuat lelucon.
"Hahaha...," tawa semua orang yang tadinya masih terbawa suasana tegang dan sedih.
"Hahaha, ayo, ayo, nikmati hidangan ini. Bersulang demi kemakmuran bersama," Raja Long tertawa, dan mengangkat cangkirnya yang berisi air anggur terbaik.
Semua orang ikut bersulang dan menenggak air anggur sekali tegukan.
"Uhuk, uhuk...," Excel Shimo yang tidak terbiasa minum anggur terbatuk.
"Hahaha, pelan-pelan, Wali Benua. Kecap dan resapi saat meminum anggur berkualitas, lalu teguk saat lidah dan tenggorokan beradaptasi," Raja Long tertawa dan mengajari cara meminum air anggur yang berkualitas tinggi.
"Benar. Saya belum terbiasa minum minuman seperti ini, saya biasanya minum susu terbaik dan murni," jawab Excel Shimo yang sekali lagi membuat lelucon.
Semua wanitanya menunduk malu, sebab ucapan itu mereka pahami.
"Hahaha, bisa saja Wali Benua ini...,"
Perjamuan malam begitu meriah, dengan gelak tawa bahagia semua orang.
Shui Peiyu tidak lagi merasakan sakit lagi, sebab Excel Shimo memberikan pil pereda rasa sakit untuk sementara.
__ADS_1
Shui Peiyu, usia 21 tahun, tingkat Master level 4. Memiliki tubuh bawaan racun. Dari Ras Ikan Duyung. Sejak kecil ia selalu diperlakukan tidak adil oleh keluarganya. Namun, masih ada keluarganya yang menyayangi, termasuk Raja Long sebagai Ayah kandungnya. Sifatnya pendiam, pemalu, baik hati, dan bawaannya tenang. Keburukannya, selalu menyimpan masalahnya, terlalu lembut dan cengeng.