
Chapter 291. Melumpuhkan Utusan.
Titah dari Dewa Binatang telah turun untuk menyerang Ras Mayat Hidup. Kerajaan Niu yang dipimpin oleh Ratu She Jingyi segera bergerak dari arah Utara. Ratu Bi Annchi yang pemimpin Kerajaan Mu juga mulai bergerak dari arah Timur. Dengan dukungan dari Ras Ular, kedua Kerajaan itu semakin bersemangat, sebab pasukan ular dan kekuatan mereka sangat mengerikan di Benua Jiu Zhou. Akademi Langit Abadi juga tidak tinggal diam, dengan An Na sebagai pemimpinnya segera bergerak dari sisi Tenggara Timur.
Tidak ketinggalan, Juan Rong, Tu Qingxuan, Tu Yueyin, Zhen Ji segera bergerak dari arah Selatan, mereka menjadi pemimpin dalam penyerangan. Raja Tu mempercayai kedua putrinya untuk memimpin pasukan Kerajaan Tu, sebab mereka didukung pasukan binatang dan tiga boneka wayang.
Menghilangnya empat orang penting di Kerajaan Chu, sempat membuat pasukan Kerajaan menjadi tak bersemangat, apalagi saat tiba di Akademi Pedang Surga, mereka terkejut dengan menghilangnya Pimpinan Akademi, Dewan Agung beserta jajaran penting, itu membuat Raja Chu menyimpulkan jika pelakunya adalah Ras Mayat Hidup.
Namun, dengan hadirnya Chu Yao, Zhang Rouxin, dua boneka wayang dan pasukan binatang bisa menambal kekuatan yang telah berkurang drastis. Akhirnya Chu Yao dan Zhang Rouxin memimpin pasukan Kerajaan Chu dan anggota Akademi Pedang Surga, menyerang dari arah Barat
*****
Excel Shimo dan Gongsun Ling dengan cepat melesat ke langit, terlihat di kejauhan seperti dua sinar, apalagi hari ini masih gelap dan akan menjelang subuh sinar itu terlihat jelas.
Sebenarnya Excel Shimo juga bersyukur dengan kedatangan utusan Istana Iblis Timur lebih cepat dari perkiraan.
Dengan kedatangan mereka lebih awal, Excel Shimo bisa merencanakan untuk menghadapi banyak kekuatan yang akan merekrutnya.
"11 orang! Aku akan melawan 5 dan sisanya kamu!" pinta Excel Shimo kepada Gongsun Ling, dia segera memakan pil perubahan wujud dan kembali menyamar menjadi Huang Guang.
"Kekuatan Dewa Roh, aku yang urus," jawab Gongsun Ling yang tidak kuatir jika Excel Shimo kewalahan menghadapi mereka, sebab dirinya dengan mudah mengalahkan kekuatan setingkat Dewa Roh.
Gongsun Ling juga mengikuti suaminya dengan menyamar dan tidak lupa memakai topeng. Excel Shimo mengaktifkan jubah perang bersayap hingga transformasi ketiga, , ditambah dengan elemen angin untuk menambah kecepatan, selain itu Excel Shimo juga mengeluarkan sayap Dao Qi.
Gongsun Ling juga tidak mau kalah, tanpa mengaktifkan Butterfly Gold Robe, dia meningkatkan kecepatan, sengaja dia lakukan untuk menguji kecepatan suaminya setelah menggunakan semua kemampuannya.
Wushh...
Gongsun Ling langsung melesat mendahului suaminya, Excel Shimo juga tidak mau kalah, dia segera terbang ke langit dengan sangat cepat. "Menguji kecepatan! Siapa takut."
Swosh...
Setelah Excel Shimo berbicara, dia langsung menyusul dan mendahului Gongsun Ling.
"Huff!" dengus Gongsun Ling yang tidak ingin dikalahkan oleh suaminya, dia segera meningkatkan kecepatan hingga maksimal, apalagi kekuatanjauh diatas suaminya.
Mereka berdua sengaja terbang cepat sebelum utusan Istana Iblis Timur dan anggotanya memasuki wilayah Benua Jiu Zhou, karena pertarungan setingkat Dewa bisa menghancurkan apapun dibawahnya.
Guang Jibu melihat dua orang yang menuju kearahnya dan terkejut saat melihat Huang Guang dan satu pria tua yang tidak dia kenali. Guang Jibu segera mengurangi kecepatan, dia mengira jika Tetua Agung ingin menyambutnya.
Namun, Excel Shimo justru mengeluarkan senjatanya, dan menebas udara berkali-kali, saat jarak mereka masih terpaut satu kilometer. Guang Jibu dan kesepuluh anggotanya jelas tercengang dengan perbuatan anggota Istana Iblis Timur, banyak cahaya berbentuk sabit mengarah kepada mereka.
