God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 70 Melerai


__ADS_3

Chapter 70 Menaklukkan Hutan Penguasa(9), Melerai.


Bao Xue yang kalah dalam hal kecepatan, mulai terdesak, secara bertahap ia mundur sedikit demi sedikit. Mengetahui itu Loi Annchi menyeringai, dan meningkatkan serangannya.


Bao Xue hanya mampu menangkis dan mengelak semua serangan Loi Annchi. Bao Xue makin kesal saat melihat senyuman mengejek itu.


"Huff, kamu pikir aku kalah dalam kecepatan!" dengus Bao Xue dengan bergerak mundur sedikit menjauhi Loi Annchi.


"Oh, jadi kamu bisa lebih cepat dariku! Ayo serang aku," ejek Loi Annchi, dengan mengaitkan jari telunjuk pada Bao Xue.


Sikap menantang itu membuat Bao Xue semakin kesal. Lalu, tubuhnya bergetar, dan mulai terlihat sesuatu di balik punggung Bao Xue.


Bhuzhh...


Satu pasang sayap segera mengepak saat keluar dari punggung Bao Xue. Sontak semua orang terkejut, terutama Hei Bao sebagai ayah Bao Xue.


Hanya Excel Shimo dan Loi Annchi saja yang tidak terkejut dengan kemunculan sayap Bao Xue.


"Astaga, Puteri ku!" gumam Hei Bao yang terkejut, karena baru kali ini Ras Macan memiliki sayap. Seandainya jika Hei Bao tahu siapa sebenarnya Bao Xue, jelas dia akan ketakutan.


Pasalnya White Tiger Snow adalah salah satu dari 4 binatang suci, apalagi Bao Xue adalah keturunan Dewa Barat dari alam Shen Zhou.


"Raja, apa Anda tidak melerai mereka?" tanya Sun Yao yang terlihat kuatir.


"Biarkan dulu mereka saling menguji kekuatan. Jika saatnya tiba, aku pasti menghentikan mereka," jawab Excel Shimo yang tersenyum setelahnya.


"Wow, hebat, kamu juga punya sayap. Hmm... Sepertinya kamu ada--" Loi Annchi sedikit memuji, tetapi dari kata pujian itu terdengar meremehkan, disaat ia belum menyelesaikan perkataannya, Bao Xue memotong ucapannya.


"Tidak perlu banyak bicara. Ayo kita mulai lagi!"


Swoshhh...


Bao Xue segera menyerang Loi Annchi, dengan adanya sayap, gerakannya semakin cepat. Melihat Bao Xue menyerang, segera Loi Annchi mengeluarkan elemen petir. Petir itu Loi Annchi bentuk menjadi cambuk.


Zrettt... Cetarrr...


Loi Annchi langsung mengarahkan cambuk petir disaat Bao Xue akan mendekatinya.


Segera Bao Xue mengelakkan ke kanan, disaat cambuk akan mengenai tubuhnya.


Zrettt... Cetarrr...


Loi Annchi terus menerus menyerang Bao Xue dengan cambuk petir, sehingga dirinya tidak mampu mendekat. Suara petir mengema di wilayah Ras Macan.


"Sialan wanita ini, Thunderbird sangat menjengkelkan," batin Bao Xue yang tidak bisa mendekati Loi Annchi, meski dirinya sudah memiliki kecepatan.

__ADS_1


Bao Xue selalu menghindar ke kiri dan ke kanan, sesekali ia mundur agar tidak terkena cambuk petir.


"Huff, licik! Ayo gunakan fisik jika berani!" tantangnya setelah mendengus kesal.


"Hehehe, tadi kita sudah beradu fisik. Ayo dekati aku, katanya mau menghajar kekasihku!" Loi Annchi terkekeh, dan tidak terpancing dengan tantangan dia. Malahan Loi Annchi mengejek.


Bao Xue segera melihat melihat pria yang telah mengambil kesuciannya, ia melihat Excel Shimo yang memainkan mata kepadanya. Dirinya semakin kesal melihat senyuman Excel Shimo.


"Tampan tapi cabul! Lihat saja nanti, jika aku tidak bisa menghajarmu, namaku bukan Bao Xue," Batin Bao Xue dengan sorot mata yang tajam saat melihat Excel Shimo.


"Apa kamu lupa dengan desahanmu tadi?" tanya Excel Shimo dengan telepatinya kepada Bao Xue.


"Cabulll... Awas kamu!" bentak Bao Xue yang marah saat diingatkan oleh pria yang telah menodainya. Bao Xue langung melesat ke arah Excel Shimo untuk memukulinya.


Wushhhh...


Zrettt... Cetarrr...


