
Chapter 359. 2 Vs 1.
Dewa Utara yang juga telah dituduh jelas dia sangat marah, walaupun apa yang diucapkan oleh Dewa Binatang itu benar. Tanpa banyak bicara Xuan Wuyan si Dewa Utara langsung menyerang Dewa Binatang.
Swosh...
Dewa Utara melepaskan tinju energi kepada Dewa Binatang, tapi delapan belas kepala Naga Ular segera meludahkan bola energi untuk menangkal serangan tinjunya.
Boom💥...
Ledakan hebat ketika benturan kekuatan energi spiritual dan menimbulkan kerusakan pada sekitarnya. Segera semua penguasa dan banyak kultivator mundur dengan cepat.
"Kita lawan mereka bersama-sama, dan jangan sampai bajingan ini mengungkapkan semua rencana kita," kata Dewa Matahari kepada Dewa Utara dengan suara telepati.
Mereka berdua jelas ingin membungkam Dewa Binatang agar tidak terlalu banyak berbicara. Namun, Dewa Timur, Dewi Selatan dan Dewa Barat menghalangi mereka.
"Hentikan tindakan kalian yang berlebihan!" perintah Seng Long, "ingat tujuan kita." lanjutnya dan membalikkan badan melihat dewa Binatang.
"Dewa Binatang, Pedang Semesta adalah kunci untuk menyegel Altar Divisi Reinkarnasi, agar Bangsa Asyura tidak keluar, jadi saya minta kembalikan pada tempatnya!" perintah Seng Long si Dewa Timur dengan tegas.
"Altar itu tidak bisa dibuka, kecuali ada pihak dari Istana Langit yang membukanya...!" jawab Dewa Binatang, dan menunjuk kearah Dewa Matahari.
Semua orang saling bertukar pandangan, sebab mereka tidak mengetahui siapa itu Istana Langit, dan kembali melihat Dewa Matahari dan Dewa Utara untuk meminta penjelasan dari mereka berdua.
Kemudian, Dewa Binatang melanjutkan perkataannya, "selain itu, mereka berdua ... "
Boom💥...
Dewa Matahari langsung menyerang dengan melemparkan bola Api Surgawi hingga kekuatan penuh, sebelum Excel Shimo menyelesaikan perkataannya. Danau dan sekitarnya seketika mengering dan pepohonan terbakar dalam sekejap menjadi abu dan kepulan asap menutupi pandangan.
"Apa yang kamu lakukan Dewa Matahari! Apa kamu ingin membungkam Dewa Binatang, hah?! " bentak Dewa Barat yang marah, dia sedari tadi sudah meyakini jika Dewa Matahari dan Dewa Utara berniat buruk.
Tidak hanya Dewa Barat saja yang curiga, tapi Dewa Timur dan Dewi Selatan juga sama, masalahnya masih belum ada bukti jika ucapan Dewa Binatang itu benar. Sedangkan Dewa Kenakalan beserta penguasa lainnya dalam posisi netral, dan sebagian penguasa sedang menunggu kesempatan untuk menangkap Dewa Binatang.
Sebelum Dewa Matahari membalas tuduhan Dewa Barat, Dewa Binatang menghilang bersama kedua Naga Ular. "Lihat, perbuatan-mu membuat Dewa Binatang kabur lagi!!" bentak Dewa Timur akan tindakan Dewa Matahari yang ceroboh dan tidak seperti biasanya.
Perasaan Dewa Timur, Dewa Barat dan Dewi Selatan semakin yakin jika ucapan Dewa Binatang itu benar, tinggal pembuktian saja.
"Dewi Selatan, Dewa Kenakalan tolong selidiki Gunung Neraka, aku dan yang lain mencari Dewa Binatang!" lanjut Dewa Timur dengan membagi tugas tanpa memberikan kesempatan Dewa Matahari untuk berdalih.
Semuanya segera mengikuti instruksi Dewa Timur. Sedangkan Dewa Matahari dan Dewa Utara ditinggalkan begitu saja. Kedua Dewan Keamanan tersenyum sinis melihat kepergian semua penguasa dan melihat semua orang tidak terlihat lagi.
"Dewa Utara, kamu ikuti mereka, dan aku akan mencari Dewa Binatang!" Dewa Matahari juga membagi tugas dengan rekannya, tapi sebelum kedua dewa itu bergerak.
Excel Shimo muncul kembali dibelakang mereka dengan senjata tombak di tangan kanan, dan tubuh sudah memakai perlengkapan perang, kekuatannya juga telah ditingkatkan hingga puncak Celestial Supreme. Sebenarnya Excel Shimo tidak kemana-mana, dia hanya bersembunyi di dalam Dunia Jiwa.
Excel Shimo sengaja memisahkan semua penguasa, agar dirinya bisa membunuh satu per satu musuhnya, terutama Dewa Matahari dan Dewa Utara yang bekerjasama dengan Huang Taiji si Dewa Api.
"Tidak perlu mencari ku kemana-mana, karena kalian akan mati disini!"
