
Chapter 402. Kekuatan Jalan Hidup Alam.
Di mata semua orang yang melihat Excel Shimo, dia seakan-akan diam saja ketika tubuh leluhur mayat hidup membeku, padahal pergerakannya-lah yang terlalu cepat untuk diikuti mata mereka.
Dibenak semua orang, mereka bertanya-tanya, teknik dasar kultivasi apa yang digunakannya? Kenapa tidak mengeluarkan fluktuasi energi? Dan masih banyak lagi pertanyaan mereka.
"Apa dia menggunakan Skill Waktu? " tanya Dewi Lou kepada Ketua Balai Alkemis.
Ketua Balai Alkemis geleng-geleng dan menjawab setelahnya:
"Tidak! Aku kira kecepatannya yang tidak bisa kita ikuti dengan mata! "
Apa yang dikatakan oleh Ketua Balai Alkemis memang benar, jika Excel Shimo menggunakan waktu, dia dan semua orang juga akan terpengaruh, dan juga leluhur mayat hidup tidak mungkin bisa bergerak.
Lalu, semua orang kaget melihat Excel Shimo tiba-tiba menghilang, setelah memusnahkan leluhur mayat hidup, dan mereka tidak lagi menemukan keberadaan Excel Shimo.
Plak...
Terdengar suara tepukan dari belakang dan buru-buru semua orang membalikkan badan. Seketika mereka tercengang melihat Excel Shimo telah berdiri di belakang Ketua Penegak Hukum dan Ketua Pekerjaan Umum.
Kedua ketua itu juga terkaget ketika bahunya ditepuk oleh Excel Shimo, disaat akan menjauh tubuhnya seperti membeku, ingin teriak pun tidak bisa, benar-benar seperti menjadi patung hanya dengan tepukan.
Kedua Ketua itu hanya bisa bersuara teredam di tenggorokan, dan memutuskan untuk menggunakan suara telepati, tapi mereka terlambat, kedua jari Excel Shimo telah mengetuk bahu mereka.
Pyarr...
Seperti suara kaca, tubuh dua ketua hancur berkeping-keping dan tersebar, serpihan tubuh mereka berjatuhan seperti air hujan dan mencair secara berlahan.
Semua orang menelan salivanya, ngeri melihat Excel Shimo membunuh dengan begitu mudah, mereka membayangkan bagaimana jika tangan Excel Shimo menyentuhnya, nasibnya tidak jauh berbeda dengan kedua ketua dari Ras Asyura.
Excel Shimo melihat semua orang yang tampak ketakutan, dan menjelaskan kenapa dia membunuh mereka:
"Kedua ketua itu aku bunuh karena berniat buruk kepada Bunga Wangi. Rencananya, mereka ingin menjadikan Bunga Wangi sebagai alat kesepakatan, agar pemimpin Perguruan Api Asyura untuk mendukung Raja Asyura melawan bangsa Malaikat. Setelah berhasil mengalahkan bangsa Malaikat, mereka akan menjajah tempat ku. Jadi, sebelum itu terjadi aku membunuh mereka terlebih dahulu."
Excel Shimo mengetahui dari ingatan leluhur mayat hidup dan dua ketua yang baru dia bunuh. Kedua ketua dari Ras Malaikat merenungi ucapan Excel Shimo dan mengangguk setelah memahami.
"Pantas saja mereka memaksa kita untuk ikut dalam perburuan cincin roh, dan ayah tanpa curiga mengijinkannya..., " kata Yun Shuang setelah tahu tujuan Ketua Penegak Hukum, dia sangat geram akan menjadi korban penculikan lagi, dia juga masih tidak terima telah diculik oleh Excel Shimo.
Xia Jinjing geleng-geleng yang hampir saja menjadi korban penculikan, dan jika itu terjadi, mereka sudah dua kali diculik, lalu dia juga melihat Excel Shimo.
Bunga Wangi awalnya enggan untuk ikut, sebab mereka mereka sudah memiliki cincin roh berwarna ungu, dan tidak berniat mencari cincin roh berwarna merah sebelum kekuatan mereka mencapai level 10.
Dengan memiliki kekuatan level 10, mereka akan lebih mudah menaklukkan binatang mistik dengan dukungan rantai penjinak, dan juga akan mengurangi korban di pihak mereka saat perburuan binatang mistik.
Dengan alasan untuk menambah pengalaman sambil mencari cincin roh berwarna merah, mau tidak mau Bunga Wangi akhirnya mengikuti Ketua Penegak Hukum.
Excel Shimo yang dilihat oleh Bunga Wangi, hanya mengangkat bahu, dan melihat Black Owl Mistik terbang mendekati, lalu hinggap di bahunya.
__ADS_1
"Kamu hebat, kuat, tampan dan juga telah menyelamatkan kami, karena itu aku akan berikan kamu sesuatu yang berharga dan tidak kalah dengan Buah Suci..., " kata Jing Ehuang dengan bangga dan percaya diri, dia ingin menjalin hubungan baik dengan Excel Shimo.