Namun, Loi Annchi yang tahu niat Bao Xue, segera menyerang dengan cambuk petir.


"Lawanmu adalah aku. Kalahkan aku jika kamu ingin menyentuh kekasihku..." teriak Loi Annchi setelah menghentikan gerakan Bao Xue.


"Kekasih, kekasih... Menjijikkan, pria seperti itu apa yang istimewa!" hinaan Bao Xue tertuju pada Excel Shimo, dia semakin kesal dengar Loi Annchi selalu menyebut kekasih. Sebenarnya Bao Xue cemburu pada Loi Annchi.


"Kamu mempermalukan dirimu sendiri. Dia telah menyelamatkan hidupmu, apakah ini rasa terima kasihmu?" bentak Loi Annchi, ia tidak terima dengan jika Excel Shimo di hina. Segera tangan kiri Loi Annchi melemparkan bola petir.


Swoshhh...


Wushhhh... Boommm...💥


Ledakan hebat segera terdengar, saat dia energi saling menabrak. Ledakan itu memicu gelombang energi, yang menghancurkan apapun.


Boomm...


Excel Shimo segera memblokir gelombang energi sebelum melukai banyak kehidupan yang memiliki kekuatan rendah.


Wushhhh... Wushhhh...


Sekali lagi, kedua wanita itu saling menyerang dengan kekuatan penuh energi Qi. Kepalan tangan Bao Xue membentuk cakar harimau, dan bola petir berubah menjadi besar.


Zlappp... Bang... Bang...


Excel Shimo akhirnya turun tangan, dan menahan dia energi Qi yang akan menabrak. Dua tangan Excel Shimo memegang energi itu, dan melemparkan kelangit.


Boommm... 💥

__ADS_1


Suara meledak saat kedua energi itu melesat ke langit, ledakan itu seperti kembang api.


"Cukup," titah Excel Shimo kepada kedua wanita itu.


Mereka berdua terkejut saat Excel Shimo dengan mudah menahan serangan penuh energi Qi. Suara Excel Shimo akhirnya memulihkan keterkejutan mereka.


"Kamu ... "


Wushhhh...


Bao Xue langsung menyerang pria yang dia benci. Excel Shimo hanya mengelengkan kepala.


Bang...


Dengan 1 jari, Excel Shimo menahan pukulan Bao Xue. Sontak Bao Xue tersadar jika Excel Shimo sangat kuat.


"Hei, lawanmu adalah aku... " Loi Annchi segera melesat dan ingin memukul Bao Xue.


"Apa... " bentak Bao Xue yang juga bersiap melawan wanita yang menghalang-halangi dirinya.


Namun, Excel Shimo yang berada ditengah mereka, segera bergerak.


Dia memeluk pinggang ramping Loi Annchi, demikian juga dengan Bao Xue.


"Lepaskan, aku ingin mencabik-cabik wanita ini!" perintah Bao Xue sambil meronta-ronta agar melepaskan tangan kiri Excel Shimo dari pinggangnya.


"Sayang, biarkan aku menampar wanita yang tidak tahu malu ini!" pinta Loi Annchi yang juga berusaha lepas dari tangan Excel Shimo.


Kedua kaki wanita itu dan tangan mereka ingin mengapai targetnya, tapi Excel Shimo selalu menghalangi.


"Cukup, hentikan! Jika tidak, aku akan tampar pantat kalian berdua!" bentak Excel Shimo kepada kedua wanita itu.


Seketika kedua wanita itu terdiam. Tetapi tatapan Loi Annchi dan Bao Xue tidak berkedip saat mereka masih marah.


Aksi ketiga orang itu membuat Sun Yao tertawa. Ma Xiniu masih menahan tawa, sedangkan Hei Bao juga ikut menahan tawa dan mengelengkan kepala.


"Jika kalian tidak berdamai ... mau pantat kalian aku tampar?" sekali lagi Excel Shimo mengancam mereka berdua.


"Tidak, itu memalukan!" jawab Loi Annchi dengan menyembunyikan wajahnya pada lengan kanan Excel Shimo.


"Cabul...!" Bao Xue juga malu dan tanpa sadar wajahnya dia sembunyikan di lengan kiri Excel Shimo.


"Bagus," ujar Excel Shimo sembari turun dari langit dengan tetap memeluk mereka berdua.


"Hahaha... Hahaha" Sun Yao tertawa terbahak-bahak melihat Rajanya yang sedikit kuwalahan dengan wanitanya.

__ADS_1


Ma Xiniu masih menahan tawa, sambil mendekati Rajanya yang sudah turun. Semua orang segera mendekati Excel Shimo. Bagi Ras Macan, Excel Shimo sudah menjadi Raja baru mereka.


__ADS_2