God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 134. Aku Kembali.


__ADS_3

Chapter 134 Aku Kembali.


Kembali Excel Shimo memejamkan mata sambil duduk bersila untuk menerobos level berikutnya. Sebelum itu, Excel Shimo memeriksa dantian nya yang semakin luas, luasnya dua kali dari sebelumnya. Biarpun dantian telah berubah, energi yang memenuhi dantian itu bergejolak sangat besar, bisa dipastikan jika Excel Shimo akan menerobos lagi.


"Tuan, lebih baik membiasakan diri dengan berlatih di Balai Pelatihan, sebab tubuh Tuan sekarang berbeda dari tubuh fana," saran Lotus Bao yang ingin Tuannya menyesuaikan kekuatan tingkat Dewa Bumi.


"Kamu benar, Bao-er." jawab Excel Shimo sembari berdiri, dan menghilang dari kamar pribadinya.


Excel Shimo muncul lagi di kamar khusus di Balai Pelatihan, dan sudah berhadapan dengan boneka wayang. Segera Excel Shimo membuat formasi penghalang, agar latihan ini tidak menganggu ke-empat isterinya yang masih tertidur.


Bommm...


Bommm...


Basis kultivasi Dewa Bumi segera keluar dari tubuh Excel Shimo, dan diikuti oleh boneka wayang yang juga mengeluarkan basis kultivasi Dewa Bumi.


Swoshhh...


Banggg... Boommm...


Segera Excel Shimo menyerang boneka itu dengan kepalan tangan kanan, dan diikuti boneka wayang yang menahan dengan kepalan tangan. Benturan kedua kepalan tangan mereka, menciptakan riak-riak energi.


Satu bocah usia 12 tahun, dengan tinggi badan 200 cm melawan boneka wayang. Gerakan mereka sangat cepat, jika dilihat oleh mata akan susah diikuti, apalagi jika yang melihat dibawah setingkat Dewa.


Ledakan demi ledakan benturan fisik sangat memekikkan telinga. Namun, mereka berdua tidak menghentikan aksinya. Mereka berdua semakin gencar menyerang, apalagi boneka wayang yang tidak memiliki ego selalu bisa menyerang balik Excel Shimo.


Banggg... Banggg... Boommm...


Tangan, kaki, sikut, lutut dan tumit selalu digunakan oleh Excel Shimo yang ingin mengalahkan boneka wayang, sebab sejak dari dulu ia selalu gagal mengalahkan lawan sparing itu. Excel Shimo mengerahkan segala kemampuannya, tapi selalu mudah di hindari maupun di tangkis oleh boneka wayang.


"Hahaha, ini baru menyenangkan...." tawa Excel Shimo yang tidak berhenti menyerang boneka itu.


Excel Shimo merasa dirinya mendapatkan lagi pemahaman dari kekuatan Dewa. Setelah bertukar pukulan ribuan kali, akhirnya Excel Shimo mundur, dan menghentikan latihannya.


"Benar-benar hebat yang membuat boneka ini daripada boneka milik Qin Bo," gumam Excel Shimo dengan mengusap peluh di wajahnya.


"Jelas boneka itu kuat, sebab terbuat dari material dari luar angkasa. Selain itu, boneka itu menyimpan energi kekuatan diatas Celestial Supreme, entah kekuatan apa itu," celetuk Lotus Bao yang sebenarnya tidak mampu menghilangkan jejak spiritual yang ditinggalkan oleh seseorang di tubuh boneka wayang.

__ADS_1


"Mungkin itu jejak spiritual milik Ayah, jika itu milik Kakek, aku sudah mengetahuinya...!!" jawab Excel Shimo yang yakin jika boneka itu buatan Ayahnya.


"Menurut Tuan, setingkat apa kekuatan Ayahmu, Tuan?" tanya Xi He yang penasaran, sebab dia mengetahui kekuatan hebat milik Ratu Diao Chin.


"Entahlah, mungkin di atas True Alfa, mungkin lebih tinggi lagi dari ... Hah, sudahlah, suatu saat aku pasti melebihi Ayah, Ibu dan Kakek Excel," jawab Excel Shimo tapi ragu untuk mengukur kekuatan Ayahnya, terlihat dia ingin memiliki kekuatan seperti ke-dua orang tua dan Kakeknya.


Xi He dan Lotus Bao jelas terkejut, sebab kekuatan itu tidak pernah mereka ketahui maupun dengar. Namun, mereka semakin bangga bisa memiliki Tuan yang hebat dibelakangnya, dan mereka berdua yakin bisa melihat Tuannya menyusul ke-dua orang tua dan Kakek Excel.


Segera Excel Shimo kembali menuju kamar pribadi, dan duduk bersila. Excel Shimo ingin segera mengejar ke-dua orang tua dan Kakek Excel.


"Selangkah demi selangkah, semua akan aku gapai. Badai kematian 'kan ku-terjang, Badai samsara 'kan ku-hancurkan. Siapapun orang yang menghalangiku, pasti akan aku musnahkan," gumam Excel Shimo yang memberikan motivasi pada dirinya sendiri.


Kemudian, Excel Shimo memejamkan mata, dan memuaskan gejolak dantian yang ingin menerobos ke level berikutnya. Dalam dantian itu seperti badai energi yang ingin meletus.


Boommm...


