God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 470. Pertarungan Dewa Binatang dan Huo Tuo.


__ADS_3

Chapter 470. Pertarungan Dewa Binatang dan Huo Tuo.


Menara Petir dan Turret Punch melepaskan serangan bertubi-tubi kepada musuhnya yang berada di ruang bawah tanah. Liu Hualien dan gengnya segera mengikuti dengan melepaskan anak panahnya dengan brutal.


Kedua Patriark Klan Kuno dengan kewalahan menangkis serangan anak panah tiga wanita pembuat onar, mereka terkejut melihat Dewa Binatang hanya tersenyum melihatnya.


Akhirnya mereka menyadari telah masuk ke dalam jebakan semenjak tiba di Benua Kelahiran, situasi yang lengang justru membuat mereka tidak berpikiran jika semua adalah rencana Dewa Binatang. Mereka pikir penghuni Benua Kelahiran terlalu hidup damai dan santai, ternyata...


Lalu, Patriark Klan Yue dan Klan Chu melihat dibelakang Dewa Binatang baru datang leluhur Klan Qin, Klan Mu, Klan Liu dan Klan Tang serta beberapa Patriark Klan.


"Kalian benar-benar biadab!?" teriak kemarahan Patriark Klan Yue, sambil menangkis serangan Liu Hualien.


Excel Shimo dan pendukungnya geleng-geleng mendengar ucapan Patriark Klan Yue, 'membalikkan fakta memang mudah,' tapi tanpa bukti semua hanya omong kosong, pikiran mereka.


"Bodoh! Kalian yang datang mencari kematian!?" sahut Tu Yueyin Mei yang menjadi kesal dan mengeluarkan anak panah dengan kekuatan penuh, cukup baginya untuk bersenang-senang, pikirnya.


Liu Hualien dan Shen Qinglin juga marah, mereka mengeluarkan anak panah energi spiritual dengan kekuatan penuh. Energi spiritual berkumpul di busur dan membuat cuaca mulai mendung.


"Anggap saja kalian dikubur disitu!" teriak She Qinglin disaat energi spiritual telah terkumpul di busurnya.


Melihat kekuatan besar di busur tiga wanita pembuat onar, Patriark Klan Chu memerintahkan pasukannya membuat perisai diri gabungan untuk menangkal serangan. Mereka tahu kekuatan ketiga wanita pembuat onar lebih kuat darinya, tapi mereka tidak mau menyerah dengan mudah.


Kemudian Patriark Klan Chu mengeluarkan alat perlindungan diri yang sama dengan milik Tim Dewi Lou yaitu Lonceng Perlindungan. Patriark Klan Yue ikut masuk ke dalam Lonceng Perlindungan bersama beberapa perwira tanpa memperdulikan pasukannya yang dibantai oleh Menara Petir dan Turret Punch.


Boom... Boom...


Liu Hualien dan gengnya langsung melepaskan anak panahnya, Lonceng Perlindungan milik Patriark Klan Chu bergetar hebat. Dampak dari ledakan itu mengenai banyak prajurit yang telah membuat perisai diri.


Menara Petir dan Turret Punch tidak berhenti melepaskan tembakan. Namun ada sebagian prajurit telah naik dan berniat kabur ke tempat benteng pertahanan sementara.


Leluhur Klan Qin dan yang lainnya jelas tidak akan membiarkan mereka kabur, melepaskan Macan kembali ke hutan sama mencari masalah yang tidak perlu. Mereka langsung melesat dengan cepat dan melepaskan pukulan energi spiritual dari jarak jauh.


Di benteng pertahanan Kerajaan Han juga melakukan hal yang sama, disaat pasukan musuh dan pemimpin terjebak ke dalam ruang bawah tanah yang ambrol, Menara Petir dan Turret Punch segera melepaskan tembakan. Sepuluh boneka wayang bersayap mengepung lubang besar itu.


Ledakan terus menggema di dua benteng pertahanan pertama, teriakan kesakitan tidak menyurutkan semangat prajurit Kekaisaran Shimo untuk terus membantai mereka.


