
Chapter 467. Segel Benua Kelahiran Dihancurkan.
...****************...
Di kapal induk pusat komando, Huo Tuo dan beberapa petinggi mengawasi Benua Kelahiran. Mereka merasa heran melihat pendudukan tampak tidak mengetahui kedatangan mereka, padahal banyak kekuatan diatas Peri Benua yang mampu melihat keluar angkasa.
"Mungkin mereka mengira kita tidak bisa menghancurkan segel ... Betapa naifnya!" celetuk Patriark Klan Gongsun dari Ras Titan, dia mengganggap bahwa Kaisar Shimo terlalu meremehkan kekuatan mereka.
"Bisa jadi," kata Patriark Klan Yue dari Ras Demi Human, ras setengah manusia setengah binatang.
"Kita tunggu perintah dari guru!" sela Huo Tuo saat baru selesai berkomunikasi dengan Master Wei Yan.
"Apa kata Master Wei Yan?" tanya Xuan Wuyan si Dewa Timur.
"Guru akan mengirimkan pasukan yang lebih kuat dari kekuatan militer Raja Cahaya!" jawab Huo Tuo dengan santainya.
"Pasukan Jenderal Surgawi dan Prajurit Surgawi!" seruan semua orang dan tertawa setelahnya, mereka sudah tahu kekuatan pasukan Jenderal Surgawi.
Pasukan Jenderal Surgawi adalah sebutan bagi kekuatan lapis kedua yang rata-rata memiliki kekuatan tingkat Jenderal Surgawi, lapis ketiga disebut pasukan Raja Surgawi, lapis keempat adalah pasukan Kaisar Surgawi. Dan, pasukan lapis pertama rata-rata memiliki kekuatan tingkat Prajurit Surgawi.
Inilah kekuatan militer Master Yan yang telah lama dipersiapkan untuk melawan musuh yang kuat. Sedangkan pasukan yang pernah menduduki Benua Kelahiran hanyalah pasukan pendukung Master Wei Yan. Demikian juga dengan pasukan yang dibawah oleh Huo Tuo, hanya merupakan pasukan pendukung saja, dan bukan kekuatan yang sesungguhnya.
"Kira-kira kapan mereka tiba?" tanya Dewa Matahari yang terlihat raut wajah tak bersahabat, sebab beberapa hari ini tidak mendapatkan kabar dari mata-matanya.
"Apakah ada kabar baru dari mata-mata mu?" tanya balik Huo Tuo sebelum menjawab.
"Tidak ada. Mungkin mereka sedang diawasi oleh Dewa Binatang, sehingga tidak berani menyelidiki perkembangan rencana militer saat ini!" jawab Dewa Matahari.
"Bisa jadi ... Memiliki tujuh Batu Keabadian memang luar biasa hebat. Guru telah berjanji akan memberikan kita kemampuan dari tujuh Batu Keabadian. Karena itu kita harus bisa merebutnya apapun caranya. Memiliki kemampuan tujuh Batu Keabadian adalah impian setiap orang," ujar Huo Tuo yang ingin memotivasi semua orang agar lebih berusaha untuk mengalahkan Dewa Binatang.
Semua orang tertawa bahagia dengan janji yang diberikan oleh Master Wei Yan. Semua orang mempercayai janjinya, sebab Master Wei Yan telah banyak mendukung mereka dalam meningkatkan kekuatannya.
"Sepuluh hari lagi mereka tiba, lebih baik kita mencari lokasi yang cocok untuk menempati pasukan besar kita," kata Huo Tuo yang menjawab pertanyaan Dewa Matahari.
"Di sana...," sahut Dewa Utara sambil menunjuk lokasi strategis untuk menempatkan pasukan mereka yang berjumlah lima juta prajurit.
Huo Tuo melihat dengan mengikuti jari telunjuk Dewa Utara, semua orang juga mengikutinya. Lokasinya sangat luas dan tidak berpenghuni, hanya ada binatang buas yang tidak terlalu membahayakan pasukannya saat mendarat.
