
Chapter 69 Menaklukkan Hutan Penguasa(8), Petarung Bao Xue dengan Loi Annchi.
Diluar, semua orang tercengang dengan letupan energi terobosan mereka berdua. Berkali-kali energi Qi dirasakan mereka yang menunggu Excel Shimo dan Bao Xue. Mereka tidak menyangka dengan terjadinya situasi yang aneh ini.
"Luar biasa, kekasihku menerobos disaat bahaya seperti ini," gumam Loi Annchi yang kegirangan saat merasakan aura kekasihnya yang semakin kuat.
"Hahaha, Xue'er berhasil menerobos," Hei Bao tertawa bahagia, saat merasakan aura putrinya yang semakin kuat, dia yakin jika Excel Shimo berhasil mengobati Bao Xue.
Awalnya mereka cemas saat menunggu selama waktu 10 dupa. Namun, kecemasan itu berbuah kebahagiaan.
Boom... Boom...
"Peri Benua level 3..." semua orang berseru saat merasakan ledakan energi terobosan itu. Siapa lagi jika bukan Excel Shimo yang berhasil naik 1 level.
"Hebat, hebat, Xue'er juga menerobos tingkat Master..." Hei Bao memuji kehebatan Bao Xue yang menerobos juga.
Ledakan energi terobosan terus dirasakan, setiap terobosan semua orang selalu berkomentar dengan bahagia.
"Peri Benua level 5..."
"Grand Master level 7..."
Boom... Boom
"Ya Dewa... Peri Benua level 8..." Sun Yao, Loi Annchi dan Ma Xiniu berseru saat merasakan energi Qi milik Excel Shimo.
"Saint, Saint level 2..." penduduk Ras Macan juga berseru, saat Bao Xue menerobos hingga tingkat Saint.
Kini kekuatan Bao Xue setara dengan kekuatan Loi Annchi. Semua orang jelas bergembira dengan peristiwa ini, mereka selalu bertepuk tangan dan tertawa.
Di ruang bawah tanah, Bao Xue telah memakai pakaian, sorot matanya menatap punggung Excel Shimo, seakan-akan ingin melahapnya.
Saat merasakan niat membunuh dari Bao Xue, segera Excel Shimo merubah War Clock menjadi pakaian yang seperti biasa dia pakai.
"Akhirnya kamu sudah sembuh, dan mampu mengendalikan tubuh bawaan Yin. Hebat, hebat," puji Excel Shimo setelah membalikkan badannya.
Excel Shimo tersenyum melihat wajah cantik Bao Xue, seolah-olah dia tidak merasa berdosa. Bahkan menganggap dirinya telah berjasa pada Bao Xue.
Tubuh Bao Xue bergetar hebat saat menahan amarah. Jelas dia marah, karena telah dinodai oleh pria yang membuatnya sembuh dan juga merasakan nikmatnya surga dunia.
"Kamu telah menodai tubuhku, cabul... Aku akan membunuhmu... " teriak Bao Xue pada Excel Shimo.
__ADS_1
Boom...
Seluruh rambutnya yang putih berkibar saat melepaskan aura kekuatan tingkat Saint level 2, ia tidak perduli jika pria didepannya lebih kuat. Apa yang dipikirkan oleh Bao Xue adalah membalas perbuatan Excel Shimo.
Ruang bawah tanah menjadi hancur saat kemarahan Bao Xue sudah mencapai batasnya. Melihat itu, Excel Shimo hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.
Swoshhh...
Bang... Bang...
Tanpa basa-basi, Bao Xue langsung menyerang Excel Shimo. Excel Shimo juga tidak tinggal diam, ia menangkis setiap serangan Bao Xue.
Bao Xue terus menyerang tanpa henti, sampai tubuh mereka berdua melayang di udara. Semua orang jelas kaget dengan peristiwa yang tiba-tiba menjadi tegang. Melihat itu, Loi Annchi tidak tinggal diam, segera ia melesat untuk melindungi kekasihnya.
Wushhh...
Bang... Bang...
"Wanita tidak tahu berterima kasih, sudah disembuhkan oleh Kekasihku malah menyerangnya," pekik Loi Annchi yang menghentikan serangan Bao Xue yang ingin memukuli Excel Shimo.
"Sayang, biar aku yang menangani gadis ini," lanjut Loi Annchi dan berbicara pada Excel Shimo.
Excel Shimo hanya tersenyum dan menganguk-kan kepalanya, dan segera menghilang dan muncul lagi di samping bawahannya.
Swoshhh...
Mendengar ucapan Loi Annchi yang selalu mengatakan jika Excel Shimo adalah kekasihnya, membuat Bao Xue semakin marah. Sudah pasti dia marah, tubuh sudah dinodai, apalagi si cabul telah memiliki kekasih.
"Kekasihmu, kamu kekasihnya, hah... Dia telah melakukan hal tak senonoh padaku, lalu apa aku harus diam saja... Hah," bentak Bao Xue, dengan menunjuk jari kearah Excel Shimo.