__ADS_1
Swosh... Boom💥...
Spontan kedua musuhnya terkaget hingga langsung menyerang tanpa banyak bicara saat mendengar suara familiar. Namun, Excel Shimo menghilang lagi sebelum serangan mereka mengenainya dan muncul dibelakang mereka, gerakannya seperti gas.
Boom💥...
Kembali kedua Dewa itu menyerang saat kelima indera-nya mendeteksi keberadaan Dewa Binatang dibelakang, tapi sekali lagi Dewa Binatang menghilang. Tindakan Excel Shimo semakin membuat kedua Dewa itu marah dan mengeluarkan senjatanya.
"Licik?! Keluar kamu jika laki-laki sejati!?" bentak Dewa Matahari dengan mengeluarkan tekanan aura kekuatan Celestial Supreme level tujuh, dibelakangnya muncul sembilan matahari dan kedua tangannya memegang senjata berbentuk cakram besi bergigi tajam.
Kemunculan sembilan matahari membuat kekuatan Dewa Matahari ikut meningkat hingga level puncak, tanah pun seketika terbakar dan pepohonan menjadi abu, apalagi Api Surgawi membentuk lingkaran diatas kepala Dewa Matahari.
Demikian juga dengan Dewa Utara yang telah berubah menjadi binatang Basalt, dimana tubuhnya berbentuk cangkang Kura-kura, kepala seperti Naga dan ekor seperti ular. Dewa Utara yang berubah menjadi tranformasi puncak, kekuatannya juga berada pada tingkat Celestial Supreme level puncak, dan tubuhnya tidak terpengaruh oleh sembilan matahari dan Api Surgawi.
Excel Shimo yang bersembunyi di Dunia Jiwa tampak tidak takut, tapi berbeda dengan para wanitanya yang sangat kuatir. "Suami, lebih baik jangan berhadapan dengan mereka sebelum kekuatan kamu setara!" cegah Loi Annchi dan didukung oleh semua istrinya.
"Kakak, mereka sangat kuat dengan wujud aslinya, jangan melawannya!" Liu Hualien juga mencegah Excel Shimo dengan memegang pergelangan tangan kiri.
Excel Shimo tersenyum dan jelas tidak mengindahkan ucapan semua wanitanya, sebab ini kesempatan besar membunuh mereka, dan juga menyerap kekuatan mereka untuk meningkatkan tingkat dantian sekaligus meningkatkan kekuatannya sendiri.
"Jangan kuatir, aku punya banyak cara mengalahkan mereka, dan mereka tidak akan mudah membunuh ku!"
Semua istrinya hanya menghela nafas dengan keinginan suaminya, berbeda dengan Liu Hualien yang tidak tahu akan kekuatan Excel Shimo yang sebenarnya. Namun, Excel Shimo meminta istrinya untuk menjelaskan tentang dirinya kepada Liu Hualien.
"Tapi, kamu harus hati-hati!" ucap Bao Xue.
"Pengecut, keluar?!" teriakan Dewa Utara.
Kembali Excel Shimo melihat kedua musuhnya yang sedang berteriak-teriak memanggilnya dan juga menghina, dia tersenyum dan muncul dibelakang Dewa Utara yang sedikit jauh jaraknya dengan Dewa Matahari yang menyisir sekitar danau.
"Kura-kura jelek!!" ejek Dewa Binatang.
"Grorr!!
Raungan Dewa Utara yang sangat marah dihina, dia sangat kesal saat merasakan musuhnya yang selalu muncul dibelakang secara tiba-tiba.
Boom💥...
Dewa Binatang langsung menyerang dengan kekuatan penuh dengan Tombak Semesta dan membuat tubuh Dewa Utara terpental. Dewa Matahari yang melihat Tombak Semesta tercengang, sebab dia tahu itu adalah artefak alami dari aura kekuatannya.
Hanya artefak alami yang mampu membuat Dewa Utara yang terkenal kuat akan pertahanan sampai terpental jauh. Dewa Matahari semakin serakah untuk mendapatkan semua harta milik Dewa Binatang, dan dia sengaja tidak segera membantu Dewa Utara melawan musuhnya.
"Setelah salah satu dari kalian kalah, aku yang akan mendapatkan manfaatnya!" batin Dewa Matahari, dia melihat terus senjata Dewa Binatang dan perlengkapan perangnya.
"Sialan!! Mati kamu?!" teriakan Dewa Utara yang segera bangkit setelah berguling-guling.
Dewa Utara langsung menyerang dengan meludahkan banyak bola air kearah Dewa Binatang yang sudah menyerangnya.
Tubuh Excel Shimo berkedip-kedip saat menghindari serangan banyak bola air dan semakin mendekati Dewa Utara. Ledakan demi ledakan memekakkan telinga dari bola air, sayangnya tidak ada satupun bola air mengenai targetnya.
__ADS_1
"TARIAN TOMBAK PETIR!!" teriakan Dewa Binatang dengan menghunuskan Tombak Semesta saat jaraknya terpaut dua ratus meter, dia mengeluarkan skill pertama bagian kedua dari Teknik Tombak Semesta.