"Apakah kamu sudah menyelidikinya?" tanya Huo Tuo kepada Dewa Utara.
"Sudah, itu adalah Benua Sihai tempat masa kecilku dulu!" jawab Dewa Utara.
Dewa Utara lahir di Benua Shen Zhou, saat kecil dibawa oleh orang tuanya ke Benua Sihai untuk berlatih, tempat cocok bagi jenis binatang air, sebab Benua Sihai didominasi perairan.
"Ya sudah. Segera hancurkan segel benua dengan persenjataan kapal induk!" perintah Huo Tuo.
"Baik, Master Huo."
__ADS_1
Segera semua pemimpin Klan Kuno dan dua Dewan Keamanan menuju ruang kendali kapal induk. Kapal induk bergerak menuju ke arah Benua Sihai dan diikuti armada kapal angkasa.
Hari pun menjelang malam dan kapal induk bergerak perlahan menuju Benua Sihai, sengaja bergerak pelan untuk melihat situasi kekaisaran Shimo. Sampai hari akan menjelang pagi, Dewa Matahari merasakan keanehan di kota-kota kecil yang tampak sepi.
"Apa mereka tidak ada rasa khawatirnya dengan kedatangan kita...," kata Dewa Matahari yang melihat kota-kota kecil jarang sekali ada orang yang beraktivitas, padahal biasanya kultivator banyak berkeliaran saat malam hari untuk berburu.
Semua orang melihat juga, melihat sedikit kultivator yang terlihat dan itupun tampak mereka sedang mabuk-mabukan, berpesta dengan beberapa wanita nakal. Tampak sekali tidak memperdulikan armada kapal angkasa yang sedang bergerak menuju Benua Sihai.
Semua orang juga melihat lautan yang tampak lengang, hanya ada beberapa kapal angkasa sedang berpatroli. Demikian juga dengan pusat kekaisaran, dimana sedikit prajurit yang berjaga-jaga, bahkan ada yang melalaikan tugasnya dengan tertidur.
"Sudahlah, jangan dihiraukan ... Anggap saja hari damai sebelum bencana... Hahaha!" celetuk Patriark Klan Yue yang percaya diri dengan kekuatan pasukan-pasukan, dia sudah membayangkan telah meledakkan tubuh musuh dan menjarah wanitanya.
"Benua Jiang Shan kan awalnya hanya kultivator rendahan, wajar hidup tidak seekstrim di Benua Shen Zhou dan yang lainnya, mereka tidak selalu waspada setiap hari!" sahut Dewa Utara.
Ya, maklum mereka berpandangan seperti itu, sebab Benua Jiang Shan dianggap benua kelas rendah dan miskin, hanya semenjak bergabung menjadi subur, tapi kebiasaan yang dulu tidak diubah...
Jika berada di Benua Shen Zhou, Benua Kekacauan dan Benua Zhong Hua, maka tidak mungkin situasi yang mereka lihat seperti ini, setiap hari siang dan malam selalu banyak persaingan, perebutan sumberdaya dan kekuasaan, tidak sesantai yang mereka lihat.
Pertarungan antar kultivator selalu saja terjadi setiap waktu satu dupa, dan kematian sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka. Mereka bisa cepat meningkatkan kekuatan juga karena faktor persaingan yang ketat, dengan seringnya bertempur juga meningkat kemampuan dan kekuatan.
Tapi, apa yang mereka lihat diluar dugaan, dimana Benua Kelahiran begitu damai dan tidak melihat adanya persaingan, sumber alam juga tumbuh subur, banyak wilayah yang kosong, berbeda dengan Benua Shen Zhou saat baru bergabung, langsung terjadi bentrokan dimana-mana untuk merebutkan wilayah dan sumberdaya alamnya.