Mendengar ucapan Bao Xue, semua orang menatap wajah polos Excel Shimo, dan melihat Excel Shimo geleng-geleng kepalanya. Loi Annchi juga melihat kekasihnya yang ingin tahu penjelasan dari Excel Shimo.
Namun, setelah melihat pengobatan itu berhasil, Loi Annchi percaya jika ini hanya salah paham.
Dia juga tahu, jika mengobati seorang pasien harus menanggalkan pakaian, agar lebih mudah memeriksa seluruh tubuh si pasien.
"Lihat kamu sekarang! Apa tidak sembuh setelah diobati kekasihku? Apa hanya memperlihatkan sedikit kulitmu, itu anggap senonoh? Apa seorang tabib tidak boleh memeriksa tubuh pasien-nya, hah?" balas Loi Annchi yang penuh mencecar dengan banyak pertanyaan.
"Kamu sudah 7 tahun terbaring, dengan tubuh yang membahayakan semua kehidupan! Mana balas rasa terima kasihmu pada kekasihku, setelah menyembuhkan kamu?" sekali lagi Loi Annchi bertanya.
Tubuh Bao Xue semakin bergetar saat Loi Annchi mencecarnya banyak pertanyaan yang masuk akal. Namun, dia masih tidak terima dengan tubuhnya telah dinodai oleh Excel Shimo.
__ADS_1
"Dia ... telah menyentuh tubuhku ... " Bao Xue kebingungan ingin menjelaskan yang sebenarnya pada Loi Annchi, dia malu jika semua orang mengetahui hubungan intim yang seperti suami istri.
"Hah, apa otakmu kepeleset? Apa seorang tabib mampu menyembuhkan hanya dengan melihat saja tanpa menyentuh? Otak kamu benar-benar rusak, mungkin karena kamu terlalu lama tertidur," ujar Loi Annchi dengan geleng-geleng kepala setelah berbicara.
Semua orang menahan ketawa mendengar ucapan Loi Annchi. Jelas tidak mungkin seorang tabib mampu menyembuhkan pasiennya hanya dengan melihat.
"Tuan Muda, maafkan putriku yang tidak tahu berterima kasih setelah disembuhkan!" Hei Bao segera mendekati Excel Shimo, dia malu dengan sikap Bao Xue yang tidak tahu berterima kasih.
"Tidak masalah, aku memahami perasaannya. Aku berjanji akan menikahinya, karena telah menyentuh tubuh Bao Xue," jawab Excel Shimo yang tampak tidak berdosa, dengan membusungkan dadanya. Dia seolah-olah seperti seorang pahlawan yang tidak diakui setelah menolong.
Bao Xue semakin marah dengan ucapan Loi Annchi, dia juga mendengar ucapan Excel Shimo, yang semakin membuatnya geram ingin mencabik-cabik Excel Shimo. Demikian juga dengan Loi Annchi, dia semakin kesal dengan Bao Xue, sebab kekasihnya harus bertanggung jawab setelah menyembuhkan Bao Xue.
"Tidak tahu malu!" ujar Bao Xue pada Excel Shimo yang akan bertanggung jawab.
"Kamu yang tidak tahu malu," bentak Loi Annchi yang tidak terima dengan ucapan wanita yang akan menjadi saingannya.
"Iya, dia yang tidak tahu malu, seperti orang yang tidak bersalah," balas Bao Xue yang membentak Loi Annchi.
"Jelas-jelas kamu yang tidak tahu malu, sudah ditolong malahan memaki kekasihku," Loi Annchi juga membentak Bao Xue.
Sedangkan Excel Shimo menganguk-kan kepalanya, karena ucapan Loi Annchi adalah benar. Demikian juga dengan bawahannya.
"Percuma berbicara denganmu yang tidak tahu apa-apa, lebih baik kita bertarung, dan setelah kamu kalah, aku akan menghajarnya." Bao Xue sudah tidak mampu berkata-kata.
Swoshhh...
"Huff, menganggap dirimu hebat." dengus Loi Annchi saat melihat Bao Xue menyerang dia.
Swoshhh...
Bang... Bang...
Segera kedua wanita itu saling bertarung di udara. Melihat itu, Hei Bao semakin bersalah dan akan mencegah putrinya.
Namun, Excel Shimo mencegah.
"Biarkan, ini adalah kesempatan untuk melemaskan otot-otot mereka." jelas Excel Shimo dengan memegang pundak Hei Bao.
"Aku mengerti, Tuan Muda."
Semua orang dengan antusias melihat pertarungan antar tingkat Saint. Jarang-jarang mereka menyaksikan peristiwa ini di Benua Jiang Shan.
__ADS_1
Boom... Boom 💥
Mereka berdua saling beradu fisik, setiap benturan menciptakan gelombang energi. Hutan di area Ras Macan menjadi berantakan dengan pertarungan tingkat Saint. Semua orang semakin menjauhi medan perang Loi Annchi dan Bao Xue.