Ribuan tombak petir bermunculan mengepung Dewa Utara dan melesat dengan sangat cepat. Melihat kekuatan yang mengerikan...
"PERISAI KURA-KURA HITAM!!" Dewa Utara segera membuat perlindungan dari cangkang Kura-kura nya untuk menahan kekuatan serangan Tombak Semesta.
Boom💥... Boom💥...
Rentetan ledakan mengerikan menghujani cangkang Kura-kura, dan membuat tubuh Dewa Utara yang berlindung di dalam cangkang menciptakan kawah di bawahnya.
Sekali lagi Dewa Binatang mengeluarkan serangan yang sama saat melihat cangkang Kura-kura mulai muncul retakan, kembali bermunculan ribuan tombak petir dan menghujani cangkang Kura-kura.
Ledakan demi ledakan membuat zona luar Mountain Twins Son porak-poranda.
Namun, disaat Dewa Binatang menyerang lagi, Dewa Matahari buru-buru menyerangnya dari belakang dengan kedua tangan melepaskan banyak bola Api Surgawi.
Dewa Binatang menyeringai saat tahu musuhnya sengaja menunggunya lengah, dia segera ber-teleportasi, dan muncul dibelakang Dewa Matahari dengan mengeluarkan skill yang sama.
Sembilan matahari bersinar benderang untuk menangkal serangan musuhnya dan juga untuk menyerang balik. Kembali rentetan ledakan seperti bom nuklir menghancurkan wilayah Mountain Twins Son.
Bertarungnya tiga kekuatan Celestial Supreme dengan jelas diketahui dan dirasakan banyak kekuatan, dan semua Mata Dewa melihat kearah Mountain Twins Son. Dewa Timur, Dewa Barat mengumpat kesal saat merasa jika telah dipermainkan oleh Dewa Binatang, dan kembali mereka menuju Mountain Twins Son.
Sedangkan penduduk Kota Naga Ular sudah berhamburan keluar menjauhi medan pertempuran tiga kekuatan Celestial Supreme dan hanya menonton di kejauhan.
Sedangkan semua istri Dewa Binatang yang berada di wilayah Kekaisaran Dewa Selatan juga merasakan kekuatan suaminya, segera Yang Hua memerintahkan Empress Spaceship menuju Mountain Twins Son.
Kaisar Yang Dang, King Gold Roc dan Yang Mei sudah berada di Empress Spaceship, sebab mereka sudah bersiap-siap mengikuti Excel Shimo menuju Benua Kelahiran.
Selain mereka bertiga yang ikut, ada juga ayah dari Seng Huaran si Gadis Naga, beserta keluarga besarnya. Ada juga keluarga besar Fang Yin si Gadis Angsa, keluarga besar Dewi Chang'e, keluarga besar Da Xia yang sebagian diijinkan oleh Dewi Selatan untuk mengikuti Dewa Binatang menuju ke Benua Kelahiran.
Ada juga sebagian sahabat Mu Yu Huang, Fairy Shu dan Ratu Barat yang ikut bergabung dengan Dewa Binatang.
Kembali pertarungan antara Dewa Binatang melawan dua Dewa dengan kekuatan Celestial Supreme level puncak. Dewa Utara meraung-raung saat cangkang yang merupakan perlindungan terkuatnya telah rusak, dan dia melihat Dewa Matahari bertarung dengan sengit di langit.
Ledakan terus menggema dan memekakkan telinga siapapun, langit yang cerah menjadi semakin terang saat dua Dewa mengeluarkan Api Surgawi. Tapi, Dewa Matahari jelas syok saat tebakannya dahulu ternyata benar jika Dewa Binatang juga memiliki Api Surgawi, bahkan Api Surgawi milik Dewa Binatang jauh lebih tinggi peringkatnya dan sangat kuat.
Sifat keserakahan semakin jelas terlihat, tapi Dewa Matahari tahu dia akan kesulitan mendapatkan Dewa Binatang yang dia ibaratkan sebagai harta karun berharga, dia sangat serius ingin segera mengalahkannya.
"Dewa Utara, jangan diam saja...!" teriakan Dewa Matahari sambil menghindari serangan Dewa Binatang, dia sudah kewalahan melawan serangan jarak jauh Dewa Binatang.
Dewa Matahari baru menyadari jika pondasi kekuatan Dewa Binatang sangat kuat dan tampak tidak kelelahan dengan selalu mengeluarkan energi spiritualnya.
Boom💥...
Dewa Matahari terus mundur saat serangan dia dan Dewa Binatang berbenturan, dan Dewa Utara segera melesat dengan dua kepalan tangan melepaskan pukulan energi.
Boom💥...
Serangan cepat Dewa Utara terlambat diantisipasi oleh Dewa Binatang, dan dua pukulan mengenainya. Dewa Binatang terpental jauh dan berguling-guling di udara.
__ADS_1