
Chapter 117 Hutan Terlarang, meningkatkan fisik.
Setelah pembicaraan mereka, Excel Shimo segera menuju Hutan Terlarang yang tidak jauh dari lokasinya.
Disaat memasuki Hutan Terlarang, aura kematian segera terasa, seakan-akan ingin menarik jiwa seseorang dari tubuhnya. Suasana didalam hutan itu sangat sunyi, hanya terdengar sayup-sayup angin berhembus menusuk tulang.
Bahkan suara binatang pun tidak terdengar. Saat Excel Shimo berjalan, ia melangkahi banyak tulang belulang yang masih utuh dengan pakaiannya, jelas bisa dipastikan jika mereka mati bukan dibunuh oleh seseorang maupun binatang.
"Pantas saja banyak orang yang tidak kembali setelah masuk Hutan ini. Tanpa memiliki jiwa yang kuat, sudah dipastikan orang tersebut mati mengenaskan," gumam Excel Shimo sambil terus berjalan agak cepat sesuai petunjuk Xi He yang selalu memberikan arah.
Excel Shimo berjalan semakin dalam, dan yang mengejutkan, medan gravitasi didalam Hutan Terlarang semakin kuat. Excel Shimo semakin lambat saat berjalan, keringat juga telah membasahi pakaiannya.
"Apa-apaan ini, kenapa semakin berat saat menuju kedalam Hutan Terlarang ini!" sungut Excel Shimo saat langkah kakinya semakin berat.
"Ini juga bagus untuk memperkuat fondasi Tuan, anggap saja ini latihan memperkuat fisik," ujar Lotus Bao yang ingin melatih Tuannya dengan medan berat di Hutan Terlarang.
"Apa bisa meningkatkan fisik ke tingkat berikutnya?" tanya Excel Shimo yang ingin tahu manfaat ini.
"Tentu. Tuan akan tahu saat berjalan ke depan beberapa ratus langkah, dan bedakan setelah berjalan mundur. Lalu, semakin Tuan berjalan kedalam semakin besar manfaatnya!" jawab Lotus Bao.
"Hahmmm, menuju puncak tidaklah mudah! Baiklah, demi cita-cita menjadi satu-satunya penguasa tunggal Alam Jagat Raya ini dan bertemu dengan Kakek ku, semua 'kan ku lakukan!" kata Excel Shimo dengan tekad yang kuat.
Mendengarkan semangat juang dari Tuannya, Xi He dan Lotus Bao juga ikut senang. Walaupun usia Excel Shimo masih terbilang anak-anak, mereka tidak salah menjadikan Excel Shimo sebagai Tuannya, mereka berharap bisa melihat Tuannya mencapai mimpinya.
Kembali Excel Shimo berjalan pelan, setiap hentakan langkah kakinya penuh ketegasan dan pantang menyerah. Dia tidak perduli dengan keringat yang sudah membasahi tubuhnya, Excel Shimo terus berjalan dengan mantap, dengan kedua tangan mengepal erat.
"Ha, ha, ha...," Excel Shimo berhenti sejenak dengan nafas terengah-engah, dengan melihat lurus kedepan.
"Masih jauh...," gumam Excel Shimo dengan berjalan kembali, "untung saja aku tidak mengijinkan mereka ikut!" lanjutnya sambil memeriksa sekitarnya untuk mengalihkan pikiran dari rasa sakit, saat tulangnya mulai bergemeretak setiap ia melangkah kan kaki.
"Tuan, sedikit lagi fisik Tuan akan naik," ujar Lotus Bao untuk memberikan semangat, setelah memeriksa struktur tulang Excel Shimo.
Excel Shimo semakin bersemangat, dan menguatkan dirinya untuk terus berjalan. Jika dihitung menurut jarak, Excel Shimo telah berjalan dari perbatasan Altar Penghormatan dan Hutan Terlarang sejauh sepuluh ribu meter. Jika Excel Shimo tidak memiliki fisik Berlian tahap awal, sudah dipastikan ia sudah susah payah saat memasuki Hutan Terlarang.
__ADS_1
Banggg...
"Akhhh...," Excel Shimo berteriak kesakitan saat fisiknya meningkat ke tingkat Berlian tahap menengah.
Segera Excel Shimo duduk bersila untuk meredam rasa sakitnya, saat seluruh tulangnya mengalami perubahan. Setelah menyetabilkan fisik baru selama waktu satu dupa, Excel Shimo membuka matanya, dan segera berdiri.
Swosh... Bukk... Swosh... Bukk
Excel Shimo mengayunkan kedua tangannya memukul pepohonan terdekat, kakinya juga dia gerakan untuk menendang pepohonan.
Brukkk...
Satu pohon besar yang menjadi sasaran untuk menguji fisik barunya segera roboh. Melihat hasilnya sangat memuaskan, kembali Excel Shimo berjalan menuju tempat peti itu.
"Tidak heran binatang itu dengan mudah melewati Hutan Terlarang...!" gumam Excel Shimo yang ingin memiliki kekuatan setingkat mereka.