"Oh tidak! " seruan semua orang saat tahu apa yang akan terjadi dengan Jing Ehuang.
Spontan Moon Qiang melesat kearah Excel Shimo dan meraih Jing Ehuang, lalu membekap mulutnya, dia segera menjauhi Excel Shimo. Jing Ehuang jelas meronta-ronta dan berusaha lepas dari tangan Moon Qiang.
Excel Shimo kebingungan dengan reaksi Semua orang setelah Jing Ehuang berbicara, dia menjadi curiga jika Jing Ehuang benar-benar memiliki Buah Suci, dan Moon Qiang sengaja membekap mulut Jing Ehuang agar tidak berbicara.
"Maafkan kecerobohan Jing Ehuang, dia selalu ngawur saat berbicara! " sesal Moon Qiang dan meminta maaf, dia melihat wajah Excel Shimo lebih tampan dari sebelumnya.
Kuatir Excel Shimo menyakiti Moon Qiang dan Jing Ehuang, Ketua Balai Alkemis segera menghampiri dan menangkupkan kedua tangannya:
"Terimakasih telah menyelamatkan kami. Perkenalkan, aku Jin Shuo, Ketua Balai Alkemis. "
Saat pertama kali bertemu, Jin Shou memang belum memperkenalkan namanya, di inilah kesempatannya untuk saling mengenal dan untuk mengalihkan perhatian Excel Shimo tentang buah yang ditawarkan oleh Jing Ehuang.
Excel Shimo melihat kedua mata Jin Shuo dan membalas memperkenalkan dirinya:
"Saya Excel Shimo, panggil saja Shimo, Senior Shuo. "
"Junior Shimo, perkenalkan aku Tsai Li-Liang, Ketua Balai Pekerjaan Umum, "
Setelah berkenalan, Dewi Lou, Dewi Xuan dan kedua ketua segera bertanya perihal basis kultivasi apa yang digunakannya, segala pertanyaan mereka tuangkan.
Excel Shimo yang ditanya jelas bingung, sebab dia juga baru mendapatkan pencerahan setelah penggabungan tujuh Batu Keabadian dan Jirah Perang Dewa Binatang.
Pencerahan yang baru dia dapatkan ibarat setetes air yang jatuh di samudera dan butuh waktu lama untuk benar-benar memahami tentang Jalan Hidup Alam (Dao Tao).
Siapapun pasti akan terkejut jika ada seorang yang mampu memiliki tiga kultivasi berbasis, satu kultivasi berbasis saja sulitnya minta ampun apalagi tiga, dan itu juga butuh waktu lama dan sumberdaya sangat besar.
Semua orang menarik nafas dalam dan menghembuskan secara kasar, mereka harus siap mental untuk mendengar penjelasan berikutnya.
Setelah semua tenang, Excel Shimo kembali berbicara:
"Pemahaman ku tentang ini juga masih rendah dan butuh waktu untuk bisa dibudidayakan oleh kultivator. Apa yang kalian lihat tadi, aku beri nama 'Kultivasi Jalan Hidup Alam'. Dengan kultivasi ini, kita tidak lagi memanipulasi energi alam dengan media energi dalam tubuh, karena ini alami kekuatan alam yang menyatu dengan kita. Ini ibarat dari alam kembali ke alam, karena diri kita-lah alam semesta yang sebenarnya. Kita mampu menciptakan, memelihara, merusak dan juga memusnahkan-nya hanya dengan pikiran dan tubuh bertindak untuk mewujudkan.., "
Semua orang mendengarkan ucapan Excel Shimo dengan penuh perhatian dan tidak akan membuang pengetahuan baru, dan secara berlahan mulai mengerti.
Excel Shimo menjelaskan, jika kehidupan mampu melahirkan, memelihara, mendidik, merusaknya dan juga membunuhnya, ini sama seperti Alam Semesta. Tapi berbeda kita dengan Alam Semesta, kita berpikir untuk mewujudkannya, sedangkan alam bertindak secara spontan.
Tubuh kita adalah alam semesta, dan di luar tubuh adalah pendukungnya, kita memang perlu menyerap energi alam di luar untuk meningkatkan kekuatan, dan mengelolanya di dalam tubuh sendiri.
Setelah tubuh kita mampu memproduksi energi sendiri, kita akan mengembalikan energi kita kepada alam di luar tubuh.
Disaat itulah titik krusial kita harus memahaminya, karena itu merupakan penyatuan dengan dua alam berbeda, luar dan dalam.
Setelah tersambung, maka kita baru memahami potensi diri pribadi, dengan skala kecil, salah satu contohnya yang baru mereka lihat, tanpa kekuatan energi spiritual, kekuatan cincin roh maupun elemen, tapi menggunakan kekuatan alam semesta.