Di sisi lain, ruang bawah tanah tepatnya di markas sementara musuh juga telah runtuh. Peri Samudera dan Peri Laut bersama pasukannya menyerang lima ratus ribu prajurit dan juga Patriark Klan Nanggong.


Huo Tuo terkejut mendengar suara gemuruh tanah amblas di markas mereka, dia dan dua Dewan Keamanan melihat dengan Mata Dewa. Lalu banyak manusia duyung dan kepiting mengepung markas mereka.


"Bajingan! Ini jebakan?!" umpatan Huo Tuo yang baru menyadari dan langsung bergerak untuk membantu mengalahkan pasukan Peri Samudera dan Peri Laut.


Swosh...


Tiba-tiba Dewa Binatang muncul menghadang Huo Tuo dan dua Dewan Keamanan sebelum menyerang dua istrinya dan pasukan. Jelas mereka bertiga kaget dengan berhenti mendadak.


"Kalian masuk ke Benua Kelahiran sama saja mengantarkan nyawa," ujar Excel Shimo kepada Huo Tuo sambil membawa Kuas Surgawi ditangan kanan dan tangan kiri dibelakang pinggang.


Huo Tuo tertawa mendengar ucapan Dewa Binatang, setelah berhenti tertawa dia berkata, "lihat pasukan ku menghancurkan benteng pertahanan mu dan kamu berniat melawanku ... Bocah, kamu kurang berpengalaman! Seharusnya kamu membantu mereka sebelum melawanku--"


"Benar-benar bodoh!" sahut Dewa Utara dengan tangan kanan mengeluarkan kipas sebagai senjata andalannya yang tidak pernah digunakan untuk waktu lama.

__ADS_1


Dewa Matahari juga mengeluarkan senjata andalannya yaitu dua pedang ganda yang mengeluarkan Api Surgawi. Huo Tuo juga mengeluarkan Artefak Bintang Empat tahap menengah, senjata tombak.


Dewa Binatang tersenyum tipis dengan hinaan mereka, dia tidak membalas ucapan mereka, tapi menggerakkan Kuas Surgawi seperti menulis di udara.


"Serang!!" perintah Huo Tuo kepada Dewa Utara dan Dewa Matahari, serentak mereka bertiga menyerang Dewa Binatang.


Boom... Boom...


Dewa Binatang melambaikan Kuasa Surgawi, lalu muncul banyak meteor menghujani musuhnya. Ledakan hebat menggetarkan Benua Kelahiran. Huo Tuo dan dua Dewan Keamanan menangkis serangan meteor.


Yang Hua, Yang Xiaoping dan banyak petinggi Kekaisaran Shimo melihat pertarungan Dewa Binatang dan tiga musuh di kejauhan. Sedangkan Empress Spaceship telah membidik Huo Tuo dan dua rekannya.


Ledakan hebat saat tiga kekuatan menyerang satu orang dengan kekuatan penuh. Dewa Binatang dengan santai menghilang dan muncul selalu dibelakang lawan, setiap kali muncul melepaskan serangan Kuas Surgawi.


"Kepung dia!" perintah Huo Tuo.


Dewa Utara dan Dewa Matahari mengepung Dewa Binatang. Namun, Dewa Binatang selalu mampu menghilang saat diserang dari tiga penjuru. Huo Tuo jelas kesal dengan tindakan Dewa Binatang seperti seorang pengecut.


"Gunakan Domain energi!"


Sekali lagi Huo Tuo memberikan perintah, dia berniat mengurung Dewa Binatang dengan Domain pribadi. Disaat Dewa Binatang muncul dibelakang Dewa Matahari, segera tiga Domain menyelimutinya.


"Gunakan Api Surgawi mu!" perintah Huo Tuo kepada Dewa Matahari saat Dewa Binatang berhasil dikurung.


Dewa Binatang menyeringai, Api Surgawi baginya adalah makanan dan Domain energi tidak berarti apa-apa. Dewa Matahari segera menyelipkan dua pedang ganda di pinggangnya, lalu kedua tangannya mengeluarkan Api Surgawi untuk membunuh Dewa Binatang.


Swosh...


Api Surgawi melesat ke arah Dewa Binatang. Sedangkan Dewa Binatang tidak bergeming, dia melambaikan Kuas Surgawi ketika Huo Tuo menghunus tombaknya.