"Persiapkan senjata utama kapal induk!" perintah Huo Tuo saat dekat dengan Benua Sihai, dia biasanya dipanggil Master Huo, sebab dia juga seorang guru ahli Alkemis yang berbakat.
Segera kapal induk mengeluarkan dua moncong disisi kanan dan kiri, berbentuk meriam dengan laras panjang. Segera kapal angkasa memberikan ruang tembak.
"Tembak!" perintah Huo Tuo sebagai komandan tertinggi armada kapal angkasa.
Segera Dewa Matahari menekan tombol pemicu tembakan, dan...
Boom... Boom...
Dua kali suara ledakan memekakkan telinga ketika membentur segel Benua Kelahiran, segera muncul retakan pada dinding segel...
...****************...
Suara ledakan besar jelas didengar oleh banyak penghuni yang sengaja tidak ikut mengungsi, mereka melihat keatas. Rata-rata mereka adalah kultivator yang akan bertempur dengan pasukan Dewa Binatang. Terlihat senyum kejam disetiap wajah kultivator ketika hari pertempuran akan segera dimulai.
Di Empress Spaceship, Excel Shimo dan semua istrinya sedari tadi mengawasi musuh. Jika kapal induk musuh merupakan pusat komando, demikian juga di Empress Spaceship yang juga merupakan pusat komando serangan dan pertahanan Benua Kelahiran.
Perkembangan kekuatan istrinya sungguh luar biasa, dan kali ini perhitungan Excel Shimo tepat, delapan wanita yang memiliki tubuh bawaan dan Lin Sichuan telah menerobos ke tingkat Half Theta, tertinggi di pegang oleh Yang Hua yang berada di level 10. Lalu Lin Sichuan berada di level 9 dan ketujuh wanita berada di level 7. Sedangkan istrinya yang lain tertinggi di pegang oleh Yang Xiaoping, berada di tingkat Half Alfa level 99. Intinya, rata-rata telah berada di tingkat Half Alfa.
Sedangkan Excel Shimo sendiri, dia mentok di level 90 dari True Theta level 70. Susah untuk menerobos ke tingkat Half Gama, sebab kurangnya energi dan rakusnya Galaksi Elemen. Walaupun hanya berada di level 90, dengan adanya Galaksi Elemen dan lainnya, dia bisa meningkat kekuatan sebanyak 40 level, hal ini yang sedikit melegakan baginya.
Boom... Boom...
Suara ledakan hebat terdengar lagi ketika segel Benua Kelahiran masih belum terpecahkan. Akhirnya setelah dua kali tembakan senjata utama kapal induk musuh, segel Benua Kelahiran hancur berkeping-keping, tepat matahari mulai terbit.
__ADS_1
Excel Shimo menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan nafas perlahan, dia sudah tidak sabar untuk bertarung dengan kekuatan lawan. Semua istrinya juga sama, mereka sudah tiga sabar untuk bertarung, terutama tiga istri pembuat onar, Liu Hualien, Tu Yueyin Mei dan She Qinglin, plus Jing Ehuang.
Untuk Jing Ehuang, dia telah mempersiapkan diri saat tahu akan ada peperangan besar, dia banyak mengeluarkan Buah Yang Melegakan untuk senjata pamungkas, dia menyimpan senjata pamungkasnya didalam cincin dimensi.
Khususnya untuk istrinya yang sedang hamil, mereka berada di Empress Spaceship untuk menjadi personil dan komandan menggantikan suaminya untuk sementara.
Kapal angkasa musuh perlahan bergerak turun menuju Benua Sihai, sengaja perlahan untuk melihat reaksi semua penghuninya. Tapi, tidak ada penduduk yang keluar dari kediamannya saat segel Benua Kelahiran telah dihancurkan. Hanya kultivator yang selalu mengawasi pergerakan armada kapal angkasa pihak musuh.
"Suami, kira-kira kapan jebakan ruang bawah tanah diledakkan?" tanya Tu Yueyin Mei yang terlihat tidak sabaran, sambil gendong di belakangnya.
