
Chapter 443. Excel Shimo Beraksi.
Setelah saling berhadapan, mereka berdua tampak bercakap-cakap sebelum bertarung, dengan rasa penasaran, Moon Qiang bertanya, "apa yang mereka bicarakan?"
"Intinya, si Kelinci Giok ingin membalaskan dendam keluarganya yang telah dibunuh oleh si Panther Petir!" jawab Excel Shimo.
"Apakah si Kelinci Giok bisa menang?" tanya Dewi Lou yang ingin tahu hasil pengamatan kekasihnya.
"Jika melihat fisik mereka, kita akan berasumsi si Panther Petir akan menang dengan kecepatan petir sebagai andalannya. Tapi, kalian akan tahu perubahan si Kelinci Giok sesaat lagi...!" jawab Excel Shimo yang makin membuat semua wanita penasaran.
Di dalam benak mereka, perubahan apa yang akan terjadi pada si Kelinci Giok agar mampu mengalahkan si Panther Petir. Tebakan semua wanita, si Kelinci Giok pasti kalah.
Setelah bercakap-cakap dengan nada saling membentak, si Panther Petir melesat seperti petir menyerang si Kelinci Giok. Namun si Kelinci Giok dengan sigap dan tepat melompati kepala musuhnya, lalu kepala musuhnya dia dijadikan tumpuan kaki dengan memberikan hentakan keras, "bang"
Si Panther Petir hampir saja terjungkal, jika dia tidak memiliki kaki yang kuat, dia langsung memutar badan, dan menyerang lagi tanpa memberikan kesempatan si Kelinci Giok yang baru menginjakkan kaki di tanah untuk melawan.
Swosh...
Si Panther Petir pergerakannya sangat cepat sebelum si Kelinci Giok membalikkan badannya. Namun, telinga si Kelinci Giok bergerak-gerak memberikan sinyal bahaya, dia langsung melompati sebelum cakar si Panther Petir mengenai punggungnya, dan gagal-lah serangan si Panther Petir.
Disaat kepala si Panther Petir melewati si Kelinci Giok, kesempatan ini digunakan untuk menendang kepala si Panther Petir, dan suara "bang" kepala si Panther Petir dengan telak terkena tendangannya. Si kelinci Giok jukir balik di udara setelah sukses menendang kepala musuhnya, dan mendarat dengan tepat di tanah.
Si Panther Petir sekali lagi hampir saja terjungkal, dia segera menstabilkan kakinya dan memutar badannya untuk menyerang lagi. Namun dia syok saat melihat kedua kaki si Kelinci Giok telah berada di depannya, dan seketika suara "Bang... Bang" dimana wajah si Panther Petir terkena tendangan bertubi-tubi.
Akhirnya si Panther Petir terpental dan menabrak beberapa binatang mistik yang sedang menontonnya. Tapi, si Panther Petir segera bangkit dan meraung-raung dengan keras, dia sangat marah dan mengeluarkan serangan jarak jauh dengan mengeluarkan bola petir dari mulutnya.
Si Kelinci Giok dengan tenang melompat ke kiri dan ke kanan untuk menghindari serangan bola petir, suara "cetar... Cetar" berulang-ulang memekakkan telinga saat bola petir gagal mengenai targetnya dan menghantam tanah.
Namun, si Panther Petir tidak putus asa, dia terus menerus mengeluarkan bola petir dari mulutnya seperti senjata meriam. Si Kelinci Giok tampak kewalahan dengan serangan jarak jauh yang bertubi-tubi, dan kelemahannya jika bertarung jarak jauh.
Kesempatan ini langsung dimanfaatkan oleh Panther Petir dengan berlari secepat kilat sambil terus mengeluarkan bola petir. Disaat dekat dengan si Kelinci Giok, cakar kaki kanannya melesat untuk menargetkan kepala si Kelinci Giok.
Tiba-tiba, telinga si Kelinci Giok berubah menjadi sayap dan langsung terbang sebelum cakar si Panther Petir mengenai kepalanya. Gagal lagi serangan si Panther Petir, dan dia melihat musuhnya terbang seperti burung, sekali lagi dia memuntahkan bola petir untuk menjatuhkan musuhnya.
Kali ini si Kelinci Giok unggul di udara, dia selalu menghindari serangan bola petir dengan mudah, sambil menghindari si Kelinci berujar, "saatnya kamu mati!"
__ADS_1
Si Kelinci Giok memutar tubuhnya berulang-ulang hingga menciptakan tornado dengan kepala menukik ke arah musuhnya, suara gemuruh badai tornado segera terdengar.