Boom...


Dewa Binatang mengunci Dewa Matahari dengan energi kekuatan Kunang-kunang agar tidak lolos ketika dia menyerap Api Surgawi dan juga pemiliknya.


"Mati!?" teriakkan Dewa Utara ketika kipasnya menciptakan ribuan pedang dibelakang Dewa Binatang.


Dewa Binatang melirik dan tetap tidak bergeming mengetahui ribuan pedang melesat ke arahnya. Ribuan Kunang-kunang mengepung Dewa Binatang untuk melindungi.


Boom... Boom...


Ledakan hebat terus menggema ketika ribuan pedang mengenai banyak kunang-kunang. Huo Tuo terus menerus menyerang lawannya, tapi Dewa Binatang selalu menangkis.


"Bajingan!? Dia menyerap Api Surgawi ku!" umpat Dewa Matahari yang baru tersadar Api Surgawi tidak berpengaruh terhadap Dewa Binatang, malahan Api Surgawi didalam tubuhnya akan keluar dan beserta kekuatan yang berlahan mulai berkurang.


Huo Tuo tidak tinggal diam melihat Dewa Matahari perlahan mulai kehilangan kekuatannya, dia mengeluarkan kekuatan terbaik dari Kitab Hitam.


"Fierce Spears!!" teriak Huo Tuo yang mengeluarkan skill andalannya, dengan menghunuskan tombaknya yang mengeluarkan energi kekuatan besar.


Muncul dari ujung tombak ular raksasa dan melesat ke arah Dewa Binatang, suara gemuruh angin memporak-porandakan sekitar pertarungan empat orang.


Dewa Binatang menyeringai, tidak takut maupun berusaha untuk menghindari, padahal Dewa Utara juga menyerang dengan Kitab Hitam Kipas Langit. Kipas mengeluarkan badai tornado yang bercampur dengan ribuan pedang.

__ADS_1


"Time Stop!" gumam Dewa Binatang dengan santai.


Seketika waktu perlahan berhenti, segala serangan juga sama ketika jarak dua kekuatan energi terpaut lima meter dari Dewa Binatang. Lalu Dewa Binatang menghilang dan muncul dibelakang Dewa Matahari, kemudian memukul tengkuknya hingga pingsan.


Setelah Dewa Matahari pingsan, Dewa Binatang memasukkan kedalam Pagoda Penjara untuk diekstrak kekuatannya setelah berurusan dengan Huo Tuo.


Selanjutnya Excel Shimo muncul di belakang Dewa Utara, sekali lagi mengulangi tindakannya, memukul tengkuknya dan memasukkan kedalam Pagoda Penjara.


"Kipas mu hebat juga," kata Dewa Binatang dengan membawa kipas milik Dewa Utara, dia menyelipkan Kuas Surgawi lalu bergerak cepat kearah Huo Tuo sebelum waktu kembali normal.


Dum... Dum...


Suara dentuman keras ketika tubuh Huo Tuo dihajar oleh Dewa Binatang seperti bola, kaki, tangan dan kipas selalu bergerak liar menghajar Huo Tuo.


Di kejauhan, Yang Hua, Yang Xiaoping dan semua petinggi kekaisaran melongo melihat kehebatan Dewa Binatang yang tidak pernah mereka lihat. Selain mereka ada juga Yang Dang dan Seng Long Pang yang baru tiba saat mendengar suara ledakan hebat.


Liu Hualien dan gengnya juga ikut melihat setelah membantai pasukan musuh beserta Patriark Klan Yue dan Klan Chu. Mereka bertiga berdecak kagum melihat kehebatan suaminya mengalahkan tiga lawan kuat.


"Mengerikan!" gumam Yang Dang melihat menantunya menampilkan kekuatan yang sesungguhnya.


Yang Hua segera menyahut, "itu bukan kekuatan yang sebenarnya, suami hanya menjadi mereka latihan dan juga memberikan kesempatan Menteri Maritim untuk menjarah armada kapal angkasa!"


Apa yang dikatakan oleh Yang Hua memang benar, Excel Shimo sengaja mengulur waktu untuk Peri Samudera dan Peri Laut menyelesaikan tugasnya. Selain itu, Excel Shimo juga menjadikan Huo Tuo sebagai lawan latihannya.


