
Chapter 92 Melindungi 5 Wanita.
Para pemimpin dari wilayah Barat dan Selatan justru kegirangan dengan bala bantuan yang tidak terduga. Mereka bersorak-sorai dengan bantuan Sun Yao dan semua rekan - rekannya.
"Raja Kera Emas, Raja Unicorn Badak...." seru Raja Han.
"Itu Raja Macan... Horeeee...," kelima wanita kekasih Excel Shimo juga gembira.
Banyak orang yang mengenali ketiga Raja itu dan pasukannya. Penatua Agung, Raja Long, Raja Han dan para pemimpin mengangkat tangan mereka yang terkepal.
Apalagi Raja Kera Emas selalu tampil mencolok setiap kali tampil. Gayanya yang isentrik dan penuh sensasi membuat banyak orang tersenyum.
"Momentum yang tepat. Adik, saatnya keluarkan Pasukan rahasia kita untuk mendukung mereka," titah Long Wenhua pada Raja Long.
"Baik," jawab Raja Long, lalu ia menganggukkan kepala kepada ajudannya, "saatnya mereka keluar untuk mendukung Raja Kera Emas." titah Raja Long kepada ajudannya.
Segera ajudannya mengibarkan bendera di arah Selatan Kota Satria. Setelah tanda bendera itu di kibarkan, muncul Burung Angsa dan Lebah Api yang mencapai puluhan ribu ekor. Bentang burung angsa mencapai 3 meter, panjang dari kepala hingga ekornya mencapai 2 meter. Warnanya seputih salju dan matanya berwarna biru.
Sedangkan Lebah Api seukuran bayi usia 1 tahun, dengan tubuh mengeluarkan api.
Kedua Ras Binatang itu melesat dengan cepat ke arah pasukan Phoniex, Biyi dan Gagak Hitam. Segera Burung Angsa menyerang pasukan Gagak Hitam, dan Lebah Api menyerang Burung Biyi.
Boommm... Boommm
Ledakan demi ledakan saat semua pasukan saling menyerang. Pasukan darat juga tidak kalah sengit, mereka saling membunuh dengan sadis.
Mengetahui jika pasukannya telah terkepung, Raja Huang, Raja Yue Hu dan para pemimpin berdiri.
"Kita tidak bisa tinggal diam saja, jika tidak ingin kita menang dengan tragis." kata Raja Huang yang tidak ingin kehilangan banyak pasukan walau dia yakin dengan kemenangan ini.
"Benar, ayo kita bunuh mereka semua." jawab She Xiang yang sudah tidak sabar membalas kekalahan di hutan logam, ia segera melesat ke depan dan disusul semua pemimpin.
Hanya Guang Ru yang tinggal dan melihat dimana para wanita juga ikut bertarung. Guang Ru hanya tertarik pada lima wanita itu semenjak di Perbatasan Kematian.
Demikian juga dengan Raja Long, Raja Han, Penatua Agung dan semua pemimpin juga mulai bergerak ke medan perang. Penatua Agung tersenyum saat melihat lawan tandingnya, yaitu She Xiang. Semua pemimpin saling menentukan lawannya masing-masing.
Wushhhh...
__ADS_1
"Lama tidak bertemu, Kawan," sapa Long Wenhua saat menghadang She Xiang.
"Peri Benua level 2. Pantas saja aku tidak bisa melihat kekuatannya," batin She Xiang yang sedikit ketakutan, sebab dia hanya berada pada tingkat Peri Benua level 1.
Jika tanpa kehadiran Guang Ru, Penatua Agung sudah sejak di Perbatasan sudah menghentikan peperangan ini.
Namun, karena Guang Ru lebih kuat 3 level, Penatua Agung hanya menerima saja peperangan ini.
"Kembalikan saja kedua Putra Mahkota Kerajaan Huang, jika ingin menghentikan peperangan ini," tuduh She Xiang pada Long Wenhua.
"Otakmu apa sedang keracunan, bagaimana bisa kalian menuduh kami tanpa bukti," elak Long Wenhua yang tidak mau menerima tuduhan She Xiang, "kamu sebagai Penatua Agung, bukannya mendamaikan situasi tapi malah memperkeruh keadaan." lanjut Long Wenhua dengan mencemooh sikap She Xiang.
"Sudah jelas jejak terakhir mereka menuju ke arah ini, pasti kalianlah yang telah menculik mereka?!" bentak She Xiang yang marah dengan ucapan yang merendahkan dirinya.
"Bodoh, jika aku menuduh kalian yang telah memusnahkan Klan Ming, apa kalian terima, hah?! Lebih penting mana kehilangan satu Klan dengan hilangnya Putra Mahkota? Apa otakmu tidak berpikir dengan baik akan kejadian ini? Apa kamu tidak merasa jika ada dalang yang mengadu domba kita?" cecar Long Wenhua kepada She Xiang, berharap jika dia bisa sadar.