Si Panther Petir tampak tidak takut, dia menyeringai saat mengira musuhnya ingin bunuh diri, dia membuka mulut lebar-lebar dan melepaskan bola petir besar ke arah musuhnya yang berubah menjadi tornado.
Sebelum bola petir dan tornado berbenturan, tornado itu terbagi menjadi dua dengan ukuran yang lebih kecil dan semakin cepat menukik tanpa diantisipasi si Panther Petir.
Dan suara "Boom" ketika serangan si Panther Petir berbenturan dengan tornado. Setelah itu si Panther Syok saat melihat kanan dan kirinya melesat tornado kearahnya, "Boom ... Boom" dua kali suara ledakan ketika perut si Panther Petir terkena dua tornado.
Medan pertempuran langsung hening melihat perut si Panther Petir berlubang dan si Kelinci Giok berdiri di atas kepalanya. "Roar ... Roar!! " raungan pendukung si Kelinci Giok yang bersukacita atas kemenangannya.
Namun berbeda dengan kelompok si Panther Petir, mereka tidak terima, dan salah satu jenis Panther yang memiliki memiliki elemen angin maju untuk menantang si Kelinci Giok. Kali ini Panther lebih kuat lima level di atas si Kelinci Giok.
Semua wanita yang melihat kemenangan si Kelinci Giok masih tidak mempercayainya dengan mengucek matanya, mereka baru percaya analisa kekasihnya sangat tepat sebelum si Kelinci Giok bertarung.
Tapi, kali ini lawan si Kelinci Giok lebih kuat dari sebelumnya. Semua wanita menghela nafas saat menebak hasil pertarungan mereka. Ximen Fengying terlihat kuatir, dia berdiri dan berjalan mendekati kekasihnya.
"Bagaimana kali ini?" tanya Ximen Fengying yang ingin tahu hasil akhir pertarungan si Kelinci Giok.
Excel Shimo tidak segera menjawab, dia masih mengamati si Panther Angin yang menjadi lawan ketiga si Kelinci Giok. Tidak berselang lama Excel Shimo berbicara, "imbang dan menunggu salah satu dari mereka kelelahan atau melakukan kecerobohan."
Jawaban Excel Shimo membuat semua wanita meragukannya, sebab kekuatan si Panther Angin lebih kuat lima level, tidak mungkin si Kelinci Giok menang maupun mengimbangi kekuatan si Panther Angin.
Akhirnya pertarungan antara si Kelinci Giok dan Panther Angin dimulai. Kedua binatang mistik itu bertarung jarak dekat dengan sangat sengit. Tapi si Kelinci Giok lebih unggul dengan banyak memberikan banyak tendangan, namun tendangannya tidak banyak memberikan luka berarti bagi si Panther Angin.
Semua wanita geleng-geleng mengetahui pertarungan dua binatang mistik itu imbang, dan sekali lagi tebakan kekasihnya tepat. Kedua binatang mistik itu terus menyerang dan berharap salah satu diantara mereka melakukan kecerobohan.
Namun, lambat laun si Kelinci Giok mulai kelelahan, jelas dia kelelahan telah bertarung untuk ketiga kalinya, apalagi lawannya kali ini lebih kuat dan stamina lebih segar.
"Tolong selamatkan dia!" mohon Ximen Fengying kepada kekasihnya, dia tidak ingin si Kelinci Giok mati.
Excel Shimo membelai rambut Ximen Fengying dan bertanya, "apa kamu ingin merawatnya?"
"Iya, aku akan merawatnya!" jawab Ximen Fengying dengan penuh harap kekasihnya bisa menyelamatkan si Kelinci Giok.
Kemudian Excel Shimo memejamkan matanya untuk memperkirakan batas kemampuan Solar Plexus Stone dalam memanipulasi waktu. Tidak berselang lama dia membuka mata setelah mengetahui batas kemampuannya.
__ADS_1
"Kalian apa menginginkan lagi binatang mistik?" tanya Excel Shimo kepada semua kekasihnya sambil melihat pertarungan si Kelinci Giok yang sudah sangat kelelahan.
"Apakah kamu akan menjinakkan banyak binatang mistik?" tanya balik Dewi Lou yang senang, tapi membuat Ximen Fengying menjadi kesal karena kuatir si Kelinci Giok segera terbunuh.