"Setelah mereka bergerak untuk menyelidiki benteng pertahanan pertama, disaat mereka lengah, baru eksekusi dilakukan!" jawab Excel Shimo sambil melihat satu unit kapal angkasa musuh mendarat terlebih dahulu.
Satu unit kapal angkasa itu mendarat terlebih dahulu untuk memeriksa lokasi yang akan menjadi basis perkemahan dan pertahanan pasukannya. Kapal angkasa itu dipimpin oleh Dewa Utara yang hafal dengan Benua Sihai.
...****************...
Dewa Utara turun bersama beberapa murid-murid akademi dan perwira tingkat rendah, lalu disusul sembilan ratus prajurit. Dewa Utara memerintahkan kepada prajurit memeriksa lokasi pendaratan kapal angkasa dan juga membuat parameter disekitar lokasi perkemahan dan pertahanan.
"Akhirnya aku kembali ke tempat masa kecilku dulu!" gumam Dewa Utara yang mengenang masa lalu, dia menghirup udara yang dipenuhi oleh energi tingkat Dewa, lalu dia berjongkok untuk mengambil tanah dan mencium aromanya.
Bang... Bang...
Dewa Utara mendengar suara ledakan rendah, dia melihat prajuritnya membunuh binatang buas yang menjadi penghuni Benua Sihai. Demikian juga dengan para murid akademi, mereka tertawa riang saat membunuh binatang buas.
Setelah pemeriksaan teliti, lokasi telah dipasang tanda bendera sebagai perbatasan. Lalu para prajurit menggunakan kekuatan elemen tanah dan kayu untuk membuat tembok pertahanan.
Sebagai prajurit dengan mudah menebang pepohonan agar menjadi daratan dan menggunakan batang pohon sebagai pertahanan dan juga kayu bakar.
Sampai hari akan menjelang sore, tembok pertahanan setinggi sepuluh meter akhirnya berdiri. Walaupun tidak kokoh, untuk menghalangi pergerakan binatang buas masih terbilang tangguh, dan mampu menghalangi kultivator yang memiliki kekuatan di bawah tingkat Raja.
Setelah selesai untuk tempat pendaratan kapal angkasa, Dewa Utara segera memberikan kabar kepada Huo Tuo. Dan, saat hari menjelang malam, armada kapal angkasa akhirnya mendarat dengan aman.
...****************...
"Persiapkan pasukan binatang berani mati untuk menganggu lawan dan menghancurkan pertahanan mereka!" perintah Excel Shimo kepada personil Empress Spaceship untuk mengabarkan kepada Raja Han dan Raja Long.
Pasukan binatang berani mati adalah ciptaan Qin bersaudari, pasukan yang sudah dipersiapkan untuk membuat serangan kejutan, pasukan ini seperti mayat hidup, lebih ganas saat malam hari.
"Biar aku yang memimpin mereka!" pinta Tu Yueyin Mei yang mewakili gengnya, tiga wanita pembuat onar.
Excel Shimo melihat Tu Yueyin Mei, She Qinglin dan Liu Hualien secara bergantian dan melihat persiapan mereka. Excel Shimo juga telah memberikan cincin penyelamatan kepada semua istri dan keluarganya.
"Ingat, strategi awal hanya membuat kekacauan, tidak untuk melawan secara langsung!" pesan Excel Shimo kepada tiga istrinya agar mengikuti strategi yang telah direncanakan dengan matang.
"Beres!" sahut Liu Hualien sambil mengangkat tangan kanannya dengan ibu jari dan telunjuk saling menempel berbentuk 'O'.
"Hati-hati! Utamakan keselamatan diri!" pesan Excel Shimo sekali lagi dan melepaskan mereka bertiga setelah memberikan pelukan dan ciuman. Jing Ehuang juga tidak ketinggalan dan telah bertengger di bahu Liu Hualien.
__ADS_1