Mendengar ucapan Yang Hua yang membeberkan kekuatan Dewa Binatang semua orang geleng-geleng, hati mereka menjadi lega mengetahui kekuatan kaisar-nya yang mampu mengatasi keadaan ini.


Waktu akhirnya kembali normal, Huo Tuo yang tidak perpengaruh segera tersadar ketika merasakan sekujur tubuhnya merasakan sakit. Huo Tuo terkejut melihat Dewa Binatang yang telah memotong lengan kanan.


"Arghh! Mati kamu?!" teriakkan Huo Tuo sambil melepaskan pukulan tangan kiri kearah Dewa Binatang yang sedang memainkan lengan kanannya.


Dewa Binatang melambaikan lengan kanan Huo Tuo untuk menangkis serangan. Dan suara "Boom...," memekakkan telinga ketika dua serangan saling berbenturan.


Lengan kanan Huo Tuo hancur berkeping-keping tanpa melukai Dewa Binatang sedikit pun. Huo Tuo kembali menyerang dengan tangan kiri, namun dia syok ketika Dewa Binatang menghunus tombaknya hingga terlambat menghindari.


Jleb...


Tombaknya menancap dileher Huo Tuo, dia tidak menyangka senjata sendiri telah membunuhnya. Kemudian Huo Tuo merasakan dantian-nya diekstrak oleh Dewa Binatang, ingin teriak tidak mampu dengan leher yang telah tertusuk tombok.


Tiba-tiba, tubuh Huo Tuo dengan cepat membengkak, dia ingin meledakkan diri dan membunuh semua kehidupan di Benua Kelahiran. Dewa Binatang yang tahu tujuannya segera menggunakan skill Penghentian Waktu. Sekali lagi waktu berhenti, demikian Huo Tuo yang berhenti dalam proses peledakan dirinya.


Dengan segera Dewa Binatang menyerap kekuatan Huo Tuo. Secara perlahan tubuh Huo Tuo yang membengkak kembali menyusut dan kekuatannya dengan cepat mulai berkurang.


Dewa Binatang tersenyum puas ketika kekuatan dengan cepat naik level, dan berhenti ketika berada di tingkat True Theta level 99, sedikit lagi dia akan menerobos ke tingkat Half Gama level satu.


Tubuh Huo Tuo menjadi tua, tinggal tulang dan kulitnya saja, sebelum mati Huo Tuo berbicara kepada Dewa Binatang dengan komunikasi telepati, "Iblis selamanya kamu akan seperti Iblis ... "


Sebelum Dewa Binatang mematahkan leher Huo Tuo yang telah menyumpahinya, dia membalas ucapan Huo Tuo, "semua kehidupan ada iblis di sifatnya, karena itulah lahirlah iblis dan Yaksa adalah penguasanya. Kamu, aku dan semua kehidupan ada iblis dihatinya. Semoga kamu paham di kehidupan selanjutnya. Siklus Samsara akan selalu berputar-putar di semua kehidupan, jika takdir berkehendak kita akan bertemu lagi!"


Dewa Binatang langsung mematahkan leher Huo Tuo. Air mata menetes sebelum Huo Tuo mati, dia paham akan perkataan Dewa Binatang dan iblis ada di hati semua kehidupan.


Siklus Samsara memang selalu berjalan melingkar, tidak bergerak horisontal maupun vertikal. Jika bergerak horisontal maupun vertikal, maka siklus Samsara tidak akan terus berulang-ulang. Sebab itu banyak kehidupan selalu bertemu di kehidupan yang akan datang dengan beda nama dan wajah.

__ADS_1


Setiap kehidupan yang bereinkarnasi pasti pernah merasakan Dejavu, itulah tanda dia hidup dalam siklus Samsara. Hidup memang ada yang mengaturnya, jika tidak ada yang mengaturnya, tidak ada namanya siklus Samsara, tidak ada yang namanya reinkarnasi...


Excel Shimo membakar habis mayat Huo Tuo, lalu dia melakukan ritual penghormatan terakhir untuk lawannya...


__ADS_2