Ximen Fengying lupa dengan penjelasan kekasihnya tentang Dunia Jiwa yang memiliki berbeda waktu. Karena cermin yang menampilkan situasi di luar Dunia Jiwa, mereka masih bisa melihat secara normal, tapi saat tidak melihat cermin, di dunia luar sangat lambat pergerakannya.
"Iya, jika kalian tidak mau. Tapi jangan memilih binatang mistik di atas kekuatan Half Alfa, karena butuh waktu untuk menjinakkannya!" jawab Excel Shimo.
Excel Shimo sudah tahu batas kemampuan Solar Plexus Stone, dimana mampu menghentikan selama waktu dua dupa, karena hal itu dia hanya menjinakkan binatang mistik yang kekuatannya di bawah True Alfa.
Seandainya Excel Shimo menjinakkan binatang mistik di atas Half Alfa, dia membutuhkan banyak waktu dan tenaga ekstra, selain itu kekuatan True Alfa tidak banyak terpengaruhi skill Penghentian Waktu, sebab kekuatan normal Excel Shimo di bawah para penguasa Benua Giok.
Segera Dewi Lou dan semua wanita memilih binatang mistik yang sesuai dengan karakter dan kesukaannya. Kebanyakan semua wanita memilih binatang mistik jenis burung yang cantik, dan sebagian menginginkan Nine Tail Fox, Fairy Deer si Rusa salju, Shirasawa si Rusa Es dan Alpaca Mistik.
Jing Ehuang dan duo Peri Kupu-kupu juga tidak mau ketinggian dan segera ikut memilih. Jing Ehuang menginginkan binatang mistik jenis Mammoth Salju yang berukuran besar dan memiliki fisik yang kuat.
Pilihan Jing Ehuang membuat semua wanita tertawa, bagaimana tidak tertawa, melihat burung kecil memerintahkan binatang besar.
Sedangkan duo Peri Kupu-kupu memilih, Beast Iron Eater si Panda pemakan besi dan Beruang Madu bertanduk Emas. Setelah semua wanita memilih, Excel Shimo berubah menjadi angin dan keluar dari Dunia Jiwa, dia muncul di depan si Kelinci Giok yang akan diterkam si Panther Angin.
"TIME STOP!" kata Excel Shimo yang mengeluarkan skill penghentian waktu.
Seketika radius dua kilometer berhenti bergerak. Excel Shimo langsung bergerak sangat cepat dengan menyentuh tubuh si Kelinci Giok dan para binatang mistik secara acak. Binatang mistik yang disentuh oleh Excel Shimo seketika menghilang dan muncul di Dunia Jiwa dalam keadaan telah pingsan.
Di Dunia Jiwa, Excel Shimo mutlak mengendalikan apapun dan siapapun yang berada di dalamnya tanpa bisa dilawan, karena itu dia hanya menyentuh binatang mistik dan akan memberikan segel setelah dia kembali ke dalam Dunia Jiwa.
Excel Shimo seperti kilat saat menargetkan pilihan semua wanitanya dan binatang mistik yang lainnya, dia hanya menghindari binatang mistik yang melihat kekuatan di atas True Alfa.
Disaat Excel Shimo bekerja, efek Penghentian Waktu telah habis bagi kekuatan tingkat True Alfa, mereka melihat banyak anak buahnya tiba-tiba menghilang, mereka hanya merasakan desiran angin kencang yang selalu bergerak secara acak.
"Roar!! " Naga Azure meraung-raung, dia memerintahkan untuk menjauhi titik pusat daratan Formasi Trigonometri.
Binatang mistik bercincin Magenta dan Cyan segera menjauh, mereka juga merasakan desiran angin dan juga melihat banyak anggotanya menjadi diam seperti patung. Naluri kebinatangan memberikan sinyal marabahaya ekstrim.
Jin Shou, Tsai Li-Liang dan Ximen bersaudara juga ikut terpengaruh. Sedangkan semua wanita yang berada di Dunia Jiwa melongo melihat banyaknya binatang mistik menjadi terdiam dan menghilang setelahnya. Semua wanita tidak melihat Excel Shimo, tapi meyakini jika menghilangnya binatang mistik adalah perbuatan kekasihnya.
__ADS_1
Mereka tidak tahu jika pilihannya telah berada di Dunia Jiwa, dan jauh dari posisi mereka yang berada di dalam Mansion. Setelah waktu dua dupa habis, Excel Shimo muncul di Dunia Jiwa sambil membawa Harimau Keberuntungan.
Harimau Keberuntungan ukurannya sebesar kucing dewasa, lucu dan menggemaskan...