__ADS_1
"Menyebar!!"
Spontan Guang Jibu memberikan perintah sebelum cahaya sabit itu mengenai mereka, dia juga mengeluarkan pedang dan membalas dengan serangan energi untuk memblokir. Sepuluh anggotanya juga mengeluarkan senjata dan membalas serangan itu.
Boom💥... Boom💥...
Rentetan ledakan saat banyak energi saling berbenturan hingga menciptakan riak-riak gelombang, di kejauhan tampak seperti kembang api yang meletus. Suara benturan sangat memekakkan telinga, dan semua kehidupan di Benua Jiu Zhou mendengar. Semua kepala mendongak melihat ke langit.
"Mengerikan!!" seru semua kehidupan yang bergidik ngeri saat Dewa Binatang berkonfrontasi jarak jauh.
Excel Shimo sengaja menyerang terlebih dahulu, agar barisan mereka menyebar, perhitungan sangat tepat, Guang Jibu dan anggotanya menyebar. Tidak berhenti untuk sekali serangan, Excel Shimo kembali menyerang, agar meyakinkan musuhnya.
"Bodoh! Kekuatan Dewa Langit masih berjingkrak-jingkrak dihadapanku!" umpat Guang Jibu, saat melihat Excel Shimo yang dia kira Huang Guang menyerang lagi, "jangan beri ampun, dia pasti pengkhianatan yang membunuh anggota kita!" perintah Guang Jibu kepada anggotanya, Guang Jibu juga tertarik dengan jubah perang bersayap yang dikenakan oleh pengkhianatan, dalam hatinya dia akan merebut jubah perang itu.
Ya, Excel Shimo belum mengeluarkan auranya, sehingga Guang Jibu dan anggotanya mengira Excel Shimo setingkat Dewa Langit.
Guang Jibu dan anggotanya serempak melancarkan serangan bersama-sama dengan skill andalan Istana Iblis Timur. Namun, Excel Shimo menyeringai saat musuhnya membalas serangan.
"Lumpuhkan mereka jika bisa ... Kekuatan mereka bagus untuk kita! Menyebar!" ujar Excel Shimo kepada Gongsun Ling dan hanya di anggukan saja, sebab dia paham akan rencana suaminya.
Mereka berdua bermanuver ke kiri dan ke kanan, saat dua energi akan berbenturan.
Boom💥... Boom💥...
"Awas!!" teriak salah satu anggota Istana Iblis Timur yang paling dekat dengan musuhnya, dia merasakan desiran angin dan syok melihat wajah Tetua Agung menyeringai.
Boom💥...
Seketika aura kekuatan tingkat Jenderal Surgawi keluar dari tubuh Excel Shimo, auranya seketika menekan tubuh 5 anggota Istana Iblis Timur hingga tidak mampu bergerak.
"Si--sialan! Pengkhianat!" teriakan Guang Jibu kepada Huang Guang.
Guang Jibu tercengang dengan kemunculan Excel Shimo menargetkan anggotanya, sedangkan jarak dirinya dan anggotanya cukup jauh, apalagi kekuatan Huang Guang berada jauh diatasnya. Dia tidak menyangka masuk dalam skema licik orang penting bagi Istana Iblis Timur. Guang Jibu mengira, jika Huang Guang ingin menggunakan darah kehidupan bagi diri sendiri daripada membangkitkan Kaisar Iblis.
Namun, disaat Guang Jibu akan menyelamatkan anggotanya, dia kaget melihat pria tua sudah muncul didepan anggotanya yang memiliki kekuatan Dewa Roh level 5, dengan tangan yang sudah terangkat untuk memukul.
Swosh...
Guang Jibu jelas panik, dan segera menyerang Gongsun Ling yang menyamar. "Plak!" sayangnya Guang Jibu terlambat, Gongsun Ling sudah memukul kening anggotanya dan seketika pingsan.
"Bangsatt!?" Guang Jibu sangat marah dan menyerang Gongsun Ling dengan pedangnya, tapi Gongsun Ling dengan mudah menghindar dan menjadi anggota yang pingsan itu menjadi perisai diri.
__ADS_1
Sedangkan Excel Shimo satu per satu melumpuhkan kelima anggota Istana Iblis Timur dan memasukkan kedalam Pagoda Penjara, dia tidak kuatir dengan Gongsun Ling yang sengaja memberikan dia waktu dengan menghalangi Guang Jibu.
Boom💥...