Segera Excel Shimo menerobos ke tingkat Dewa Bumi level dua, gelombang energi menciptakan badai pusaran angin didalam kamarnya. Tidak berhenti sampai disitu, setelah menyetabilkan fondasi basis kultivasinya, Excel Shimo kembali meningkatkan kekuatannya.


Boommm...


Bhuzhhh...


Excel Shimo membuka matanya dan mengeluarkan cahaya terang, dalam sekejap cahaya itu menghilang. Langsung Excel Shimo berdiri setelah fondasi telah stabil dan siap bertarung.


"Saatnya kembali. Tapi aku ingin menyerap lagi energi Yin ke-empat istriku itu," gumam Excel Shimo yang masih ingin bercinta lagi.


"Tuan, lebih baik tunda dulu. Saat ini alangkah baiknya Tuan membiasakan kekuatan baru dengan lingkungan. Jika Tuan terlalu ceroboh, orang disekitarnya akan merasakan dampak buruk," cegah Lotus Bao yang tidak ingin Tuannya selalu berpikir mesum, apalagi usianya masih terlalu muda.


"Benar apa yang dikatakan adik Bao-er, Tuan harus bisa menyesuaikan diri dengan kekuatan Dewa," dukung Xi He, ia juga tidak ingin Excel Shimo menjadi berlebihan dalam berkultivasi ganda.


Xi He dan Lotus Bao tidak ingin masa depan Tuannya rusak hanya memikirkan wanita saja, masih banyak hal yang bisa membuat Tuannya lebih kuat daripada berkultivasi ganda. Selain itu mereka berdua tidak mau Excel Shimo kehilangan sifat manusiawi nya.


"Hehehe, tenang saja. Aku mengerti." jawab Excel Shimo yang paham saran mereka berdua, ia mengeluarkan token penyimpanan pesan untuk ke-empat isterinya yang masih tertidur.


Didalam token penyimpanan pesan, Excel Shimo mengatakan kepada mereka untuk berlatih teknik budidaya ganda dan teknik pelahap energi Asal Muasal. Setelah selesai meletakkan token itu dimeja kamar isterinya, Excel Shimo mencium bibir mereka satu per satu, sambil sekali-kali meremass buah kenyal mereka yang selalu menggodanya.


Xi He dan Lotus Bao hanya bisa menghela nafas, saat melihat Excel Shimo sedikit mempermainkan isterinya yang masih tertidur lelap.

__ADS_1


Wushhhh...


Excel Shimo muncul di dunia luar, dan melihat ke arah Kota Perdamaian. Ia melihat kesembilan isterinya sedang menunggu dia bersama banyak pemimpin wilayah Selatan.


"Kenapa suami kita belum kembali juga!" ujar Bao Xue yang kuatir saat melihat kepulan debu di Hutan Terlarang, kepulan debu itu diakibatkan runtuhnya goa Ordo Kegelapan yang dihancurkan oleh sosok misterius itu.


Bao Xue berjalan mondar-mandir di Istana Balai Kota Perdamaian, tidak hanya dia saja yang kuatir, kedelapan wanita istri Excel Shimo juga gelisah. Ratu Han apalagi, ia sangat menyayangi menantunya yang gagah dan tampan.


Demikian juga dengan Raja Fung, Raja Long, Penatua Agung dan beberapa pemimpin yang juga hadir disana.


"Tenang saja, Wali Benua pasti kembali. Jika besok dia belum kembali, kita akan mencoba untuk memasuki Hutan Terlarang, khusus bagi mereka yang memiliki jiwa yang kuat," sahut Raja Fung yang berusaha tetap tenang, walau dirinya juga mengkuatirkan Rajanya.


"Iya, ini sudah dua hari setengah hari, jika nanti dia tidak kembali, kita persiapan diri untuk memasuki Hutan Terlarang," kata Ming Li Ling yang sudah sejak hari pertama enggan berpisah dengan suaminya.


"Ak--"


Wushhhh...


"Apa kalian merindukan saya?"


Tiba-tiba muncul seorang pria yang tinggi besar, tinggi badan mencapai 200 cm, rambut putih kebiruan, kulit putih dan sehalus permata. Pria itu muncul di samping Bao Xue yang akan berbicara.


Sontak semua orang kaget, apalagi Bao Xue yang berada disampingnya. Mereka semua segera waspada dan memperhatikan sosok pria yang lebih tampan dari Excel Shimo.


Ratu Han membelalakkan matanya saat mengenali sosok pria itu. Tanpa sadar ia segera melompat dan memeluk menantunya, yang tidak lain adalah Excel Shimo itu sendiri.


"Shimooo...," teriak histeris Ratu Han sambil memeluk menantunya.


"Shimooo...,"


Kesembilan isterinya juga menerjang tubuh Excel Shimo yang sedang merentangkan kedua tangan untuk menyambut mereka.


"Hahaha... Saya kembali... Ohhh tidakkk...!!" Excel Shimo tertawa bahagia, tapi ia melihat beberapa lutut akan mengenai tongkat naga miliknya, "aduhhh...!!" teriakan sakit saat tongkat itu terkena hajar-an lutut Ratu Han, Bao Xue yang saling berebut.


"Hahaha, Rajaku kembali...," tawa Raja Fung yang sangat gembira.


Akhirnya hari ini rasa cemas, kuatir dan gelisah terobati dengan kembali orang yang selalu ditunggu-tunggu. Gelak tawa bahagia dan suka cita menjadi bukti beban itu terlepas dari pikiran dan hati.

__ADS_1


__ADS_2