__ADS_1
Dimana kekuatan Alam menyatu dengan kita, menggunakannya untuk melindungi, menggunakannya untuk melawan, memeliharanya dan juga untuk menghancurkan apapun, dan inilah dua alam menyatu dan menjadi Kekuatan Jalan Hidup Alam.
Memahami kekuatan Jalan Hidup Alam, sama halnya dengan pemahaman Ranah Jantung, membutuhkan waktu, pengalaman yang panjang dan berulang, jika kebetulan mendapatkan momentum tak terduga.
Dan Excel Shimo berhenti berbicara agar semua orang mencerna penjelasannya.
"Bukannya menggunakan kekuatan alami dari Alam Semesta lebih merusak? Tapi, kamu tidak merusak apapun di sekitarnya!" tanya Moon Qiang kepada Excel Shimo setelah ada jeda dari penjelasan, kebetulan dia berada disisinya.
Excel Shimo tersenyum dan membelai rambut Moon Qiang. Moon Qiang kaget dan tersipu malu dengan menunduk, dan membuat Jing Ehuang bersiul panjang.
"Alam semesta tidak merusak, tapi ulah kita yang menciptakannya. Kita tidak bisa memegang angin, tapi kita bisa merasakannya tanpa melukai. Kita bisa memanfaatkan angin dengan media spiritual dan kekuatan jiwa, jadilah angin yang mampu merusak! " jawab Excel Shimo secara berlahan agar semua orang mengerti.
Apa yang dimaksudkan Excel Shimo adalah, pikiran lah yang menciptakan segala kerusakan dan Alam Semesta hanya mengikuti keinginan kita. Seperti yang sudah dilihat mereka, dimana Excel Shimo melawan leluhur mayat hidup. Excel Shimo berpikir untuk melindungi diri dan semua orang, lalu Alam Semesta mengikutinya.
"Bukankah elemen juga alam semesta?"
Pertanyaan Dewi Lou membuat Excel Shimo menghela nafas, dia mengerti jika mereka masih kesulitan mencerna penjelasannya, padahal dia sudah menjelaskan berulang-ulang dan juga memberikan contoh.
"Benar, seperti yang aku katakan tadi, tetap menggunakan media kekuatan spiritual, pikiran dan jiwa untuk mengontrol lalu memanfaatkannya! " jawab Excel Shimo dengan sabar, "pemahaman setiap orang akan berbeda-beda, tapi pada akhirnya bertemu pada satu tujuan. Dari sini apakah kalian paham? Yang perlu kalian lakukan adalah pahami potensi diri. " lanjutnya.
Excel Shimo tidak mungkin menjelaskan lebih detail, sebab mereka akan lebih kebingungan. Jin Shou dan Tsai Li-Liang selalu mengangguk, mereka sedikit lebih mengerti daripada juniornya, sebab pengalaman hidup telah mereka lewati lebih lama.
"Baiklah, jika kita ada waktu luang, kita bisa bahas ini bersama-sama. Saat ini aku akan melanjutkan tujuan ku di Benua Roh." Excel Shimo segera berpamitan.
Perkataan Excel Shimo membuat dua Dewi, Moon Qiang dan Bunga Wangi enggan berpisah, padahal mereka baru saja pertemuan, sebab mereka merasa nyaman dekat dengan Excel Shimo apalagi sifatnya dewasa dan cerdas.
Jin Shou segera mencegahnya dan berbicara:
"Pintu keluar akan terbuka setelah masa waktu perburuan selesai, jadi kita di sini selama satu bulan penuh. "
Excel Shimo bukannya panik, malah dia tersenyum, karena dia mampu keluar masuk di Hutan Mistik yang dilindungi Formasi.
Tapi, Excel Shimo juga tidak mau menunjukkan kelebihannya.
Namun, dia tiba-tiba teringat, jika tidak tahu lokasi Eternal Hell Valley, tempat Fiend Spirit berada, dan segera bertanya selagi ingat:
"Apakah Senior Shou tahu lokasi Lembah Neraka Abadi? "
"Tentu tahu. Tapi saran ku, lebih baik Junior Shimo mengunjungi Yang Mulia terlebih dahulu, agar beliau mendukung dan menghentikan tindakan Raja Asyura, sekaligus kita undangan pemimpin Perguruan Api Asyura untuk membahas masalah ini...! " saran Jin Shou.
Excel Shimo tentu menerima saran Jin Shou, dengan dukungan dari Raja Malaikat, dia akan sangat terbantu, dan dia sendiri tidak mungkin melawan banyak musuh.
Mau tidak mau Excel Shimo harus mengikuti perburuan binatang mistik, dan berkata:
"Baiklah, aku akan bantu kalian mendapatkan cincin roh sesegera mungkin, " kata Excel Shimo dan membuat semua orang kegirangan.
Excel Shimo sendiri juga akan berburu binatang mistik untuk istri, keluarga dan pasukannya...
__ADS_1
.....
"Sekarang aku tanya, kata siapa api itu panas?" tanya Excel Shimo kepada semua orang.