Guang Jibu menyerang Gongsun Ling dengan sekuat tenaga, sedangkan Gongsun Ling hanya menghindari dan menyeringai setelahnya. "Lemah! Padahal aku belum mengeluarkan kekuatanku!" ejek Gongsun Ling dengan berdiri dibelakang tubuh anggota Istana Iblis Timur yang pingsan, dan apa yang dikatakan Gongsun Ling memang benar.
"Serangan bersama!" perintah Guang Jibu kepada empat anggotanya, dia melupakan anggotanya yang sedang dibereskan oleh pengkhianatan, baginya kekuatan Dewa Roh sangatlah penting daripada kekuatan dibawahnya. Guang Jibu sudah sangat marah dengan hinaan musuhnya yang tidak dia kenali.
Swosh... Swosh...
Boom💥... Boom💥...
Lima serangan segera menghujani Gongsun Ling, namun Guang Jibu sekali lagi mengumpat kesal dan marah, ketika serangan mereka mengenai anggotanya yang dijadikan perisai.
Setelah Excel Shimo selesai membereskan kelima musuhnya, dia melihat sasaran berikutnya yang memiliki kekuatan paling rendah. Gongsun Ling juga melihat suaminya yang telah sukses menangkap musuhnya.
"Kalian ingin memusnahkan kehidupan di Benua Jiu Zhou ... Jelas kami tidak akan tinggal diam!" geram Gongsun Ling saat berbicara kepada Guang Jibu yang akan menyerang lagi dengan sekuat tenaga, dan itu juga dia lakukan untuk memberikan kesempatan suaminya untuk menyelinap dari belakang.
"Bukan urusanmu, yang lemah adalah tumbal bagi yang kuat. Salahkan pada takdir mereka!" balas Guang Jibu yang langsung menyerang.
"Oh, jadi begitu! Baik, salahkan jika takdir kematian menghampiri kalian!" cemooh Gongsun Ling dengan seringai jijik.
"Kamu kira, aku tidak ada persiapan dengan situasi seperti ini, hah!?" bentak Guang Jibu dengan mengeluarkan sebuah botol Giok dari cincin dimensi secara diam-diam dengan tangan kiri, dan kanan kanan memegang pedang yang diacungkan kepada musuhnya.
Namun, Excel Shimo sudah muncul didekat mereka dengan aura kekuatan Jenderal Surgawi yang masih memancar, dan membuat Guang Jibu dan anggotanya kaget.
Tubuh mereka seketika membeku dengan gemetaran.
"Huff! Darah milik Jenderal Surgawi untuk meningkatkan kekuatan secara instan!" dengus Excel Shimo dengan mengangkat pedangnya dan memotong lengan Guang Jibu.
"Argghhh!!" teriakan Guang Jibu saat lengan kiri terpisah dari bahunya.
Segera Excel Shimo merampas botol Giok dan menyimpannya, kemudian dia menotok semua syaraf di tubuh Guang Jibu dan memasukkan kedalam Pagoda Penjara. Lalu, dia berlanjut kepada keempat anggota Istana Iblis Timur yang sudah tidak mampu menggerakkan tubuhnya. Setelah semuanya beres, Excel Shimo menghampiri Gongsun Ling dan memasukkan juga orang yang dijadikan tameng.
"Salah satu ancaman sudah beres! Terima kasih Ratu-ku!" ujar Excel Shimo sambil membungkuk kepada istrinya, seandainya Gongsun Ling tidak menyamar, Excel Shimo sudah pasti akan memeluk dan mencium juga.
Gongsun Ling memalingkan wajah dan tersanjung dengan perilaku suaminya yang sengaja menggoda. Namun, senyuman itu menghilang dalam sekejap ketika melihat dua kapal angkasa yang mendekat.
"Belum selesai! Masih ada anggota Istana Iblis Timur ...!" ungkap Gongsun Ling sambil menunjuk.
"Huff! Ayo kita bereskan, dan kapal angkasa mereka adalah ganti rugi yang telah mengeluarkan energi kita!" ujar Excel Shimo dan langsung terbang menuju dua kapal angkasa.
__ADS_1
Gongsun Ling hanya geleng-geleng pelan dengan ucapan suaminya, dia heran suaminya sudah kaya masih saja ingin harta yang lain. Gongsun Ling segera mengikuti Excel Shimo dan dia memilih kapal angkasa sebelum kanan.
Dengan mudah Excel Shimo dan Gongsun Ling melumpuhkan dua kapal angkasa, yang berisi 500 jiwa setiap kapal angkasa. Mereka adalah murid-murid Istana Iblis Timur, sekali lagi Excel Shimo memasukkan mereka kedalam Pagoda Penjara dan memasukkan juga kapal angkasa.