"Walau fisik Tapir berada pada tingkat Baja, dengan kekuatannya untuk melindungi fisiknya, jelas dia bisa dengan bebas berkeliaran di hutan ini, apalagi dia juga banyak menyerap jiwa-jiwa korbannya," ujar Lotus Bao yang ikut berbicara, agar Tuannya tidak merasa kesepian saat melatih fisiknya.
"Benar. Sekarang tubuhku terasa lebih ringan...," ujar Excel Shimo.
Setelah berbicara sebentar, ia segera berlari dengan cepat. Namun, saat di berlari sejauh lima ribu meter, ia mulai melambat lagi. Kembali Excel Shimo berjalan seperti awal.
"Hahmmm, masih 20 kilometer lagi," gumam Excel Shimo saat melihat melihat tujuannya masih jauh dari posisinya.
Semakin jauh melangkah, medan gravitasi Hutan Terlarang semakin berat. Tidak terasa hari menjelang malam. Namun, dengan tekad yang kuat, Excel Shimo terus berjalan. Jika kelelahan ia berhenti dan mengkonsumsi pil vitalitas.
Di tengah malam, Excel Shimo kembali meningkatkan fisiknya ke tingkat Berlian tahap tinggi. Kembali Excel Shimo duduk bersila untuk menahan rasa sakitnya.
Kemudian, kembali Excel Shimo berlari dengan sangat cepat, dan jarak tujuannya semakin dekat. Namun, lagi-lagi medan gravitasi semakin kuat, dan kembali Excel Shimo berjalan dengan susah payah.
Saat matahari akan menampakkan dirinya, kembali Excel Shimo meningkatkan fisik ke tahap puncak, dan selangkah lagi memiliki tubuh tingkat Suci. Jelas Excel Shimo kegirangan dengan berkat memasuki Hutan Terlarang ini.
"Akhirnya aku mengerti, jika ingin memasuki Hutan Terlarang, harus memiliki dua syarat, kekuatan jiwa yang pertama. Dan kedua, fisik yang tangguh." gumamnya setelah menyetabilkan fisik barunya.
__ADS_1
"Tinggal dua kilometer lagi...."
Swoshhh...
"Hahaha, benar-benar luar biasa memiliki fisik Berlian tahap puncak," tawa Excel Shimo saat tubuhnya seringan kapas saat berlari. Dari awal, Excel Shimo sengaja tidak menggunakan energi Qi untuk mencapai tujuannya.
Saat jarak dari peti itu sejauh seribu lima ratus meter, Excel Shimo melihat bukit, dan dibukit itu terlihat sebuah goa. Di dalam goa itulah peti kuno berada.
"Pantas saja binatang itu kesulitan...," gumam Excel Shimo saat melihat di pintu goa terlihat formasi array penghalang.
Kembali Excel Shimo berjalan naik menuju goa itu. Kali ini medan gravitasi semakin berat, setiap langkah kaki selalu meninggalkan jejak sedalam lima inci.
"Makin berat! Bagaimana medan gravitasi bisa ada di Hutan Terlarang!, gumam Excel Shimo saat merasakan seluruh tulangnya akan hancur lebur.
Brukkk...
"Ah, ha, ah, haa...," Excel Shimo terengah-engah saat dirinya berlutut dengan kedua lutut menyentuh tanah.
"100 kali lipat kekuatan gravitasi nya disini," gumam Excel Shimo sambil melihat keringatnya menetes, "tidak mudah jika ingin mendapatkan sesuatu yang berharga." lanjutnya sambil menguatkan kekuatan fisik untuk berdiri.
Crarkk... Crarkk
Seluruh tulangnya bergemeretak saat ingin berdiri. Excel Shimo mengantupkan rahang dan mengepalkan tangan, otot-ototnya juga ikut mengembang.
"Ahhhh...," teriakan Excel Shimo untuk memberikan semangat pada diri sendiri.
Bangg... Bangg
Setiap langkahnya hingga menggetarkan tanah, hentakan kaki juga menimbulkan suara teredam. Excel Shimo tidak berharap semakin tinggi dia berjalan, tekanan gravitasi semakin kuat.
Namun, demi cita-citanya, Excel Shimo terus melangkah walau gerakannya lebih lambat daripada siput. Lotus Bao dan Xi He selalu terdiam, mereka sengaja tidak ingin berbicara kepada Tuannya.
"Hutan macam apa iniiii!!" keluh Excel Shimo dengan teriakan, saat tubuh bergetar,dan lututnya ingin menekuk lagi.
__ADS_1
"Tuan, tidak ada yang mudah mencapai puncak kekuatan, butuh perjuangan yang menyakitkan dan membosankan. Tanpa kekuatan, yang lemah selalu ditindas," tutur Lotus Bao kepada Excel Shimo.
"Jika lemah, kita juga akan dihina, ditinggalkan, dikhianati, dan dikucilkan oleh semua orang. Tuan, saya yakin Tuan mampu melewati semua ini," Xi He juga ikut memotivasi Excel Shimo.