She Xiang yang dicecar banyak pertanyaan menjadi bingung harus berbicara apa. Namun, demi ambisinya yang sudah lama dipendam, She Xiang tidak menjawab pertanyaan Long Wenhua.
"Sudah, aku tidak perduli. Nasi sudah menjadi bubur. Hanya satu pilihanmu, menyerah atau binasa?" pekik She Xiang dengan menunjuk wajah Long Wenhua.
Long Wenhua menutup matanya sebentar untuk menahan emosinya. Dengan membuka matanya, ia melirik ke arah Guang Ru yang selalu mengamati ke-lima wanita idamannya.
Boommm... Boommm
Ledakan basis kultvasi keluar dari tubuh Long Wenhua dan She Xiang. Dengan kalahnya level, She Xiang mundur beberapa langkah. Guang Ru segera melihat ke arah kedua Penatua itu, dan tersenyum tipis tanpa berniat membantu.
"Pertarungan anak - anak," gumam Guang Ru dan kembali memperhatikan wanita yang di sukai.
Boommm...
Long Wenhua menyerang She Xiang yang sudah jelas kalah dalam kekuatan. Mereka berdua terus beradu pukulan, dan Long Wenhua jelas lebih unggul. Merasa dirinya tidak bisa menang dengan wujud manusia, She Xiang merubah menjadi wujud binatang ular.
Boommm...
Setelah berubah, She Xiang meningkatkan kekuatan hingga naik satu level. Melihat musuhnya berubah, Long Wenhua mendengus, dan kembali menyerang tanpa ikut berubah wujud.
Bangg... Bangg
__ADS_1
Kini kedua orang itu seimbang, walau She Xiang berubah menjadi ular dengan panjang mencapai 150 meter, dan dikepalanya terlihat mahkota kecil, Long Wenhua masih mampu mengimbangi.
"Semakin lambat," ejek Long Wenhua sambil menghindari serangan ekor She Xiang.
Di sisi lain, Sun Yao dengan brutal membantai pasukan burung, dengan senjata tombak pemberian Excel Shimo. Tanpa ampun menikam kepala setiap prajurit burung.
Sun Yao yang memiliki kekuatan Saint level puncak, tidak ada yang menandingi, bahkan Jenderal Huang Yang dan Raja Huang kuwalahan melawan
"Hahaha, inikah Rajanya semua Ras Burung," Sun Yao tertawa terbahak-bahak dan mencemooh mereka berdua, sambil meletakkan tombaknya di bahu.
Jelas Raja Huang dan Jenderal Huang Tianzun kalah, sebab basis kultivasinya terpaut jarak 4 level untuk Raja Huang, dan 5 level untuk Jenderal Huang Tianzun. Mereka sengaja dipermainkan oleh Sun Yao, untuk memberikan kesempatan kepada bawahannya membantai pasukan burung.
Kedua saudara itu akhirnya memutuskan untuk berubah menjadi wujud asli, yaitu Burung Phoniex.
Boommm... Boommm...
Kedua juga mampu meningkatkan kekuatan hingga 1 level. Sun Yao menyeringai melihat perubahan mereka.
"Tuan Muda, apa anda hanya melihat saja! Jika mereka menang, Anda juga yang akan dirugikan!" kata Raja Huang pada Guang Ru dengan telepatinya.
"Baik, aku akan ikut campur. Tapi, tangkap ke-lima wanita itu," jawab Guang Ru kepada Raja Huang, sambil meregangkan tubuhnya yang kaku.
Merasakan niat membunuh tertuju pada dirinya, Sun Yao melihat ke arah Guang Ru yang tersenyum padanya. Lalu, Sun Yao melihat Raja Huang sedang menatap kekasih Rajanya.
"Saudara Bao, Saudara Xiniu, lindungi isteri Raja Shimo," teriak Sun Yao yang tahu niat Raja Huang dan Jenderalnya.
Mendengar suara Sun Yao yang mengema, segera semua orang dari pihak Raja Han melihat keberadaan Raja Huang dan jenderalnya.
"Serahkan pada kami, Saudara Sun." jawab Hei Bao Raja Macan kumbang.
"Kalian hati - hati, dan jangan terpisah," peringatan Raja Han pada kedua Putrinya sambil bertarung dengan Hei Wuya bersama Raja Long.
Xiao Qiao segera mendekati muridnya yang sedang bertarung dengan pasukan darat. Mendengar ucapan Ayahnya, Han Xing dan Han Chun menarik Ming bersaudara untuk menjauhi medan perang.
"Kita jangan terpisah," perintah Xiao Qiao kepada keempat wanita itu.
Wushhhh... Wushhhh
__ADS_1
"Jangan kuatir, Nona. Kami akan melindungi kalian," ujar Ma Xiniu kepada ke-lima wanita itu, saat dia dan Hei Bao sudah menghampiri mereka.